Oleh
[Link] Susilo
Pembimbing
[Link] Permata Sari,[Link]-RE(K)
Bagian Bedah Plastik dan Rekonstruksi
Departemen Ilmu Bedah
Fakultas Kedokteran UNDIP/RSUP [Link]
Penggunaan flap merupakan teknik yang
penting dalam menangani luka berat.
Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta
jaringan lunak di bawahnya yang diangkat
dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai
hubungan vaskularisasi dengan tempat asal.
Tahun 600 bce Laporan yang paling awal tentang sebuah facial
flap (the midline forehead flap) ditemukan dalam sebuah kitab
suci agama Hindu, Sushruta Samhita,
Pada tahun 1500-an, Tagliacozzi menyempurnakan arm-
pedicled technique.
pada tahun 1794. Ini melahirkan sebuah era baru dan disinyalir
sebagai kelahiran kembali bedah rekonstruksi.
Pada tahun 1863, John Wood melaporkan pertama kali tindakan
groin flap
Ignio Tansini (1892), pertama kali memperkenalkan tindakan
latissimus dorsi flap
◦ Recipient bad yang vascularisasinya jelek (misalnya
diatas tulang, fascia, tendo, saraf, pembuluh
darah).
◦ Kebutuhan rekonstruksi pada daerah wajah pasca
kegagalan dengan skin graft / full thickness skin
graft misalnya pada kelopak mata,bibir, telinga,
hidung dll)
◦ Kebutuhan akan jaringan penunjang (Padding).
◦ Kebutuhan akan restorasi sensitasi / vasculair.
◦ Kebutuhan akan dilakukannya reoperasi kembali
dike-mudian hari, guna perbaikan struktur
dibawahnya
Atas dasar vaskularisasi
◦ flap acak (random flap) yang mengandalkan kapiler
pembuluh darah disekitarnya,
◦ flap bersumbu (axial flap) yang mengandung arteri
nutrisi di dalamnya
Kulit (kutaneus)
Fasia
Otot
Tulang
Viseral (misalnya, kolon, usus halus, omentum)
Gabungan
Fasiokutaneus (misalnya, flap lengan radial)
Miokutaneus ((misalnya,flap TRAM)
Osseokutaneus (misalnya, flap fibula)
Tendokutaneus (misalnya,flap dorsalis pedis)
Flap yang dipersarafi (misalnya,flap pedis dorsalis dengan
nervus peroneal dalam)
Flap lokal- Jaringan dapat dipindahkan dari
daerah yang berdekatan ke daerah yang
memiliki defek.
◦ Pivotal (geometrik)-
◦ Rotasi-
Flap transposisi dipindahkan dengan
tangkainya dan ditransposisikan pada jaringan
resipien.
Flap Interpolasi flap dipindahkan dengan
tangkainya dan ditransposisikan ke jaringan
seberang. Pada tahap ke dua, tangkai flap
harus dipisahkan dan disisipkan setelah
terjadi neovaskularisasi
Flap Maju jaringan kulit ditarik maju
untuk menutup defek kulit atau
menghilangkan tukak. Flap ini dibagi
menjadi 3
Pedikel tunggal
Bipedikel
V-Y
Flap jauh Jaringan yang dipindahkan
dari daerah yang berjauhan atau dengan
kata lain berasal dari bagian tubuh.
Dalam pembuatan flap perencanaan akan
lebih mudah jika membuat suatu pola
pakaian, dan gunakan untuk menjalankan
prosedur dari operasi yang sebenarnya pada
urutan yang terbalik.
Setelah rancangan dan prosedur flap yang
sukses, pemantauan flap untuk viabilitas
sebagai deteksi awal iskemik sangat penting
untuk mencegah nekrosis flap
Observasi klinik adalah metode yang terbaik
untuk menilai flap.
Tes tambahan yang sering digunakan untuk
menilai viabilitas adalah capillary refill dan
suhu
Test Dermal Bleeding.
Test Capillary Filling
Test Saline wheal
Test Fluorescein Dye
Test Atropin absortion
Test Histamine Scratch
Test Doppler Flowmeter
Test Photoplethysmegraph
Test Thermography infrared
Test dgn Isotop Radioactiv
1. Pre operasi - Ukuran flap yang tidak adekuat,
terganggunya suplai darah ke flap, atau rancangan
flap pada jaringan yang mengalami trauma sering
mengakibatkan masalah awal pada prosedur bedah.
2. Intra Operasi - Teknik yang salah seperti merusak
suplai darah pada saat diseksi, mengakibatkan flap
menjadi terlalu tegang, serta menekuk atau memutar
pedikel flap dapat mengakibatkan flap menjadi
iskemik dan nekrosis.
3. Post Operasi - Hematoma dapat mengakibatkan
penekanan pada flap dan mengakibatkan nekrosis.
Dapat ditangani dengan pemberian antibiotik
dan perawatan luka.
Hematoma dan seroma dapat terjadi dan bisa
meningkatkan terjadinya nekrosis flap.
Terimakasih