0% found this document useful (0 votes)
53 views37 pages

Program Bimbingan Konseling SMA 2020

mnjkwh1d 212r

Uploaded by

Sandi Wibowo
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
53 views37 pages

Program Bimbingan Konseling SMA 2020

mnjkwh1d 212r

Uploaded by

Sandi Wibowo
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

Program Bimbingan Konseling SMA PERINTIS 1 Bandar Lampung

MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING


Dosen Pengampu: Fiki Prayogi, [Link]., [Link].

Disusun oleh:kelompok 5

ERIS DWI HARLIZA 18110019


LARASATI SINAYANGSIH 18110035
MAYA ULFA 18110038
MYLLEN ANGELIA 18110041
SANDITHA WIBOWO 18110059
SOFFA SALSABILA 18110061

PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP – PGRI BANDAR LAMPUNG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran2020/2021. Guna memenuhi tugas Manajemen Bimbingan dan Konseling.
Ucapan terimaksaih pula kami sampaikan kepada Bapak Fiki Prayogi, [Link]., [Link]. selaku
dosen mata kuliah Manajemen BK yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan
ini.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan
dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a)
layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan
(d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal tersebut guru Bimbingan dan konseling
perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan bimbingan dan
konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. kepala sekolah SMA PERINTIS 1 Bandar Lampung


2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA PERISTIS 1Bandar Lampung

Kami berharap laporan program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kami menyadari laporan program pelayanan Bimbingan dan Konseling belum
sepenuhnya sempurna. Oleh karna itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna memperbaiki penyusunan laporan selanjutnya. Semoga laporan ini bermanfaat
bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.
Bandar Lampung, MEI 2020
Hormat Kami
Kelompok 5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi
1. PROGRAM TAHUNAN
a. Rasional
b. Dasar Hukum
c. Visi dan Misi
d. Deskripsi Kebutuhan
e. Rumusan Tujuan
f. Komponen Program
g. Bidang Layanan
h. Rencana Kegiatan/Operasional (Action Plan)
i. Mengembangkan Tema / Topik Layanan Bimbingan Konseling
j. Sarana dan Prasarana

2. PROGRAM SEMESTERAN
a. Program Semester Ganjil
b. Program Semester Genap
c. Rencana Program Layanan
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL

Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan
potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu
peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam
Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam
upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan
konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMA
PERISTIS 1 Bandar Lampung memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun
eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik
bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di
sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi
pilihan karir, kesulitan belajar dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak
persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang
terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan
massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta
didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali
melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem
lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk
menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik
di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap
keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki
potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat
dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang tersedia di SMA
PERISTIS 1 Bandar Lampung dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung oleh fakta
bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah
menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya
masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan
layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana
dan prasarana yang dimiliki, SMA PERISTIS 1 Bandar Lampung memiliki kecukupan
fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui
berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

B. DASAR HUKUM

1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus
diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor
28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan
Menengah.

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1
angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi
sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,
dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam
penyelenggaraan pendidikan”.

3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat
dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar
Menengah.

4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6) Peraturan
Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa
beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang memperoleh tunjangan
profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150
(seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih
lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan
bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan
pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat
dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan
atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan.

5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5)
Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan
dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib
paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus lima
puluh) orang Konseli per tahun.

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan bahwa kualifikasi
akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal
adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii)
berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17
kompetensi dan 76 sub kompetensi.

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013
Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013 Tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada
peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta
didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau
pendalaman minat.

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan
konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup:
(a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif;
dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a)
bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang
layanan karir

9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru dan
Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK / Konselor
dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan menindaklanjuti layanan
bimbingan dan konseling

C. VISI DAN MISI

1. Visi dan Misi SMA PERISTIS 1 BANDAR LAMPUNG


1) Visi
Menghasilkan lulusan yang bermutu dan berahlak
2) Misi
a) Menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar secara maksimal bertumpu pada
nilai nilai IPTEK dan IMTAK dalam suasana yang demikratis dan diologis.
b) Mendorong dan mengupayakan terciptanya iklim belajar yang kondusif dan
masyarakat belajar dan produktif
c) Mendorong dan menyiapkan anak didik untuk mampu mengembangkan potensi dan
daya kreatifnya secara optimal dan terarah
d) Meningkatkan prestasi ekstrakulikuler bidang seni,olah raga dan kegiatan ilmiah
e) Terciptanya lingkungan dan proses belajar yang berwawasan religious berorientasi
pada pembentukan akhlak yang mulia
2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMA PERISTIS 1 Bandar Lampung
a) Visi
Terwujudnya peserta didik yang bahagia untuk mencapai kesuksesan dakam kehidupan
dimasa yang akan datang.
b) Misi
Memfasilitasi seluruh peserta didik untuk memperoleh dan menguasai peserta didik untuk
memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik, pronado sosial, karir
berlandaskan pada tata kehidupan normatif dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN

Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik


dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru
Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment).
Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan
Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP),
Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu pengalaman
Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan dari berbagai
pihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan peserta
didik.

1. Profil kelas dari hasil analisa Daftar Cek Masalah (DCM) KELAS X MIPA1

2. Profil Peserta Didik dari Hasil Daftar Cek Masalah (DCM) KELAS X MIPA1
Berdasarkan profil kelas dari hasil angket di atas, permasalahan tertinggi terdapat pada
bidang belajar sebesar 20,25 % diikuti oleh bidang pribadi sebesar 18,50% bidang sosial
sebesar 16,50% & dan bidang karier sebesar 7,00 % Adapun butir masalah yang paling tinggi
adalah pelajaran disekolah terlalu berat bagi saya (11).
3. Deskripsi Kebutuhan dari Hasil Asesmen

Bidang Layanan Hasil Asesmen Kebutuhan Rumusan Kebutuhan


Pribadi Saya sering gugup Kemampuan mengelola stress
Mengharakan memperoleh Meningkatkan prestasi belajar
beasiswa
Sosial Sukar bergaul Meningkatkan percaya diri
Sering tidak sabra Kontrol emosi
Belajar Nilai dibawah KKM Mengubah pola belajar
Pelajaran terlalu berat Mengubah pola pikir
Karir Tidak tau berbuat apa setelah Memperluas wawasan yang luas
lulus
Cita-cita selalu goyah Memantapkan keputusan yang
akan di ambil

E. RUMUSAN TUJUAN

Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil deskripsi
kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun dalam bentuk prilaku
yang harus dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling.
Berikut rumusan tujuannya :

Bidang Layanan Rumusan kebutuhan Rumusan tujuan layanan

Pribadi Kemampuan mengelola stress Peserta didik / konseli memiliki


kemampuan mengelola stress atau
perasaan
Meningkatkan prestasi belajar Peserta didik / konseli
meningkatkan prestasi belajar
dengan baik
Sosial Meningkatkan percaya diri Peserta didik/konseli meningkatkan
rasa percaya diri yang tinggi
Kontrol emosi Peserta didik/konseli mampu
mengkontrol emosinya
Belajar Mengubah pola belajar Peserta didik/konseli mengubah
pola belajar sebelumnya untuk
menjadi lebih baik
Mengubah pola pikir Peserta didik/konseli mengubah
pola pikir yang sebelumnya merasa
berat dengan pelajaran yang di
pelajari
Karir Memperluas wawasan yang Peserta didik/konseli memperoleh
luas wawasan yang luas untuk rencana
masa depannya
Memantapkan keputusan Peserta didik/konseli mampu
yang akan diambil memutuskan keputusan terbaik
yang akan diambil
F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMA PERINTIS 1 BANDAR
Lampung meliputi : (1) layanan dasar, (2) layanan peminatan dan perencanaan individual,
(3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-
masing komponen

1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli yang
berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang pribadi,
sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan
dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan
pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi
karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan
kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan
lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan, leaflet dan
media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru
bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam kegiatan
pembelajaran tematik.

2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta didik,
atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari lingkungan
kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling individual, konseling
kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara aktivitas layanan
responsif melalui media adalah konseling melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks
layanan responsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan
intervensi secara singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan
pada membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai
tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat
rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku
bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan
sebagainya. Guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua
peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di
Sekolah Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan kepada
semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi, sosial,
belajar, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan
memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif
terhadap informasi tersebut Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas
membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau minat dan perencanaan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik masih di sekolah dasar dan
berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh peserta didik ditinjau
dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam profil peserta didik, misalnya
dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan individual yang langsung
diberikan kepada peserta didik dapat berupa kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual,
konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan
kolaborasi. Aktivitas peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan
kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat
peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dap at
memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam pemilihan kegiatan
ekstra kurikuler bagi peserta didik.

4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara tidak
langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan
peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1) administrasi, yang di
dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun
dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan
administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan
pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya sebagai guru
kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan konseling
untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling
atau konselor. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor
atau guru bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan
kombinasi antara tatap muka dan daring.
Berdasarkan hasil angket kebutuhan peserta didik, maka alokasi waktu komponen program
adalah sebagai berikut :

Program Proporsi Perhitungan waktu/jam


Layanan dasar 20-30 % 25% X 24 = 6
Perencanaan individual 20-30 % 25% X 24 = 6
Layanan responsife 30-40 % 35% X 24 = 8,4
Dukungan system 10-15 % 15% X 24 = 3,6
Jumlah jam 24

G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau
konselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab
tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi :
a. memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi
fisik maupun psikis,
b. mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya,
c. menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.

2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi:
a. berempati terhadap kondisi orang lain,
b. memahami keragaman latar sosial budaya,
c. menghormati dan menghargai orang lain,
d. menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku,
e. berinteraksi sosial yang efektif,
f. bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan
g. mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling
menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur
dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi;
a. Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
b. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
c. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
d. Memiliki keterampilan belajar yang efektif
e. Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
f. Memiliki kesiapan menghadapi ujian

4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi,
aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional
dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di
lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
a. Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
b. Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
c. Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
d. Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
e. Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
f. Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
g. Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
h. Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.

H. RENCANA KEGIATAN/OPERASIOAL (ACTION PLAN)

Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari hasil
assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi kemandirian Konseli.
Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
a. Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
b. Tujuan Layanan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas perkembangan
atau standar kompetensi kemandirian Konseli
c. Komponen layanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) peminatan
dan perencanaan individual, (4) dukungan system
d. Strategi layanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan komponen
layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan yang dapat
dilaksanakan adalah bimbingan
e. Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
f. Materi,
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
g. Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
h. Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas kerja
dan sebagainya.
i. Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
j. Ekuivalensi,
Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan jumlah jam.
(secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud No.111 Tahun 2014 tentang

Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah).


RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING

Bidang Tujuan Komponen Strategi Kela Materi Metode M


layanan layanan layanan layanan s

Pribadi Peseta didik Layanan Bimbingan XA1 Mandiri di Ceramah diskusi Slide pow
menjadi dasar klasikal usia
pribadi yang remaja
mandiri
Peserta didik Layanan Konseling XA1 Indahnya Sesuiakan dengan Sesuaikan
mampu responsif individual saling pendekatan yang pendekata
memberi memaafka digunakan digunakan
maaf n
terhadap
orang lain
Social Peserta didik Layanan Konseling XA1 Menganali Sesuaikan dengan Sesuaikan
memiliki rasa responsif individu sis pendekatan yang pendekata
nyaman dan lingkunga digunakan digunakan
aman n
berinteraksi sekitarnya
dengan
lingkungan
Belajar Peserta didik Responsif Konseling XA1 Cara Seuaikan dengan Sesuaikan
dapat individual mudah pendekatan yang pendekata
memiliki memaham digunakan digunakan
kemudahan i pelajaran
dalam
memahami
pelajaran
Karir Peserta didik Pem&pern Konseling XA1 Kemampu Sesuaikan dengan Sesuaikan
dapat ind individu an agar pendekatan yang pendekata
menyalurkan dapat digunakan digunakan
bakat dan menyalurk
minat an minat
dan bakat

JADWAL KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING


SMA PERADA BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
I. MENGEMBANGKAN TEMA / TOPIK LAYANAN BK
Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta
didik/konseli dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karier yang akan
dituangkan dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling)

Bidang Layanan Rumusan kebutuhan Rumusan tujuan layanan Topik/Tema

Pribadi Kemampuan mengelola stress Peserta didik / konseli Cara mengatasi


memiliki kemampuan stress
mengelola stress atau
perasaan
Meningkatkan prestasi belajar Peserta didik / konseli Mengembangkan
meningkatkan prestasi prestasi belajar
belajar dengan baik
Sosial Meningkatkan percaya diri Peserta didik/konseli Meningkatkan
meningkatkan rasa percaya rasa percaya diri
diri yang tinggi
Kontrol emosi Peserta didik/konseli mampu Cara
mengkontrol emosinya mengendalikan
emosi
Belajar Mengubah pola belajar Peserta didik/konseli Pola belajar
mengubah pola belajar peserta didik
sebelumnya untuk menjadi agar lebih baik
lebih baik
Mengubah pola pikir Peserta didik/konseli Mengubah pola
mengubah pola pikir yang pikir menjadi
sebelumnya merasa berat lebih positif
dengan pelajaran yang di
pelajari
Karir Memperluas wawasan yang Peserta didik/konseli Memperoleh
luas memperoleh wawasan yang wawasan yang
luas untuk rencana masa luas
depannya
Memantapkan keputusan yang Peserta didik/konseli mampu
akan diambil memutuskan keputusan
terbaik yang akan diambil
J. SARANA DAN PRASARANA BIMBINGAN DAN KONSELING

Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk
yang berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan
untuk pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik individu
maupun kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Masalah Konseli / Aplikasi Angket Masalah Konseli
2) Sosiometri
3) Alat Ungkap Pemahaman Diri
4) Alat Penelusuran Minat Peserta Didik SMP
5) Alat Ungkap Masalah Seri PTSDL
6) Inventori Tugas Perkembangan
7) _______________________
8) _______________________
9) Catatan Anekdot
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu :
1) Cummulative Record
2) Basis Data Prestasi Akademik
3) Daftar Peserta Didik Asuh
c. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi meliputi: Peta Peserta Didik
2) Paket bimbingan meliputi : Paket Materi Klasikal
3) Alat bantu bimbingan meliputi : Buku Saku, Poster.
d. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis
2) Format rencana kegiatan
3) Blanko laporan kegiatan
Sedangkan prasarana penunjang layanan : Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas :
ruang tamu, ruang kerja, ruang bimbingan dan konseling kelompok/diskusi, ruang dokumentasi
(terlampir)

PROGRAM SEMESTERAN

Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam
bentuk yang lebih rinci.
Terdapat beberapa komponen dalam program semeseteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan dasar,
seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana kegiatan
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan
individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih sekolah lanjutan di tingkat
SMA/SMK - MA/MAK
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif,
misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan”
5. Dukungan sistem
Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan jejaring,
kegiatan manajemen dan PKB

Berikut program semesteran dalam bentuk yang lebih rinci, baik semester ganjil maupun
semester genap :
PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
Jl. Imam bonjol langkapura kemiling raya Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG 35158

A. RENCANA PROGRAM LAYANAN BK (KLASIKAL, KELOMPOK, DAN


INDIVIDU)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

(RPL BK)

 BIMBINGAN KLASIKAL
 BIMBINGAN/KONSELING KELOMPOK
 KONSELING INDIVIDU
PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
Jl. Imam bonjol langkapura kemiling raya Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG 35158

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik / Tema Layanan Membangun Rasa Percaya Diri
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli mampu meningkatkan rasa percaya
diri dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami Pentingnya rasa
percaya diri
2. Peserta didik/konseli dapat memahami ciri-ciri dan
manfaat orang yang mempunyai rasa percaya diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami proses
pembentukan rasa percaya diri
4. Peserta didik/konseli dapat memahami membangun rasa
percaya diri
G Sasaran Layanan Kelas X
H Materi Layanan 1. Pentingnya rasa percaya diri
2. Ciri-ciri dan manfaat orang yang mempunyai rasa percaya
diri
3. Proses pembentukan rasa percaya diri
4. Membangun rasa percaya diri
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 8, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta,
Paramitra
3. Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi
ItuMudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
4. Eliasa Imania Eva, [Link] (games)
dalam Bimbingan dan [Link]: Paramitra
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point Membangun Rasa Percaya Diri
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal /Pedahuluan
a. Pernyataan Tujuan 1. Guru BK/Konselor membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
3. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang akan dicapai
b. Penjelasan tentang 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan
langkah-langkah tanggung jawab peserta didik
kegiatan 2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan
melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita sepakat
akan melakukan dengan baik.
c. Mengarahkan kegiatan Guru BK/Konselor memberikan penejelasan tentang topik
(konsolidasi) yang akan dibicarakan
d. Tahap peralihan Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan peserta didik
( Transisi) melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
a. Kegiatan peserta 1. Mengamati tayangan slide ppt (tulisan, gambar, video)
didik 2. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
3. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
4. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya
bergantian sampai selesai.
b. Kegiatan Guru 1. Menayangkan media slide power point yang
BK/Konselor berhubungan dengan materi layanan
2. Mengajak peserta didik untuk brainstorming/curah
pendapat
3. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6
kelompok)
4. Memberi tugas (untuk diskusi kelompok)
5. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
6. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didik
7. Membuat catatan-catatan observasi selama proses
layanan
3. Tahap Penutup 1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan
mengungkapkan kemanfaatan dan kebermaknaan
kegiatan secara lisan
3. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan
salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan
penjelasan terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara
lain :
1. Evaluasi tentang suasana pertemuan dengan instrumen:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan.
2. Evaluasi terhadap topik yang dibahas : sangat
penting/kurang penting/tidak penting
3. Evaluasi terhadap cara Guru BK dalam menyampaikan
materi: mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Evaluasi terhadap kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

Drs. AZWAR DANTES ARFIKA RAHMAN BASRI, [Link].


PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
Jl. Imam bonjol langkapura kemiling raya Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG 35158

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Belajar
C Topik / Tema Layanan Sikap jujur anti mencontek
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli dapat menghindari kebiasaan
mencontek
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat mengetahui arti mencontek
2. Peserta didik/konseli dapat mengenali faktor kebiasaan
mencontek
3. Peserta didik/konseli dapat memahami dampak kebiasaan
mencontek
4. Peserta didik/konseli dapat mencegah kebiasaan
mencontek
G Sasaran Layanan Kelas X
H Materi Layanan 5. Pengertian mencontek
6. Faktpr penyebab kebiasaan mencontek
7. Dampak kebiasaan mencontek
8. Cara penanggulangan kebiasaan mencontek
I Waktu 1 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan
dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 8, Yogyakarta,
Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang belajar, Yogyakarta,
Paramitra

K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab


L Media / Alat LCD, Power Point, Strategi belajar sesuai dengan gaya
belajar
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal /Pedahuluan
a. Pernyataan Tujuan 1. Guru BK/Konselor membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
3. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang akan dicapai
b. Penjelasan tentang 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan
langkah-langkah tanggung jawab peserta didik
kegiatan 2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan
melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita sepakat
akan melakukan dengan baik.
c. Mengarahkan kegiatan Guru BK/Konselor memberikan penejelasan tentang topik
(konsolidasi) yang akan dibicarakan
d. Tahap peralihan Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan peserta didik
( Transisi) melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
c. Kegiatan peserta 5. Mengamati tayangan slide ppt (tulisan, gambar, video)
didik 6. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
7. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
8. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya
bergantian sampai selesai.
d. Kegiatan Guru 8. Menayangkan media slide power point yang
BK/Konselor berhubungan dengan materi layanan
9. Mengajak peserta didik untuk brainstorming/curah
pendapat
10. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6
kelompok)
11. Memberi tugas (untuk diskusi kelompok)
12. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
13. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didik
14. Membuat catatan-catatan observasi selama proses
layanan
3. Tahap Penutup 5. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
6. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan
mengungkapkan kemanfaatan dan kebermaknaan
kegiatan secara lisan
7. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
8. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan
salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap atau atusias peserta didik dalam
mengikuti kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan
penjelasan terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara
lain :
1. Evaluasi tentang suasana pertemuan dengan instrumen:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan.
2. Evaluasi terhadap topik yang dibahas : sangat
penting/kurang penting/tidak penting
3. Evaluasi terhadap cara Guru BK dalam menyampaikan
materi: mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Evaluasi terhadap kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

Drs. AZWAR DANTES ARFIKA RAHMAN BASRI, [Link].


PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
Jl. Imam Bonjol Langkapura Kemiling Raya Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG 35158

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN/KONSELING KELOMPOK
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Fungsi Layanan Pemahaman
Peserta didik dapat mengendalikan ketergantungan pada
D Tujuan
game/games online
E Topik Dampak game online
F Sasaran Layanan Kelompok 1 Kelas X
G Metode dan Teknik Diskusi
H Waktu 1 x 40 menit
I Media/Alat
J Tanggal Pelaksanaan
K Sumber Bacaan
L Uraian Kegiatan
1 Tahap Awal
Pernyataan Tujuan - Guru BK/Konselor menyampaiakan salam
a Guru BK/Konselor menyampaiakan tujuan layanan
-
yang meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor
Pembentukan Kelompok Guru BK/Konselor menjelaskan langkah-langkah
(Penjelasan tentang kegiatan, tugas dan tanggung jawa siswa
b
langkah kegiatan
kelompok)
Mengarahkan Memberikan penjelasan tentang kegiatan secara
c
kegiatan(konsolidasi) operasional yang akan dilakukan
d Tahap Peralihan (Transisi)
Guru BK/Konselor Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan kelompok
a
menanyakan kalau ada dalam melaksanakan tugas
siswa yang belum Guru BK memberi kesempatan bertanya kepada setiap
mengerti dan memberikan b kelompok tentang tugas-tugas yang belum mereka
-
penjelasan pahami
( Storming) Guru BK menjelaskan kembali secara singkat tentang
c tugas dan tanggung jawab peserta dalam melakukan
kegiatan
Guru BK menyiapkan Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan para peserta
a
siswa untuk melakukan untuk melaksanakan tugas
- komitmen tentang Setelah semua menyatakan siap, selanjutnya Guru
kegiatan yang akan b BK/Konselor memulai ke tahap kerja
dilakukannya (Norming)
2 Tahap Inti/Kerja
a Eksperientasi Guru BK/Konselor memastikan keselarasan antara tujuan
( proses/kegiatan yang yang akan dicapai, metode yang dipilih dengan materi
dialami peserta didik
dalam suatu kegiatan
bimbingan berdasarkan
teknis tertentu)
b Refleksi (Pengungkapan Refleksi Identifikasi. Guru BK/Konselor
perasaan, pemikiran dan mengidentifikasi respon anggota kelompok melalui
pengalaman tentang apa pertanyaan yang mengungkap pengalaman peserta
yang terjadi dalam 1 tentang apa yang terjadi pada saat mengikuti kegiatan (
kegiatan bimbingan) What Happened). Pertanyaan pada refleksi identifikasi
mengacu pada pengukuruan pencapaian apa yang
diketahui (pengenalan)
Refleksi Analisis. Guru BK/Konselor mengajak konseli
untuk menganalisis dan memikirkan (think) sebab-sebab
2
mengapa mereka menunjukkan perilaku tertentu dan apa
yang akan dilakukan selanjutnya ( so what)

Refleksi Generalisasi. Guru BK/Konselor mengajak


3 peserta membuat rencana tindakan untuk memperbaiki
perilaku yang dianggap sebagai kelemahan dirinya (
Plan). Kemudian Guru BK/Konselor mengajukan
pertanyaan tentang rencana tindakan untuk memperbaiki
perilaku sebagai tanda peserta didik memiliki kesadaran
untuk berubah (Now What).
Contoh pertanyaan:
rencana apa yang akan dilakukan ?
kapan akan dimulai ?
langkah terdekat apa yang akan dilakukan ?
3 Tahap Pengakhiran (Terminasi)
Menutup kegiatan dan tindak Guru bimbingan dan konseling atau konselor
lanjut a memberikan penguatan terhadap aspek-aspek yang
ditemukan oleh peserta dalam suatu kerja kelompok
Merencanakan tindak lanjut, yaitu
b
mengembangkan aspek kerjasama
Akhir dari tahap ini adalah menutup kegiatan layanan
c
secara simpatik (Framming)
M Evaluasi
1 Evaluasi Proses a Guru BK/Konselor terlibat dalam menumbuhkan
antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan.
b Guru BK / Konselor membangun dinamika kelompok
c Guru BK / Konselor memberikan penguatan dalam
didik membuat langkah yang akan dilakukannya
2 Evaluasi Hasil a Mengajukan pertanyaan untuk mengungkap
pengalaman konseli dalam bimbingan kelompok
b Mengamati perubahan perilaku peserta setelah
bimbingan kelompok.
c Konseli mengisi instrumen penilaian dari guru
bimbingan dan konseling atau konselor (seperti contoh
dalam konseling kelompok)

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor
Drs. AZWAR DANTES ARFIKA RAHMAN BASRI, [Link].

PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
Jl. Imam bonjol langkapura kemiling raya Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG 35158

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017

1 Nama Konseli :
2 Kelas/Semester : X / Semester 1
3 Hari, Tanggal :
4 Pertemuan ke- : 1 ( pertama )
5 Waktu : 2 x 40 Menit
6 Tempat : Ruang Konseling SMA PERSADA
7 Gejala yang 1. Konseli terlihat agak gelisah
nampak/keluhan 2. Konseli sulit untuk mengemukakan masalahnya
3. Konseli menangis
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017

1 Nama Konseli :
2 Kelas/Semester : X / Semester 1
3 Hari, Tanggal :
4 Pertemuan ke- : 1 ( pertama )
5 Waktu : 2 x 40 Menit
6 Tempat : Ruang Konseling SMA PERSADA
7 Gejala yang 1. Terlihat keringat konseli banyak sekali
nampak/keluhan 2. Konseli terlihat marah
3. Konseli mengemukakan permasalahan dengan temannya

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

Drs. AZWAR DANTES ARFIKA RAHMAN BASRI, [Link]

Common questions

Powered by AI

Layanan responsif dalam bimbingan konseling di SMA bertujuan menangani isu-isu jangka pendek yang dialami peserta didik. Masalah tersebut dapat berasal dari lingkungan pribadi, sosial, belajar, dan karir . Layanan ini menekankan intervensi singkat melalui konseling individual dan kelompok, konsultasi, konferensi kasus, serta advokasi untuk mengatasi hambatan seperti disabilitas, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi . Dengan cara ini, layanan responsif berusaha memastikan peserta didik mendapatkan perlakuan setara dan mampu menyelesaikan tugas perkembangan mereka .

Komponen dukungan sistem dalam program bimbingan konseling berperan secara tidak langsung dalam membantu perkembangan peserta didik. Ini termasuk aktivitas administrasi seperti asesmen, kunjungan rumah, dan evaluasi program bimbingan. Selain itu, kegiatan pengembangan profesi bagi konselor berupa pelatihan atau lokakarya juga merupakan bagian dari dukungan sistem ini . Tujuannya adalah memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk perkembangan peserta didik melalui administrasi yang baik dan peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling .

Proses pengembangan minat dan perencanaan individual dilakukan sejak sekolah dasar hingga menengah melalui bimbingan klasikal, konseling individual, dan berbagai kegiatan kolaboratif. Peserta didik diajak untuk memantau pertumbuhan mereka sendiri dan mengambil tindakan proaktif berdasarkan informasi yang diperoleh. Rencana personal dan minat peserta didik ditinjau dan disesuaikan secara berkala sesuai perkembangan . Aktivitas ini juga diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang membantu menentukan perencanaan karir dan sosial .

Metode bimbingan klasikal diterapkan melalui serangkaian kegiatan terstruktur yang diintegrasikan dengan pembelajaran tematik. Guru bimbingan menyajikan materi melalui ceramah, diskusi, atau presentasi multimedia untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Peserta didik diajak untuk terlibat aktif lewat curah pendapat, diskusi kelompok, dan presentasi sehingga menumbuhkan pemahaman yang luas dalam berbagai aspek pribadi, sosial, dan karir .

Layanan bimbingan dan konseling pada bidang pribadi membantu peserta didik memahami, menerima, dan mengoptimalkan perkembangan aspeknya secara keseluruhan. Ini termasuk memahami potensi diri, mengakui dan mengatasi kelemahan, serta mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan hidup. Konselor memandu peserta didik untuk membuat keputusan dan melaksanakannya secara bertanggung jawab, bertujuan mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup .

Pendekatan dalam layanan peminatan dan perencanaan individual melibatkan kegiatan konsultasi dan bimbingan yang terintegrasi dengan ekstrakurikuler. Peserta didik dibimbing untuk meninjau dan memperbaharui rencana mereka secara berkala. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dan konsultasi serta mengaitkan minat peserta didik dengan kegiatan praktis yang relevan .

Komponen program bimbingan dan konseling di SMA terdiri dari: (1) layanan dasar yang berfokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan; (2) layanan peminatan dan perencanaan individual untuk membantu perencanaan karir dan sosial; (3) layanan responsif untuk menangani masalah jangka pendek; dan (4) dukungan sistem yang memastikan kelancaran dan efektivitas seluruh program. Masing-masing berperan dalam memfasilitasi perkembangan holistik peserta didik .

Layanan dasar berfokus pada pengembangan jangka panjang dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui bimbingan kelompok dan klasikal, secara rutin dan terstruktur. Sebaliknya, layanan responsif menangani kebutuhan jangka pendek dan masalah spesifik yang dihadapi peserta didik, dengan pendekatan konseling individual atau kelompok. Layanan dasar bersifat preventif, sedangkan responsif bersifat intervensional .

Evaluasi reguler dari rencana peminatan penting untuk memastikan relevansi dan efektivitas perencanaan yang mendukung perkembangan peserta didik. Ini memungkinkan rencana diperbarui sesuai dengan perkembangan dalam minat dan tujuan peserta didik. Evaluasi juga memberikan umpan balik untuk konselor mengenai keberhasilan pendekatan yang digunakan dan dapat membantu peserta didik mengambil tindakan proaktif terhadap perkembangan mereka sendiri .

Evaluasi dalam layanan bimbingan konseling dilakukan pada dua aspek: proses dan hasil. Untuk evaluasi proses, konselor mengamati sikap, partisipasi, dan cara peserta didik menyampaikan pendapat selama kegiatan. Evaluasi hasil menggunakan instrumen yang mengukur kesan peserta tentang pertemuan dan pemahaman mereka terhadap materi. Keberhasilan diindikasikan oleh peningkatan keterlibatan dan pemahaman peserta didik, serta perubahan perilaku positif setelah layanan .

You might also like