0% found this document useful (0 votes)
54 views14 pages

Pengetahuan, Sikap Dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice

This document summarizes a study that assessed the knowledge, attitudes, and preparation of clinical nurses regarding the implementation of evidence-based practice in Pontianak, West Kalimantan. The study found that the nurses' knowledge of evidence-based practice was low. Additionally, nurses lacked preparation in conducting research and reading research findings, which are important for evidence-based practice. However, over half of nurses had positive attitudes toward evidence-based practice. The findings are important for improving nursing education and practice.

Uploaded by

dina fakhrana
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
54 views14 pages

Pengetahuan, Sikap Dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice

This document summarizes a study that assessed the knowledge, attitudes, and preparation of clinical nurses regarding the implementation of evidence-based practice in Pontianak, West Kalimantan. The study found that the nurses' knowledge of evidence-based practice was low. Additionally, nurses lacked preparation in conducting research and reading research findings, which are important for evidence-based practice. However, over half of nurses had positive attitudes toward evidence-based practice. The findings are important for improving nursing education and practice.

Uploaded by

dina fakhrana
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 14

Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

STUDI KASUS

Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi


Dalam Implementasi Evidence-Base Practice
Titan Ligitaa
a
Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Email: [email protected]

ABSTRACT : Nurses have responsibility in providing the best nursing care for their paients.
Providing the care is based not only on clinical experiences but also on nursing reseach findings to
explore best nursing interventions for patients in order to obtain optimal outcomes. Through the
concept of evidence-based practice, research findings may influence nurses in clinical decision
making. Therefore, nurses should know the concept properly and have positive attitude as well as
be prepared in applying evidence-based practice. The aim of this study was to identify knowledge,
attitude and preparation of clinical nurses in the aplication of evidence-based practice concept.
This study used cross sectional design by generating questionnaire to 66 clinical nurses in a
general hospital in Pontianak. The result has shown that nurses knowledge on the concept of
evidence-based practice was considerably low. Furthermore, they basically had not enough
preparations in terms of knowledge and habit in conducting research and reading research finding
where these components are very important in supporting the implementation of evidence.
However, more than half of the nurses had positive attitude towards evidence based practice. The
findings in this study are important for nursing education and nursing practice in providing the
best practice for the patients.

Keywords: Knowledge; Attitude; Preparation; Clinical Nurse; Evidence-based Practice

Abstrak : Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan perawatan terbaik untuk pasien
mereka. Memberikan perawatan didasarkan tidak hanya pada pengalaman klinis tetapi juga pada
hasil temuan keperawatan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan terbaik bagi pasien
sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Melalui konsep praktik berbasis bukti, temuan
penelitian dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis. Oleh karena itu,
perawat harus tahu konsep secara benar dan memiliki sikap positif serta siap dalam menerapkan
praktik berbasis bukti. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan
persiapan perawat klinis dalam konsep aplikasi berbasis bukti. Studi ini menggunakan desain cross
sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 66 perawat klinis di rumah sakit umum di
Pontianak. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan perawat pada konsep praktik berbasis
bukti adalah sangat rendah . Selain itu, mereka pada dasarnya tidak memiliki cukup persiapan
dalam hal pengetahuan dan kebiasaan dalam melakukan penelitian dan membaca penelitian yang
sangat penting dalam mendukung pelaksanaan implementasi. Lebih dari setengah dari perawat
memiliki sikap positif terhadap praktek berbasis bukti . Temuan dalam studi ini adalah penting
untuk pendidikan keperawatan dan praktek keperawatan dalam memberikan pelayanan terbaik
untuk pasien .

Kata kunci : Pengetahuan,Sikap,Persiapan,Perawat klinik, Evidence-based Practice

83
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Setiap pasien layak mendapatkan penelitian, pengalaman klinik perawat


pelayanan kesehatan yang terbaik. Perawat serta pilihan pasien dalam menentukan
maupun tenaga kesehatan lainnya harus keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan
berusaha meningkatkan kompetensinya (Carlson, 2010; Levin & Feldman, 2006).
agar dapat memberikan pelayanan dengan Walaupun Evidence-based Practice telah
hasil yang terbaik. Pelayanan keperawatan dikenal sejak dua dekade yang lalu, model
yang baik diberikan berdasarkan ini tampaknya hanya berfokus di kota
keputusan klinis yang tepat. Sebagai besar baik di luar maupun di dalam negeri
seorang perawat professional, membuat (Olade, 2004). Konsep Evidence-based
sebuah keputusan klinis yang tepat dapat Practice memang belum berkembang di
dipengaruhi oleh beberapa hal, diantara Indonesia terutama di Kalimantan Barat.
adalah pengalaman klinik yang dimiliki, Agar model Evidence-based Practice
hasil-hasil riset yang terbaik dan pilihan dikembangkan dan diaplikasikan dengan
pasien terhadap tindakan klinis tepat, maka perawat perlu memahami
keperawatan dengan sumber daya yang konsep Evidence-based Practice terlebih
tersedia. Perawat yang melaksanakan dahulu. Untuk mengidentifikasi apakah
praktiknya atas dasar ketiga hal di atas konsep Evidence-based Practice ini
berarti ia telah melaksanakan model dipahami oleh perawat-perawat terutama
Evidence-based Practice (EBP). perawat klinisi yang ada di Kalimantan
based practice pertama kali Barat, maka diperlukan suatu penelitian
diperkenalkan dan digunakan oleh tenaga yang bertujuan untuk mengeksplorasi
medis, dokter, dengan istilah Evidence- pengetahuan, sikap serta persiapan perawat
based Medicine. Evidence-based Medicine terhadap pelaksanaan model pelayanan
merupakan penggunaan bukti (evidence) Evidence-based Practice.
ilmiah yang terkini dan terbaik dengan
jelas dan berhati-hati di dalam membuat
keputusan untuk pasien (Sackett, METODE
Rosenberg, Gray, Haynes, & Richardson, Penelitian ini menggunakan
1996). Sama halnya dengan evidence desain cross sectional survey. Melalui
based medicine, evidence based practice jenis desain ini akan dieksplorasi
merupakan suatu kerangka kerja yang pengetahuan, sikap dan kesiapan perawat
menguji, mengevaluasi dan menerapkan terhadap Evidence-based Practice melalui
temuan-temuan penelitian dengan tujuan sebuah instrument yang dinamakan
untuk memperbaiki pelayanan kuesioner. Desain ini digunakan agar
keperawatan kepada pasien (Carlson, diperoleh informasi yang sesuai guna
2010). Jadi sebelum membuat keputusan mempermudah perawat menemukan titik
klinis yang terbaik bagi pasiennya, tenaga permasalahan untuk dibentuk beberapa
kesehatan harus mempertimbangkan dan strategi yang tepat.
mengacu pada hasil-hasil penelitian yang Populasi pada penelitian ini
terkini dan terbaik. Sackett, Rosenberg, adalah perawat yang ada di Kalimantan
Gray, Haynes, & Richardson (1996) pun Barat, yang diwakili oleh perawat Rumah
menambahkan bahwa hasil-hasil peneltiian Sakit Umum dr.Soedarso Pontianak.
tak dapat berdiri sendiri sebagai bukti Sedangkan yang digunakan sebagai
ilmiah tunggal, ia harus disertai dengan sampel pada penelitian ini adalah perawat
pengalaman praktik yang terbaik yang yang bertugas di ruang rawat sebagai
dilakukan oleh tenaga kesehatan. perawat klinisi. Adapun sampel ini
Evidence-based Practice diperoleh melalui metode pengambilan
merupakan suatu pola kerja dimana praktik sampel, convenience. Metode pengambilan
klinik yang dilakukan berdasarkan bukti sampel ini dilakukan bila penelitian yang
ilmiah terbaik yang didapat melalui

84
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

dilakukan dalam waktu singkat dan jumlah berperan sebagai perawat manajer, dalam
responden yang tidak terlalu banyak. hal ini adalah kepala ruang rawat.
Data dikumpulkan melalui sebuah Pengetahuan perawat mengenai
kuesioner yang terdiri dari 6 bagian, yaitu Evidence Based Medicine diidentifikasi
data demografi, pengetahuan perawat, melalui beberapa pertanyaan yang
sikap dan persiapan serta penghambat dan diberikan kepada responden mengenai
pendukung implementasi Evidence-based evidence based practice. Adapun kuis yang
Practice. terdiri atas 7 pertanyaan tersebut berisi
Data yang diperoleh dianalisa tentang pengertian evidence based
secara sederhana dengan perangkat lunak practice, tujuan, bentuk Evidence-based
yang membantu proses analisa data ini, Practice, keterampilan yang diperlukan
yaitu PASW Statistics, yaitu Predictive dalam Evidence-based Practice, jenis
Analytics Soft Ware. Mean dan Standard penelitian yang mendukung terbentuknya
deviasi dianalisa agar dapat diidentifikasi Evidence-based Practice serta sumber
distribusi normal (Knops, Vermeulen, elektronik (website) yang dapat digunakan
Legemate, & Ubbink, 2009). Perhitungan untuk mencarai bukti (evidence) terbaik.
statistic sederhana dilakukan dengan Dari 66 responden, skor tertinggi dalam
mengidentifikasi frekuensi, persentase, menjawab kuis ini adalah 82 sedangkan
rata-rata serta standar deviasi pada data skor terendah adalah 18 dengan rata-rata
demografi, pengetahuan, sikap dan factor skor 49,41 (SD=13,239). Dalam penelitian
pendukung serta factor penghambat ini akan dilihat hubungan antara skor
implementasi Evidence-based Practice. pengetahuan dengan durasi perawat
Pearson Correlation digunakan untuk bekerja sebagai klinisi. Nilai Pearsons r
mengetahui hubungan antara beberapa sub correlation adalah 0,168, ini bermakna
skala pada kesiapan perawat klinisi. adanya hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan durasi perawat
bekerja sebagai klinisi.
PEMBAHASAN Selain ini hubungan antara skor
Jumlah kuesioner yang disebarkan pengetahuan dengan tingkat pendidikan
adalah 70 sedangkan jumlah kuesioner dapat dilihat bahwa nilai Nilai Pearsons R
yang diisi dan dikembalikan sejumlah 66, correlation adalah -0,322 yang bermakna
jadi rata-rata respon (response rate) pada terdapat korelasi negatif antara skor
penelitian ini cukup besar yaitu 94,29%. pengetahuan dengan tingkat pendidikan.
Dengan menggunakan statistika deskriptif, Lebih dari setengah responden
didapatkan data umum mengenai (69,7%, n= 46) mengatakan mereka tidak
responden bahwa rata-rata pasien berusia tahu mengenai konsep evidence nased
33 tahun dengan usia minimal adalah 22 practice. Sedangkan 30,3% (n=20)
tahun dan maksimal 50 tahun (SD=7,976). responden mengatakan mereka mengetahu
Dari seluruh responden, jumlah pria yang konsep Evidence based Practice, dari total
mengisi kuesioner ini jauh lebih sedikit 20 responden ini, 11 responden
(9,1%, n=6) dibandingkan wanita. Lebih mengatakan mereka mengetahui konsep
dari 50% responden berpendidikan ini melalui pendidikan yang mereka
Diploma Tiga Keperawatan (62,1; n=41). tempuh sebelumnya, sedangkan sisanya
Bila dilihat dari pengalaman kerja, rata- mengetahui dari sumber bacaan.
rata responden bekerja selama 9,99 tahun Hubungan antara pengetahuan akan
dimana paling lama mereka bekerja selama konsep Evidence-based Practice dengan
25,83 tahun atau 25 tahun 10 bulan. tingkat pendidikan dapat dilihat nahwa
Selanjutnya, responden pada penelitian ini nilai Pearson correlation adalah -0,141
mayoritas adalah perawat klinisi (90,9%, yang berarti ada korelasi negatif antara
n=60), hanya dua responden saja yang pengetahuan akan konsep Evidence-based

85
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Practice dengan tingkat pendidikan ini terlihat pada tabel 1

Tabel 1. Data Demografi Responden N=66


Karakteristik Rentang Rata-rata SD
Usia (Tahun) 22-50 33,03 7,976
Lama Bekerja (tahun) 0,08-25,83 9,99 7,566

Jenis Kelamin N (%)


Pria 6 9,1
Wanita 55 83,3
Data hilang 5 7,6
Tingkat Pendidikan
SPK 15 22,7
DIII Keperawatan 41 62,1
Sarjana Keperawatan/Kesehatan 3 4,5
Data hilang 7 10,6
Peran
Perawat Manajer 2 3,0
Perawat Klinisi 60 90,9
Data hilang 4 6,1

Dua buah kasus yang diberikan kepada solusi melalui sumber ilmiah merupakan
responden digunakan untuk jawaban yang mengarah pada sikap
mengidentifikasi sikap perawat akan positif terhadap implementasi Evidence-
penerapan Evidence-based Practice based Practice. Selanjutnya pada kasus
dalam praktik sehari-hari. Pada kasus kedua yang berisi mengenai tindakan
pertama ditanyakan tindakan yang yang perawat akan lakukan apabila dia
perawat lakukan apabila akan mencari telah menemukan solusi terbaik melalui
solusi terbaik agar pasien mendapatkan suatu penelitian yang telah ia evaluasi.
hasil yang optimal. Dari keempat pilihan Dari ketiga jawaban yang diberikan,
jawaban, rata-rata perawat memilih mayoritas perawat mengatakan bahwa
dengan proporsi yang hampir sama untuk mereka akan terlebih dahulu
ketiga jawaban yaitu berdiskusi dengan berkonsultasi dengan kepala ruang rawat
perawat lain (30,3%; n=20), berdiskusi (86,4%, n=57).
dengan dokter (33,3%; n=22) dan Hal ini dapat dilihat secara jelas melalui
mencari solusi melalui sumber ilmiah
tabel 2 berikut ini.
artikel penelitian (33,3%; n=22).
Dari kasus pertama, tampak
bahwa pilihan jawaban dengan mencari

86
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

Tabel 2 Sikap Perawat dalam Implementasi EBP


Sikap Frekuensi (N) Persentase (%)
Solusi terbaik bagi Hasil Optimal
Berdiskusi dengan perawat 20 30,3
Berdiskusi dengan dokter 22 33,3
Melalui sumber ilmiah 22 33,3
Melalui buku teks 0 0
Data hilang 2 3,0
Yang dilakukan pada temuan riset
terbaik dan terkini
3 4,5
Tetap melanjutkan perawatan rutin
57 86,4
Konsultasi dengan manajer ruang
6 9,1
Tak ada otonomi untuk perubahan

Tabel 3. Kesiapan Perawat dalam Implementasi EBP

Komponen Persiapan Sangat Tidak Setuju Sangat Data


Tidak Setuju Setuju Hilang
Setuju
% (N) % (N) % (N) % (N) % (N)
Persiapan perawat dan lahan
praktik
4,5(3) 45,5(30) 36,4(24) 4,5(3) 9,1(6)
Pengetahuan
1,5(1) 34,8(23) 51,5(34) 7,6(5) 4,5(3)
Keterampilan
1,5(1) 34,8(23) 63,6(42) 0 0
Terbiasa membaca hasil
penelitian
0 74,2(49) 18,2(12) 0 7,6(5)
Terbiasa meneliti
Pengetahuan dan ketrampilan
manajer dan kolega 4,5(3) 9,1(6) 72,7(48) 12,1(8) 1,5(1)

Tindakan keperawatan di
4,5(3) 27,3(18) 63,6(42) 3,0(2) 1,5(1)
ruangan mudah disesuaikan
dengan hasil penelitian

Keterbatasan fasilitas bukan


1,5(1) 16,7(11) 78,8(52) 1,5(1) 1,5(1)
penghalang mencari informasi

87
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Aktivitas yang Mengarah pada Tak Jarang Sering Selalu Hilang


EBP Pernah
Intensitas menggunakan riset 24,2(16) 71,2(47) 1,5(1) 1,5(1) 1,5(1)
sehari-hari

Hasil riset bermanfaat untuk


perawatan pasien 15,2(10) 50,0(33) 31,8(21) 1,5(1) 1,5(1)

Membuat keputusan klinis


7,6(5) 15,2(10) 71,2(47) 4,5(3) 1,5(1)
berdasarkan pengalaman
praktik, hasil penelitian dan
pilihan pasien

Pertanyaan mengenai kesiapan pegetahuan dan keterampilan manajer


perawat klinisi dalam serta koleganya memadai untuk
mengimplementasikan konsep Evidence- implementasi Evidence-based Practice
based Practice terdiri atas 10 item, sehingga membuat tindakan keperawatan
dimana setiap item mengandung 4 respon di ruangan mudah disesuaikan dengan
yang terdiri atas sangat tak setuju, tak hasil penelitian. Selain itu, keterbatasan
setuju, Setuju dan sangat fasilitas bukan penghalang bagi perawat
setujuuntuk 7 respon pertama, dalam mencari informasi terkait hasil-
sedangkan 3 respon lain berupa tidak hasil penelitian.
pernah, jarang, Sering dan selalu. Apabila dilihat dari beberapa
Tabel 3 menggambarkan kesiapan aktivitas yang mengarah pada tindakan
perawat dalam implementasi Evidence- Evidence-based Practice, mayoritas
based Practice. perawat jarang menggunakan hasil
Pada tabel 3 menunjukkan bahwa penelitian dalam merawat pasiennya
komponen kesiapan perawatan masing sehingga menurut setengah dari total
belum cukup dalam hal pengetahuan responden perawat ini pun jarang
dimana hampir 50% perawat menjawab merasakan manfaat hasil riset dalam
tidak setuju bahwa pengetahuan perawatan pasien. Akan tetapi, lebih dari
mereka memadai untuk 70% responden perawat mengatakan
mengimplementasi Evidence-based keputusan klinis yang mereka buat
Practice. Sebaliknya, keterampilan yang berdasarkan pengalaman praktik, hasil
mereka miliki dilaporkan cukup untuk penelitian dan pemilihan pasien. Jadi
melaksanakan Evidence-based Practice. secara keseluruhan dapat disimpulkan
Lebih dari setengah jumlah total bahwa masih terdapat banyak komponen
responden mengatakan bahwa mereka dalam persiapan perawat dalam
terbiasa membaca hasil penelitian akan mengimplementasikan konsep Evidence-
tetapi tak terbiasa melakukan penelitian. based Practice belum cukup memadai.
Mayoritas responden pun mengtakan

88
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

Tabel 4
Kesiapan Perawat dengan Analisa Reliabilitas
Komponen Persiapan Rata-rata Standar
Deviasi
Persiapan perawat dan lahan praktik (Cronbach Alpha
0.542) 2,45 0,675
Pengetahuan 2,68 0,643
Keterampilan 2,62 0,519
Terbiasa membaca hasil penelitian 2,20 0,401
Terbiasa meneliti 2,94 0,634
Pengetahuan dan ketrampilan manajer dan kolega 2,66 0,619
Tindakan keperawatan di ruangan mudah disesuaikan
dengan hasil 2,82 0,464
penelitian
Keterbatasan fasilitas bukan penghalang mencari 1,80 0,536
informasi 2,20 0,712
Aktivitas yang Mengarah pada EBP (Cronbach Alpha 2,74 0,668
0.621)
Intensitas menggunakan riset sehari-hari
Hasil riset bermanfaat untuk perawatan pasien
Membuat keputusan klinis berdasarkan pengalaman
praktik, hasil
penelitian dan pilihan pasien

Komponen faktor pendukung ini literatur (71,2%; n=47). Hal ini dapat
didapatkan melalui penelitian-penelitian dilihat pada diagram berikut ini.
sebelumnya mengenai pelaksanaan Adapun pada factor penghambat,
Evidence-based Practice (Adams & ditemukan dua factor penghambat utama
McCarthy, 2005; Hart et al., 2008; Olade, yang dipilih oleh responden perawat
2004). Ada 9 komponen pendukung klinisi ini, yaitu Pemahaman Bahasa
Evidence-based Practice dimana terdapat Asing yang Minim (77,3%; n=51) dan
terdapat 3 komponen yang lebih dari 70% Pengetahuan yang Terbatas (48%;
responden memilihnya sebagai n=72,7). Hal tersebut dapat juga dilihat
pendukung utama, yaitu tingkat pada diagram selanjutnya.
pendidikan (83,3%; n=55), keterampilan
dalam menggunakan komputer (77,3%;
n=51) dan keterampilan dalam mencari

89
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Karakteristik perawat pada bahwa pengetahuan dan yang dimiliki


responden ini sangat mewakili perawat oleh perawat masih tergolong rendah
klinisi. Lebih dari setengah dari jumlah terhadap Evidence-based Practice
responden perawat berpendidikan dibandingkan dengan hasil yang
Diploma III Keperawatan. Dalam konsep ditemukan oleh (Hart et al., 2008) dimana
pendidikan keperawatan di Indonesia, lebih dari 50% perawat memiliki
pengalaman penelitian dan konsep pengetahuan yang memadai dalam
Evidence-based Practice belum penelitian maupun statistika yang
ditekankan pada mahasiswa dengan merupakan bagian dari konsep evidence
jenjang pendidikan Diploma III based practice.
Keperawatan. Sama halnya dengan Pengetahuan merupakan hal vital
peneltiian yang dilakukan oleh Olade di dalam mengimplementasikan
(2004) bahwa lebih dari seperempat evidence-based practice. Pengetahuan
jumlah responden perawat mengenal yang dimilki tidak semata-mata terdiri
konsep penelitian saat menempuh dari konsep saja, akan tetapi diperlukan
pendidikan di universitas dan hanya pengetahuan mengenai cara
sedikit yang mengenal penelitian melalui melaksanakan Evidence-based Practice.
praktik sebagai perawat. Selain itu, bila Hal ini diperkuat oleh argumentasi
dilihat melalui pengalaman kerja perawat, (Munroe, Duffy, & Fisher, 2008) bahwa
lamanya kerja perawat sangat bervariasi pengetahuan perawat klinis akan cara
dimana perawat yang menjadi responden menerapkan Evidence-based Practice pun
pada penelitian ini bekerja mulai dari 1 adalah hal yang berpengaruh kuat pada
bulan hingga ada yang bekerja selama 25 keberhasilan implementasi Evidence-
tahun 10 bulan. Akan tetapi dengan nilai based Practice.
median 7,67 tahun, dapat dikatakan Pengetahuan dan keterampilan
bahwa pengalaman kerja responden akan implementasi Evidence-based
cukup baik dalam memahami praktik Practice juga dapat dipengaruhi oleh
keperawatan secara menyeluruh. orang lain di sekitar seperti kolega yang
Pengetahuan akan konsep mengerti dan memahami konsep
Evidence-based Practice serta Evidence-based Practice. Hal ini
pengalaman klinik merupakan hal penting konsisten apa yang ditemukan oleh
yang harus dimiliki perawat. Hal ini (Olade, 2004) bahwa kemampuan
disebabkan karena pengalaman dan menggunakan hasil penelitian akan
pengetahuan professional merupakan mengingkat denagn adanya orang di
faktor yang dapat mempengaruhi kualitas sekitar (lahan praktik) yang memiliki
pelayanan keperawatan kepada pasien kemampuan dan pengalaman riset yang
(Adib-Hajbaghery, 2007). Oleh karena itu baik sehingga dapat memfasilitasi mereka
diperlukan pengetahuan yang memadai untuk memahami konsep Evidence-based
mengenai Evidence-based Practice bila Practice.
akan mengimplementasikan Evidence- Melalui penelitian yang dilakukan
based Practice dengan tepat. Selain itu, oleh Gerrish dan koleganya (2008)
perawat pun perlu menyadari apa makna pengetahuan dan keterampilan yang
Evidence-based Practice dan bagaimana dimiliki oleh perawat masih tergolong
prosesnya sehingga dapat rendah terhadap Evidence-based
mengaplikasikan konsepnya dengan Practice. Dari penelitian tersebut
benar (Scott & McSherry, 2009). ditemukan pula bahwa perawat senior
Temuan mengenai pengetahuan cenderung dapat lebih mengembangkan
perawat klinisi akan evidence based keahlian untuk mengimplementasikan
practice konsisten dengan penelitian yang Evidence-based Practice karena lebih
dilakukan Gerrish dan koleganya (2008) memiliki otonomi dibandingkan dengan

90
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

perawat junior (Gerrish, Ashworth, Konsep Evidence-based Practice tidak


Lacey, & Bailey, 2008). Hal yang sama cukup diberikan hanya dalam periode
diidentifikasi oleh Egord dan Hansen singkat. Untuk dapat memahami konsep
(2005) dimana perawat kepala lebih Evidence-based Practice dengan baik,
mengetahui konsep Evidence-based diperlukan pelatihan-pelatihan yang
Practice daripada perawat pelaksana efektif dan efisien.
sebab mereka lebih sering membaca Implementasi Evidence-based
jurnal ilmiah untuk menemukan Practice akan terlaksana dengan baik bila
informasi terkait pelayanan keperawatan perawat memiki sikap yang positif thd
yang akan diberikan pada pasien. Perawat Evidence-based Practice. Pengetahuan
pelaksana merupakan perawat yang lebih dan pengalaman yg memadai juga harus
sering berinteraksi dengan pasien, maka didukung sikap yang positif (Holleman,
mereka seharusnya lebih memiliki Eliens, Van Vliet, & Van Achterber,
pengetahuan akan konsep Evidence-based 2006). Tidak seperti Gerrish, Ashworth,
Practice agar dapat memberikan tindakan Lacey, dan Bailey (2008) yang
keperawatan terbaik sesuai dengan mengidentifikasi sikap perawat yang
temuan penelitian terkini. biasa terhadap Evidence-based Practice,
Selain pengetahuan, diperlukan Hart et al. (2008) menemukan bahwa
pula keterampilan dalam implementasi sikap perawat positif terhadap Evidence-
konsep Evidence-based Practice. based Practice akan tetapi mereka masih
Keterampilan yang dimaksud adalah mengadapi kesenjangan akan
mencari hasil-hasil penelitian, pengetahuan dan ketrampilan yang
mengevaluasi hasil penelitian dan dimiliki terkait Evidence-based Practice.
mengaplikasikannya (Hart et al., 2008). Sikap positif juga ditunjukkan oleh
Untuk mencari hasil penelitian dapat perawat-perawat yang terlibat dalam
dilakukan baik secara online maupun penelitian Egerod dan Hansen (2005)
melalui majalah-majalah ilmiah (jurnal) walaupun mereka mengatakan bahwa
yang tersedia. Untuk itu diperlukan mereka masih bergantung pada
kebiasaan dalam menggunakan fasilitas pengalaman klinik masing-masing. Jadi
komputer terutama bila mencari artikel sikap positif, pengetahuan dan
pada jurnal secara online. Apabila pengalaman klinik akan saling
perawat tak terlatih dalam mencari mendukung terlaksananya konsep
informasi secara online, mereka Evidence-based Practice di area
cenderung enggan untuk menggunakan pelayanan keperawatan.
website (Thompson, McCaughan, Pada penelitian ini sikap perawat
Cullum, Sheldon, & Raynor, 2003). diidentifikasi melalui dua kasus dimana
Selanjutnya adalah terampil dalam pada kasus pertama mengarah pada sikap
mengevaluasi hasil penelitian sehingga yang sebaiknya dilakukan untuk mencari
perawat klinisi dapat menentukan mana solusi terbaik untuk perawatan pasien.
yang terbaik untuk pasiennya dari Sedangkan sikap pada kasus kedua
temuan-temuan tersebut. Kemudian mengarah pada langkah yang akan
perawat pelu keterampilan yang sesuai dilakukan setelah menemukan hasil
dalam mengaplikasikan hasil penelitian terbaik bagi perawatan pasien. Pada kasus
yang telah dipilihnya itu. pertama, perawat cenderung memiliki
Pengetahuan terbatas akan konsep sikap positif yaitu mencari solusi terbaik
Evidence-based Practice yang dimiliki melalui sumber ilmiah seperti hasil
oleh perawat klinisi dapat diakibatkan penelitian, tetapi di antara mereka pun
oleh salah satunya adalah langkanya lebih memilih mendiskusikan solusi
pelatihan-pelatihan mengenai Evidence- terbaik dengan dokter maupun dengan
based Practice (Egerod & Hansen, 2005). kolega perawat. Fenomena ini tampak

91
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

pada studi-studi yang pernah dilakukan keperawatan, seperti manajer


sebelumnya dimana sebagian besar keperawatan dan tak terlepas pula peran
perawat cenderung mencari jawaban atas dari perawat pelaksana, peneliti serta
pertanyaan-pertanyaannya melalui perawat pendidik. Manager dalam hal ini
diskusi dengan ataupun berdasarkan berkomitmen dalam pelaksanaan
pengalaman pribadi dibandingkan Evidence-based Practice, kemudian
mencari jawaban formal melalui laporan tanggung jawab pelaksanaan diberikan
penelitian (Gerrish, Ashworth, Lacey, & kepada perawat pelaksana dan perawat
Bailey, 2008; Thorsteinsson, 2012). peneliti berperan dalam
Secara umum, dapat disimpulkan memnegmbangkan penelitian untuk
bahwa hanya 2/3 jumlah perawat menghasilkan penemuan-penemuan yang
memiliki sikap yang mendukung tindakan berkualitas demi mendukung praktik
yang sejalan dengan pelaksanaan keperawatan professional (Adib-
evidence-based practice. Tidak seperti Hajbaghery, 2007). Peran perawat
penelitian yang dilakukan oleh Hart dan pendidik dan klinisi pun dapat bersama-
koleganya (2008) dimana hampir seluruh sama dalam mengintergrasikan praktik
responden memiliki sikap yang positif yang berdasarkan teori meupun temuan
terhadap pelaksanaan Evidence-based penelitian terbaik (McCrae, 2012).
Practice sebab mereka percaya Evidence- Selanjutnya perawat pendidik perlu
based Practice dapat memperbaiki mendukung terlaksananya konsep
kualitas perawatan pada pasien dan Evidence-based Practice melalui
penelitian membantu meraka dalam desiminasi konsep yang diberikan sejak
membuat keputusan klinis. Dengan dini pada mahasiswa-mahasiswa
mengaplikasikan konsep Evidence-based keperawatan agar mereka terbiasa dengan
Practice, maka klinisi (dokter dan pola konsep Evidence-based Practice.
perawat) menyadari bahwa hasil Penelitian yang melibatkan
penelitian yang dilakukan berguna dalam perawat rumah sakit umum ini telah
praktik klinis sehari-hari (Knops, menemukan bahwa pada dasarnya
Vermeulen, Legemate, & Ubbink, 2009). mereka belum cukup siap dalam hal
Sikap positif akan implementasi pengetahuan terhadap konsep Evidence-
Evidence-based Practice tidak hanya based Practice, kebiasaan melaksanakan
ditentukan oleh kemampuan dalam penelitian dan membaca hasil-hasil
mengidentifikasi hasil penelitian terbaik penelitian, dimana komponen tersebut
tetapi juga dengan kemampuan untuk sangat penting dalam mendukung
mengpalikasikan hasil temuan tersebut ke pelaksanaan evidence-based practice.
dalam praktik sehari-hari. Hal ini terlihat Selain itu, kesiapan perawat juga
pada kasus kedua dimana sikap perawat didukung oleh pengetahuan yang dimiliki
sangat positif dengan mengatakan bahwa makanajer dan kolega perawat akan
setelah mereka menemukan hasil terbaik implementasi Evidence-based Practice.
penelitian, mereka akan berkonsultasi Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dengan perawat ruangan (manajer) dilakukan oleh Hart et al. (2008)
mengenai implementai temuan riset walaupun mereka melihat melalui skala
terbaik pada perawatan pasien. organisasi, bahwa lingkungan mereka
Sikap yang positif dapat mendukung kesiapan pelaksanaan
ditunjukkan melalui dukungan yang baik Evidence-based Practice yang dilihat
terhadap pelaksanaan Evidence-based melalui iklim atau kondisi rumah sakit,
Practice. Agar pelaksanaan Evidence- manajer, manajemen rumah sakit dan
based Practice berjalan sukses, dukungan perawat senior.
diperlukan dukungan dari yang memiliki
otoritas dan kebijakan pelayanan

92
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

Ada beberapa faktor yang dapat literatur yaitu dengan penguasaan


menjadi penghambat pelaksanaan computer yang memadai.
Evidence-based Practice. Waktu dan Sedangkan faktor penghambat
pengetahuan merupakan hambatan utama yang ditemukan melalui penelitian ini
yang ditemukan dari berbagai penelitian secara pengetahuan yang terbatas dan
mengenai implementasi Evidence-based kemampuan bahasa asing yang minimal.
Practice (Koehn & Lehman, 2008; Hal ini disebabkan bahasa Inggris
Thorsteinsson, 2012; Yadav & Fealy, merupakan bahasa kedua di Indonesia
2012). Sedangkan dukungan yang kurang dimana dalam hampir setiap literatur
dari organisasi dapat menghambat mengenai laporan-laporan penelitian
pengembangan Evidence-based Practice menggunakan bahasa Inggris. Walaupun
(Eizenberg, 2011; Gerrish, Ashworth, hanya sebagain kecil perawat yang
Lacey, & Bailey, 2008; Linton & Prasun, mengatakan waktu yang terbatas sebagai
2011). Organisasi penting dalam faktor penghambat pelaksanaan
menetapkan perubahan kebijakan Evidence-based Practice, waktu yang
terutama dalam pengembangan panduan terbatas ini juga merupakan kendala yang
klinik praktik keperawatan berdasarkan sama yang dihadapi perawat dalam
temuan riset terbaik untuk digunakan mengimplementasikan Evidence-based
secara baku di rumah sakit. Perawat yang Practice pada penelitian Adams &
tak diberi tanggung jawab untuk McCharty (2005).
mengimplementasikan Evidence-based Dalam jenjang pendidikan keperawatan
Practice pun dapat enjadi penghambat sudah seharusnya diperkenalkan sedini
(Hannes et al., 2007). Hambatan lain mungkin konsep Evidence-based
seperti tingkat pendidikan yang berbeda Practice sehingga perawat-perawat
(Hannes et al., 2007), fasilitas yang lulusan perguruan tinggi tidak hanya
kurang memadai seperti ketersediaan paham akan teori dan praktik
komputer (McKenna, Ashton, & Keeney, keperawatan akan tetapi juga memahami
2004), kesulitan dalam memahami pentingnya hasil penelitian dalam
laporan penelitian serta kesulitan dalam menentukan hasil perawatan terbaik pada
menemukan informasi yang ilmiah pasien. Melalui pendidikan yang
menjadi (Yadav & Fealy, 2012) beberapa mengenalkan kosnep Evidence-based
hambatan yang harus diatasi agar konsep Practice, juga akan dipelajari teknik-
Evidence-based Practice dalam praktik teknik dalam Evidence-based Practice
sehari-hari dapat dimplementasikan termasuk penguasaan komputer dan
dengan baik. keterampilan mencari literatur penelitian
Adapun faktor pendukung yang keperawatan maupun kesehatan. Sering
ditemukan melalui penelitian ini sesuai ditemui bahwa mereka merasa percaya
dengan temuan pada penelitian lain, yaitu diri dalam menggunakan internet untuk
tingkat pendidikan (Adams & McCarthy, mencari informasi akan tetapi informasi
2005; Hart et al., 2008; Olade, 2004). yang diperoleh bukan merupakan
Penguasaan menggunakan komputer dan informasi ilmiah (Yadav & Fealy, 2012).
kemampuan mencari literatur pun Penelitian ini penting bagi pendidikan
merupakan hal yang mendukung keperawatan dan praktik keperawatan
pelaksanaan Evidence-based Practice, dalam menentukan hasil terbaik bagi
sebab sumber penelitian dapat secara perawatan pasien. Bagi pendidikan
cepat dan praktik diperoleh secara online keperawatan , konsep Evidence-based
melalui komputer. Hart dan koleganya Practice merupakan hal yang harus
(2008) pun menemukan bahwa salah satu diberikan kepada mahasiswa perawat
keahlian yang dibutuhkan dalam mencari kemudian mahasiswa perlu memahami
konsep dan langkah-langkah dalam

93
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Evidence-based Practice sehingga Journal of Advanced Nursing,


konsep ini dapat diterapkan saat mereka 58(6), 566-575.
menjalani praktik sebagai perawat dalam Carlson, E. A. (2010). Evidence-Based
masa akademiknya. Selain itu kurikulum Practice for Nurses: Appraisal and
pendidikan keperawatan pun perlu Application of Research.
disesuaikan dengan konsep Evidence- Orthopaedic Nursing, 29(4), 283-
based Practice sehingga mahasiswa dan 284.
staf pengajar akan terbiasa dengan Egerod, I., & Hansen, G. M. (2005).
Evidence-based Practice dan penggunaan Evidence-based practice among
riset serta dapat mendukung pelaksanaan Danish cardiac nurses: A national
Evidence-based Practice di lahan praktik. survey. Journal of Advanced
Nursing, 51(5), 465-473.
KESIMPULAN Eizenberg, M. M. (2011). Implementation
Pengetahuan perawat masih of evidence-based nursing
cukup rendah akan konsep Evidence- practice: nurses personal and
based Practice sehingga membuat professional factors? Journal of
perawat saat ini belum cukup siap dalam Advanced Nursing, 67(1), 33-42.
mengimplementasikan Evidence-based Gerrish, K., Ashworth, P., Lacey, A., &
Practice. Akan tetapi sikap mereka cukup Bailey, J. (2008). Developing
positif terhadap langkah yang mesti evidence-based practice:
dilakukan untuk mengimplementasikan experiences of senior and junior
Evidence-based Practice. Adapun hal clinical nurs. Journal of Advanced
yang sangat mendukung pemahaman, Nursing, 62(1), 62-73.
sikap dan kesiapan perawat dalam Hannes, K., Vandersmissen, J., De
implementasi Evidence-based Practice Blaeser, L., Peeters, G.,
ini adalah tingkat pendidikan yang Goedhuys, J., & Aertgeerts, B.
adekuat dan disertai dengan penguasaan (2007). Barriers to evidence-based
komputer dan keterampilan mencari nursing: a focus group study.
literatur. Sedangkan faktor Journal of Advanced Nursing,
penghambatnya dapat berupa minimnya 60(2), 162-171.
penguasaan bahasa asing, waktu yang Hart, P., Eaton, L. A., Buckner, M.,
terbatas serta pengetahuan yang belum Morrow, B. N., Barrett, D. T.,
cukup dalam memahami konsep Fraser, D. D., et al. (2008).
Evidence-based Practice. Penelitian Effectiveness of a Computer-
lanjutan yang dilakukan dapat berupa Based Educational Program on
identifikasi manfaat penggunaan hasil Nurses' Knowledge, Attitude, and
riset pada perawatan pasien dengan Skill Level Related to Evidence-
melibatkan responden yang terdiri dari Based Practice. Worldviews on
pasien dan perawat. Evidence-Based Nursing, 5(2),
75-84.
DAFTAR PUSTAKA Holleman, G., Eliens, A., Van Vliet, M.,
& Van Achterber, T. (2006).
Adams, S., & McCarthy, A. M. (2005). Promotion of evidence-based
Evidence-based practice and practice by professional nursing
school of nursing. The Journal of associations: literature review.
School of Nursing, 21(5), 258- Journal of Advanced Nursing,
265. 53(6), 702-709.
Adib-Hajbaghery, M. (2007). Factors Knops, A. M., Vermeulen, H., Legemate,
facilitating and inhibiting D. A., & Ubbink, D. T. (2009).
evidence-based nursing in Iran. Attitude, awareness and barriers

94
Ligita Titan,Pengetahuan,Sikap,dan Kesiapan Perawat.

regarding evidence-based surgery Clarifying the concepts for nurses


among surgeons and surgical in practice. Journal of Clinical
nurses. World Journal of Surgery, Nursing, 18(8), 1085-1095.
33, 1348-1355. Thompson, C., McCaughan, D., Cullum,
Koehn, M. L., & Lehman, K. (2008). N., Sheldon, T., & Raynor, P.
Nurses perceptions of evidence- (2003). Barriers to evidence-based
based nursing practice. Journal of practice in primary care nursing-
Advanced Nursing, 62(2), 209- why viewing decision-making as
215. context is helpful. Journal of
Levin, R. F., & Feldman, H. R. (2006). Advanced Nursing, 52(4), 432-
Teaching evidence-based practice 444.
in nursing:A guide for academic Thorsteinsson, H. S. (2012). Icelandic
and clinical settings. New York: Nurses' Beliefs, Skills, and
Springer Publishing Company. Resources Associated with
Linton, M. J., & Prasun, M. A. (2011). Evidence-Based Practice and
Evidence-based practice: Related Factors: A National
collaboration between education Survey. Worldviews on Evidence-
and nursing management. Journal Based Nursing.
of Nursing Management. Yadav, B. L., & Fealy, G. M. (2012).
McCrae, N. (2012). Whither Nursing Irish psychiatric nurses' self-
Models? The value of nursing reported barriers, facilitators and
theory in the context of evidence- skills for developing evidence-
based practice and based practice. Journal of
multidisciplinary health care. Psychiatric and Mental Health
Journal of Advanced Nursing, Nursing, 19(2), 116-122.
68(1), 222-229.
McKenna, H. P., Ashton, S., & Keeney,
S. (2004). Barriers to evidence-
based practice in primary care.
Journal of Advanced Nursing,
45(2), 178-189.
Munroe, D., Duffy, P., & Fisher, C.
(2008). Nurse knowledge, skills,
and attitudes related to evidence-
based practice: Before and after
organizational supports. Medical
Surgical Nursing, 17(1), 55-60.
Olade, R. A. (2004). Evidence-based
practice and research utilization
activities among rural nurses.
Journal of Nursing Scholarship,
36(3), 220-225.
Sackett, D. L., Rosenberg, W. M. C.,
Gray, J. A. M., Haynes, R. B., &
Richardson, W. S. (1996).
Evidence based medicine: What it
is and what it isn't. British
Medical Journal, 312, 71-72.
Scott, K., & McSherry, R. (2009).
Evidence-based nursing:

95
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95

Titan Ligita, S.Kp., MN*, Winarianti,


S.Kep.Ners*, Riduan Novaris,
S.Kep.Ners*
*Prodi Keperawatan FK Universitas
Tanjungpura, Jalan Prof. Dr.Hadari
Nawawi, Pontianak, Kalimantan
Barat. Email: [email protected]

96

You might also like