BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang
kesehatan, memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat
akan layanan kesehatan. Terlebih lagi dikeluarkannya undang-undang yang
menjadikan profesi keperawatan memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat
menurut hukum. Antara lain dengan dikeluarkannya UU kesehatan tahun 1992
dan UU perlindungan konsumen. Hal ini menyebabkan tuntutan
profesionalisme dalam pemberian layanan kesehatan secara umum dan
keperawatan pada khususnya.
Manajemen strategik keperawatan di Indonesia di masa depan perlu
mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan keperawatan di masa
depan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa
setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara
profesional dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di
Indonesia. Sebagian kita ketahui bahwa semakin meningkatnya pengetahuan
dan perkembangan tehnologi serta meningkatnya kesadaran masyarakat
tentang hak dan kewajiban sebagai konsumen, maka tuntutan masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat.
Menurut Gillies (1986), manajemen didefinisikan sebagai suatu proses
dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Sedangkan manajemen
keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan
untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional. Disini manajer
keperawatan untuk merencanakan, mengorganisir, memimpin, mengevaluasi
1
2
sarana dan prasarana yang tersedia untuk memberikan asuhan keperawatan
seefektif dan seefesien mungkin bagi individu, keluarga dan masyarakat.
Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan
sebagai satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara professional,
sehingga diharapkan keduanya dapat saling menopang. Sebagaimana proses
keperawatan dalam manajemen keperawatan terdiri dari pengumpulan data,
identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Karena
manajemen keperawatan mempunyai kekhususan terhadap mayoritas tenaga
dari pada seorang pegawai, maka setiap tahapan didalam proses manajemen
lebih rumit dibandingkan proses keperawatan.
Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal akan terus sebagai suatu
tuntutan bagi organisasi pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan
pada saat ini melibatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku dari para
praktisi, pasien, keluarga dan dokter. Saat mendefinisikan kualitas
keperawatan, perlu diperhitungkan nilai-nilai dasar keyakinan para perawat
serta cara mengorganisasikan asuhan keperawatan tersebut. Latar belakang
dalam pemberian tugas dalam mutu asuhan keperawatan yang berorientasi
teknik, mungkin akan didefinisikan cukup berbeda dengan keperawatan yang
lebih holistik dan ada kemungkinan bahwa metode keperawatan hanya
merupakan prosedur dan teknik bukannya interpersonal dan kontekstual yang
berkaitan dengan mutu asuhan.
Model pemberian asuhan keperawatan yang saat ini sudah menjadi
tren dalam keperawatan Indonesia adalah asuhan keperawatan professional
dengan metode pemberian asuhan keperawatan modifikasi primer yang
merupakan modifikasi Primary Nursing.
Salah satu kritik yang dikemukakan mengenai model keperawatan ini
adalah terlalu kompleks dan teoritis, akan tetapi bila seluruh pembicaraan
mengenai model ini mendorong perawat untuk memperjelas keyakinan dan
pekerjaannya, meningkatkan kemampuannya dalam mendiskusikan masalah
3
tersebut yang melibatkan sikap politis dan pribadi yang lebih terbuka, dan
membantu para perawat tersebut untuk lebih bertanggung gugat secara
profesional terhadap tindakannya, maka kita telah mendapatkannya (Salvage,
1985).
Keperawatan primer dilihat sebagai bentuk yang paling berkembang
dan sangat spesifik terhadap tingkatan tanggung gugat dan organisasi.
Keperawatan primer merupakan suatu model praktik professional yang
menempatkan seorang perawat yang berkualitas untuk bertanggung jawab dan
bertanggung gugat atas asuhan keperawatan klien dengan beban kasus yang
kecil selama keseluruhan masa perawatannya. Pada kenyataanya banyak area
klinik tidak mempunyai jumlah tenaga professional yang cukup untuk
melaksanakan pendekatan semacam ini, bentuk murni perawatan ini terlihat
seperti suatu tujuan jangka panjang bukan suatu hasil akhir realitas yang
segera.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pengetahuan dan aplikasi
yang baik tentang manejemen keperawatan perlu ditingkatkan agar kualitas
pelayanan dapat di tingkatkan dengan parameter waktu rawat inap semakin
pendek dan tingkat kepuasan klien semakin baik. Pengetahuan tentang
manejemen keperawatan dan aplikasinya di lapangan ini juga sangat perlu
dipelajari oleh mahasiswa sebagai calon perawat-perawat profesional. Dasar
dari penerapan manajemen keperawatan ini adalah data-data yang di peroleh
dari tatanan dari ruangan yang kemudian di analisa, dirumuskan masalah, dan
selanjutnya melanjutkan rencana strategi yang cocok untuk menumbuhkan
Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP). Penerapan MAKP ini
meliputi beberapa hal meliputi beberapa hal antara lain: 1). Timbang terima
2). Pendokumentasian 3). Ronde keperawatan 4). Sentralisasi obat
5).Superfisi keperawatan dan 6). Penentuan model MAKP yang diterapkan.
3
4
Berdasarkan data yang ada dan dengan mempertimbangkan waktu dan
tenaga, maka dalam praktek manejemen keperawatan ini, kami mahasiswa
Banjarmasin Ners Kelompok II akan memfokuskan pada pengaplikasian
supervisi timbang terima pada model asuhan keperawatan professional
(MAKP) pendokumentasian asuhan keperawatan dalam aplikasi MAKP di
Ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
B. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Waktu Pelaksanaan
Stase manajemen keperawatan dilaksanakan dalam waktu 1 bulan, yaitu
mulai tanggal 18 Januari sampai dengan 13 Februari 2016.
2. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran tahap profesi Ners stase manajemen
keperawatan dilaksanakan di ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti proses pembelajaran klinik manejemen keperawatan
diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam
mengaplikasikan prinsip-prinsip manejemen keperawatan dalam
melaksanakan model asuhan keperawatan professional (MAKP).
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti proses pembelajaran klinik manejemen keperawatan
diharapkan mahasiswa mampu:
a. Menjelaskan sistem pengorganisasian MAKP/MPKP
b. Melakukan pengkajian data, identifikasi dan analisa data dengan
menggunakan pendekatan analisa SWOT (MAKP, Supervisi, timbang
terima, pendokumentasian)
5
c. Merumuskan masalah berdasarkan hasil analisa yang di dapatkan
d. Menentukan rencana strategi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan
masalah yang di temukan.
e. Melaksanakan model pengorganisasian pelayanan keperawatan dengan
model MAKP.
f. Melaksanakan kegiatan role play timbang terima, supervisi, sentralisasi
obat dan ronde keperawatan sesuai dengan konsep MAKP.
g. Melakukan evaluasi (struktur, proses, hasil)
D. PRAKTIKAN
Pembelajaran tahap profesi Ners stase manajemen keperawatan
dilaksanakan di ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
E. BATASAN MASALAH
Dalam makalah ini, penulis membatasi pembahasan pada penerapan
fungsi-fungsi manejemen dalam pelaksanaan manejemen asuhan keperawatan
di ruangan Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
F. WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan praktek manejemen keperawatan professional dengan Model
Metode Tim yang dilaksanakan oleh kelompok II, dilaksanakan sejak tangggal
18 Januari s/d 13 Februari 2016.
G. TEMPAT PELAKSANAAN
Adapun tempat pelaksanaan praktek manejemen keperawatan
professional dengan Model Metode Tim, dilaksanakan di ruangan Safir RSUD
Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
H. PENDANAAN
5
6
Pendanaan dalam penyelenggaraan praktek manejemen ini murni
bersumber dari kelompok (mahasiswa).
I. EVALUASI
Demikian laporan dibuat, atas perhatian, kritik dan saran dari semua
pihak kami sampaikan terimakasih.