0% found this document useful (0 votes)
44 views37 pages

MODUL KELAS 10 - Merged

Modul

Uploaded by

garengpong2022
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
44 views37 pages

MODUL KELAS 10 - Merged

Modul

Uploaded by

garengpong2022
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

PROGRAM SEMESTER

Tahun Pelajaran : 2024/2025 Kelas/Semester : X / Ganjil


Mata Pelajaran : PPKn Alokasi Waktu : 2 Jam / Minggu

JULI Agustus September Oktober November Desember Ket


Materi Pokok / Kompetensi Dasar Jml JP
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa 16 JP 2 2 2 2 2 2 2 2

Membangun Budaya Taat Hukum 16 JP 2 2 2 2 2 2 2 2

Jumlah Jam Efektif 32 JP 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Jumlah Jam Cadangan

Jumlah Jam Total Semester Ganjil 32 JP 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Trenggalek, 17 September 2024


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Ria Puspita Sari, S.Pd Melinda Yustiara Ningtyas, S.Pd


NIP. ………………………. NIP. ……………………
PROGRAM TAHUNAN

Satuan Pendidikan : SMA/MA


Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
Kelas/Semester : X / 1-2 (Ganjil & Genap)
Alokasi Waktu :
Tahun Pelajaran : 2024/2025

Alokasi
SMT Tujuan Pembelajaran
Waktu
● Menganalisis cara pandang para pendiri bangsa dalam sidang BPUPK mengenai
rumusan dasar negara.
● Menganalisis dinamika kelahiran Pancasila
● Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan 16 JP
1 ideologi negara.
● Merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan
nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari
● Menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku di
masyarakat. 16 JP
● Menganalisis tata urutan peraturanperundang-undangan di Indonesia
● Menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal
sosial.
● Membangun harmoni dalam keberagaman; 16 JP
● Mengenal gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang
inklusif danberkeadilan;
● Menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah dan
2 warga masyarakat
● Menerapkan perilaku sesuaidengan hak dan kewajiban sebagai warga negara
● Menjelaskan peran dan kedudukannya sebagai warga Negara
18 JP
● Menjelaskan sistem pertahanan dan keamanan negara Indonesia berdasarkan
konstitusi dan produk peraturan perundang-undangan
● Menganalisis peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan negara
● Menelaah nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan nasional.

Trenggalek, 17 September 2024


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Ria Puspita Sari, S.Pd Melinda Yustiara Ningtyas, S.Pd


NIP. ………………………. NIP. ……………………

Catatan Kepala Sekolah


.........................................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA FASE E
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Institusi : MA PLUS MMA AR-RIDLWAN

Fase E, Kelas/Semester : X (Sepuluh) / I (Ganjil) dan II (Genap)

Capaian Pembelajaran (kelas X SMA/MA/Paket C)


Pada fase ini, peserta didik menganalisis cara pandang para pendiri negara, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan
nilai Pancasila; menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku; menganalisis tata urutan peraturan
perundang-undangan di Indonesia; menyajikan asal usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial,
membangun harmoni dalam keberagaman; dan mengenal gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila
yang inklusif dan berkeadilan; menerapkan perilaku, peran dan kedudukan sesuai dengan hak dan kewajiban; memahami
sistem pertahanan dan keamanan negara serta peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan negara; menguraikan
nilai-nilai Pancasila yang harus diwujudkan dalam pembangunan nasional.

Elemen CP Fase E Tujuan Pembelajaran (TP) Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)


Pancasila Menganalisis cara pandang para ● Menganalisis cara pandang para 1. Menganalisis cara pandang para
pendiri bangsa tentang dasar pendiri bangsa dalam sidang pendiri bangsa dalam sidang BPUPK
negara; BPUPK mengenai rumusan dasar mengenai rumusan dasar negara.
menganalisis kedudukan negara. 2. Menganalisis kedudukan Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara, ● Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan
pandangan hidup, dan ideologi sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara.
negara;
hidup, dan ideologi negara. 3. Merumuskan gagasan solutif untuk
merumuskan gagasan solutif
● Merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan
untuk mengatasi perilaku yang
mengatasi perilaku yang
Elemen CP Fase E Tujuan Pembelajaran (TP) Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
bertentangan dengan nilai bertentangan dengan nilai dengan nilai Pancasila dalam
Pancasila dalam kehidupan Pancasila dalam kehidupan sehari kehidupan sehari hari.
sehari hari. hari. 4. Menerapkan perilaku taat hukum
berdasarkan peraturan yang berlaku
di masyarakat.
Undang Menerapkan perilaku taat hukum ● Menerapkan perilaku taat hukum
Undang berdasarkan peraturan yang berdasarkan peraturan yang 5. Menganalisis tata urutan peraturan
Dasar berlaku di masyarakat; berlaku di masyarakat. perundang-undangan di Indonesia
Negara menganalisis tata urutan 6. Menjelaskan asal-usul dan makna
Republik peraturan perundang-undangan ● Menganalisis tata urutan peraturan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Indonesia di Indonesia. perundang-undangan di Indonesia.
sebagai modal sosial.
Tahun 1945
7. Membangun harmoni dalam
Bhinneka Menyajikan asal usul dan makna ● Menjelaskan asal-usul dan makna keberagaman.
Tunggal Ika semboyan Bhinneka Tunggal Ika semboyan Bhinneka Tunggal Ika 8. Menjelaskan gotong royong sebagai
sebagai modal sosial; sebagai modal sosial. perwujudan sistem ekonomi Pancasila
membangun harmoni dalam ● Membangun harmoni dalam
keberagaman; dan mengenal yang inklusif dan berkeadilan.
keberagaman; 9. Menerapkan perilaku sesuai dengan
gotong royong sebagai ● Mengenal gotong royong sebagai
perwujudan sistem ekonomi hak dan kewajiban sebagai warga
perwujudan sistem ekonomi sekolah dan warga masyarakat.
Pancasila yang inklusif dan
berkeadilan; Pancasila yang inklusif dan 10. Menerapkan perilaku sesuai dengan
berkeadilan; hak dan kewajiban sebagai warga
Negara Menerapkan perilaku sesuai ● Menerapkan perilaku sesuai negara.
Kesatuan dengan hak dan kewajiban dengan hak dan kewajiban sebagai 11. Menjelaskan peran dan
Republik sebagai warga sekolah, warga warga sekolah dan warga kedudukannya sebagai warga negara.
Indonesia masyarakat dan warga negara; masyarakat 12. Menjelaskan sistem pertahanan dan
serta memahami peran dan ● Menerapkan perilaku sesuai keamanan negara Indonesia
kedudukannya sebagai Warga dengan hak dan kewajiban sebagai berdasarkan konstitusi dan produk
Negara Indonesia. peraturan perundang-undangan.
warga negara
Memahami sistem pertahanan 13. Menganalisis peran Indonesia dalam
dan keamanan negara; ● Menjelaskan peran dan
kedudukannya sebagai warga hubungan antarbangsa dan negara.
menganalisis peran Indonesia
negara
Elemen CP Fase E Tujuan Pembelajaran (TP) Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
dalam hubungan antarbangsa ● Menjelaskan sistem pertahanan dan 14. Menelaah nilai-nilai Pancasila dalam
dan negara; serta menguraikan keamanan negara Indonesia pembangunan nasional.
nilai-nilai Pancasila yang harus berdasarkan konstitusi dan produk
diwujudkan dalam pembangunan peraturan perundang-undangan
nasional. ● Menganalisis peran Indonesia
dalam hubungan antarbangsa dan
negara
● Menelaah nilai-nilai Pancasila
dalam pembangunan nasional.
MODUL AJAR MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
KELAS / SEMESTER : X / GANJIL
TAHUN AJARAN : 2024/2025
MATERI : MEMBANGUN BUDAYA TAAT HUKUM

No Komponen Deskripsi
Informasi Umum
A. Identitas
Nama Penyusun MELINDA YUSTIARA NINGTYAS, S.Pd.
Institusi MA PLUS MMA AL-RIDLWAN
Tahun Pelajaran 2024/2025
Jenjang Sekolah MA
Fase/Kelas E / X-B
Elemen/Topik UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 1945
Sub Topik Pentingnya kesadaran hukum dan norma hukum untuk
mewujudkan budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
Elemen Keterampilan Menyajikan hasil analisis mengenai pentingnya kesadaran hukum
Proses dan norma hukum untuk mewujudkan budaya taat hukum dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Alokasi Waktu 2 JP (2 x 40 Menit)
B. Kompetensi Awal Peserta didik sudah memiliki pengetahuan dasar tentang kesadaran
hukum
C. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia
Menyadari pentingnya kesadaran hukum untuk mewujudkan
budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
2. Bernalar kritis
Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki
rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan,
mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi
yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

3. Gotong Royong
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok, disertai perasaan
senang, saling peduli dan berbagi dalam menyelesaikan tugas
proyek.
D Media Pembelajaran 1. Modul ajar
2. Handphone
3. LCD Proyektor
4. Video Youtube
5. LKPD
Sumber Pembelajaran Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping Pembelajaran
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
Semester 1. Surakarta: Putra Nugraha.

E. Target Peserta Didik Pelajar reguler sebanyak 27 peserta didik


F. Moda Pembelajaran yang Tatap Muka
Digunakan
G. Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
H. Metode Pembelajaran • Diskusi
• Ceramah
• Eksplorasi
• Presentasi
• Tanya jawab
I. Pendekatan Pembelajaran Kolaboratif
Kompetensi Inti
A. Capaian Pembelajaran 1. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis pentingnya
kesadaran dan norma hukum untuk mewujudkan budaya taat
hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
2. Peserta didik mampu menyajikan laporan hasil analisis
pentingnya kesadaran dan norma hukum untuk mewujudkan
budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
3. Peserta didik mampu menghargai pentingnya kesadaran dan
norma hukum untuk mewujudkan budaya taat hukum dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
B. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menganalisis, menyajikan hasil analisis, dan
menghargai pentingnya kesadaran hukum dan norma hukum untuk
mewujudkan budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

C. Pemahaman Bermakna Peserta didik mampu bekerja dalam kelompok untuk mencari dan
menganalisis studi kasus terkait kesadaran hukum, tujuan hukum,
dan sumber hukum

D Pertanyaan Pemantik a. Mengapa suatu negara harus memiliki hukum?


b. Apakah arti penting norma hukum untuk mewujudkan budaya
taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara?
Bagaimana penerapan budaya taat hukum di lingkungan sekolah?
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
Pendahuluan Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10 menit
1. Peserta didik menjawab salam dan guru mempersiapkan secara fisik dan psikis
peserta didik untuk mengikuti pembelajaran yang menyenangkan mengenai
pentingnya kesadaran hukum dan norma hukum untuk mewujudkan budaya taat
hukuum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Peserta didik menunjukkan kehadiran di dalam kelas (absensi).
3. Peserta didik bersama dengan guru membuat kesepakatan mengenai
pembelajaran yang akan berlangsung di dalam kelas.
Apersepsi dan Motivasi
4. Peserta dididik dan guru mengaitkan materi/ tema/ kegiatan pembelajaran
dengan materi sebelumnya.
5. Peserta didik diajak dan dibimbing untuk melantunkan yel-yel budaya taat
hukum.
“Taat Hukum, Yes!! Hukum Adil, Yes!!
Bersama Kita Bisa, Indonesia Jaya!!!”
Pemberi Acuan
6. Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran dan indikator capaian tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
7. Peserta didik mendengarkan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran, materi, dan
kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
8. Peserta didik memperhatikan penjelasan dari terkait aktivitas pembelajaran yang
akan dilakukan

Kegiatan Inti
Sintaks Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Teams Games Tournament Waktu
(TGT)
Eksplorasi 1. Peserta didik mendengarkan penjelasan guru terkait 10 menit
mekanisme jalannya model Teams Games
Tournament (TGT).
2. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok dengan
sistem berhitung sesuai urutan duduknya dan guru
menyampaikan waktu yang disediakan.
3. Peserta didik diberikan kesempatan bertanya kepada
guru
4. Peserta didik mempelajari LKPD yang telah
dibagikan dan mencermati alur pelaksanaannya.
Elaborasi 5. Peserta didik memulai permainan games dari LKPD 45 menit
yang sudah diserahkan guru. Di LKPD tersebut
terdapat 2 sesi games.
a. Sesi pertama, peserta didik menganalisis video
berita yang sudah disediakan. Hasil dari diskusi
dipresentasikan.
b. Sesi kedua, peserta didik bermain games “Ular
Tangga Taat Hukum”. Hasil dari games
dikumpulkan

Konfirmasi 6. Peserta didik bersama guru melakukan diskusi baik 10 menit


tentang jalannya metode maupun materi yang
diajarkan
7. Peserta didik memberikan tanggapan terhadap
proses pelaksanaan pembelajaran model TGT
Penutup Alokasi
Waktu
1. Peserta didik diminta untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 15 menit
2. Peserta didik melakukan refleksi mengenai manfaat proses pembelajaran yang telah
dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
3. Peserta didik mendengarkan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil analisis
kelompok secara singkat.
4. Peserta didik melantunkan yel-yel budaya taat hukum untuk menutup
pembelajaran.
“Taat Hukum, Yes!! Hukum Adil, Yes!!
Bersama Kita Bisa, Indonesia Jaya!!!”
5. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa bersama.

E. Asesmen 1. Penilaian Sikap (Asesmen Formatif)


a) Teknik : Observasi
b) Bentuk : Lembar Observasi
c) Aspek yang dinilai :
- Jujur
- Disiplin dalam mengikuti diskusi dan pembelajaran
- Adil dan peduli terhadap lingkungan belajar
- Berani dan bertanggung jawab dalam menyampaikan
pendapat dan pertanyaan
- Kerja keras dan berani dalam melaksanakan diskusi
- Mampu bekerja sama dan menjalin gotong royong
2. Penilaian Keterampilan (Asesmen Formatif)
a) Teknik : Penilaian Laporan dan Unjuk Kerja/Presentasi
b) Bentuk : Lembar Penilaian Laporan dan Lembar Penilaian
Unjuk Kerja
3. Penilaian Kognitif (Asesmen Formatif)
a) Teknik : Tes Evaluasi (Post Tes)
b) Bentuk : Uraian

F. Pengayaan dan Perbaikan


Pengayaan Program pembelajaran pengayaan dilaksanakan bagi peserta didik
yang telah mencapai Tujuan pembelajarannya dengan cara
diberikan soal-soal yang bersifat HOTS (High Order Thinking
Skills).
Perbaikan Program pembelajaran remedial, dilaksanakan dengan 3
alternatif:
1. Diberikan penugasan dengan bimbingan perorangan jika
peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran ≤
20%;
2. Diberikan penugasan dengan belajar kelompok jika peserta
didik yang belum tuntas antara 20% dan 50%;
3. Diberikan pembelajaran ulang jika peserta didik yang belum
mencapai tujuan pembelajaran ≥ 50%
G. Refleksi Pembelajaran Peserta Didik
1. Apakah peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran ini?
2. Apakah suasana pembelajaran membuat peserta didik
bersemangat untuk belajar?
3. Apakah ada kesulitan untuk pembelajaran hari ini?

Guru
4. Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap model
pembelajaran yang sudah saya gunakan?
5. Apa saja kesulitan peserta didik saat mengikuti
pembelajaran?
6. Langkah perbaikan apa saja yang harus dilakukan untuk
pembelajaran berikutnya?
LAMPIRAN
Lampiran 1. Materi Ajar

MEMBANGUN BUDAYA TAAT HUKUM

Mematuhi hukum merupakan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Hukum dibentuk untuk
menciptakan kehidupan yang tertib dan teratur. Hukum berisi tentang aturan-aturan yang harus
ditegakkan agar tercipta keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hukum sebaiknya dilaksanakan
dengan kesadaran dan tanggung jawab. Hukum dilaksanakan tanpa paksaan. Membangun kesadaran
hukum harus dimulai dari diri sendiri.

KESADARAN HUKUM

Bagaimana kita mempunyai kesadaran hukum? Kesadaran hukum, artinya mengetahui dan
mengerti tindakan (hukum) yang dilakukan beserta akibat hukumnya serta mampu membedakan
perilaku yang baik dan buruk. Mengerti bahwa perilaku tertentu itu diatur oleh hukum yang berlaku
disebut juga kesadaran hukum.

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah dan larangan) yang dibuat oleh penguasa
negara atau pemerintah untuk mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat, bersifat memaksa,
dan memiliki sanksi yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Hukum memiliki ciri-ciri pokok sebagai
berikut.
a. Ada perintah atau larangan.
b. Perintah atau larangan harus ditaati setiap orang
c. Ada sanksi hukum yang tegas bagi pelanggarnya.

Hukum mengandung unsur-unsur sebagai berikut.


a. Peraturan yang dibuat merupakan peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan
masyarakat.
b. Peraturan tersebut dibuat oleh penguasa negara, baik dalam kepastian sebagai penegak hukum
maupun penyelenggara lainnya.
c. Peraturan tersebut bersifat memaksa.
d. Memiliki sanksi bagi pelanggar peraturan.

Hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat bersifat mengatur dan memaksa. Arti bersifat
mengatur dan memaksa sebagai berikut.
a. Hukum bersifat mengatur, artinya hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan
larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat demi terciptanya
ketertiban dalam masyarakat.
b. Hukum bersifat memaksa, artinya hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk
mematuhinya. Pihak-pihak yang melanggar hukum akan menerima sanksi yang tegas.

Hukum bertujuan mengatur pergaulan hidup secara damai dalam rangka mewujudkan ketertiban
dan ketenteraman masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan hukum, maka dipersyaratkan adanya
kesadaran hukum. Sadar, artinya insaf; merasa; tahu dan mengerti. Seseorang belum dianggap sadar
apabila belum mengetahui keadaan yang sedang dialaminya serta belum mau mengubah keadaan
tersebut menjadi lebih baik.

Untuk menjamin keberlangsungan dan keseimbangan dalam hubungan antarwarga masyarakat,


diperlukan peraturan hukum. Hukum diperlukan untuk mempertahankan kedamaian, menyelesaikan
konflik, dan mewujudkan ketertiban. Oleh karena itu, penyusunan peraturan hukum harus memenuhi
unsur-unsur berikut.
a. Peraturan mengenai tingkah laku manusia.
b. Ditetapkan oleh lembaga resmi yang berwenang atau sah.
c. Bersifat memaksa.
d. Ada sanksi bagi pelanggarnya.
Kesadaran hukum adalah kesadaran terhadap nilai-nilai dalam diri seseorang terhadap hukum
yang berlaku. Penilaian kesadaran hukum tersebut mencakup apakah hukum yang berlaku telah
diketahui, dipahami, ditaati, dan dihargai untuk dilaksanakan. Ciri-ciri seseorang atau masyarakat
memiliki tingkat kesadaran hukum yang tinggi sebagai berikut.
a. Ketaatan hukum dilaksanakan oleh semua kalangan.
b. Hak dan kewajiban dipahami dengan baik
c. Rendahnya tingkat pelanggaran hukum.
d. Tingginya kepercayaan rakyat terhadap aparat penegak hukum. e. Penegakan hukum dilakukan
tanpa diskriminasi.

Kesadaran hukum masyarakat sangat memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap hukum. Untuk
mengetahui suatu masyarakat memiliki kesadaran hukum tinggi atau kesadaran hukum rendah dapat
dilihat dari hal-hal berikut.

a. Pengetahuan Hukum
Kesadaran hukum masyarakat dapat dilihat dari pengetahuannya terhadap hukum. Masyarakat
yang memiliki pengetahuan hukum yang luas cenderung akan mematuhi hukum, sedangkan
masyarakat yang pengetahuan hukumnya sempit cenderung melanggar hukum. Agar pengetahuan
hukum masyarakat makin luas dapat ditingkatkan melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum yang
menuju pada disiplin hukum. Disiplin hukum inilah yang melahirkan kebudayaan hukum dalam
masyarakat. Pengetahuan hukum yang dimiliki masyarakat meliputi hal-hal berikut.
1) Perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh hukum, seperti pembunuhan, pencurian,
penganiayaan, penipuan, penggelapan, pencurian, pemerasan, serta perbuatan- perbuatan yang
dilarang oleh hukum.
2) Perbuatan-perbuatan yang diperbolehkan oleh hukum, seperti jual beli, hibah, wasiat, dan
perbuatan-perbuatan lain yang diperbolehkan oleh hukum

b. Pemahaman Kaidah-Kaidah Hukum


Pemahaman terhadap kaidah-kaidah atau ketentuan-ketentuan hukum merupakan petunjuk adanya
kesadaran hukum. Hukum dibuat bertujuan menciptakan ketertiban dan kesejahteraan. Tugas dari
kaidah adalah untuk menjamin kepastian hukum. Dengan pemahaman kaidah-kaidah hukum,
masyarakat akan bersungguh- sungguh menyadari bahwa kehidupan bersama akan tertib sehingga
tercipta kepastian hukum. Kepastian hukum mengandung arti bahwa terhadap tindakan yang
dilakukan setiap orang atau anggota masyarakat itu dapat segera dengan cepat ditentukan apakah
perbuatan itu melanggar, dinyatakan menyimpang dari hukum atau tidak.

c. Sikap terhadap Hukum atau Norma-Norma


Sikap masyarakat terhadap hukum sangat menentukan kesadaran hukum. Masyarakat memiliki
kecenderungan menilai hukum yang berlaku dengan sikap positif dan negatif. Penilaian hukum akan
cenderung positif atau baik apabila hukum dapat ditegakkan dengan adil. Sebaliknya, penilaian hukum
akan cenderung negatif atau buruk apabila para penegak hukum tidak memberi kepastian hukum bagi
masyarakat.

d. Perilaku Taat Hukum


Perilaku menaati dan mematuhi hukum merupakan tindakan yang memiliki kesadaran hukum.
Seseorang yang memiliki kesadaran hukum akan enggan ber- perilaku yang bertentangan dengan
hukum. Sebaliknya, seseorang yang kesadaran hukumnya rendah akan cenderung berperilaku melawan
atau bertentangan dengan hukum. Perilaku menaati dan mematuhi hukum harus diterapkan dalam
lingkungan sehari-hari agar tidak terjerat kasus hukum.
Makin tinggi tingkat kesadaran hukum warga negara, secara umum penegakan hukum dan ketertiban
menjadi makin baik sehingga diharapkan dapat memajukan bangsa dan negara. Dasar konstitusional
negara berdasarkan hukum ialah Pasal 1 ayat (3) Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang berbunyi: "Negara Indonesia adalah negara hukum." Hal itu mengandung pengertian
bahwa segala tatanan dalam Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara didasarkan atas
hukum yang berlaku.

TUJUAN HUKUM

Hukum bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan keadilan dalam masyarakat. Hukum tidak
hanya untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga keadilan. Oleh sebab itu, keberadaan hukum
sangatlah penting. Ketertiban akan tercapai apabila warga negara memiliki kesadaran hukum.
Kesadaran hukum, artinya keyakinan terhadap kebenaran hukum dan mematuhi hukum yang berlaku.
Adapun alasan pentingnya hukum sebagai berikut.
A. Hukum yang adil mencegah kekuasaan otoriter, yaitu negara yang penguasanya bersikap
sewenang-wenang atau otoriter.
B. Hukum yang adil memungkinkan hak-hak warga negara dilindungi.

Hukum menjamin keadilan dalam masyarakat. Jika keadilan dalam kehidupan masyarakat dapat
tercapai, suasana dalam kehidupan sehari-hari penuh dengan kedamaian. Secara umum, tujuan hukum
dirumuskan sebagai berikut.
a. Mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
b. Menjaga kepentingan tiap manusia agar tidak dapat diganggu.
c. Menjamin kepastian hukum dalam pergaulan manusia.

Untuk mencapai tujuan hukum, diperlukan alat-alat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan
hakim. Polisi bertugas mencegah dan menanggulangi kejahatan dan gangguan keamanan. Jaksa
merupakan alat negara sebagai penuntut perkara pidana di pengadilan. Hakim bertugas sebagai
pemutus perkara di pengadilan. Tiap-tiap alat penegak hukum memiliki peran dan tugas yang diatur
dalam perundang-undangan yang berlaku.

SUMBER HUKUM

Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum di negara Indonesia. Menurut Ketetapan
MPR No. III/MPR/2000, sumber hukum adalah sumber yang dijadikan sebagai bahan dalam
penyusunan hukum atau peraturan perundang-undangan. Sumber hukum terdiri atas sumber hukum
tertulis dan sumber hukum tidak tertulis.
Sumber hukum tertulis adalah hukum yang berlaku dan tercantum dalam berbagai peraturan negara.
Sementara, sumber hukum tidak tertulis adalah hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat yang
tidak tertulis, seperti adat atau kebiasaan masyarakat. Sumber hukum tertulis dapat dilihat pada tata
urutan perundang-undangan yang diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011
yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 sebagai berikut.
A. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
B. Ketetapan MPR
C. Peraturan Pemerintah
D. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
E. Peraturan Presiden
F. Peraturan Daerah Provinsi
G. Peraturan Daerah Kota/Kabupaten

Berdasarkan tata urutan tersebut, peraturan hukum yang berada di atasnya menjadi sumber hukum
peraturan di bawahnya. Peraturan yang sejajar juga menjadi acuan dan pertimbangan agar terjadi
sinkronisasi dan harmonisasi.
Adat atau kebiasaan masyarakat yang positif dan sudah melembaga seperti norma moral menjadi
sumber hukum tidak tertulis. Norma menjadi pedoman dalam berinteraksi bagi anggota masyarakat
untuk mewujudkan tujuan hidup bermasyarakat, yaitu kehidupan yang harmonis, rukun, tertib, dan
damai. Norma sering kali bersifat lokal pada suatu wilayah, tetapi juga dapat bersifat meluas yang
menjangkau seluruh masyarakat dan melewati batas-batas negara. Berdasarkan sumber atau asal-
usulnya, norma terdiri atas norma agama, norma etik atau moral (kesusilaan dan kesopanan), dan norma
hukum.
A. Norma agama merupakan peraturan hidup yang berupa perintah-perintah dan larangan-
larangan serta petunjuk atau anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan, sebagai petunjuk hidup
manusia tentang kebenaran. Norma agama bersifat umum dan mendunia (universal), serta
berlaku bagi seluruh golongan manusia. Norma agama bersumber dari nilai-nilai yang
terkandung di dalam kitab suci agama.
B. Norma kesusilaan adalah peraturan yang bersumber dari suara batin atau hati nurani manusia
yang diyakini sebagai pedoman dalam hidupnya. Norma kesusilaan juga menetapkan tentang
perilaku baik dan buruk serta menciptakan ketertiban dalam hubungan antarmanusia.
C. Norma kesopanan adalah norma yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam
kehidupan sehari-hari. Norma kesopanan bersumber dari tata kehidupan atau budaya yang
berupa kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam mengatur kehidupan kelompoknya. Norma
kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama, atau adat.
D. d. Norma hukum adalah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan
negara yang berwenang, bersifat mengikat dan memaksa. Hukum bersifat memaksa. Oleh
karena itu, dalam kehidupan sehari-hari aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim
dapat memaksa seseorang untuk menaati hukum, dan memberikan hukuman bagi pelanggar
hukum istiadat

Media Video Pembelajaran


Link : https://youtu.be/7_gKYaZnAFE?si=i1n_bM2FpCxGhH9S
Lampiran 2. Form Penilaian Asesmen Sikap

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP

Kelas/Semester : .......................................
Hari, Tanggal : .......................................
Pertemuan Ke- : .......................................
Materi Pokok : .......................................

Petunjuk: Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai kompetensi afektif peserta
didik. Berikan nilai disetiap aspek yang tercantum dalam lembar observasi.
Indikator Penilaian
No Nama Jujur Disiplin Adil & Berani & Kerja Kerjasama Jumlah
Peduli Tanggung Keras & Gotong Skor
Lingkungan Jawab Royong
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

PETUNJUK PENILAIAN:
Kriteria:
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡 Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐤𝐨𝐫 x 100
𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥 Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Sikap

Indikator Skor Kriteria


Jujur 4 Peserta didik selalu menerapkan sikap jujur ketika mengikuti
pembelajaran dan diskusi di kelas
3 Peserta didik sering menerapkan sikap jujur ketika mengikuti
pembelajaran dan diskusi di kelas
2 Peserta didik kadang-kadang menerapkan sikap jujur ketika
mengikuti pembelajaran dan diskusi di kelas
1 Peserta didik tidak pernah menerapkan sikap jujur ketika mengikuti
pembelajaran dan diskusi di kelas
Disiplin 4 Peserta didik selalu disiplin dalam mengikuti pembelajaran dan
diskusi di kelas
3 Peserta didik sering disiplin dalam mengikuti pembelajaran dan
diskusi di kelas
2 Peserta didik kadang-kadang d i s i p l i n dalam mengikuti
pembelajaran dan diskusi di kelas
1 Peserta didik tidak pernah disiplin dalam mengikuti pembelajaran
dan diskusi di kelas
Adil dan Peduli 4 Peserta didik selalu menunjukkan sikap adil dalam berdiskusi dan
Lingkungan peduli terhadap lingkungan belajar
3 Peserta didik sering menunjukkan sikap adil dalam berdiskusi dan
peduli terhadap lingkungan belajar
2 Peserta didik kadang-kadang menunjukkan sikap adil dalam
berdiskusi dan peduli terhadap lingkungan belajar
1 Peserta didik tidak pernah menunjukkan sikap adil dalam berdiskusi
dan peduli terhadap lingkungan belajar
Berani dan 4 Peserta didik selalu berani dalam menyampaikan tanggapan,
Bertanggung Jawab pertanyaan dan saran serta dapat mempertanggungjawabkan apa yang
disampaikan
3 Peserta didik sering berani dalam menyampaikan tanggapan,
pertanyaan dan saran serta dapat mempertanggungjawabkan apa yang
disampaikan
2 Peserta didik kadang-kadang berani dalam menyampaikan
tanggapan, pertanyaan dan saran serta dapat
mempertanggungjawabkan apa yang disampaikan
1 Peserta didik tidak pernah berani dalam menyampaikan tanggapan,
pertanyaan dan saran serta dapat mempertanggungjawabkan apa yang
disampaikan
Kerja Keras 4 Peserta didik selalu bekerja keras dalam memecahkan permasalahan
di dalam kelas
3 Peserta didik sering bekerja keras dalam memecahkan permasalahan
di dalam kelas
2 Peserta didik kadang-kadang bekerja keras dalam memecahkan
permasalahan di dalam kelas
1 Peserta didik tidak pernah bekerja keras dalam memecahkan
permasalahan di dalam kelas
Bekerja sama dan 4 Selalu bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman
Gotong Royong satu kelompok.
(Kolaboratif)
3 Sering bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman
satu kelompok.
2 Kadang-kadang bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan
teman satu kelompok.
1 Tidak pernah bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman
satu kelompok.
Lampiran 3. Penilaian Keterampilan
Lampiran 4. Penilaian Kognitif

Teknik : Tes Evaluasi


Bentuk : Uraian
Jumlah Soal : 12 Butir

LEMBAR KISI-KISI LKMD

No Tujuan Soal Jawaban Bobot


Pembelajaran
1. Peserta didik Perhatikan video • Video tersebut menampilkan 30
mampu verita yang berita duka dari seorang santri
menguasai ditayangkan di asal Sukoharjo yang meninggal
kesadaran depan! dunia karena dianiaya para
hukum, tujuan • Apa isi dari video seniornya. Alasannya sepele,
hukum, dan yang telah korban tidak memberikan rokok
sumber hukum ditampilkan tadi? pada seniornya sehingga terjadi
untuk Jelaskan! penganiayaan.
mewujudkan • Bagaimana cara • Salah satu upaya pesantren
budaya taat untuk mencegah untuk mencegah bullying,
hukum adanya bullying dengan mengadakan sosialisasi
dalam terutama di atau seminar kepada santri
kehidupan lingkungan mengenai bahaya bullying;
bermasyarakat, pondok Memberikan edukasi dan
berbangsa dan pesantren? pendekatan personal, melalui
bernegara (sebutkan minimal pengasuhan juga membantu
dengan benar 4) mencegah bullying di kalangan
• Berikan opini santri. Wali kamar dan wali
anda tentang cara kelas juga diikutsertakan peran
untuk melindungi aktifnya dalam menghalau
diri dari bullying bullying; pembentukan disiplin
dan konsekuensi terhadap
pelaku perundungan;
menghargai perbedaan orang
lain
• Saling menghormati dan
menghargai, berani melawan,
harus memiliki sikap yang
tegas, memperkuat diri dengan
mengikuti ilmu bela diri,
menjaga kerukunan di lingkup
manapun
2. 1. Jelaskan arti dari 1. Kesadaran hukum, artinya 70
kesadaran mengetahui dan mengerti
hukum? tindakan (hukum) yang
2. Apa pengertian dilakukan beserta akibat
dari hukum? hukumnya serta mampu
3. Sebutkan ciri dan
membedakan perilaku yang
unsur hukum!
4. Sebutkan dan baik dan buruk
jelaskan sifat 2. Hukum adalah himpunan
hukum! peraturan-peraturan (perintah
5. Tujuan adanya dan larangan) yang dibuat oleh
hukum adalah penguasa negara atau
untuk…. pemerintah untuk mengatur
6. Bagaimana cara tingkah laku manusia dalam
untuk bermasyarakat, bersifat
mewujudkan memaksa, dan memiliki sanksi
tujuan hukum? yang harus dipatuhi oleh
7. Sebutkan unsur- masyarakat.
unsur penyusunan 3. Ciri : A. Ada perintah atau
peraturan hukum! larangan. B. Perintah atau
8. Sebutkan ciri-ciri
larangan harus ditaati setiap
seseorang/masyar
akat yang orang. C. Ada sanksi hukum
memiliki tingkat yang tegas bagi pelanggarnya.
kesadaran hukum Unsur : A. Peraturan yang
yang tinggi! dibuat merupakan peraturan
9. Bunyi pasal 1 mengenai tingkah laku manusia
ayat (3) yaitu….. dalam pergaulan masyarakat.
10. Sebutkan dan B. Peraturan tersebut dibuat
jelaskan alasan oleh penguasa negara, baik
pentingnya dalam kepastian sebagai
hukum! penegak hukum maupun
11. Sebutkan jenis- penyelenggara lainnya. C.
jenis norma!
Peraturan tersebut bersifat
memaksa. D. Memiliki sanksi
bagi pelanggar peraturan
4. bersifat mengatur dan
memaksa.
5. Hukum bertujuan mengatur
pergaulan hidup secara damai
dalam rangka mewujudkan
ketertiban dan ketenteraman
masyarakat.
6. Untuk mewujudkan tujuan
hukum, maka persyaratkan
adanya kesadaran hukum.
Sadar, artinya insaf, merasa;
tahu dan mengerti. eseorang
belum dianggap sadar apabila
belum mengetahui keadaan
yang sedang alaminya serta
belum mau mengubah keadaan
tersebut menjadi lebih baik.
7. A. Peraturan mengenai tingkah
laku manusia. B. Ditetapkan
oleh lembaga resmi yang
berwenang atau sah. C. Bersifat
memaksa. D. Ada sanksi bagi
pelanggarnya
8. A. Ketaatan hukum
dilaksanakan oleh
semua kalangan. B. Hak
dan kewajiban dipahami
dengan baik. C.
Rendahnya tingkat
pelanggaran hukum. D.
Tingginya kepercayaan
rakyat terhadap aparat
penegak hukum. E.
Penegakan hukum
dilakukan tanpa
diskriminasi.
9. "Negara Indonesia adalah negara
hukum."
10. A. Hukum yang adil
mencegah kekuasaan
otoriter, yaitu negara
yang penguasanya
bersikap sewenang-
wenang atau otoriter. B.
Hukum yang adil
memungkinkan hak-hak
warga negara dilindungi.
11. Norma agama, norma
kesusilaan, norma kesopanan,
norma hukum

PEDOMAN PENILAIAN

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡


𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = x 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥

Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Lembar Penilaian Laporan

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila


Kelas / Semester : X / Ganjil
Materi :

No Indikator Penilaian Skor


1 2 3 4
1. Sistematika

2. Kebermanfaatan

3. Ketepatan Penulisan Uraian

Kelompok :
1. ……………………………
2. ……………………………
3. …………………………….
4. …………………………….
5. ……………………………..

PEDOMAN PENILAIAN

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡


𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = x 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥

Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Laporan

Indikator Skor
Penilaian 1 2 3 4
Sistematika Jika hasil Jika hasil Jika hasil Jika hasil
diskusi yang diskusi yang diskusi yang diskusi yang
dituliskan dituliskan dituliskan dituliskan
kurang sesuai cukup sesuai sesuai dengan sangat sesuai
dengan format dengan format format yang dengan format
yang yang disediakan disediakan yang disediakan
disediakan
Kebermanfaatan Jika hasil Jika hasil Jika hasil Jika hasil
diskusi yang diskusi yang diskusi yang diskusi yang
dituliskan dituliskan dituliskan dituliskan
kurang cukup bermanfaat bagi sangat
bermanfaat bermanfaat bagi pembaca bermanfaat bagi
bagi pembaca pembaca pembaca
Ketepatan Jika uraian Jika urian Jika uraian Jika uraian
Penulisan yang dituliskan yang dituliskan yang dituliskan yang dituliskan
Uraian kurang dan cukup dan tepat dan sangat tepat dan
tidak dijabarkan Dijabarkan dijabarkan dijabarkan
dengan baik dengan sangat
baik
Lembar Penilaian Unjuk Kerja / Presentasi

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila


Kelas / Semester : X / Ganjil
Materi :

No. Nama Peserta Didik Penggunaan Kejelasan Komunikatif Nilai


Bahasa Penyampaian
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

PEDOMAN PENILAIAN

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡


𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = x 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥

Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja / Presentasi

No. Indikator Skor


Penilaian 1 2 3 4
1. Penggunaan Tidak Kadang- Menggunakan Selalu
Bahasa menggunakan kadang bahasa yang menggunakan
bahasa yang menggunakan baik dan bahasa yang
baik dan bahasa yang baku, tetapi baik dan baku,
baku, serta baik dan kurang serta
tidak baku, tetapi terstruktur terstruktur
terstruktur kurang
terstruktur
2. Kejelasan Artikulasi Artikulasi Artikulasi dan Artikulasi dan
Penyampaian dansuara dansuara suara suara terdengar
terdengar terdengar terdengar sangat jelas
kurang jelas cukup jelas dengan jelas
3. Komunikatif Membaca Pandangan Pandangan Pandangan
catatan lebih banyak lebih banyak lebih banyak
sepanjang menatap menatap menatap
menjelaskan catatan saat audiens audiens
menjelaskan daripada daripada
daripada catatan, tanpa catatan, dan
audiens gestur tubuh menggunakan
gestur yang
membuat
audiens
memperhatikan
Lampiran 4. Penilaian Kognitif

Teknik : Tes Evaluasi


Bentuk : Uraian
Jumlah Soal : 2 Butir

LEMBAR KISI-KISI SOAL EVALUASI PEMBELAJARAN

No Tujuan Indikator Soal Jawaban Ranah Bobot


Pembelajaran Soal Kognitif
1. Peserta didik Disajikan Perhatikan studi Ya, tindakan C4 50
mampu studi kasus kasus berikut! Kepala Desa
menganalisis tentang Melalui kepala desa, merupakan
pentingnya korupsi, pemerintah tindakan
kesadaran peserta didik memberikan korupsi. Kepala
hukum dan diminta bantuan beras Desa
norma hukum untuk (Raskin) pada 3 seharusnya
untuk menganalisis dusun yang telah memberikan
mewujudkan perilaku ditentukan di desa bantuan beras
budaya taat tersebut. tersebut. Tetapi (Raskin) pada 3
hukum pada saat bantuan dusun sesuai
antikorupsi beras datang, Pak dengan yang
dalam Kades tidak telah ditentukan
kehidupan menyalurkannya oleh
bermasyarakat, pada 3 dusun pemerintah,
berbangsa dan tersebut, tetapi tetapi disini
bernegara memberikannya Kepala Desa
dengan benar pada dusun lain malah
tempat tinggal sanak memberikan
keluarganya. pada dusun lain
Apakah Kepala tempat tinggal
Desa melakukan sanak
Korupsi? Apa keluarganya.
tindakan Anda? Dalam hal ini
Kepala Desa
menyalahgunak
an kewenangan
karena
jabatan/kedudu
kan yang dapat
merugikankeua
ngan/
perekonomian
negara. (Pasal 3
UU No. 31
Tahun 1999).
2. Disajikan 6 Tariklah garis pada C4
gambar terkait gambar tersebut
perilaku taat dengan tepat!
hukum dan
perikalu
melanggar
hukum. Peserta
didik diminta
untuk
menganalisis dan
menjodohkan
gambar tersebut
dengan tepat.
Skor Maksimal 100

PEDOMAN PENILAIAN

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡


𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = x 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐌𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥

Kriteria:
Sangat Baik : 82 ˂ skor ≤ 100
Baik : 63 ˂ skor ≤ 82
Cukup : 44 ˂ skor ≤ 63
Kurang : 25 ˂ skor ≤ 43
A. Buku Guru dan 1. Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping
Peserta Didik Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Surakarta: Putra
Nugraha.
B. Glosarium 1. Disiplin : ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata
tertib dan sebagainya).
2. Hukum : sekumpulan peraturan yang berlaku di
masyarakat dan dibuat oleh badan-badan resmi yang
berwajib, bersifat memaksa dan akan mendapat sanksi
tegas bila melanggarnya.
3. Sanksi : tanggungan (tindakan, hukuman, dan
sebagainya) untuk memaksa orang menepati perjanjian
atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar,
perkumpulan dan sebagainya)
C. Daftar Pustaka 1. Indahwati, Fatma, dkk. (2023). Buku Pendamping
Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Surakarta:
Putra Nugraha.
2. Purnomo, Agus dkk (2023). Modul Belajar Praktis
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA dan SMK/MAK
Kelas X Semester 1. Jawa Tengah: Viva Pakarindo.
3. Video pembelajaran :
https://youtu.be/7_gKYaZnAFE?si=i1n_bM2FpCx
GhH9S

Mengetahui, Trenggalek, 20 September 2024


Kepala Sekolah Guru Pendidikan Pancasila

Ria Puspita Sari, S.Pd Melinda Yustiara Ningtyas, S.Pd

You might also like