0% found this document useful (0 votes)
23 views12 pages

Dakwah Mauidzoh Hasanah di Pesantren

The document discusses the implementation of the Mauidzoh Hasanah method of da'wah in fostering the morality of santri at the Sendang Drajat Islamic Boarding School in Ponorogo in 2017. It explains that da'wah can be done through various means including speech, writing, and behavior. The Mauidzoh Hasanah method involves gentle advice and guidance to accept corrections. This method was implemented by calling students, giving punishments, and rewards to foster good character.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
23 views12 pages

Dakwah Mauidzoh Hasanah di Pesantren

The document discusses the implementation of the Mauidzoh Hasanah method of da'wah in fostering the morality of santri at the Sendang Drajat Islamic Boarding School in Ponorogo in 2017. It explains that da'wah can be done through various means including speech, writing, and behavior. The Mauidzoh Hasanah method involves gentle advice and guidance to accept corrections. This method was implemented by calling students, giving punishments, and rewards to foster good character.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

JCD: Journal of Community Development and Disaster Management Vol 2 No 2 | Oktober 2020

Penerapan Metode Dakwah Mauidzoh Hasanah Dalam Pembinaan Akhlak


Santri Pondok Pesantren Sendang Drajat Jambon Ponorogo Tahun 2017
Samitun
Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
samitun67@[Link]

Abstract
Islam is da’wah. The meaning religion always encourage followers to always do da’wah
actively, even back and forth Muslim are highly dependent and closely related to the activities
of da’wah that he did. Cause the holy Qur’an says the activity da’wah with Ahsanu Qaula.
With the other word can we conclude by da’wah is potition in the hall and happiness to the
best Moslim religion. This article report from research, with some problem : How to doing
da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon Ponorogo 2017?, What the
method to make da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon Ponorogo
2017?, How to implement da’wah Mauhidzah Hasanah to guidance of santri morality at
Sendang Drajat Islamic Boarding School 2017?. This research doing according kualitatif at
education of religious, with procedure data collection by tecnic observer, interview, and
documentation. Data in collection concerned with problematic teacher in process studying is
dianalysis with descriptive kualitative to use concept is given from Miles and Huberman as
data reduction, data presentation, anf conclution. Grounded of analysis data providable
conclution : Implement da’wah at the Sendang Drajat Islamic Boarding School Jambon
Ponorogo covers some institution social, Islamic boarding school has played an important role
in several countries. In carrying out moral character of santri Sendang Drajat Islamic
Boarding School, the boarder of the lodge use method al-mauhidzah hasanah because having
searched the Mau’idzah Hasanah is contains a word into heart with loving full and into feeling
with full of tenderness, don’t dismantle or expose the faults of others because of the gentle
weakness in advising always can to melt a hard heart and tame a wild heart. Method is often
to use mauhidzah hasanah with purpose to give advice with tenderness. This hope santri can
accept advices from father in the boarding. The step for to implementation method da’wah
mauhidzah hasanah to guidance character santri at Islamic Boarding School calling santri
problem and giving a punishment to not repeat the false again. And then to give punishment
to get the best.
Key word Method Da’wah, Morality Guidance

A. Pendahuluan
Islam adalah agama dakwah( AMIN: 1997). Artinya agama yang selalu mendorong
pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah, bahkan maju mundurnya
ummat Islam sangat bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang
dilakukannya (Hafidudin : 1998). Karena itu al-Qur’an dalam menyebut kegiatan dakwah
dengan Ahsanu Qaula. Dengan kata lain bisa kita simpulkan bahwa dakwah menepati posisi
yang tinggi dan mulia dalam kemajuan agama Islam.
Implikasi dari pernyataan Islam sebagai agama dakwah menuntut ummatnya agar
selalu menyampaikan dakwah, karena kegiatan ini merupakan aktivitas yang tidak pernah usai
81
selama kehidupan dunia masih berlangsung dan akan terus melekat dalam situasi dan kondisi
apapun bentuk dan coraknya.
Dakwah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu dengan dakwah bil-lisan
dakwah bil-qolam dan dakwah bil-hal asalkan tujuannya sama, sehingga makna dakwah
kepada Allah adalah mengajak dan menyeru manusia untuk melaksanakan perintah Allah
berupa iman kepada-Nya dan seluruh ajaran para Rasul-Nya.(Fawaz : 1998)
Dakwah bil-lisan yaitu ajakan atau seruan dengan menggunakan ucapan, dakwah
semacam ini sering kita lihat pada seseorang yang sering ceramah ataupun berbicara dengan
tujuan ke arah kebaikan. Dakwah bil-qolam yaitu ajakan atau seruan dengan menggunakan
pena yang dituliskan di atas kertas dengan maksud tujuan yang positif, hal ini bisa kita lihat di
berbagai media cetak atau buku-buku islami, sedangkan dakwah bil-hal yaitu ajakan atau
seruan dengan tingkah laku kita, tentunya mengarah ke jalan Allah SWT .
Oleh karena itu untuk melakukan kegiatan berdakwah maka diperlukan metode-
metode yang representatif dengan menggunakan bahasa yang lugas, menarik, bijaksana
sehingga komunikasi menjadi menarik. Dalam surat an-nahl ayat 125, allah berfirman:

ِ ‫سنَ ِة َو َجا ِد ْل ُه ْم بِا لَّتِي ِهي‬ َ ‫سبِ ْي ِل َربِكَ بِا ْل ِح ْك َم ِة َوا ْل َم ْو ِع‬
َ ‫ظ ِة ا ْل َح‬ َ ‫ع اِ ْلى‬
ُ ‫ا َ ْد‬
‫س ِب ْي ِل ِه َو ُه َوا َ ْع َل ُم ِب ْل ُم ْهت َ ِد ْي َن‬َ ‫ض َّل ع َْن‬ َ ‫سنُ ا َِّن َر ِبكَ ُه َو ا َ ْع َل ُم ِب َم ْن‬ َ ْ‫اَح‬

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran
yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari
jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk. (Q.S. An-Nahl:125).
Dari ayat di atas dapat mengambil kesimpulan bahwa secara garis besar metode-
metode yang terdapat dalam al-Quran ada tiga, yaitu:
1. Al-hikmah.
2. Al-mau’idzoh al-hasanah.
3. Al-mujadalah bi-al-lati hiya ahsan
Dari ketiga metode di atas salah satunya yaitu metode dakwah bil-lisan yaitu al-
mau’idzoh al-hasanah. Al-mau’idzoh hasanah yang berarti tutur kata yang baik, nasehat yang
baik dan harus dapat dirasakan oleh sasaran dakwah sebagai suatu bimbingan ajakan dan
pengarahan penuh perhitungan.
Sarana dakwah mempunyai peranan dan kedudukan yang sama jika dibandingkan
dengan komponen atau unsur dakwah yang lainnya oleh karena itu, pentingnya sarana dakwah
82
sebagai salah satu unsur dakwah, maka sudah seharusnya dalam proses dakwah, unsur
dakwah tersebut harus digunakan dan dimanfaatkan secara baik, tepat dan benar. (Suparta :
2003)
Pesantren atau Pondok Pesantren (biasanya juga disebut pondok saja) adalah sekolah
Islam berasrama (Islamic boarding school). Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri)
belajar pada sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren.
Dakwah yang berada di pondok pesantren bukan hanya belajar mengajar semata, akan tetapi
di dalamnya terdapat berbagai macam metode dakwah, salah satunya yaitu dakwah dengan
menggunakan metode mauidzoh hasanah.
Mauidzoh al-Hasanah secara bahasa berarti nasehat, bimbingan, pendidikan dan
peringatan. Kata hasanah merupakan akronim dari kata sayyi’ah (keburukan), hasanah berarti
kebaikan atau baik. “Mau’izatul hasanah wa mujahadah billati hiya ahsan.” Metode ini biasa
digunakan untuk tokoh-tokoh khusus (pemimpin), misalnya para bupati, adipati, para raja,
maupun para tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dasar metode ini adalah QS An-Nahl (16):
125, yang artinya:
”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Orang muslim meyakini bahwa sesama muslim adalah saudara seagamanya,
mempunyai hak-hak dan etika-etika yang harus diterapkan terhadapnya, kemudian ia
melaksanakannya kepada saudara seagamanya, karena ia berkeyakinan bahwa itu adalah
ibadah kepada Allah SWT. Dan sebagai upaya pendekatan kepadanya. Hak-hak dan etika-
etika ini diwajibkan Allah SWT kepada orang muslim agar ia mengerjakannya kepada
saudara seagamanya. Jadi, menunaikan hak-hak tersebut adalah bentuk ketaatan kepada Allah
SWT dan sebagai upaya pendekatan kepadanya tanpa diragukan sedikit pun.
Diantara hak-hak dan etika-etika tersebut adalah sebagai berikut:
a. Berprilaku bijaksana terhadap saudara sesama muslim.
b. Berprilaku amanah terhadap saudara sesama muslim.
c. Berperilaku atau berpandangan masa depan.
Berdasarkan masalah diatas maka peneliti memfokuskan penelitian dengan judul
“Penerapan Metode Dakwah Mauidzoh Hasanah dalam Pembinaan Akhlak Santri Pondok
Pesantren Sendang Drajat Jambon Ponorogo Tahun 2017”
B. Metodologi Penelitian

83
Dalam penelitian ini di gunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif
perhatian lebuh banyak di gunakan pada pembentukan teori subtantif berdasarkan dari
konsep-konsep yang timbul dari data empiris, Dalam penelitian kualitatif, peneliti merasa “
tidak mengenal apa yang tidak di ketahuinya” sehingga desain penelitian yang di kembangkan
selalu merupakan kemungkinan yang terbuka akan berbagai perubahan yang di perlukan dan
lentur terhadap kondisi yang ada di lapangan pengamatanya( Margo, 1997).
Penelitian kualitatif menggunakan metode penalaran induktif dan sangat
percaya bahwa terdapat banyak prespektif yang akan dapat di ungkapkan, peneliti kualitatif
berfokus pada fenomena social dan pada pemberian suara pada perasaan dan persepsi dari
partisipan di bawah studi, Hal ini di dasrkan pada kepercayaan bahwa pengetahuan sisial
adalah suatu proses ilmiah yang sah.(Emzir, 2011).
Sedangakan jenis penelitian ini adaalah studi kasus, yang mana peneliti
mencoba untuk mencermati individu atau sebuah kelompok secara mendalam, peneliti
mencoba menemukan semua variable variable penting yang melatar belakangi timbulnya serta
perkembangan variable tersebut. Di dalam setudi kasusu aka di lakukan penggalian data
secara mendalam dan menganalisis intensif factor-faktor yang terlibat di dalamnya
(suharsimin, 2000).

C. Pembahasan
Pesantren atau Pondok Pesantren (biasanya juga disebut pondok saja) adalah sekolah
Islam berasrama (Islamic boarding school). Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri)
belajar pada sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren. Santri
sebagai bagian dari komponen utama pesantren tentunya memegang peranan penting dalam
keberlangsungan pendidikan pesantren. Mengingat varian latar belakang dan heteroginitas
santri, dari segi kultur, ekonomi-sosial dan pendidikan, serta membaurnya pengasramaan
santri tanpa membedakan usia, maka diperlukan sistem pengorganisasian tersendiri khusus
untuk santri. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang kyai. Untuk mengatur kehidupan
pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya,
mereka biasanya disebut Lurah Pondok. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk
memperdalam pengetahuan tentang Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa
Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa bahasa Arab. Berkaitan denga judul yang diatas bahwa
Dasar Pendidikan Akhlak menjadi barometer tinggi rendahnya derajat seseorang. Sekalipun
orang dapat pandai setinggi langit, tetapi jika suka melanggar norma agama atau melanggar
peraturan pemerintah, maka ia tidak dapat dikatakan seorang yang mulia.

84
Macam-Macam Program Kegiatan Santri Pondok Pesantren Sendang Drajat
Diantaranya :
1) Program Pesantren & Kurikulum
Pendidikan wajib di pondok pesantren Sendang Drajat yang akan ditempuh selama
8 tahun yang rinciannya adalah :
a. Tingkat Madrasah Tsanawiyah Salafiyah (Setingkat MTS) selama 3 tahun dan
berijazah Pondok Pesantren
b. Tingkat Madrasah Aliyah Salafiyah (setingkat MA) selama 3 tahun dan
berijazah Pondok Pesantren
c. Ditempuh selama 2 tahun dan berijazah Pondok Pesantren Sendang Drajat
2) Kurikulum Pondok Pesantren Sendang Drajat
a. Nahw
b. Sharaf
c. Al-Qur’an- Tajwid
d. Fiqih Syari’ah
e. Aqidah Tauhid
f. Hadits
g. Tarikh Islam
h. Tadarus
i. Imla’
j. Khat
k. Bahasa Arab & Bahasa Inggris
l. Dakwah
m. Kreasi Seni
n. Keorganisasian Santri

85
Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting dalam beberapa
negara, khususnya beberapa negara yang banyak pemeluk agama Islam di dalamnya. Adapun
Pesantren yang menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan
pengendalian diri diantaranya :
1) Perencanaan Kebutuhan Santri
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses kegiatan yang akan dilakukan dimasa
yang akan datang. Perencanaan kebutuhan santri merupakan tugas yang harus dilakukan oleh
pengurus pondok beserta dengan anggota-anggotanya, dalam hal ini biasa disebut dengan
kesantrian. Adapun hal-hal yang harus dilakukan diantaranya adalah merencanakan kegiatan
santri, proses penerimaan santri, pengaturan asrama santri, pengaturan makan santri, pembinaan
santri, evaluasi santri. Dalam hal ini, berdasarkan pengetahuan penulis di pondok pesantren
sudah ada perencanaan kebutuhan santri, karena ini adalah suatu hal yang penting dalam
pendidikan pesantren.
2) Proses Administrasi Penerimaan Santri
Penerimaan santri baru dalam tahun pertama dan santri pindahan harus teradministrasi
secara baik. Untuk santri baru misalnya harus mengisi formulir yang berisi: nama, alamat,
pendidikan sebelumnya, orang tua, pekerjaan orang tua, dan seterusnya. Sementara untuk santri
pindahan selain harus mengisi formulir penerimaan santri baru, ia harus menyertakan surat
pindah dari pesantren sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah santri
bersangkutan pindah karena bermasalah atau tidak. Setelah mengisi formulir yang disediakan
maka di pesantren salaf kebnayakan santri langsung bisa masuk dan mengikuti kegiatan pondok,
namun ini berbeda dengan pondok kholafi (modern) santri harus mengikuti tes masuk terlebih
dahulu, hal ini dimaksudkan untuk mengatahui kemampuan santri ada juga yang bertujuan untuk
menentukan jenjang pendidikan yang akan ditempuh santri tersebut.
Satu hal lagi yang perlu dimengerti dalam proses administrasi penerimaan santri, yaitu
regestrasi atau daftar ulang dalam setiap tahunnya dan akhir jenjang kelulusan. Karena umumnya
santri melanjutkan jenjang pendidikan di lembaga pendidikan yang sama dan terdapat di
lingkungan pesantren semula.
Selain melalui kegiatan belajar mengajar, santri juga dibina melalui berbagai kegiatan
ekstra kulikuler. Kegiatan itu antara lain: organisasi, menejemen, ekonomi, ataupun masalah-

86
masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari santri setelah menyelesaikan pendidikan
dan kembali ke masyarakat. Terdapat tujuh pola pembinaan antara lain:
a) Membina santri dan membimbing santri yang mempunyai problem agar mereka
bisa mengatasi persoalannya.
b) Memberikan tugas-tugas yang dapat mendorong santri memiliki semngat. Militasi,
kreatifitas, loyalitas, dan jiwa dedikasi yang tinggi.
c) Meningkatkan ubudiyah para santri melalui penyelenggaraan shalat tahajud. Puasa
sunnah, pembinaan membaca Al-Quran, dll.
d) Pengarahan dan pembinaan kehidupan para santri. Untuk membina santri
dibentuklah organisasi pelajar, organisasi tersebut semacam OSIS di sekolah
umum.
e) Pembiasaan dengan melalui lisan dengan, cara ini dilakukan dengan cara
memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada santri
f) Bilkhikmah, maksudnya pembiasaan ini digunanan supaya bermanfaat bagi santri.
g) Bilkhal, dengan pembiasaan ini santri benar-benar menggunakan atau menerapkan
apa yang telah disampaikan oleh kyai. Disamping itu dalam membina persaudaraan
antar alumni khususnya dan membina umat pada umumnya.
Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasi dan ditangani oleh pengasuh
santri, sebagai perpanjangan tangan pengasuh Pondok (Kyai) dalam membina dan mendidik
santri. Kegiatan santri di asrama ini biasanya melalui organisasi santri. Badan pengasuhan santri
di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi
santri dan kepala asrama (lurah pondok). Organisasi santri ini juga membawahi beberapa bagian,
salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. Kagiatan santri disini ada 3 priode
kegiatan yaitu :
h) Kegiatan Harian Pondok Pesantren Sendang Drajat
• 03.00-04.00 Bangun Shalat Tahajud
• 04.00 - 05.00 Shalat Subuh
• 05.00 - 06.00 Pengajian Shubuh
• 06.00 - 07.00 Mandi, Sarapan, Shalat Dhuha
• 07. 00 - 11.45 Masuk Kelas Belajar ( Sekolah)
• 11.45 - 12.00 Shalat Dzuhur Berjamaah

87
• 12.00 – 13.15 Masuk Kelas Belajar ( Sekolah )
• 13.15 - 14.00 Makan Siang, Istirahat
• 14.00 - 15.00 Pengajian Siang
• 15.00 - 16.00 Shalat Ashar Berjamaah
• 16.00 - 17.00 Pengajian Sore
• 17.00 - 17.30 Makan Sore, Istirahat, Mandi
• 17.30 - 19.30 Shalat Magrib, Tadarus Al-Qur’an
• 19.30 - 20.00 Shalat Isya Berjamaah
• 20.00 - 21.00 Ngaji Kitab Kuning
• 21.00 - 22.30 Istirahat, Kuliah Malam (Khusus Bagi Santri Baru/Lama)
• 22.30 - 03.00 Istirahat Tidur
i) Kegiatan Mingguan Pondok Pesantren Sendang Drajat
• Pertamsilan (Pembelajaran Dakwah & kreasi Seni)
• Muhadatsah Bahasa Inggris dan Bahasa Arab
• Majlis Ta’lim Ibu-Ibu
• Sholawat (Al-Barzanjy)
• Hafalan Dalil Qur’an dan Hadits
• Pengembangan Diri (Kesenian, Da’i dll)
• Majlis Ta’lim bapak-bapak
• Kerja bakti
j) Kegiatan Tahunan Pondok Pesantren Sendang Drajat
• Ulangan Kwartal Awal
• Ulangan Kwartal Akhir
• Imtihan/Kenaikan Kelas
• Hari Besar Islam
• Liburan Kwartal
• Liburan Kenaikan Kelas
• Pakanci (Pekan Musabaqoh Santri)
• SILATNAS Sendang Drajat (Reoni Alumni)

88
Pada pembahasan terdahulu telah dikemukakan bahwa Pendidikan di dalam Pondok
Pesantren Sendang Drajat Jambon Ponorogo bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang
Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa
bahasa Arab. Berkaitan denga judul yang diatas bahwa Dasar Pendidikan Akhlak menjadi
barometer tinggi rendahnya derajat seseorang. Sekalipun orang dapat pandai setinggi langit,
tetapi jika suka melanggar norma agama atau melanggar peraturan pemerintah, maka ia tidak
dapat dikatakan seorang yang mulia. Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasi dan
ditangani oleh pengasuh santri, sebagai perpanjangan tangan pengasuh Pondok (Kyai) dalam
membina dan mendidik santri. Kegiatan santri di asrama ini biasanya melalui organisasi santri.
Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya
ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok). Organisasi santri ini juga
membawahi beberapa bagian, salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. Kagiatan
santri disini ada 3 priode kegiatan yang meliputi kegiatan harian, kegiatan mingguan, dan
kegiatan Tahunan.
Setelah melihat lapangan dengan adanya pembiasaan – pembiasaan tersebut akan
menjadikan santri lebih mudah untuk memiliki akhlak yang baik. Khusus menyangkut santri
yang nakal atau bermasalah, catatan ini sangat bermanfaat untuk memantau perkembangan
mereka dari waktu ke waktu. Selama ini, tidak adanya catatan aktivitas santri yang tergolong
nakal atau bermasalah cukup membuat repot pihak-pihak pesantren. Biasanya hal ini berdampak
pada pengeluaran santri secara terhormat dari pesantren, sementara ia adalah santri yang
bermasalah. Cara ini jelas kurang tepat, bukankah pesantren berfungsi untuk mencetak generasi
yang berakhlak mulia? Terkecuali jika dengan adanya catatan yang berfungsi untuk memantau
perkembangan santri tersebut nyatanya tidak berhasil, terpaksa pesantren harus membuat surat
keterangan bahwa pihak pesantren tidak mampu lagi membimbing santri tersebut dan yang
bersangkutan dinyatakan keluar bermasalah. Fungsi surat ini adalah sebagai pertimbangan orang
tua dan pesantren lain yang akan dituju santri bermasalah tersebut sebagai tempat pindahan.
Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting dalam beberapa
negara, khususnya beberapa negara yang banyak pemeluk agama Islam di dalamnya. Adapun
Pesantren yang menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan
pengendalian diri diantaranya. Pesantren atau Pondok Pesantren (biasanya juga disebut pondok
saja) adalah sekolah Islam berasrama (Islamic boarding school). Para pelajar pesantren (disebut

89
sebagai santri) belajar pada sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh
pesantren. Santri sebagai bagian dari komponen utama pesantren tentunya memegang peranan
penting dalam keberlangsungan pendidikan pesantren. Mengingat varian latar belakang dan
heteroginitas santri, dari segi kultur, ekonomi-sosial dan pendidikan, serta membaurnya
pengasramaan santri tanpa membedakan usia, maka diperlukan sistem pengorganisasian
tersendiri khusus untuk santri. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang kyai. Untuk mengatur
kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik
kelasnya, mereka biasanya disebut Lurah Pondok. Jadi dengan metode tersebut di Pondok
Pesantren bisa menjadikan santriwan santriwati yang nakalbisa lebih cepat untuk menjadi yang
lebih baik.
Pembentukan kepribadian terjadi melalui proses yang panjang. Proses pembentukan
kepribadian ini akan menjadi lebihbaik apabila dilakukan mulai pembentukan produksi serta
reproduksinalar tabiat jiwa dan pengaruh yang melatarbelakanginya. Mengingathal ini sangat
berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat menjagaemosional diri dan jiwa seseorang. Dalam
hal yang baik ini adanyaKewajiban orang tua untuk menanamkan pentingnya memberi
supportkepribadian yang baik bagi anak didik yang relative masih muda danbelum mengenal
pentingnya arti kehidupan berbuat baik, hal ini cocokdilakukan pada anak sejak dini agar terbiasa
berprilaku sopan santundalam bersosial dengan sesamanya. Untuk memulainya, orang tua
bisadengan mengajarkan agar dapat berbakti kepada orang tua agar kelak sianak dapat
menghormati orang yang lebih tua darinya.
Pembinaan intelektual dalam keluarga memgangperanan penting dalam upaya
meningkatkan kualitas manusia, baikintelektual, spiritual maupun sosial. Karena manusia yang
berkualitasakan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah sebagaimanafirman-Nya dalam surat
al-Mujadalah yang artinya: Allah akan mengangkat derajatorang-orang yang beriman dan orang-
orang yang berilmu diantarakalian.
Nabi Muhammad juga mewajibkan kepadapengikutnya untuk selalu mencari ilmu sampai
kapanpun sebagaimanasabda beliau yang berbunyi:Artinya: mencari ilmu adalah kewajiban
bagimuslim dan [Link] keluarga dalam hal ini lebih dominan adalah seorang anak
dengan dasar-dasar keimanan, ke-Islaman, sejakmulai mengerti dan dapat memahami sesuatu,
maka al-Ghazali memberikanbeberapa metode dalam rangka menanamkan aqidah dan keimanan
dengancara memberikan hafalan. Sebab kita tahu bahwa proses pemahamandiawali dengan

90
hafalan terlebih dahulu (al-Fahmu Ba’d al-Hifdzi).Ketika mau menghafalkan dan kemudian
memahaminya, akan tumbuh dalamdirinya sebuah keyakinan dan pada akhirnya membenarkan
apa yang diayakini. Inilah proses yang dialami anak pada umumnya. Bukankah merekaatau
anak-anak kita adalah tanggungjawab kita sebagaimana yang telahAllah peringatkan dalam al-
Qur’an yang berbunyi:Artinya: jagalah diri kalian dan keluargakalian dari panasnya api neraka
Muhammad Nur Hafidz merumuskan empat pola dasardalam bukunya. Pertama, senantiasa
membacakan kalimat Tauhid padaanaknya. Kedua, menanamkan kecintaan kepada Allah dan
[Link], mengajarkan al-Qur’an dan keempat menanamkan nilai-nilaipengorbanan dan
perjuangan.
Akhlak adalah implementasi dari iman dalamsegala bentuk perilaku, pendidikan dan
pembinaan akhlak [Link] dilaksanakan dengan contoh dan teladan dari orang
[Link] sopan santun orang tua dalam pergaulan dan hubungan antaraibu, bapak dan
masyarakat. Dalam hal ini Benjamin Spock menyatakanbahwa setiap individu akan selalu
mencari figur yang dapat dijadikanteladan ataupunidola bagi mereka.
Pengarahan dan pembinaan kehidupan para santri. Untuk membina santri dibentuklah
organisasi pelajar, organisasi tersebut semacam OSIS di sekolah umum. Organisasi ini dijadikan
wahana pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kreatifitas para santri. Periode
kepengurusan organisasi ini bisa juga satu tahun ajaran. Kegiatan organisasi ini hampir
mencakup segala aspek kegiatan pondok. Seperti kegiatan usaha, pengajaran, perpustakaan,
keuangan, maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah konsumsi dan penerimaan tamu.
Disamping itu dalam membina persaudaraan antar alumni khususnya dan membina umat pada
umumnya. Jadi dengan seperti itu penerapan metode mauhidzoh hasana di Pondok Pesantren
menjadikan santri yang mandiri dan lebih berakhlak mulia.

D. Kesimpulan
Setelah peneliti mencari dan mengumpulkan informasi guna memecahkan pokok
permasalahan yang telah diuraikan pada pembahasan terdahulu dalam penelitian ini, maka
sebagai jawaban dari permasalahan yang ada adalah sebagai berikut: Dalam pembinaan akhlak di
Pondok Pesantren Sendang Drajat menggunakan metode dakwah mauhidzah hasanah.
Pelaksanaan dakwah di Pondok Pesantren Sendang Drajat meliputi beberapa institusi social,
Pesantren telah memainkan peranan pentiing dalam beberapa Negara. Khususnya dalam

91
menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian dan pengendalian diri Santri
harus mengetahui beberapa poin diantaranya perencanaan kebutuhan Santri, proses administrasi
penerimaan Santri, catatan keaktifan Santri dan keluar bermasalah, pola pembinaan Santri,
kegiatan Santri, pengaturan asrama Santripengaturan makan Santri, administrasi kelulusan
Santri, dan evaluasi Santri. Dalam melaksanakan pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren
Sendang Drajat, para pengurus pondok menggunakan metode al-mau’idzah hasanah karena
setelah kita telusuri kesimpulan Mau’idzah Hasanah mengandung arti kata-kata yang masuk ke
dalam kalbu dengan penuh kasuh sayang dan ke dalam perasaan dengan penuh kelembutan, tidak
membungkar atau membeberkan kesalahan orang lain sebab kelemah lembutan dalam
menasehati sering kali dapat meluluhkan hati yang keras dan menjinakkan kalbu yang liar.
Dapat kita ketahui penerapan yang digunakan untuk membina akhlak santri di Pondok Pesantren
Sendang Drajat itu menggunakan metode dakwah mauhidzah hasanah yang dapat memudahkan
pengurus pesantren untuk menjadikan santri lebih baik.

Daftar pustaka
al-Ghozali, Imam tt Ihya’ Ulumuddin Juz III, Beirut : Dar Ihya al-Kutub al-Ilmiyah
amin, M. Mansyur 1997 Dakwah Islam dan Pesan Moral, Jakarta: Al-Amin Press
Departemen agama, 2004. Al-qur’an Terjemah, Surabaya: Danakarya Mekar, 2004)
Departemen Agama, 2014. Al-Qur’an Terjemah, Surabaya: Dena Karya Mekar Didin
Hafiduddin, 1998. Dakwah Aktual, Jakarta , Gema Insani Press. Cet. 3
Djatmika, Rahmat 1994. Sistem Ethika Islami (Akhlak Mulia), Jakarta : Balai Pustaka
Faisal, Sanapiah 1982. dan Mulyadi Guntur Waseso, Metodologi Penelitian Pendidikan
Surabaya:usaha Nasional.
Fawaaz bin Hulail Al Suhaimi, Usus Manhaj Salaf fi Dakwah Ila Allah, Jakarta : Gema insani
Press, 1999).
[Link]
Moleong, Lexy. 2000. Metodologi Penelitian Kulitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nasution, Faruq 1986. Aplikasi Dakwah dalam Studi Kemasyarakatan, Jakarta: Bulan Bintang,
Nata, Abuddin,1997. Akhlak Tasawuf, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,
Quasem, Muhammad Abul 1975, Kamil, , Etika Al-Ghazali, “Etika Majemuk Di Dalam Islam,
terj. J. Muhyidin, Bandung : Pustaka
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suparta, Munzier.2003. Metode Dakwah, Jakarta : Kencana
Yaqub, Ali Mustafa 1997, Sejarah dan Metode Dakwah Nabi, Jakarta: Pustaka Firdaus

92

You might also like