0% found this document useful (0 votes)
87 views18 pages

Pengaruh Pendidikan Keuangan pada Minat Menabung

Financial education in the family, pocket money, lifestyle, and self-control were found to simultaneously have a significant effect on savings interest among undergraduate students at the University of Sumatera Utara. Specifically, financial education in the family and self-control had a positive and significant partial effect, while pocket money had a positive but insignificant effect and lifestyle had a negative but insignificant effect. The study aimed to determine the influence of these four factors on savings interest using a sample of 96 students.

Uploaded by

istiqamah
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
87 views18 pages

Pengaruh Pendidikan Keuangan pada Minat Menabung

Financial education in the family, pocket money, lifestyle, and self-control were found to simultaneously have a significant effect on savings interest among undergraduate students at the University of Sumatera Utara. Specifically, financial education in the family and self-control had a positive and significant partial effect, while pocket money had a positive but insignificant effect and lifestyle had a negative but insignificant effect. The study aimed to determine the influence of these four factors on savings interest using a sample of 96 students.

Uploaded by

istiqamah
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

1

PENGARUH PENDIDIKAN KEUANGAN DI KELUARGA, UANG SAKU,


GAYA HIDUP, DAN KONTROL DIRI TERHADAP MINAT
MENABUNG (STUDI KASUS PADA MAHASISWA
STRATA-1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA)
Syahrizani Sidadolog
Khaira Amalia Fachrudin
Nisrul Irawati
Lisa Marlina
Program Studi S-1 Manajemen Universitas Sumatera Utara
E-mail: ssyahrizani@[Link]

ABSTRACT

Interest in saving is someone's effort to set aside money to face the future and to get money in
relatively large amounts. This study aims to determine the effect of Financial Education in
Family, Pocket Money, Lifestyle, and Self Control on Savings Interests of Economic and
Business students at University of Sumatera Utara. This is an associative research. The object
of this research is Undergraduate Economic and Business students at University of Sumatera
Utara, The population in this research as many as 2821 people. The number of samples was
determined based on the Slovin formula obtained by 96 respondents. The analytical method
used in this study is descriptive analysis and multiple regression analysis. The results showed
that Financial Education in Family, Pocket Money, Lifestyle, and Self-Control
simultaneously had a significant effect on α = 0.05 on Interest in Saving. While partially at α
= 0.05 the variable of Financial Education in the Family and Self Control has a positive and
significant effect on Interest in Saving, Pocket Money has a positive and insignificant effect
on Interest in Saving, Lifestyle has a negative and insignificant effect on Interest in Saving.

Keywords: Financial Education in The Family, Pocket Money, Life Style, Self Control,
and Interest in Saving
2

PENDAHULUAN
Uang merupakan sarana untuk bertransaksi dan dalam penggunaannya diperlukan
pengelolaan keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan merupakan tanggung jawab setiap
individu terhadap keuangannya karena pengelolaan keuangan berkaitan erat dengan
kebutuhan hidup sehari-hari salah satunya ialah dengan menumbuhkan minat menabung.
Menabung merupakan salah satu cara untuk mengontrol keuangan seseorang dalam
kehidupan. Seseorang dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk memenuhi kebutuhannya
di masa depan. Tetapi menabung belum menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat di
Indonesai (Rendra, 2012). Adapun teori mengenai minat menabung yaitu Fishbein dan
Ajzen, Theory Reasoned Action ( Teori Tindakan Beralasan) Ada dua konsep yang terdapat
dalam TRA, di antaranya: sikap terhadap perilaku (attitude towards the behaviour) dan
norma subjektif (subjective norm).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Andreas (2017) dan Meta (2016) Minat
menabung pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu, pendidikan
keuangan di keluarga, uang saku, gaya hidup, dan kontrol diri.
Pendidikan keuangan di keluarga adalah pendidikan yang menggunakan sistem
sederhana dengan cara mengajarkan anak dalam suatu sistem nilai atau sikap hidup yang
diinginkan dan disertai teladan orang tua yang secara tidak langsung sudah membawa anak
kepada pandangan dan kebiasaan tertentu (Widayati, 2014). Pendidikan keuangan di
keluarga sangat mempengaruhi minat menabung mahasiswa. Keluarga merupakan tempat
yang paling dominan dalam proses sosialisasi anak tentang masalah keuangan. Melalui
pendidikan keluarga yang diberikan orang tua dengan cara yang sederhana kepada anak akan
membentuk anak pada suatu sistem nilai atau sikap hidup yang diinginkan yang secara tidak
langsung sudah membawa anak kepada pandangan dan kebiasaan tertentu. Orang tua
mengajarkan bagaimana anaknya bertindak dengan mengandalkan nilai-nilai, keyakinan, dan
pengetahuan dalam segala bidang termasuk yang berhubungan dengan keuangan.
Uang saku merupakan pendapatan yang diperolah anak dari orang tuanya, dimana
uang saku ini dapat mempengaruhi bagaimana pola konsumsi seseorang (Hartanto, 2016).
Uang saku merupakan salah satu indikator pokok pengelolaan keuangan seorang mahasiswa
karena tanpa adanya uang saku maka pengelolaan keuangan tidak akan dilakukan. Umumnya
semakin tinggi uang saku yang diperoleh para mahasiswa, maka semakin tinggi kegiatan
konsumsi mereka
Gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup manusia dalam dunia yang dilakukan dalam
aktivitas, minat, dan opini. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang
3

berinteraksi dengan lingkungannya (Engel & dkk, 1994). Gaya hidup yang dimiliki orang-
orang semakin mewah karena adanya kebiasaan yang menganggap bahwa orang menjadi
bahagia dengan mencari kesenangan sebanyak mungkin. Hal ini juga bisa dilihat dari
lingkungan generasi muda seperti mahasiswa. Dari hal ini dapat dilihat gaya hidup seorang
mahasiswa khususnya dalam bidang konsumsi. Cara hidup mahasiswa berubah mulai dari
cara mahasiswa berpakaian, bersosialisasi, dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat
mempengaruhi minat menabungnya.
Kontrol diri merupakan merupakan sebuah aktivitas yang dapat berfungsi untuk
medorong penghematan serta menekan pembelian impulsive (Otto, 2009). Seseorang yang
memiliki kontrol diri akan mempertimbangkan terlebih dahulu apakah pembelian yang akan
dilakukan itu merupakan pembelian yang benar - benar dibutuhkan atau tidak. Mahasiswa
merupakan target yang seharusnya dapat memenuhi minat menabung karena mahasiswa
merupakan komponen yang cukup besar dalam masyarakat yang memiliki sifat konsumtif
yang tinggi. Mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan umum mengenai keuangan dan
lingkungan yang mendukung agar individu dapat menumbuhkan minat menabung.

TINJAUAN LITERATUR

A. Menabung
Menabung adalah kegiatan melakukan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan
menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro,
dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Menabung memiliki makna yang luas dan
banyak arti. Dalam konteks ekonomi, tabungan didefinisikan sebagai sisa pendapatan setelah
dikurangi konsumsi saat selama periode waktu tertentu (Sirine & Utami, 2016). Sebaliknya, tabungan
dalam konteks psikologis disebut proses tidak menghabiskan uang pada periode saat ini dan akan
digunakan di masa depan (Sirine & Utami, 2016).

B. Minat Menabung
Minat menabung merupakan upaya seseorang untuk menyisihkan uang untuk
menghadapi masa yang akan datang dan untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang relatif
besar (Andreas, 2017)..
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Menabung
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat menabung yang digunakan dalam
penelitian ini diantaranya yaitu pendidikan keuangan di keluarga, uang saku, gaya hidup,
dan kontrol diri.
4

1. Pendidikan Keuangan di Keluarga


Pendidikan keuangan di keluarga adalah pendidikan yang menggunakan sistem
sederhana dengan cara mengajarkan anak dalam suatu sistem nilai atau sikap hidup yang
diinginkan dan disertai teladan orang tua yang secara tidak langsung sudah membawa anak
kepada pandangan dan kebiasaan tertentu (Widayati, 2014). Salah satu lingkungan yang
penting dalam perkembangan sikap dan mental selain pendidikan formal dan in-formal
adalah keluarga (non-formal) yang notabene memiliki waktu yang lebih lama dalam
berinteraksi dalam proses pengembangan dan pembentukan pola pikir anak itu sendiri yang
mengacu pada norma-norma, nilai – nilai dan pengetahuan yang berkembang.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Thung, Kai, Nie, Chiun, & Tsen (2012), Sabri
& McDonald (2010), dan Sirine &Utami (2016), indikator yang digunakan untuk
menjelaskan variabel pendidikan keuangan di keluarga yaitu:
1. Contoh pengelolaan uang dari orang tua.
2. Berdiskusi mengenai pengelolaan uang dengan orang tua.
3. Pengontrolan keuangan dari orang tua.
4. Menabung secara teratur.

2. Uang Saku
Uang saku merupakan pendapatan yang diperolah anak dari orang tuanya, dimana
uang saku ini dapat mempengaruhi bagaimana pola konsumsi seseorang (Hartanto, 2016).
Uang saku merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pengeluaran konsumsi mahasiswa,
dengan rata-rata pendapatan uang saku yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa yang
diterimanya setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulannya. Sebagian besar mahasiswa
mengandalkan uang saku yang didapatkannya untuk digunakan dalam berkonsumsi dalam
periode waktu tertentu, sehingga uang saku dan pengeluaran konsumsinya berbanding lurus
(Hartanto 2016). Menurut Entika (2015) yang menjadi indikator atau alat ukur dalam uang
saku adalah:
1. Literasi keuangan/pemanfaatan.
2. Pendapatan .

3. Gaya Hidup
Gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup manusia dalam dunia yang dilakukan dalam
aktivitas, minat, dan opini. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang
berinteraksi dengan lingkungannya (Engel & dkk, 1994). Pada dasarnya, gaya hidup
merupakan suatu perilaku yang mencerminkan masalah apa yang sebenarnya yang ada dalam
5

alam pikir pelanggan yang cenderung berbaur dengan berbagai hal yang terkait dengan
masalah emosi dan psikologis konsumen.
Engel & dkk (1994) mengemukakan bahwa terdapat 3 faktor untuk mengukur gaya
hidup yaitu aktivitas, minat, dan opini yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Aktivitas
2. Minat
3. Opini

4. Kontrol Diri

Kontrol diri merupakan hal yang penting sebelum seseorang memutuskan untuk
mengambil keputusan dalam berperilaku. Seseorang yang memiliki kontrol diri yang tinggi
maka akan cenderung mengendalikan penggunaan uangnya dan dapat melakukan pengelolaan
uang dengan lebih baik sehingga akan menimbulkan minat menabung. Penelitian yang
dilakukan oleh (Yasid, 2010), menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kontrol diri yang
baik serta mampu menyusun rencana pengeluaran keuangan memiliki pengaruh kuat terhadap
minat menabung.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Fattah, Indriayu, & Sunarto, 2018 )
indikator yang digunakan untuk menjelaskan variabel kontrol diri yaitu:
1. Kontrol perilaku (behavior control)
2. Kontrol kognitif (cognitive control)
3. Kontrol keputusan (decisional control)

Pendidikan Keuangan
di Keluarga

Gaya Hidup
Minat Menabung

Uang Saku

Kontrol Diri

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual
6

METODE PENELITIAN
Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Strata-1 Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Sumatera Utara sebanyak 2821 orang, Penentuan sampel penelitian ini
diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh sampel sebanyak 96 orang sampel
responden. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini antara lain :
1. Variabel terikat (Y) yaitu variabel yang terpengaruhi oleh variabel lain pada penelitian
ini yaitu minat menabung Minat menabung merupakan upaya seseorang untuk
menyisihkan uang untuk menghadapi masa yang akan datang dan untuk mendapatkan
uang dalam jumlah yang relatif besar.
2. Variabel Bebas(X) yaitu variabel yang nilainya tidak bergantung pada variabel lain,
terdiri dari:
a. Pendidikan Keuangan di Keluarga
Pendidikan yang menggunakan sistem sederhana dengan cara mengajarkan anak
dalam suatu sistem nilai, sikap, dan kebiasaan mengenai pengeloaan keuangan yang
benar.
b. Uang Saku
Uang saku merupakan pendapatan yang diperoleh seorang anak dari orang tuanya,
dimana uang saku ini dapat mempengaruhi bagaimana pola konsumsi seseorang.
c. Gaya Hidup
Gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup manusia dalam dunia yang dilakukan
dalam aktivitas, minat, dan opini. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan hidup
seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya.
d. Kontrol Diri
Kontrol diri merupakan sebuah aktivitas yang dapat berfungsi untuk mendorong
penghematan serta menekan pembelian impulsive (tujuan untuk kesenangan
semata).

Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil menggunakan
metode pengumpulan data seperti membagikan kuesioner, wawancara, dan studi
dokumentasi kepada mahasiswa Strata-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara.
7

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Analisis Deskriptif
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jurusan

Tabel 1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jurusan
Jurusan Jumlah (orang) Persentase (%)
Akuntansi 33 34,38
Ekonomi Pembangunan 27 28,12
Manajemen 36 37,50
Jumlah 96 100,0

Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 96 responden, sebanyak 33 (34,38%)


mahasiswa Akuntansi, sebanyak 27 (28,12%) mahasiswa Ekonomi
Pembangunan, dan 36 (37,50%) mahasiswa Manajemen. Dapat disimpulkan
bahwa responden terbanyak adalah responden dari jurusan manajemen.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk

Tabel .2
Karakteristik Responden Berdasarkan Stambuk
Stambuk Jumlah (orang) Persentase (%)
2015 33 34,37
2016 21 21,88
2017 24 25,00
2018 18 18,75
Total 96 100,0

Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 96 responden, sebanyak 33 (34,37%) mahasiswa
stambuk 2015, sebanyak 21 (21,88%) mahasiswa stambuk 2016, sebanyak 24 (25%)
mahasiswa stambuk 2017, dan 18 (18,75%) mahasiswa stambuk 2018. Dapat disimpulkan
bahwa responden terbanyak adalah responden yang berasal dari stambuk 2015.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ayah

Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 96 responden, sebanyak 17 (17,7%)


mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebagai PNS, sebanyak 60 (62,5%)
mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebagai wiraswasta, sebanyak 9 (9,37%)
mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebagai Pegawai BUMN, sebanyak 5 (5,22%)
mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebagai petani, sebanyak 1 (1,04%)
mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebagai pegawai BUMD, sebanyak 1 (1,04%)
mahasiswa dimana pekerjaan ayahnya sebegai TNI, sebanyak 3 (3,13%) mahasiswa
dimana ayahnya sudah pensiun. Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan orangtua
8

(ayah) yang dominan adalah sebagai wiraswasta.

Tabel 3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ayah

Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)


PNS 17 17,7
Wiraswasta 60 62,5
Pegawai BUMN 9 9,37
Petani 5 5,22
BUMD 1 1,04
TNI 1 1,04
Pensiunan 3 3,13
Total 96 100,0

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu

Tabel 4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu
Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)
PNS 22 22,9
Wiraswasta 23 24,0
Pegawai BUMN 1 1,04
Petani 3 3,12
Ibu Rumah Tangga 47 49,0

Pada Tabel 4dapat dilihat bahwa dari 96 responden, sebanyak 22 (22,9%) mahasiswa
dimana pekerjaan ibunya sebagai PNS, sebanyak 23 (24%) mahasiswa dimana
pekerjaan ibunya sebagai wiraswasta, sebanyak 1 (1,04%) mahasiswa dimana
pekerjaan ibunya sebagai Pegawai BUMN, sebanyak 3 (3,12%) mahasiswa dimana
pekerjaan ibunya sebagai petani, sebanyak 47 (49%) mahasiswa dimana ibunya
sebagai ibu rumah tangga.

5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Uang Saku

Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa dari 96 responden, sebanyak 35 (36,46%)


mahasiswa memiliki uang saku dibawah satu juta rupiah, sebanyak 35 (36,46%)
mahasiswa memiliki uang saku antara satu juta rupiah hingga satu juta lima ratus ribu
rupiah, sebanyak 14 (14,58%) mahasiswa memiliki uang saku antara satu juta lima
ratus ribu rupiah hingga dua juta rupiah, sebanyak 12 (12,5%) mahasiswa memiliki
uang saku diatas dua juta rupiah. Dapat disimpulkan bahwa kebanyakan
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara memiliki
9

uang saku < Rp 1.000.000 dan diantara Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000.

Tabel 5
Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Uang Saku
Jumlah Uang Saku Jumlah (orang) Persentase (%)
< Rp 1.000.000 35 36,46
Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000 35 36,46
Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000 14 14,58
> Rp 2.000.000 12 12,50
Total 96 100,0

B. Analisis Regresi Linear Berganda


Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara
variabel Pendidikan Keuangan di keluarga (X1), Uang Saku (X2), Gaya Hidup (X3), dan
Kontrol Diri (X4) terhadap Minat Menabung(Y) pada mahasiswa Strata-1 Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Tabel 6
Regresi Linier Berganda
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Sig.
Model T
,006
B Std. Error Beta
(Constant) 6,980 2,479 2,816
Pendidikan
Keuangan di ,456 ,121 ,369 3,767 ,000
Keluarga
Uang Saku ,305 ,242 ,113 1,264 ,210
Gaya Hidup -,105 ,060 -,137 -1,748 ,084
Kontrol Diri ,625 ,162 ,343 3,854 ,000

Berdasarkan Tabel 6 dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai


berikut:
Y = 6,980 + 0,456X1 + 0,305X2 - 0,105X3 + 0,625X4
Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, diketahui:
1. Nilai konstanta sebesar 6,980. Ini mempunyai arti bahwa semua variabel independen
(Pendidikan keuangan di keluarga, uang saku, gaya hidup, dan kontrol diri) yang diteliti
dianggap konstan maka tingkat variabel minat menabung (Y) tetap sebesar 6,980.
2. Nilai koefisien regresi dari variabel pendidikan keuangan di keluarga adalah 0,456. Artinya
pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif terhadap minat menabung. Jika
10

variabel pendidikan keuangan di keluarga (X1) ditingkatkan maka variabel minat menabung
(Y) akan meningkat.
3. Nilai koefisien regresi dari variabel uang saku adalah 0,305. Artinya uang saku
berpengaruh positif terhadap minat menabung. Jika variabel uang saku (X2) ditingkatkan
maka variabel minat menabung (Y) akan meningkat.
4. Nilai koefisien regresi dari variabel gaya hidup adalah -0,105. Artinya gaya hidup
berpengaruh negatif terhadap minat menabung. Jika variabel gaya hidup (X3)
ditingkatkan maka variabel minat menabung (Y) akan menurun.
5. Nilai koefisien regresi dari variabel kontrol diri adalah 0,134. Artinya kontrol diri
berpengaruh positif terhadap minat menabung. Jika variabel kontrol diri (X4) diringkatkan
maka variabel minat menabung (Y) akan meningkat

C. Uji Signifikansi Pengaruh Serempak (Uji F)

Tabel 7
Uji Pengaruh Simultan dengan Uji 𝑭
ANOVAa
Sum of
Model Df Mean Square F Sig.
Squares
1 Regression 583,154 4 145,789 19,446 ,000b
Residual 682,252 91 7,497
Total 1265,406 95

Berdasarkan tabel 7, diperoleh hasil Fhitung adalah 19,446 dengan tingkat


signifikansi 0,000. Sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,47.
Oleh karena itu, Fhitung (19,446) > Ftabel (2,47) dan tingkat signifikansinya 0,000 < 0,05
menunjukkan bahwa variabel independen (pendidikan keuangan di keluarga, uang saku,
gaya hidup, dan kontrol diri) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap minat
menabung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

D. Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Berdasarkan Tabel 1 dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Pendidikan Keuangan di Keluarga (X1 )
Variabel pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat menabung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,000 < 0,05, dan t hitung (3,767)
11

> t tabel (1,66). Artinya jika variabel pendidikan keuangan di keluarga (X 1)


ditingkatkan maka variabel minat menabung (Y) secara signifikan akan meningkat.
2. Uang Saku (X2)
Variabel uang saku berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat
menabungmahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, hal ini
terlihat dari nilai signifikan 0,210 > 0,05, dan thitung (1,264) < ttabel (1,66). Artinya jika
variabel uang saku (X2) ditingkatkan maka tidak berpengaruh terhadap menurunnya
variabel minat menabung (Y).
3. Gaya Hidup (X3)
Variabel gaya hidup berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat menabung
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari
nilai signifikan 0,084 > 0,05, dan thitung (1,748) > ttabel (1,66). Artinya jika variabel gaya
hidup (X3) ditingkatkan maka tidak berpengaruh terhadap menurunnya variabel minat
menabung (Y).
4. Kontrol Diri (X4)
Variabel kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari
nilai signifikan 0,000 < 0,05, dan thitung (3,854) > ttabel (1,66). Artinya jika variabel kontrol
diri (X4) ditingkatkan maka variabel minat menabung (Y) secara signifikan akan
meningkat.
E. Koefisien Determinasi (R)
Berdasarkan Tabel 8 terlihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,437 berarti 43,7%
variasi minat menabung dapat dijelaskan oleh pendidikan keuangan di keluarga (X1), uang saku
(X2), gaya hidup (X3), dan kontrol diri (X4). Sedangkan sisanya 56,3% dijelaskan oleh variasi lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Tabel 8
Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square
Square Estimate
1 ,679a ,461 ,437 2,738
12

C. Pembahasan
H1: Pendidikan Keuangan di keluarga berpengaruh terhadap Minat Menabung
Pada penelitian ini, dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif (dengan nilai kofisien 0,239)
dan signifikan pada α (5%) (dengan nilai signifikan 0,016 < 0,05) terhadap minat
menabung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Artinya
pendidikan keuangan di keluarga dan minat menabung memiliki hubungan yang searah,
jika ditingkatkan variabel pendidikan keuangan di keluarga maka minat menabung akan
meningkat. Penelitian ini sejalan dengan penelitian-penelitian lainnya, seperti yang dilakukan
oleh (Andespa, 2017)menyatakan bahwa pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh
positif dan signifikan, artinya Keluarga sebagai suatu lingkungan paling dekat, merupakan
pengaruh yang paling kuat dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut dikarenakan keluarga
merupakan sumber orientasi yang terdiri dari individu-individu dan keluarga sebagai sumber
keturunan. Jadi keluarga ada hubungannya dalam mempengaruhi minat terhadap sesuatu.
Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rizkiana, 2018), bahwa
pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif dan signifikan, artinya peranan
keluarga dalam pengelolaan keuangan itu penting dalam mempengaruhi minat menabung
mahasiswa.

H2: Uang Saku berpengaruh terhadap Minat Menabung


Pada penelitian ini, dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
variabel uang saku secara parsial berpengaruh dan tidak signifikan terhadap minat menabung
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, dapat dilihat pada nilai
signifikansi yang dihasilkan, yaitu 0,210 > 0,05. Selain itu juga dapat dilihat dengan
membandingkan hasil dari t hitung dan ttabel, dimana thitung 1,264 < ttabel 1,66. Artinya apabila
variabel uang saku ditingkatkan satu satuan, maka variabel minat menabung tidak akan
meningkat sebesar 0,305. Hal tersebut mengartikan bahwa uang saku tidak memiliki
pengaruh yang besar tehadap variabel minat menabung, dikarenakan kebanyakan mahasiswa
belum memiliki pendapatan sendiri, maka sulit menyisihkan uang untuk ditabung.
Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yosi, 2017) yang
mengatakan bahwa uang saku berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung.

H3: Gaya Hidup berpengaruh terhadap Minat Menabung


Pada penelitian ini, dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
13

gaya hidup berpengaruh negatif (dengan nilai kofisien -0,105), dan tidak signifikan pada α
(5%) (dengan nilai signifikan 0,084 > 0,05) terhadap minat menabung mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Dikatakan berpengaruh negatif sebab gaya
hidup dan minat menabung memiliki hubungan yang tidak searah, semakin tinggi gaya hidup
seseorang maka minat menabungnya cenderung semakin rendah, begitu pula sebaliknya,
semakin rendah gaya hidup seseorang maka minat menabungnya cenderung semakin tinggi.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian lainnya, seperti penelitian yang dilakukan
oleh (Yosi, 2018) yang menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh dan signifikan terhadap
minat menabung.
H4: Kontrol Diri berpengaruh terhadap Minat Menabung
Pada penelitian ini, dari hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
kontrol diri berpengaruh positif (dengan nilai kofisien 0,625) dan signifikan pada α (5%) (dengan
nilai signifikan 0,000 < 0,05) terhadap minat menabung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara.
Penelitian ini di dukung oleh penelitian lainnya, seperti penelitian yang Ardiana (2016)
menyatakan, bahwa kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan. Artinya, semakin baik
kontrol diri seseorang, maka semakin baik pula minat menabung seseorang. Mahasiswa dengan
kontrol diri yang tinggi akan mengelola uang mereka lebih baik dari orang lain, lebih berhemat
serta lebih sedikit pengeluaran sehingga lebih cenderung melakukan penyimpanan atau
menabung dibandingkan menghabiskan hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan.

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya,
maka kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1 Secara serempak pendidikan keuangan di keluarga, uang saku, gaya hidup, dan kontrol
diri berpengaruh signifikan terhadap minat menabung pada mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Secara parsial pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat menabung pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara.
3. Secara parsial uang saku berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat
menabung pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Secara parsial gaya hidup berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat
14

menabung pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5. Secara parsial kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung
pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1. Karena menabung merupakan kegiatan yang baik, maka mahasiswa diharapkan mampu
mengalokasikan uang sakunya untuk ditabung, atau menggunakan keterampilan, kreatifitas
serta waktu luangnya untuk mendapatkan uang saku tambahan supaya kegiatan menabung
menjadi lebih meningkat.
2. Disarankan kepada orang tua agar mengajarkan anak sejak dini untuk menabung karena
jika sejak dini telah ditanamkan untuk menabung kedepannya anak akan bisa mengatur
keuangan pribadinya dengan bijak dan minat menabungnya tinggi pula, serta
membatasi dan mengontrol uang saku pada anak sesuai kebutuhan agar anak tidak
membelanjakan uangnya secara berlebihan.
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel lain yang dianggap
dapat mempengaruhi minat menabung. Selain itu ruang lingkup dari penelitian diperluas
lagi sehingga pengambilan sampel dapat lebih beragam dan bervariasi.
4. Bagi pemerintah disarankan agar lebih sering mengadakan edukasi mengenai minat
menabung seperti pada mahasiswa lebih sering diadakan edukasi berupa seminar dan
gerakan yang dapat memicu mahasiswa untuk memahami pentingnya menabung.
15

DAFTAR PUSTAKA
Abdul, R. (2011). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Membayar
Zakat di Rumah Zakat cabang Semarang. [Skripsi]. Semarang (ID): Institut Agama
Islam Negeri Walisongo .
Aditya, P. Y. (2015). Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Desain Produk terhadap
Keputusan Pembelian Gadget Android Samsung (studi pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Prodi Manajemen Angkatan 2011 Universitas Nusantara PGRI Kediri).
Adriani, N., & Sembiring, B. K. (2013). Analisis Strategi Merek Dan Citra Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Pada J. co Donuts & Coffee Cabang Cambridge City Square
Medan. Jurnal Media Informasi Manajemen , 1 (2), 1-12.
Amalia. (2010). Hubungan Antara komunikasi Orang Tua-Anak Mengenai Seksualitas
dan Kontrol Diri dengan Perilaku Seks Pranikah. [Skripsi].Fakultas Psikologi
Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Andespa, R. (2017). Pengaruh Budaya dan Keluarga Terhadap Minat Menabung. Jurnal
Kajian Ekonomi Islam , 2.
Ardiana, M. (2016). Kontrol Diri, Pendidikan Pengelolaan Keuangan, Pengetahuan Inklusi
Keuangan Siswa Pengaruhnya Terhadap Minat Menabung Siswa SMK Se Kota Kediri.
Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan , 4 (1), 59-75.
Arwansa. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Mahasiswa Dalam
Menabung Studi Kasus Mahasiswa S1 FEB UNDIP Tembalang. [Skripsi]. Fakultas
EKonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang
Aviva, Y. N. (2016). Pengaruh Peran Orang Tua dan Uang Saku Terhadap Minat Menabung
Siswa Madrasah Aliyah Islamiyah At-tanwir Bojonegoro. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Surabaya. [skripsi].Surabaya
(ID):Universitas Islam Negeri Sunan Ampel .
Azlan. Amer Abdul Jamal, et al. (2015). The Effects of Soscial Influence and Financial
Literacy on Saving Behavior:A Study on Students of Higher Learning Institution in
Kota Kinabalu, Sabah.[Skripsi]. Sabah. Institution in Kota Kinabalu. Sabah.
Bowen, C. F. (2002). Financial Knowledge of Teens and Their Parents. Financial
Counselling and Planning , 13.(2).
Crow, L. D., & Crow, A. (1973). Educational Psycology. Amerika Serikat: Brooklyn
Collage.
David, K. (2013). Analisis Penerimaan Nasabah Terhadap Layanan Mobile Banking dengan
Menggunakan Pendekatan Technology AcceptanceModel dan Theory Of Reasoned
Action. Jurnal Manajemen Pemasaran , 1, 1.
Delisi, M., Berg, & T, M. (2006). Exploring Theoretical Linkages Between Self-Control
Theory and Criminal Justice System Processing. Criminal Justice , 14 (2), 137-147
Djalli. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Engel, J. F., & dkk. (1994). Perilaku Konsumen. Grogol: Jakarta Barat.
Fattah, F. A., Indriayu, M., & Sunarto. (2018). Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengendalian
Diri terhadap Perilaku Konsumtif Siswa SMA Muhammadiyah 1. Jurnal Pendidikan
Bisnis dan Ekonomi , 4.(12)
16

Fudyartanta. (2012). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Pustaka Belajar


Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hariani, R. (2016). Pengaruh Pengatahuan Investasi, Persepsi Modal Minimal dan Uang Saku
Terhadap Minat Investasi Mahasiswa di Pasar Modal. [Skripsi]. Padang (ID):
Politeknik Negeri Padang .
Harrod, R. F. (1939). An essay in dynamic theory. Economic Journal , 49.
Hartanto, & Putu, H. R. (2016). Pengaruh Gaya Hidup, Kelompok Acuan, dan Uang Saku
Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Dalam Menggunakan Jasa Salon di Kota Yogyakarta.
[Skripsi].Yogyakarta (ID): Universitas Santa Dharma .
Herdianti, E. (2017). Pola Pemanfaatan Uang Saku Mahasiswa Departemen Sosiologi.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. [Skripsi]. Makassar (ID): Universitas
Hasanuddin .
Indonesia, D. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Indrianawati, E., & et, a. (2015). Pengaruh Tingkat Pendapatan dan Pengetahuan Ekonomi
Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Negeri
Surabaya. Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan , 3.
Irianto, A. (2004). Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Kencana.
Jamal, A. A., Ramlan, W. K., Karim, M. A., Mohidin, R., & Osman, Z. (2015). The Effect of
Social Influence and Financial Literacy on Saving Behavior: A study on Students of Higher
Learning Institutions in Kota Kinabalu, Sabah. International Journal of Business and
Social Science , 11.(1), 110-119.
Kaplan, R. M., & Saccuzo, D. P. (2013). Psycological Testing, Principles, Applications, and
Issues. USA: Cengage Learning.
Karoma, A. R. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi
Mahasiswa Indekos Di Kota Makassar. [Skripsi]. Makassar (ID) : Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar .
Kasali, R. (1999). Management Public Relations. Jakarta: Grafiti.
Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran. Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok
Gramedia.
Krisdiantoro, D., Susanto, & Maryati, T. (2016). Pengaruh Iklan Online, Konformitas, dan
Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif. Journal Management .
Kusmawati. (2011). Pengaruh motivasi terhadap minat berinvestasi di pasar modal dengan
pemahaman investasi dan usia sebagai variabel moderat. Jurnal Ekonomi dan Informasi
Akuntansi (JENIUS) , 1.
Lusardi, A., & Mitchell, O., & Curto, V. (2010). Financial Literacy Among The Young. The
Journal of Consumer Affairs. 4(2), 358-380.
Marteniawati, R. (2012). Accounting dalam Pengelolaan Uang Saku pada Mahasiswa
Universitas Kristen Satya Wacana. [Skripsi]. Salatiga (ID): Universitas Kristen Satya
Wacana .
Mohamad, S. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani
Quraisy.
17

Nofsinger. (2005). Pengaruh Kontrol Diri, Jenis Kelamin, dan Pendapatan terhadap Pengelolaan
Keuangan Pribadi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. [Skripsi].
Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.
Nurasiah, D. (2018). Pengaruh Variabel Demografi Dan Budaya Terhadap Minat Menabung
Pada Bank Syariah Di Kec. Purwakarta. [Skripsi]. Jakarta (ID): Universitas Islam
Hidayahtullah .
Nurlatifah. (2018). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Siswa Dalam
Menabung (Studi Kasus Siswa SMA Negeri Di Kota Lubuk Pakam). [Skripsi]. Medan
(ID): Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara .
Ghufron, Nur & Rini Risnawati . (2011). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: AR-Ruzz Media
Ormrod, J. E. (2009). Psikologi Pendidikan: Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang.
Jakarta: Erlangga.
Otoritas Jasa Keuangan. (2018, Januari). Diambil kembali dari Otoritas Jasa
Keuangan:[Link]
[Link]
Otto, A. M. (2009). The Economic Psycology of Adolescent Saving. Exeter: Universityof
Exeter.
Putri, A. V. (2013, November 26). Kiat, Manfaat Serta Pentingnya Mengelola Uang Bagi
Remaja. Diambil kembali dari [Link]
Rachmasari, A. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan Mahasiswa.
Fakultas Ekonomi. [Skripsi]. Yogyakarta (ID) : Universitas Islam Indonesia .
Remund, D., & Lusardi. (2010). Financial Literacy explicated: the case for a clearer
definition in an increasingly complex ecoomy. Journal of Consumer Affairs , 44.(2).
Rendra, R. P. (2012). Dinamika Pengambilan Keputusan Menabung Pada Pedagang Kecil di
Pasar Gede Surakarta. [Thesis]. Yogyakarta (ID) : Universitas Gajah Mada .
Roberts, J. A., & Chris, M. (2012). Cooking Up A Recipe For Self Control: The Three
Ingredients of Self Control and Its Impact on Impulse Buying. Jurnal of Theory and
Practice , 20 (2), 173-188..
Sabri, M. F., & Macdonald, M. (2010). Savings Behavior and Financial Problems Among
College Students. Cross Cultural Communication , 6.
Saputri, W. M. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga untuk Menabung di Bank Syariah. [Skripsi]. Yogyakarta (ID): Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Seong, L. C., Kai, S. B., & Joo, G. G. (2011). The Analysis of Psycological Factors Affecting
Savers in Malaysia. Middle Eastern Finance and Economic , 78-84.
Sirine, H., & Utami, D. S. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menabung Di
Kalangan Mahasiswa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis , 27-52.
Situmorang, S. H., & Lufti, M. (2015). Data Untuk Riset Manajemen Dan Bisnis. Medan:
USU Press.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
18

Sukirno, S. (2006). Teori Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suyanto, D. (2013). Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: CAPS.
Susanti. (2013). -faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ekonomi dan Bisnis , 18 (1), 1-5.
Thung, C. M., Kai, C. Y., Nie, F. S., Chiun, L. W., & Tsen, T. C. (2012). Determinants of
saving behaviour among the university students in Malaysia. A Research Project
Submitted in Partial Fulfillment of The Requirement for The Degree of Bachelor of
Commerce (Hons) Accounting. [Skripsi]. Malaysia : Faculty of Business and Finance,
Department of Com .
Triani, M. (2017). Analisis Saving Behaviour pada Mahasiswa S1 di Kota Padang. [Skripsi].
Padang (ID) : Fakultas Ekonomi Universitas Andalas .
Wahana, A. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Mahasiswa dalam
Menabung (Studi Kasus Mahasiswa S1 FEB Undip Tembalang). [Skripsi]. Semarang
(ID) : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro .
Widayati. (2014). Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Pendiidkan Pengelolaan
Keuangan Keluarga, dan Pebelajaran di Perguruan Tinggi Terhadap Literasi Finansial
Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Humaniora , 2 (2), 176-183.
World Bank. (2017, November). Diambil kembali dari World Bank:
[Link] /in/ news/press-release /2015/04/15/massive-drop-in-
number-of-unbanked-says-new-report.
Wyska. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
untuk Menabung di Bank Syariah. [Skripsi]. Fakultas EKonomi dan Bisnis Islam.
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Yasid, M. (2010). Perilaku Menabung Ibu Rumah Tangga “Keluarga mustahik” Peserta
Program Ikhtiar Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berbasis
Yosi, A. (2017). Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup Terhadap Minat Menabung. [Skripsi].
Yogyakarta (ID) : Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma .
Yoyong, R. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Menabung Mahasiswa Di
Bank Syariah. [Skripsi]. Kediri (ID) : Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI
Kediri .
Yuliati, L. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat berinvestasi sukuk.
Jurnal Walisongo , 9.

You might also like