0% found this document useful (0 votes)
50 views15 pages

Jurnal Lyndaa

1. The document discusses the importance of Pancasila ideology in Indonesia amidst the challenges of globalization. Pancasila provides philosophical values and guidelines for the nation. 2. However, with rapid technological advances in the globalization era, Pancasila ideology has been somewhat forgotten or replaced by global influences. Many Indonesians have not practiced Pancasila in their daily lives and have been swept up in global trends instead. 3. For Indonesia to maintain its unity and identity, Pancasila must continue guiding the nation and its citizens. Upholding Pancasila values is crucial to facing global challenges while not compromising national personality.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
50 views15 pages

Jurnal Lyndaa

1. The document discusses the importance of Pancasila ideology in Indonesia amidst the challenges of globalization. Pancasila provides philosophical values and guidelines for the nation. 2. However, with rapid technological advances in the globalization era, Pancasila ideology has been somewhat forgotten or replaced by global influences. Many Indonesians have not practiced Pancasila in their daily lives and have been swept up in global trends instead. 3. For Indonesia to maintain its unity and identity, Pancasila must continue guiding the nation and its citizens. Upholding Pancasila values is crucial to facing global challenges while not compromising national personality.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

The Existence of the pasila ideology in the,

Middle of a global Ideology :Challenges for Indonesia

Herlyndaa Tafonao

Fakultas,ilmu administrasi,Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia

lyndaatafonao@[Link]

Abstract

Pancasila is the basis of a country that is not only wantedbut is also very much needed by
Indonesian citizens as away of life in society, nation and state which includes fivebasic states
that must uphold the values and rulescontained in the Pancasila. Pancasila which is the basis
ofstate ideology which becomes a guideline and guide indetermining the signposts of goals
and the nation and stateof Indonesia or as a philosophical basis for the unitary stateof the
Republic of Indonesia which implies that the valuesResearch ArticleJurnal Scientia
Indonesia2017, Vol. 3(1) 47-64© The Author(s) 201710.15294/jsi.v8i1.35944This journalhas
been accredited byMinistry of Education, Culture,Research & Technology of
RepublicIndonesia (Rank SINTA 6).Published biannually by:All writings published in this
journal arepersonal views of the author(s) and donot represent the views of this journaland
the author’s affiliated [Link](s) retain copyrights under thelicense of Creative
Common Attribution4.0 International (CC BY 4.0)History of ManuscriptSubmitted :
November 21, 2016Revised 1 : January 7, 2017Revised 2 : March 28, 2017Accepted : April
15, 2017Online since : April 30, 201748 AwirantiAvailable online at
[Link] in Pancasila are the basis or
guidelines for stateadministration. Pancasila values are basically philosophicalvalues that are
fundamental so that they become amotivator in the delivery of our country as the nation's
nextgeneration in the era of globalization must hold firmly tothe Pancasila as a solid
foundation as the nation'spersonality amid the influences of international world invarious
aspects of life , by not doing things beyond thenormal limits that will make our country
divided likeanarchist, racist, mocking what does not agree with us ornot with us but instead
we must uphold the values of socialvalues in society and show the beauty of
Indonesiancitizens to the world that Indonesian citizens can maintainthe unity and unity of
the nation with Pancasila becausethis is the identity of the Indonesian people
Keywords: Pancasila, Guidelines, Globalization
A. Pendahuluan

Setiap negara memerlukan ideologi untuk mengantarkan bangsa dannegara menju cita-
citanya. Ideologi merupakan dasar, ide atau cita-cita agarnegara semakin berkembang dan
maju. Ideologi Negara Indonesia adalahPancasila. Pancasila menjadi pedoman dalam hidup
bermasyarakat, berbangsadan bernegara. Keberadaaan Pancasila tidak dapat diganggu
gugat,maksudnya adalah pancasila tidak boleh hilang dan tetap tertanam pada setiapwarga
negara.1Ideologi Pancasila menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia bertujuanagar dapat
mengembangkan negara Indonesia dalam segala aspek.

1 Dwiyono, Agus.2018. pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Bogor: [Link]


[Link] Scientia Indonesia 3(1) 49Available online at
[Link] dan negara ingin memiliki negara
yang dapat berdiri kokoh, tidakmudah terombang ambing dalam menghadapi permasalahan
negara. Makauntuk mewujudkannya, Negara Indonesia memiliki dasar negra yang
akanmenjadi pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negra [Link]
dasar negara, pancasila bisa dirinci sebagai sumber dari segalasumber hukum di Indonesia,
meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945,mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar
negara baik tertulis maupuntidak tertulis, dan merupakan sumber semngat UUD 1945 bagi
penyelanggaranegara dan pelaksanaan pemerintahan.2Pancasila juga sebagai pandangan
hidup bangsa. Pandangan hidupmerupakan kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur yang
membentuk suatuwawasan menyeluruh terhadap suatu kehiidupan seseorang,
masyarakat,ataubangsa. Nilai-nilai luhur itu sendiri merupakan suatu tolak ukur kebaikan
yangberkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi dalam hidupmanusia, seperti
keinginan untuk mencapai cita-cita atau kehidupan yang lebihbaik, begitupun pula dengan
pancasila sebagai pandangan hidup bangsaIndonesia. 3Namun seiring berjalannya waktu dan
perkembangan zaman, maknapancasila sebagai ideologi negara sedikit dilupakan dan
digantikan olehperkembangan teknologi yang sangat canggih di Era Globalisasi ini.
Globalisasikini justru banyak menuju kearah yang negatif. Seharusnya, pancasiladijadikan
acuan negara dalam menghadapi tantangan global dunia yang terusberkembang. Akan tetapi,
banyak warga negara Indonesia yang belummengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-
hari, malah banyak darimereka yang terserat arus perkembangan global. Dampak dari
terseretyamasyarakat Indonesia yaitu rusaknya moral dan eksistesi budaya [Link]
karena itu, Pancasila sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantanganglobal yang setiap hari
kian meningkat.

2. Dwiyono, Agus.2018. pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Bogor:[Link]


5.3 Taupan, M.,dan Ine Ariyani.2017. pendidikan pancasila dan
[Link]:yramawidya. Hlm 4.50 Awiranti

Available online at [Link]


Rumusan masalah dari paper ini adalah sebagai berikut:

1. Apa yang maksud Ideologi?

2. Bagaimana pengertian ideologi menurut pendapat beberapa ahli?

3. Apa yang di maksud Ideologi Pancasila?

4. Apa yang di maksud ciri-ciri Ideologi Pancasila?

5. Apa yang di maksud dengan ideologi global?

6. Bagaimana cara mempertahankan ideologi pancasila ditengah

arus ideologi global pada Era globalisasi?

Tujuan dari penulisan paper ini adalah :

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud ideologi.

2. Untuk mengetahui pengertian ideologi menurut pendapat paraahli.

3. Untuk mengetahui apa pengertian Ideologi pancasila.

4. Untuk mengetahui apa ciri-ciri ideologi pancasila.

5. Untuk mengetahui apa yang dimaksud ideologi global.

6. Untuk menganalisa bagaimana cara mempertahankan Ideologi

Pancasila di tengah arus Ideologi Global pada Era globalisasi.


B. Pembahasan

Ideologi secara etimologi berasal dari kata idea (inggris) yangartinya gagasan dan logos yang
artinya pengetahuan. Jadi, ideoogi dapatdiartikan sebagai pengetahuan tentang gagasan-
gagasan. MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia, ideologi diartikan sebbagai
kumpulankonsep bersisitem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yangmemberikan arah
dan tujuan untuk kelangsungan hidup.4Suatu ideologi, mengandung konsepsi dasar mengenai
kehidupanyang dicita citakan, dasar pikiran yang terdalam, serta gagasanmengenai wujud
kehidupan yang dianggap baik. Hal itu menjadipedoman bagi suatu bangsa agar memiliki
pola dalam4 Taupan,M.,dan Ine Ariyani.2017. pendidikan pancasila dan
[Link]:yramawidya. Hlm [Link] Scientia Indonesia 3(1) 51

Available online at
[Link] pembangunan.
Dengan demikian, ideologisuatu bangsa adalah penengasan dari nilai-nilai yang dimiliki,
diyakinikebenarannya, serta menimbulakn tekad untuk [Link] ideologi
suatu bangsa pada umumnya adalah budaya danpegalaman sejarah masyarakatnya. Oleh
sebab itu, ideologi bangsadinyatakan oleh para pendiri bangsa sebagai suatu hal yang
harusdiwariskan kepada generasi penerus secara turun temurun dan menjadisikap hidup bagi
masyarakat [Link] ideologi juga dapat kita pelajari memalui pendapat
yang dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

a. Frans Magnis Suseno

Ideologi diartikan sebagai segala kelompok cita-cita, nilai-nilaidasar dan keyakinan-


keyakinan yang di junjung tinggi sebagaipedoman normatif. Adapun dalam arti sempit
ideologi adalahgagasan atau teori menyekuruh tentang makana hidup dan nilai-nilai yang
menentukan dengan mutlak cara manusia hidup dan bertindak.5

b. Serjanto PospowardojoIdeologi merupakan konsep pengetahuan dan nilai yang


secarakeseluruhan menjadi landasan bagi sesorang atau masyarakatuntukmemahami jagat
raya dan bumi seisinya serta menentukansikap dasar untuk mengolahnya.6c. Destutt de
Traccy, memandang ideologi sebagai “science of ideas”dimana didalamnya ideologi
dijabarkan sebagai sejumlahprogram yang diharapkan membawa perubahan
instistusionaldalam suatu masyarakat.

d. Machiavelli, memandang ideologi sebagai sistem perlindungankekuasaan yang dimiliki


oleh penguasa.5 Fa’izia, Khilya, dkk. 2018. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
Intan PariwaraSolo:6 Fa’izia, Khilya, dkk. 2018. Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan,
IntanPariwaraSolo:Hlm.8.52AwirantiAvailableonline[Link]
[Link]/jsi/index

e. Karl Max, memandang ideologi sebagai pandangan hidup yang

dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas


sosial tertentu dalam bidnag politik atau sosial ekonomi.

f. Gunawan Setiardjo, mengemukakan bahwa ideologi adalah

seperangkat ide asasi tentang manusia dans seluruh realistas yang

dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

g. Ramlan Surbakti, mengemukakan dua pengertian ideologi, yaitu:

1) Ideologi ssecara fungsional yang diartikan sebagi

seperangkat gagasan tentang kebaikan bersaa atau tentang

masyarakat dan negara yang dianggap paling baik.

2) Ideologi secara struktural, diartikan sebagai sistem

pembenaran, seperti gagasan atau formula polotik, atassetiap kebijakan dan tindakan yang
diambil oleh penguasa.7Ideologi bangsa Indonesia adalah Ideologi Pancasila.
Ideologipancasila merpakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsaIndonesua. Ideologi
Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai atau normayang berdassarkan sila-sila
PancasilaPancasila sebagai suatu ideologi,tidak bersifat kaku dan tertutup. Namun, pancasila
bersifat reformatif,dinamis dan terbuka. Ideologi terbuka adalah ideologi yang
memapumengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis atau merupakansuatu sistem
pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsesnsus darimasyarakat itu sendiri, nilai-nilai
dari cita-citanya tidak dipaksakan dariluar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan,
rohani, moraldan buadaya masyarakat itu sendiri. Hal ini mengandung makna bahwaideologi
Pancasila bersifat aktual, dinamis dan senantiasa mampumenyesuaikan dengan
perkembangan zaman, ilmu pengetahuan danterknologi, serta dinamika perkembangan
aspirasi [Link] ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai
dasar7 Taupan, M.,dan Ine Ariyani.2017. pendidikan pancasila
[Link]:yramawidya. Hlm 5.

Jurnal Scientia Indonesia 3(1) 53Available online at


[Link] dikandung didalamnya, tetapi
menunjukkan wawasan secarakonkret sehingga memiliki kemampuan yang reformatif
untukmemecahkan maslah masalah aktual yang senantiasa berkembangseiring dengan
aspirasi rakyat, perkembangan zaman, ilmupengetahuandan teknologi. Adapun nilai-niai
yang terkandung didalam pancasilasebagai Ideologi terbuka meliputi:
a. Nilai Dasar

Nilai dasar Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan,persatuan,kerakyatan, dan keadilan. Hal


tersebut merupakan esensi darisila-sila panacasila yang bersifat universal, sehingga dalam
nilai dasartersebut terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik danbenar. Nilai
ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanyapengakuan dan keyakinan bangsa
terhadap adanya Tuhan sebagaipancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan
bangsaindonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilaiketuhanan
memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untukmemeluk agama, menghormati
kemerdekaan beragama, tidak adapaksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat
beragama. Nilaikemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikapdan
perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atasdasar tuntutan hati nurani
dengan memperlakukan sesuatu halsebagaimana mestinya. Nilai persatuan indonesia
mengandung maknausaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina
rasanasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. PersatuanIndonesia sekaligus
mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadapkeanekaragaman yang dimiliki bangsa
indonesia. Nilai kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalampermusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahandari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarahmufakat melalui lembaga-
lembagaperwakilan. Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna
sebagai dasar54 AwirantiAvailable online at
[Link] tujuan, yaitu tercapainya
masyarakat Indonesia Yang Adil danMakmur secara lahiriah ataupun [Link] dasar
pancasila tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Olehkarena itu, pembukaan UUD NRI
1945 merupakan suatu norma dasarsebagai tertib hukum tertinggi dan sumber hukum positif
dalam [Link] ideologi terbuka, nilai dasar inilah yang bersifat ttap ada
padakelangsungan hidup negra. Kedudukam pembukaan UUD NRI 1945membuat nya tidak
bisa diubah. Jika melakukan pengubahan, nilai-nilaiideologi pancasila akan berubah dan
sama halnya dengan melakukan pembubaran negara.
b. Nilai Instrumental

Nilai instrumental merupakan arahan, kebijakan, strategi,sasaran,serta lembaga


pelaksanaannya. Nilai instrumental ini merupakanpenjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar
ideologi pancasila. Nilaiinstrumental merupakan suatu pedoman yang dapat diukur dan
dapatdiarahkan. Bilamana nilai intumental tersebut berkaitan dengan tingkahlaku manusia
dalam kehidupan sehari-hari maka hal itu akanmerupakan suatu norma moral. Namun jika
nilai instrumental ituberkaitan dengan suatu organisasi atau negara maka nilai-
nilaiinstrumental itu merupakan suatu arahan,kebijaksanaan strategi yangbersumber pada
nilai dasar. sehingga dapat juga dikatakkan bahwa nilaiinstrumental itu merupakan suatu
eksplisitsi dari nilai dasar.
c. Nilai Praksis

Nilai praksis merupakan realisasi nilai-nilai dasar daninstrumental. Dapat juga dimungkinkan
berbeda-beda wujudnya,namun demikian tidak bisa menyimpang atau bahkan
tidakbertentangan. Artinya oleh karena nilai dasar, nilai instrumental dannilai praktis itu
merupakan suatu sistem perwujudannya tidak bolehmenimpang dari sistem [Link]
praksis ini berupa pengamalanyang bersifat nyata dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, danbernegara. Dalam realisasi praksis inilah, penjabaran nilai-nilai pancasilaselalu
berkembang serta selalu dapat dialkukan perubahan danJurnal Scientia Indonesia 3(1)
55Available online at [Link] sesuai
dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan danteknologi, serta aspirasi masyarakat.
Sebagai ideologi terbuka, pancasilamengandung 3 dimensi utama yaitu sebagai berikut:

1. Dimensi Realitas
Dimensi ini mencerminkan pancasila sebagai ideologi yang mampumencerminkan
nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalammasyarakat. Nilai-nilai pancasila dapat
diamalkan, diwujudkan dalamkehidupan sehari-hari dari waktu ke waktu tanpa
kehilangan nilai-nilaidasar yang terkandung didalamnya walaupun danya
perkembanganzaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Nilai yang terkandung
dalamdirinya, bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat,terutama pada
waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betulmerasakan dan menghayati
bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milikmereka bersama. Pancasila mengandung sifat
dimensi realitas ini dalam dirinya.

2. Dimensi idealis

Yaitu nilai-nilai dasar pancasila mmapu menggugah harapan,optimisme, motivasi


para pendukungnya, dan dapat diwujudkan dlamkehidupan bermasyarakat,
berbangsa , dan bernegara. Ideologi itumengandung cita-cita yang ingin diicapai
dalam berbagai bidangkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila
bukansaja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi
realitas.

3. Dimensi fleksibilitas

Yaitu dimensi yang mencerminkan kemampuan suatuideologidalam mempengaruhi


dan sekaligus menesuaikan diri denganpertumbhan dan
[Link] berarti ikutmewarnai proses perkembangan
masyarakatanya, sedangkanmenyesuaikan diri bearrti bahwa masyrakat berhasil
menemukaninterprestasi-interprestasi baru terhadap nilai-nilai dasar atau pokok
dariideologi itu sesuai dengan realita-realita baru yang muncul dan merekahadapi.
Dengan demikian, nilai-nilai dasar tersebut akan selalu relevan56 AwirantiAvailable
online at [Link] idealisme yang
wajar. Ideologi itu memberikan penyegaran,memelihara dan memperkuat
relevansinya dari waktu ke waktusehingga bebrsifat dinamis, demokrastis.
Pancasilamemiliki dimensifleksibilitas karena memelihara, memperkuat relevansinya
dari masa kemasa.8Sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka maka secara
structuralPancasilamemiliki tiga dimensi sebagai berikut:

1. Dimensi idealis

Merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasilabersifat sistematis dan


rasional yaitu hakikat nilai-nilai yangterkandung dalam lima sila Pancasila :
Ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan dan keadilan.

2. Dimensi normatif.

Merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasilaperlu dijabarkan dalam suatu


sistem normatif, sebagaimanaterkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang
memilkikedudukan tinggi yang di dalamnya memuat Pancasila dalamalinea IV.

3. Dimensi realitas

Merupakan suatu Ideologi harus mampu mencerminkanrealitas yang hidup dan


berkembang dalam masyarakat. Olehkarena itu, selain memiliki dimensi nilai-nilai
ideal dan normative,pancasila juga harus mampu dijabarkan dalam
kehidupanbermasyarakat secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-harimaupun
dalam penyelenggaraan [Link] dari ideologi Pancasila adalah antara lain:

1) Berasal dari falsafah masyarakat

Pancasila adalah ideologi yang mempunyai pandangan hidup atauidealisme, tujuan,


dan cita-cita masyarakat Indonesia yang berasal darikekayaan rohani, moral, dan
budaya masyarakat sendiri. Bukan konsep yangdibuat buat untuk masyarakat.8
Dwiyono, Agus.2018. pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.
Bogor:[Link] [Link] Scientia Indonesia 3(1) 57Available online at
[Link]

a. Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

Meskipun mengakui beberapa agama, ideologi Pancasila percaya padakonsep Tuhan


Yang Maha Esa. Dengan mempercayai ketuhanan yangmaha esa, negara Indonesia
yang berpegang pada ideologi Pancasilamelarang adanya paham atheis di Indonesia.

b. Demokratis

Pemerintahan yang berdasar ideologi Pancasila adalah pemerintahanyang berdasar


persetujuan rakyat. Demokratis sendiri berarti bahwapemerintahan indonesia memiliki
sifat demokrasi. Dilihat dari asalkatanya, demokrasi berasal dari bahasa Latin demo
yang berarti rakyatdan kratos yang berarti pemerintahan. Dengan begitu sudah jelas
bahwanegara yang demokratis harus tetap meletakkan kekuasaan tertinggi ditangan
rakyat. Pendapat rakyat sangat penting, dan pemimpin hanya memberikan keputusan.
c. Berdasar hukum

Negara yang berdasar ideologi Pancasila adalah negara yang berdasarhukum. Negara
hukum bisa diartikan sebagai negara yangpenyelenggaraan kekuasaan
pemerintahannya berdasar pada [Link] pemerintahan berdasar pada
kedaulatan atau supremasihukum dan bertujuan untuk menjalankan ketertiban hukum.
Negarahukum mempunyai konstitusi yang jelas. Berbeda dengan ideologikomunis,
mereka mempunyai konstitusi, tapi kekuasaan tertinggi ditangan pemimpin otoriter.
Negara dengan ideologi komunis tidak bisa dikatakan negara hukum.

d. Kreatif dan dinamis

Ideologi ini mempunyai tekad untuk secara kreatif dan dinamismencapai tujuan
nasional. Oleh karena itu, bangsa Indonesiamenggunakan Pancasila sebagai pedoman
untuk mencapai tujuannasional. Dengan mengamalkan nilai – nilai Pancasila dalam
setiapaspek kehidupan, masyarakat akan bisa ikut serta dalam usaha mencapaitujuan
nasional. Salah satu nilai dalam ideologi Pancasila yang harus58 AwirantiAvailable
online at [Link] tinggi demi
tercapainya tujuan nasional adalah nilai persatuan dan kesatuan.

e. Berdasar pegalaman sejarah bangsa

Bangsa Indonesia mempunyai sejarah yang panjang untuk menjadisebuah bangsa


yang diakui dunia. Berdasarkan pengalaman sejarahitulah Pancasila dijadikan
ideologi yang akan mendasari berdirinyasebuah bangsa yang kokoh. Dan terbukti,
dengan menjunjung tingginilai persatuan dalam ideologi Pancasila, Indonesia berhasil
mengusirpenjajah dan menyatukan rakyat yang berbeda wilayah, suku, danbudaya
menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai – nilaitersebut juga berhasil
membersihkan Indonesia dari sistem politikkomunis. Itulah mengapa ada hari yang
memperingati kesaktian Pancasila.

f. Terbentuk dari pikiran rakyat

Pancasila terbentuk atas dasar keinginan bangsa Indonesia, tanpacampur tangan atau
paksaan dari sekelompok orang atau pihak yangberkuasa. Konsep pancasila berasal
dari hasil pemikiran [Link] pemikiran individu rakyat yang ingin hidup
lebih baik lagimembentuk konsep cita-cita hidup manusia, dan itulah yang
menjadihakikat ideologi. Sebelum menjadi Pancasila, bangsa Indonesia
telahmenjunjung tinggi lima nilai dalam kehidupan berbangsa negara. Kelimanilai
tersebut adalah: kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan,dan kesejahteraan.
Nilai – nilai itulah yang kemudian disempurnakandalam Pancasila dan dijadikan
ideologi.
g. Isinya tidak operasional.

Nilai pancasila yang tidak operasional bukan berarti bahwa nilai – nilaitersebut tidak
bisa diterapkan. Sifatnya yang tidak operasional justrumemungkinkan Pancasila untuk
bisa diuraikan secara lebih eksplisitsesuai dengan kebutuhan. Sifat ideologi yang
operasional memangmudah diterapkan. Akan tetapi itu akan menjadikannya menjadi
sangatterbatas dan tidak memenuhi kebutuhan yang [Link] Scientia Indonesia 3(1)
59Available online at [Link]

h. Menginspirasi rakyat

Pancasila sebagai ideologi mempunyai ciri yang membuat Pancasiladapat


menginspirasi masyarakat untuk bertanggungjawab sesuaidengan nilai – nilai yang
terkandung dalam Pancasila. Rakyat akan terusterinspirasi dan terdorong untuk
mengamalkan nilai praktis Pancasila disemua aspek kehidupan. Dengan begitu nilai
Pancasila sebagai ideologiIndonesia akan terjaga. Hal itu karena sekuat dan
sesempurna apapunsuatu ideologi, hanya akan menjadi suatu semboyan apabila
tidakdiamalkan. selain itu, nilai idealisme Pancasila yang tersebut diatasmembuat
Pancasila sangat mengispirasi rakyat untuk mencapai tujuan –tujuan dalam hidup.

i. Menghargai keberagaman

Dalam sila ketiga Pancasila, disebutkan dengan jelas bahwa Indonesiamenjunjung


tinggi nilai persatuan. Hal ini membuat ideologi Pancasilabisa diterima oleh semua
kalangan. Seperti yang kita tahu, Indonesiaterdiri dari beberapa komponen yang
berbeda – beda. Indonesiamemiliki suku, agama, dan budaya yang berbeda. Dari segi
wilayah punIndonesia sebagai negara kepulauan terpisah oleh perairan antar pulaudi
Indonesia. Tidak sedikit pula wilayah yang justru lebih dekat dengannegara tetangga
daripada dengan pusat pemerintahan [Link] begitu, nilai persatuan dalam
keberagaman ini harus terus ditekankan dalam tahap-tahap pembinaan persatuan dan
kesatuanuntuk menjaga persatuan dan kesatuan [Link] sekali ideologi yang
masuk di Indonesia di tengah era globalisasi ini, macam macam ideologi tersebut
adalah:

a. Liberalisme

Prof. Dr. Suhardiman, S.E ,mengemukakkan bahwaindividualisme erat kaitannya


dengan [Link] paham yang menjunjung tinggi kebebasan
danpersamaan hak setiap manusia. Paham ini mencita citakan suatumasyarakat yang
bebas. Para tokoh penganut liberalisme60 AwirantiAvailable online at
[Link] diantaranya adalah martin Luther,
John Locke, dan Adam [Link] itu, negara yang mengant ideologi ini
diantaranya dalahAmerika Serikat, Argentina, Bolivia,Brazil dan kanada.
b. Komunisme

[Link] mengemukakan dua ciri pokok [Link] pertama adalah sifatnya


yang Atheis yaitu tidak mempercayaituhan. Orang yang mnganut paham komunis
menganggapkeberadaan tuhan sesuai dengan pemikiran manusia itu [Link] ia
berpiir ruhan tidak ada, maka tuhan tidak ada. Parakomunis memandang keberadaan
tuhan bergantung pada caramanusia berpikir tentang tuhan. Ciri yang kedua adalah
kurangmenghargai manusia sebagai [Link] dianggap sepertimesin. Kalau
sudah tua dianggap sebagai rongsokan yang sudahtidak berguna atau mesin yang
sudah tidak bisa dipakai [Link] pentimg dalam komunisme adalah
kepentinganumum jauh lebih pentimg dan harus didahulukan daripadakepentingan
pribadi. Oleh karena nya, dalam komunismetidakterdapat pengakuan terhadap hak-
hak pribadi [Link]-negara yangmenganut ideologi ini diantaranya adalah
Tiongkok, Vietnam, Korea Utara dan Laos.

c. Kapitalisme

Kapitalisme memiliki prinsip utama bahwa seseorangpemilik modal bisa meraup


keuntungan yang sebesar-besarnyadengan usaha apa pun. Penganut Kapitalisme tidak
terlalumemedulikan kondisi sekitar. Selama mendapatkan keuntungan,ia akan terus
melakukan usahanya. Negara yang menganutideologi ini diantaranya adalah Inggris,
Belanda, Spanyol,Australia, Portugis, dan Prancis.99 Taupan,M.,dan Ine
Ariyani.2017. pendidikan pancasila dan [Link]:yramawidya. Hlm
[Link] Scientia Indonesia 3(1) 61Available online at
[Link] dari ideologi-ideologi
diatas, banyak yang berbeda danbertentangan dengan Pancasila. Oleh karena itu,
Indonesia memiliki ideologisendiri yang menjadi ciri khas kepribadian bangsa. Kita
harus mampumenyaring nilai-nilai tersebut, serta menolak nilai-niali yang
bertentangandengan pancasila. Misalnya sikap individualis yang berasal dari
liberalismetenunya harus kita tolak karena tidak sesuai dengan ideologi pancasila
angbersifat sosialis dan mememntingkan kepentingan orang [Link] modern
dan maju suatu bangsa atau masyarakat, semakinkompleks pula kebudayaan dan
peradabannya. Namun pandanganmasyarakat terhadap Pancasila mulai luntur atau
mengalami pergeseranmakna. Implementasi pancasila diera globalisasi seperti
sekarang ini, membuatpancasila hanya sebagai identitas atau simbol saja. Generasi
muda saat ini,lebih tertarik dengan budayya luar daripada uadayanya
[Link], semakin majunya teknologi informasi yang semakin
menggerus batas-batas [Link] modernisasi begitu mudah masuk tanpa
disaringterlebih [Link] Pancasila harus dibangkitkan guna menimbangi
kebebasan yang condog ke arah [Link] liberalisme tentunya tidak
sesuai dengan pancasila. Sudah seharusnya kita mempertahankan ideologi
[Link] ancaman telah masuk untuk menggantikan ideologipancasila
dengan ideologi lain. Untuk mempertahankan ideologi pancasila bisamelaui berbagai
hal, diantaranya adalah melaui pendidikan, media massa, danorganisasi politik.
Tanggung jawab untuk ikut mempertahanan ideologi pancasila bisa diwujudkan
dengan:

a. Menghargai dan menghormati perbedaan di lingkungan.

b. Membeli dan memakai produk-produk buatan dalam negri.

c. Menanamkan sifat nasionalisme dan cina tanah air.

d. Belajar sungguh-sungguh.

e. Mengamalkan nilai-nilai dari sila-sila pancasila dalam kehidupan

sehari-hari.

62 Awiranti

Available online at [Link]


C. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa Ideologi Pancasila menjadi pedoman hidupbangsa Indonesia


bertujuan agar dapat mengembangkan negara Indonesiadalam segala aspek. Setiap bangsa
dan negara ingin memiliki negara yangdapat berdiri kokoh, tidak mudah terombang ambing
dalam menghadapipermasalahan negara. Maka untuk mewujudkannya, negara
Indonesiamemiliki dasar negara yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan
danpenyelenggaraan negra [Link] pada saat ini, di era globalisasi inimengalami
berbagai tantangan dan ancaman, dari arus globalisasi yaituwesternisasi, modernisasi, dan
masuknya ideologi-ideologi lain yang tidaksesuai dengan ideologi pancasila. Sebagai warga
negara yang baik, kita harusmempertahankan ideologi bangsa kita yaitu ideologi Pancasila.
Salah satucaranya yaitu dengan menanamkan sifat cinta tanah air dan nasionalisme pada diri,
dan juga mengamalkan niai-nilai yang terkadung dalam sila-sila pancasila dalam kehidupan
sehari-hari.
D. Saran

Yang harus dilakukan bangsa indonesia yaitu tidak membiarkanideologi lain masuk ke
negara Indonesia dan menggantikan ideologi [Link] pancasila adalah ideologi
yang sangat cocok untuk bangsa indonesiasesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Warga negara Indonesia harusdapat menyaring atau memilih apa saja yang dapat masuk ke
dalam negaraagar nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila tidak luntur dan mengalami
pergeseran makna.

E. AcknowledgmentsNone

F. Declaration of Conflicting InterestsAuthors state there is no conflict of interests in this


research and orpublication ot his [Link] Scientia Indonesia 3(1) 63 Available online at
[Link]

G. Funding InformationNone

H. References

Asmaroini, Ambiro Puji. 2016. Implementai Nilai-nilai Pancasila bagi siswa di


eraGlobalisasi. CITIZENSHIP: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4, No.2, April
2016Asmaroini, Ambiro Puji. 2017. Menjaga Eksistensi Pancasila dan penerapannya
bagiMasyarakat di Era Globalisasi. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol.1, No.
2, Januari 2017 E-ISSN 2527-7057, P-ISSN 2545-2683Dwiyono, Agus.2018. pendidikan
pancasila dan [Link]:[Link]’izia, Khilya, dkk. 2018. Pendidikan
Pancasila dan [Link]:Intan [Link], Roni, Peran Idiologi Pancasila
dalam Kebijakan Politik Luar negeri IndonesiaSebagai Solusi Menghadapi Pengaruh
[Link], Kuat Puji. 2011. Pancasila sebagai “ Screening Board: dalam
membangunhukum di tengah arus Globalisasi Dunia yang Multidimensional. JurnalDinamika
Hukum Vol. 11 Edisi Khusus Februari [Link], Dini.2016. pendidikan pancasila dan
kewarganegaraan. Bandung:[Link],M., dan Ine Ariyani.2017. pendidikan
pancasila [Link]:yrama [Link], Iriyanto. 2014. Azas
Filosofis Pancasila sebagai Ideologi dan Dasarnegara, Jurnal HUMANIKA Vol. 20 No. 2
(2014) ISSN [Link], Latif. [Link] pancasila. Bandung: mizan 64
AwirantiAvailable online at [Link] This page was
intentionally left blank.

You might also like