MODUL KELAS 10 - Merged
MODUL KELAS 10 - Merged
Alokasi
SMT Tujuan Pembelajaran
Waktu
● Menganalisis cara pandang para pendiri bangsa dalam sidang BPUPK mengenai
rumusan dasar negara.
● Menganalisis dinamika kelahiran Pancasila
● Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan 16 JP
1 ideologi negara.
● Merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan
nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari
● Menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku di
masyarakat. 16 JP
● Menganalisis tata urutan peraturanperundang-undangan di Indonesia
● Menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal
sosial.
● Membangun harmoni dalam keberagaman; 16 JP
● Mengenal gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang
inklusif danberkeadilan;
● Menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah dan
2 warga masyarakat
● Menerapkan perilaku sesuaidengan hak dan kewajiban sebagai warga negara
● Menjelaskan peran dan kedudukannya sebagai warga Negara
18 JP
● Menjelaskan sistem pertahanan dan keamanan negara Indonesia berdasarkan
konstitusi dan produk peraturan perundang-undangan
● Menganalisis peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan negara
● Menelaah nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan nasional.
No Komponen Deskripsi
Informasi Umum
A. Identitas
Nama Penyusun MELINDA YUSTIARA NINGTYAS, S.Pd.
Institusi MA PLUS MMA AL-RIDLWAN
Tahun Pelajaran 2024/2025
Jenjang Sekolah MA
Fase/Kelas E / X-B
Elemen/Topik UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 1945
Sub Topik Pentingnya kesadaran hukum dan norma hukum untuk
mewujudkan budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
Elemen Keterampilan Menyajikan hasil analisis mengenai pentingnya kesadaran hukum
Proses dan norma hukum untuk mewujudkan budaya taat hukum dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Alokasi Waktu 2 JP (2 x 40 Menit)
B. Kompetensi Awal Peserta didik sudah memiliki pengetahuan dasar tentang kesadaran
hukum
C. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia
Menyadari pentingnya kesadaran hukum untuk mewujudkan
budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
2. Bernalar kritis
Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki
rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan,
mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi
yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.
3. Gotong Royong
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok, disertai perasaan
senang, saling peduli dan berbagi dalam menyelesaikan tugas
proyek.
D Media Pembelajaran 1. Modul ajar
2. Handphone
3. LCD Proyektor
4. Video Youtube
5. LKPD
Sumber Pembelajaran Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping Pembelajaran
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
Semester 1. Surakarta: Putra Nugraha.
C. Pemahaman Bermakna Peserta didik mampu bekerja dalam kelompok untuk mencari dan
menganalisis studi kasus terkait kesadaran hukum, tujuan hukum,
dan sumber hukum
Kegiatan Inti
Sintaks Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Teams Games Tournament Waktu
(TGT)
Eksplorasi 1. Peserta didik mendengarkan penjelasan guru terkait 10 menit
mekanisme jalannya model Teams Games
Tournament (TGT).
2. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok dengan
sistem berhitung sesuai urutan duduknya dan guru
menyampaikan waktu yang disediakan.
3. Peserta didik diberikan kesempatan bertanya kepada
guru
4. Peserta didik mempelajari LKPD yang telah
dibagikan dan mencermati alur pelaksanaannya.
Elaborasi 5. Peserta didik memulai permainan games dari LKPD 45 menit
yang sudah diserahkan guru. Di LKPD tersebut
terdapat 2 sesi games.
a. Sesi pertama, peserta didik menganalisis video
berita yang sudah disediakan. Hasil dari diskusi
dipresentasikan.
b. Sesi kedua, peserta didik bermain games “Ular
Tangga Taat Hukum”. Hasil dari games
dikumpulkan
Guru
4. Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap model
pembelajaran yang sudah saya gunakan?
5. Apa saja kesulitan peserta didik saat mengikuti
pembelajaran?
6. Langkah perbaikan apa saja yang harus dilakukan untuk
pembelajaran berikutnya?
LAMPIRAN
Lampiran 1. Materi Ajar
Mematuhi hukum merupakan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Hukum dibentuk untuk
menciptakan kehidupan yang tertib dan teratur. Hukum berisi tentang aturan-aturan yang harus
ditegakkan agar tercipta keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hukum sebaiknya dilaksanakan
dengan kesadaran dan tanggung jawab. Hukum dilaksanakan tanpa paksaan. Membangun kesadaran
hukum harus dimulai dari diri sendiri.
KESADARAN HUKUM
Bagaimana kita mempunyai kesadaran hukum? Kesadaran hukum, artinya mengetahui dan
mengerti tindakan (hukum) yang dilakukan beserta akibat hukumnya serta mampu membedakan
perilaku yang baik dan buruk. Mengerti bahwa perilaku tertentu itu diatur oleh hukum yang berlaku
disebut juga kesadaran hukum.
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah dan larangan) yang dibuat oleh penguasa
negara atau pemerintah untuk mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat, bersifat memaksa,
dan memiliki sanksi yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Hukum memiliki ciri-ciri pokok sebagai
berikut.
a. Ada perintah atau larangan.
b. Perintah atau larangan harus ditaati setiap orang
c. Ada sanksi hukum yang tegas bagi pelanggarnya.
Hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat bersifat mengatur dan memaksa. Arti bersifat
mengatur dan memaksa sebagai berikut.
a. Hukum bersifat mengatur, artinya hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan
larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya
ketertiban dalam masyarakat.
b. Hukum bersifat memaksa, artinya hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk
mematuhinya. Pihak-pihak yang melanggar hukum akan menerima sanksi yang tegas.
Hukum bertujuan mengatur pergaulan hidup secara damai dalam rangka mewujudkan ketertiban
dan ketenteraman masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan hukum, maka dipersyaratkan adanya
kesadaran hukum. Sadar, artinya insaf; merasa; tahu dan mengerti. Seseorang belum dianggap sadar
apabila belum mengetahui keadaan yang sedang dialaminya serta belum mau mengubah keadaan
tersebut menjadi lebih baik.
Kesadaran hukum masyarakat sangat memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap hukum. Untuk
mengetahui suatu masyarakat memiliki kesadaran hukum tinggi atau kesadaran hukum rendah dapat
dilihat dari hal-hal berikut.
a. Pengetahuan Hukum
Kesadaran hukum masyarakat dapat dilihat dari pengetahuannya terhadap hukum. Masyarakat
yang memiliki pengetahuan hukum yang luas cenderung akan mematuhi hukum, sedangkan
masyarakat yang pengetahuan hukumnya sempit cenderung melanggar hukum. Agar pengetahuan
hukum masyarakat makin luas dapat ditingkatkan melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum yang
menuju pada disiplin hukum. Disiplin hukum inilah yang melahirkan kebudayaan hukum dalam
masyarakat. Pengetahuan hukum yang dimiliki masyarakat meliputi hal-hal berikut.
1) Perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh hukum, seperti pembunuhan, pencurian,
penganiayaan, penipuan, penggelapan, pencurian, pemerasan, serta perbuatan- perbuatan yang
dilarang oleh hukum.
2) Perbuatan-perbuatan yang diperbolehkan oleh hukum, seperti jual beli, hibah, wasiat, dan
perbuatan-perbuatan lain yang diperbolehkan oleh hukum
TUJUAN HUKUM
Hukum bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan keadilan dalam masyarakat. Hukum tidak
hanya untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga keadilan. Oleh sebab itu, keberadaan hukum
sangatlah penting. Ketertiban akan tercapai apabila warga negara memiliki kesadaran hukum.
Kesadaran hukum, artinya keyakinan terhadap kebenaran hukum dan mematuhi hukum yang berlaku.
Adapun alasan pentingnya hukum sebagai berikut.
A. Hukum yang adil mencegah kekuasaan otoriter, yaitu negara yang penguasanya bersikap
sewenang-wenang atau otoriter.
B. Hukum yang adil memungkinkan hak-hak warga negara dilindungi.
Hukum menjamin keadilan dalam masyarakat. Jika keadilan dalam kehidupan masyarakat dapat
tercapai, suasana dalam kehidupan sehari-hari penuh dengan kedamaian. Secara umum, tujuan hukum
dirumuskan sebagai berikut.
a. Mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
b. Menjaga kepentingan tiap manusia agar tidak dapat diganggu.
c. Menjamin kepastian hukum dalam pergaulan manusia.
Untuk mencapai tujuan hukum, diperlukan alat-alat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan
hakim. Polisi bertugas mencegah dan menanggulangi kejahatan dan gangguan keamanan. Jaksa
merupakan alat negara sebagai penuntut perkara pidana di pengadilan. Hakim bertugas sebagai
pemutus perkara di pengadilan. Tiap-tiap alat penegak hukum memiliki peran dan tugas yang diatur
dalam perundang-undangan yang berlaku.
SUMBER HUKUM
Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum di negara Indonesia. Menurut Ketetapan
MPR No. III/MPR/2000, sumber hukum adalah sumber yang dijadikan sebagai bahan dalam
penyusunan hukum atau peraturan perundang-undangan. Sumber hukum terdiri atas sumber hukum
tertulis dan sumber hukum tidak tertulis.
Sumber hukum tertulis adalah hukum yang berlaku dan tercantum dalam berbagai peraturan negara.
Sementara, sumber hukum tidak tertulis adalah hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat yang
tidak tertulis, seperti adat atau kebiasaan masyarakat. Sumber hukum tertulis dapat dilihat pada tata
urutan perundang-undangan yang diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011
yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 sebagai berikut.
A. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
B. Ketetapan MPR
C. Peraturan Pemerintah
D. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
E. Peraturan Presiden
F. Peraturan Daerah Provinsi
G. Peraturan Daerah Kota/Kabupaten
Berdasarkan tata urutan tersebut, peraturan hukum yang berada di atasnya menjadi sumber hukum
peraturan di bawahnya. Peraturan yang sejajar juga menjadi acuan dan pertimbangan agar terjadi
sinkronisasi dan harmonisasi.
Adat atau kebiasaan masyarakat yang positif dan sudah melembaga seperti norma moral menjadi
sumber hukum tidak tertulis. Norma menjadi pedoman dalam berinteraksi bagi anggota masyarakat
untuk mewujudkan tujuan hidup bermasyarakat, yaitu kehidupan yang harmonis, rukun, tertib, dan
damai. Norma sering kali bersifat lokal pada suatu wilayah, tetapi juga dapat bersifat meluas yang
menjangkau seluruh masyarakat dan melewati batas-batas negara. Berdasarkan sumber atau asal-
usulnya, norma terdiri atas norma agama, norma etik atau moral (kesusilaan dan kesopanan), dan norma
hukum.
A. Norma agama merupakan peraturan hidup yang berupa perintah-perintah dan larangan-
larangan serta petunjuk atau anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan, sebagai petunjuk hidup
manusia tentang kebenaran. Norma agama bersifat umum dan mendunia (universal), serta
berlaku bagi seluruh golongan manusia. Norma agama bersumber dari nilai-nilai yang
terkandung di dalam kitab suci agama.
B. Norma kesusilaan adalah peraturan yang bersumber dari suara batin atau hati nurani manusia
yang diyakini sebagai pedoman dalam hidupnya. Norma kesusilaan juga menetapkan tentang
perilaku baik dan buruk serta menciptakan ketertiban dalam hubungan antarmanusia.
C. Norma kesopanan adalah norma yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam
kehidupan sehari-hari. Norma kesopanan bersumber dari tata kehidupan atau budaya yang
berupa kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam mengatur kehidupan kelompoknya. Norma
kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama, atau adat.
D. d. Norma hukum adalah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan
negara yang berwenang, bersifat mengikat dan memaksa. Hukum bersifat memaksa. Oleh
karena itu, dalam kehidupan sehari-hari aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim
dapat memaksa seseorang untuk menaati hukum, dan memberikan hukuman bagi pelanggar
hukum istiadat
Kelas/Semester : .......................................
Hari, Tanggal : .......................................
Pertemuan Ke- : .......................................
Materi Pokok : .......................................
Petunjuk: Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai kompetensi afektif peserta
didik. Berikan nilai disetiap aspek yang tercantum dalam lembar observasi.
Indikator Penilaian
No Nama Jujur Disiplin Adil & Berani & Kerja Kerjasama Jumlah
Peduli Tanggung Keras & Gotong Skor
Lingkungan Jawab Royong
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
PETUNJUK PENILAIAN:
Kriteria:
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡 Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐤𝐨𝐫 x 100
𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥 Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Sikap
PEDOMAN PENILAIAN
Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Lembar Penilaian Laporan
2. Kebermanfaatan
Kelompok :
1. ……………………………
2. ……………………………
3. …………………………….
4. …………………………….
5. ……………………………..
PEDOMAN PENILAIAN
Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Laporan
Indikator Skor
Penilaian 1 2 3 4
Sistematika Jika hasil Jika hasil Jika hasil Jika hasil
diskusi yang diskusi yang diskusi yang diskusi yang
dituliskan dituliskan dituliskan dituliskan
kurang sesuai cukup sesuai sesuai dengan sangat sesuai
dengan format dengan format format yang dengan format
yang yang disediakan disediakan yang disediakan
disediakan
Kebermanfaatan Jika hasil Jika hasil Jika hasil Jika hasil
diskusi yang diskusi yang diskusi yang diskusi yang
dituliskan dituliskan dituliskan dituliskan
kurang cukup bermanfaat bagi sangat
bermanfaat bermanfaat bagi pembaca bermanfaat bagi
bagi pembaca pembaca pembaca
Ketepatan Jika uraian Jika urian Jika uraian Jika uraian
Penulisan yang dituliskan yang dituliskan yang dituliskan yang dituliskan
Uraian kurang dan cukup dan tepat dan sangat tepat dan
tidak dijabarkan Dijabarkan dijabarkan dijabarkan
dengan baik dengan sangat
baik
Lembar Penilaian Unjuk Kerja / Presentasi
PEDOMAN PENILAIAN
Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja / Presentasi
PEDOMAN PENILAIAN
Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
A. Buku Guru dan 1. Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping
Peserta Didik Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Surakarta: Putra
Nugraha.
B. Glosarium 1. Disiplin : ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata
tertib dan sebagainya).
2. Hukum : sekumpulan peraturan yang berlaku di
masyarakat dan dibuat oleh badan-badan resmi yang
berwajib, bersifat memaksa dan akan mendapat sanksi
tegas bila melanggarnya.
3. Sanksi : tanggungan (tindakan, hukuman, dan
sebagainya) untuk memaksa orang menepati perjanjian
atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar,
perkumpulan dan sebagainya)
C. Daftar Pustaka 1. Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping
Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Surakarta:
Putra Nugraha.
2. Purnomo, Agus dkk (2023). Modul Belajar Praktis
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA dan SMK/MAK
Kelas X Semester 1. Jawa Tengah: Viva Pakarindo.
3. Video pembelajaran :
https://youtu.be/7_gKYaZnAFE?si=i1n_bM2FpCx
GhH9S