0% found this document useful (0 votes)
71 views6 pages

369 647 1 SM PDF

This document summarizes a study on the development of a simple double mirror apparatus as a learning medium for the sub-material of light reflection on a flat mirror in class VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo. The apparatus was validated by expert lecturers and teachers, achieving a 82% eligibility rating. Student learning outcomes across three replication classes averaged 82.36%. Students also responded positively, with 92.3% rating the apparatus as highly suitable. In summary, the double mirror apparatus was deemed suitable for use in the learning process and elicited good student responses after use.

Uploaded by

sintia
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
71 views6 pages

369 647 1 SM PDF

This document summarizes a study on the development of a simple double mirror apparatus as a learning medium for the sub-material of light reflection on a flat mirror in class VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo. The apparatus was validated by expert lecturers and teachers, achieving a 82% eligibility rating. Student learning outcomes across three replication classes averaged 82.36%. Students also responded positively, with 92.3% rating the apparatus as highly suitable. In summary, the double mirror apparatus was deemed suitable for use in the learning process and elicited good student responses after use.

Uploaded by

sintia
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 6

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SEDERHANA CERMIN GANDA SEBAGAI

MEDIA PEMBELAJARAN SUB MATERI PEMANTULAN CAHAYA PADA


CERMIN DATAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SIDOARJO

Army Rejanti dan Prabowo


Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya

Abstrak.Research was triggered by difficulty of students in mastering the concept of


physics that most is an abstract. To minimize understanding the concept of students who weak
need that this provision media learning. One component media learning is props. The aim of this
research is described the eligibility of props that has been modified when used in their experiences
in the class. The development of props mirror double is research and development (R&D) by using
design research in the form of one group pretest-posttes design. Props developed first pass through
the stages giving expert advice of teacher and lecturers field of study sains then performed
appraisement appropriateness before used in learning. The next stages is testing stage on the kids
in class VIII SMPN 3 Sidoarjo by using 3 class replication. Based on validation the eligibility of
props done lecturer experts and teachers field of study can be used as a viable media learning with
a percentage of 82 %. Percentage of study result student learning in class VIII-2 of 83,3 %, class
VIII-3 of 80,5 %, and in class VIII-6 of 83,3 % so that when on the average percentage of study
student learning the result of 82,36 %. The result of validation yhe eligibility of porps stating props
mirror double fit for use in learning strengthened also by a response students in the third class of
highly either by the percentage of 92,30 %. A summary of the research is worth double mirror
props used in the learning process as well as good response from students after using props.

Keywords : Props to mirror double, Research and Development (R&D, one group pretest-posttest
design).

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menguasai konsep fisika yang
kebanyakan bersifat abstrak. Untuk meminimalkan pemahaman konsep siswa yang lemah perlu
adanya penyediaan media pembelajaran yang memadai. Salah satu komponen media
pembelajaran adalah alat peraga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan alat
peraga yang telah dimodifikasi apabila digunakan di dalam pembelajaran di kelas. Pengembangan
alat peraga cermin ganda merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan
menggunakan desain penelitian berupa one group pretest-posttest design. Alat peraga yang
dikembangkan terlebih dahulu melewati tahap pemberian saran dari dosen ahli serta guru bidang
studi IPA yang kemudian dilakukan penilaian kelayakannya sebelum digunakan di dalam
pembelajaran. Tahapan selajutnya adalah tahap pengujian pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3
Sidoarjo dengan menggunakan 3 kelas replikasi. Berdasarkan validasi kelayakan alat peraga
yang dilakukan dosen ahli serta guru bidang studi dapat dinyatakan layak digunakan sebagai
media pembelajaran dengan presentase 82 %. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa secara
klasikal di kelas VIII-2 sebesar 83,3 %, kelas VIII-3 sebesar 80,5 %, dan di kelas VIII-6 sebesar 83,3
% sehingga apabila dirata-rata persentase ketuntasan belajar siswa di ketiga kelas diperoleh hasil
82,36 %. Hasil validasi kelayakan alat peraga yang menyatakan alat peraga cermin ganda layak
digunakan di dalam pembelajaran diperkuat juga oleh respon siswa di ketiga kelas sangat baik
dengan persentase 92,30%. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah alat peraga cermin
ganda layak digunakan di dalam proses pembelajaran serta respon baik dari siswa setelah
menggunakan alat peraga cermin ganda.

94
Kata kunci: Alat peraga cermin ganda, Penelitian Research and Development (R&D, one group
pretest-posttest design).

I. PENDAHULUAN disampaikan dapat dikuasai siswa secara


Pendidikan tidak dapat dipisahkan tuntas. Kesulitan tersebut dikarenakan
dari kehidupan seseorang karena sifatnya siswa bukan hanya individu dengan segala
mutlak dalam kehidupan, baik dalam keunikan yang dimiliki tetapi mereka juga
kehidupan pribadi maupun bangsa dan sebagai makhluk sosial dengan latar
Negara. Kemajuan suatu bangsa banyak belakang berbeda satu sama lainnya.
ditentukan oleh kemajuan pendidikan Seperti yang kita ketahui bahwa Ilmu
bangsa tersebut. Mengingat sangat Pengetahuan Alam (IPA) khususnya fisika,
pentingnya pendidikan bagi kehidupan kebanyakan konsep-konsep di dalamnya
maka dalam prosesnya harus dilaksanakan mempelajari gejala-gejala alam dan
sebaik-baiknya. Proses pendidikan dapat bersifat abstrak jika hanya dijelaskan
dilalui melalui proses pembelajaran, padahal untuk siswa sekolah menengah
dimana proses pembelajaran merupakan pertama masih dalam tahap perkembangan
suatu kegiatan melaksanakan kurikulum yang perlu hal-hal kongkrit untuk dapat
pemerintah agar dapat mempengaruhi memahami konsep yang cenderung bersifat
siswa mencapai tujuan yang telah abstrak tersebut. Maka untuk dapat
ditetapkan. mengatasi kesulitan menyampaikan materi
Proses pembelajaran dikatakan yang bersifat abstrak, diperlukan kreatifitas
berjalan dengan baik dapat dilihat salah guru dalam memilih media pembelajaran
satunya melalui indikator hasil belajar yang tepat guna. Alasan penggunaan media
siswa. Untuk mencapai proses pembelajaran berpengaruh terhadap
pembelajaran yang baik perlu melihat tingginya proses belajar siswa dapat dilihat
pedoman agar sesuai dengan tujuan yang dari manfaat media pembelajaran dan
diharapkan yaitu pemahaman konsep berkenaan dengan taraf berpikir siswa.
secara menyeluruh serta hasil belajar yang Salah satu komponen media pembelajaran
baik. yaitu alat peraga.
Pengembangan alat yang
Pertama, spesifikasi dan kualifikasi dimaksudkan adalah menyempurnakan alat
perubahan tingkah laku yang bagaimana peraga yang ada di laboratorium sekolah
diinginkan sebagai hasil belajar mengajar sehingga percobaan menjadi lebih
yang dilakukan itu. efisiensi. Selain menyempurnakan alat
Kedua, memilih cara pendekatan belajar peraga yang sudah ada, peneliti juga
mengajar yang dianggap paling tepat dan memodifikasi dua percobaan berbeda ke
efektif untuk mencapai sasaran. dalam satu alat peraga. Percobaan yang
Ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, coba dimodifikasi menjadi ke dalam satu
metode, dan teknik belajar mengajar yang alat peraga adalah mengenai hukum
dianggap paling tepat dan efektif. snellius dan pembentukan jumlah
Keempat, menerapkan norma-norma atau bayangan dari kedua cermin yang
kriteria keberhasilan sehingga guru membentuk suatu sudut. Dengan
mempunyai pegangan yang dapat dijadikan pengembangan alat peraga sederhana ini,
ukuran untuk menilai sampai sejauh mana diharapkan membantu siswa meningkatkan
keberhasilan tugas-tugas yang telah aktivitas belajarnya serta meningkatkan
dilakukannya [1]. pemahaman konsep pemantulan cahaya
Kesulitan yang dihadapi seorang guru yang akan diuji cobakan di SMP Negeri 3
dalam proses pembelajaran di kelas adalah Sidoarjo.
bagaimana materi pelajaran yang

95
II. METODE PENELITIAN media kuat
Penelitian ini merupakan jenis dengan
penelitian Pengembangan (development materi
2 Kesesuaian 90 Sangat
research), yaitu mengembangkan media
media kuat
pembelajaran yang sudah ada namun dengan
dimodifikasi lagi sehingga dapat indikator
berfungsi menjadi 2 macam percobaan 3 Kesesuaian 90 Sangat
yang berbeda dengan menggunakan one media kuat
group pretest posttest design. Penelitian dengan
ini dilakukan di SMP Negeri 3 Sidoarjo konsep
pada tanggal 30 April - 8 Mei 2012. fisika
Penelitian ini menggunakan tiga kelas 4 Kesesuaian 80 Kuat
replikasi kelas VIII-2, VIII-3, dan VIII-6 media
yang dipilih secara acak. Metode yang dengan
dignakan dalam penelitian meliputi tingkat
satuan
tahap studi pendahuluan dan tahap
pendidikan
studi pengembangan.
5 Kemudahan 80 Kuat
Metode analisis data dari pengoperas
pengembangan alat peraga adalah ian media
metode deskriptif kuantitatif. 6 Keterba- 70 Kuat
caan angka
III. HASIL DAN PEMBAHASAN yang
Berdasarkan analisis dengan tertera
menggunakan empat kriteria yaitu pada media
validasi, reliabilitas, tingkat kesukaran, 7 Kemam- 80 Kuat
dan daya beda soal diperoleh soal yang puan media
dalam
layak digunakan sebagai pretest dan
membantu
posttest sebanyak 25 soal dari 40 soal penyerapan
yang diujikan. materi
Tahapan pertama yang dilakukan 8 Kemampua 80 Kuat
adalah melakukan uji kelakan terhadap n media
alat peraga cermin ganda sebelum dalam
digunakan di kelas. Uji kelayakan menumbuh
tersebut dilakukan oleh dosen ahli dan kan rasa
guru bidang studi. Beberapa aspek yang ingin tahu
dinilai meliputi aspek penilaian format 9 Kemampua 80 Kuat
alat peraga, isi alat peraga, dan n media
dalam
keefisiensian alat peraga berfungsi
menum-
untuk mengetahui kelayakan alat peraga
buhkan
cermin ganda yang telah dibuat. Hasil kreativitas
penilaian kelayakan dari beberapa 10 Kemampua 80 Kuat
aspek penilaian alat peraga cermin n media
ganda disajikan dalam bentuk tabel dalam
sebagai berikut : mengem-
bangkan
Tabel 1. Hasil data penilaian kelayakan kecakapan
alat peraga cermin ganda
No Aspek Persentase Kriteria Secara keseluruhan dari data
Penilaian (%) penilaian untuk kelayakan alat peraga
1 Kesesuaian 90 Sangat cermin ganda dalam sub materi
96
pemantulan cahaya di SMP telah layak
digunakan dalam pembelajaran dengan
nilai persentase sebesar 82% dengan
kategori baik. Nilai tersebut diperoleh Penilaian Afektif
berdasarkan perhitungan :
100
= 100% [2] 80
60

Nilai
40 VIII-2
Berdasarkan hasil pengujian alat 20
0 VIII-3
peraga didapatkan kesimpulan untuk
sudut ∝ yang secara teori mengasilkan 1 2 3 4 5 6
VIII-6
jumlah bayangan yang tidak bulat maka Aspek Penilaian
dapat dibulatkan satu angka di atasnya
maupun satu angka di bawahnya
Grafik 1. Rata-rata kemampuan
tergantung pada hasil perhitungan yang
aspek afektif siswa
diperolehnya. Misalkan menurut
perhitungan didapatkan hasil 4,7 namun
Pada penilaian psikomotor terdiri
pada cermin ganda bayangan yang
dari 4 aspek yang meliputi menyiapkan
terbentuk sebanyak 8 buah. Maka dari
alat dan bahan, menentukan besar
itu hasil 0,5 akan dibulatkan satu angka
sudut, melakukan percobaan, dan
diatasnya begitu pula sebaliknya.
menuliskan data pada tabel. Nilai rata-
Selain uji kelayakan alat peraga
rata yang didapatkan dari ketiga kelas
yang dilakukan penilaian, penilaian
tidaklah terlalu berbeda jauh, sehingga
terhadap hasil belajar siswa juga
dapat dikatakan bahwa siswa cukup
dilakukan dengan meliputi 3 aspek
antusias melakukan kegiatan
penilaian; aspek kognitif, aspek afektif,
pembelajaran. Kegiatan pembelajaran
dan aspek psikomotor. Dari aspek
berlasung secara baik karena siswa
kognitif diperoleh melalui pemberian
tidak hanya secara pasif menerima
soal pretest & posttest yang berisi soal
pelajaran materi pemantulan cahaya
beranah C1 sampai dengan C6. Penilaian
tetapi mereka terlibat di dalamnya
berdasarkan pemberian soal tersebut
dalam menemukan suatu konsep fisika.
dapat diperoleh ketuntasan belajar
Dari keempat aspek yang dinilai dalam
klasikal secara rata-rata yang didapat
penilaian psikomotor siswa maka kita
dari ketiga kelas sebesar 82,36 %.
dapatkan persentase rata-rata total
Penilaian aspek afektif meliputi
kemampuan psikomotor siswa pada
teliti, jujur, peduli, bertanya,
ketiga kelas sebesar 84,11%.
menanggapi pendapat, dan bekerja
Berdasarkan data rata-rata nilai
sama. Nilai rata-rata yang didapatkan
psikomotor dari masing-masing kelas
dari ketiga kelas tidaklah terlalu
maka dapat kita bandingkan dengan
berbeda jauh, sehingga dapat dikatakan
diagram batang seperti pada Grafik 2
bahwa kegiatan pembelajaran berlasung
sebagai berikut :
secara baik. Dari keenam aspek yang
dinilai tersebut maka kita dapatkan
persentase rata-rata total kemampuan
afektif siswa pada ketiga kelas sebesar
86,88%. Berdasarkan data di atas dapat
dibuat diagram batang seperti pada
Grafik 1.

97
Siswa merasa
Penilaian Psikomotor penampilan
cermin ganda Sangat
100 5 88,87
secara baik
80 keseluruhan
60
Nilai

VIII-2 menarik
40
Siswa merasa
20 VIII-3 mudah dalam
0 Sangat
VIII-6 6 menggunakan 81,50
1 2 3 4 baik
alat peraga
Aspek Penilaian cermin ganda
Siswa merasa
Grafik 2. Rata-rata kemampuan cermin ganda Sangat
7 91,67
aspek psikomotor siswa dapat berfungsi baik
secara baik
Siswa merasa
Setelah pembelajaran dengan
senang
menggunakan alat peraga cermin ganda mengikuti
selesai dilakukan, sebelum Sangat
8 pembelajaran 97,20
pembelajaran diakhiri siswa diberikan baik
dengan
angket yang berisi seputar pengalaman menggunakan
mereka menggunakan alat peraga cermin ganda
cermin ganda selama pembelajaran. Sangat
Rata-rata total 90,62
baik
Tabel 2. Data hasil angket respon siswa
Presen Berdasarkan saran yang dituliskan
N Aspek Yang oleh siswa sebagian besar menyatakan
tase Kriteria
o Direspon bahwa alat peraga seperti ini sangat
(%)
diperlukan agar lebih mudah memahami
1 Siswa belum 100 Sangat
pernah baik konsep fisika, dan perlu adanya
menggunakan disediakan alat-alat peraga untuk materi
alat peraga fisika yang lain. Bahwa belajar akan
cermin ganda lebih baik jika subjek belajar tersebut
Siswa merasa mengalami secara langsung atau
terdorong melakukannya melalui praktek agar
Sangat
2 untuk lebih 87,03 lebih efektif mampu membina sikap,
baik
aktif selama keterampilan, cara berfikir kritis dan
pembelajaran lain-lain, bila dibandingkan dengan
Siswa merasa belajar hafalan saja yang bersifat
tertarik untuk
Sangat verbalistik [3].
3 menggunakan 87,03
baik Hasil angket secara keseluruhan
alat peraga
cermin ganda menunjukkan bahwa respon siswa
Siswa merasa mengenai alat peraga cermin ganda
terbantu untuk sangat baik. Hasil ini menunjukkan
memahami Sangat bahwa alat peraga cermin ganda telah
4 91,67
materi dengan baik mampu membantu siswa dalam
adanya cermin memperoleh pengetahuan. Dengan
ganda menggunakan alat peraga pada pokok
bahasan cahaya memberikan hasil yang
baik pada siswa [4].

98
IV. PENUTUP kelayakan alat peraga cermin
A. SIMPULAN ganda di kelas, sehingga perlu
1. Alat peraga cermin ganda yang adanya penelitian yang lebih
dikembangkan dinyatakan layak lanjut untuk mengetahui hasil
digunakan sebagai media dalam belajar, bagaimanakah
pembelajaran untuk materi pengaruhnya, dan respon
pemantulan cahaya dengan siswa secara luas.
persentase kelayakan sebesar
82% dengan kategori sangat
baik. DAFTAR PUSTAKA
2. Hasil belajar siswa setelah [1] Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain.
mengikuti pembelajaran dengan 2006. Strategi Belajar Mengajar.
menggunakan alat peraga Cetakan ketiga. Jakarta: Rineka
cermin ganda mengalami Cipta.
peningkatan hingga ketuntasan [2] Riduwan. 2010. Skala Pengukuran
belajar siswa untuk seluruh Variabel-Variabel Penelitian.
kelas secara klasikal mencapai Bandung: Alfabeta.
82,36 %. [3] Sadiman, Arief S. 2007. Media
3. Respon siswa terhadap alat pendidikan: pengertian,
peraga cermin ganda dalam pengembangan dan
pembelajaran mencapai kategori pemanfaatannya. Jakarta: PT
sangat baik dengan persentase RajaGrafindo Persada.
sebesar 90,62%. [4] Rosdiana, Laily. 2006. Implementasi
Pembelajaran Terintegrasi Model
B. SARAN/REKOMENDASI Shared dengan Alat Peraga pada
1. Alat peraga cermin ganda Pokok Bahasan Cahaya
dapat digunakan sebagai salah Memberikan Hasil yang Baik.
satu media alternatif dalam Skripsi Sarjana Pendidikan Fisika
pembelajaran, namun harus tidak dipublikasikan: Unesa.
mengkondisikan siswa ketika
mengajarkan cara
menggunakannya agar siswa
dapat menggunakannya dengan
baik.
2. Penelitian ini hanya sampai
pada tahap pengujian

99

You might also like