0% found this document useful (0 votes)
283 views14 pages

Tantangan PTP di Abad 21

The document discusses the roles and challenges of instructional technology professionals in 21st century learning. It describes how instructional technology and learning are rapidly changing, especially with the rise of information and communication technologies. This poses challenges for instructional technology professionals to develop innovative learning models, instructional media, and e-learning applications that align with 21st century learning paradigms. Key roles for professionals include collaborating with others, improving competencies in learning and new technologies, and providing solutions to learning problems through technology applications. Their products will be important for supporting various education programs.

Uploaded by

Jurnal Kwangsan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
283 views14 pages

Tantangan PTP di Abad 21

The document discusses the roles and challenges of instructional technology professionals in 21st century learning. It describes how instructional technology and learning are rapidly changing, especially with the rise of information and communication technologies. This poses challenges for instructional technology professionals to develop innovative learning models, instructional media, and e-learning applications that align with 21st century learning paradigms. Key roles for professionals include collaborating with others, improving competencies in learning and new technologies, and providing solutions to learning problems through technology applications. Their products will be important for supporting various education programs.

Uploaded by

Jurnal Kwangsan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 14

PERAN DAN TANTANGAN

PROFESI PENGEMBANG TEKNOLOGI


PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN
ABAD 21
The Roles and Challenges of Instructional Technology Professional
Developers in The 21st Century Learning
Bambang Warsita
PusatTeknologi Informasi dan Komunikasi, KementerianPendidikan dan Kebudayaan
Jalan RE Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Indonesia
Pos-el: [email protected]

INFORMASI ARTIKEL Abstract:


Riwayat Artikel: Objects in the science of instructional technology are instructional and lear-
Diterima : 10 September 2017 ning. Instructional and learning are experiencing change and tremendous
Direvisi : 27 Oktober 2017
transformation lately, especially at the turn of the millennium leading to
Disetujui : 27 Nopember 2017
the 21st century. Therefore, this condition is a challenge and demand profe-
Keywords: ssional role of instructional technology developers (PTP) to provide solu-
Professional developer of tions. This study aims to describe what are the roles and challenges of the
instructional technologies, 21st profession instructional technology developer in the learning of the 21st cen-
century learning. tury, as well as what products should be produced by PTP in the future. This
study uses a descriptive method. Data collection techniques and information
Kata Kunci:
through a literature study. The results of this literature review indicate that
Profesi pengembang teknolo- the future development of instructional technologies should be able to pro-
gi pembelajaran, pembelaja-
duce products such as; innovative ICT-based learning models, instructional
ran abad 21.
media, and the application of e-learning. Therefore, the role and challenges
facing the current PTP, namely: PTP must be creative and innovative to de-
velop cutting-edge learning model appropriate learning paradigm of the 21st
century; PTP must work collaboratively with other professionals in a team to
produce a product; PTP needs to improve their competencies, they are com-
petency in the area of learning and competency in the area of technology, es-
pecially regarding the new learning media; PTP needs to show real work and
offer solutions to problems of learning with e-learning applications. Finally
PTP products will be awaited and necessary to support the implementation
of the learning process in different types, levels and appropriate education
pathway applicable curriculum.

Abstrak:

Objek keilmuan teknologi pembelajaran adalah belajar dan pembe-


lajaran. Belajar dan pembelajaran mengalami perubahan dan trans-
formasi yang luar biasa akhir-akhir ini, terutama pada pergantian
millennium mengawali abad ke 21. Kondisi ini menjadi tantangan

Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran


pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
77
dan menuntut peran profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
(PTP) untuk memberikan solusinya. Kajian ini bertujuan untuk men-
deskripsikan apa peran dan tantangan profesi pengembang teknologi
pembelajaran dalam pembelajaran abad 21, serta produk-produk apa
yang harus dihasilkan oleh PTP di masa depan. Kajian ini menggu-
nakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informa-
sinya melalui studi literatur. Hasil kajian literatur ini menunjukkan
bahwa ke depan pengembang teknologi pembelajaran harus mampu
menghasilkan produk-produk berupa; model pembelajaran inovatif
berbasis TIK, media pembelajaran, dan aplikasi e-pembelajaran. Oleh
karena itu, peran dan tantangan yang dihadapi PTP saat ini yaitu:
PTP harus kreatif dan inovatif mengembangkan model pembelajaran
mutakhir yang sesuai paradigma belajar abad 21; PTP harus bekerja
sama secara kolaboratif dengan profesi lain dalam suatu tim untuk
menghasilkan produk; PTP perlu meningkatkan kompetensinya,
yaitu kompetensi bidang pembelajaran dan kompetensi bidang
teknologi khususnya mengenai media pembelajaran terbaru; dan
PTP perlu menunjukkan karya nyata dan menawarkan solusi-solusi
masalah pembelajaran dengan aplikasi e-pembelajaran yang tepat
guna. Akhirnya, peran dan produk-produk PTP tersebut ditunggu
dan dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya proses pembela-
jaran di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai kurikulum
yang berlaku.

PENDAHULUAN (3) bertujuan meningkatkan kua-litas belajar


Perkembangan dan kemajuan ilmu penge- manusia; serta (4) berorientasi kepada kegiatan
tahuan dan teknologi yang demikian pesat, instruksional individual (Mukminan, 2012:3).
baik di bidang ilmu pendidikan, ilmu Untuk itulah, teknologi pembelajaran yang
komunikasi dan ilmu komputer ser-ta mengambil peran secara sengaja dan kreatif
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dirancang untuk membantu memecahkan
maka tidak mustahil ke depan teknologi permasalahan pembelajaran.
pembelajaran akan semakin terus berkembang Objek keilmuan teknologi pembelajaran
dan memperkukuh diri menjadi suatu disiplin adalah belajar dan pembelajaran. Belajar
ilmu, program studi, dan profesi yang dapat dan pembelajaran mengalami pe-rubahan
berperan dalam memecahkan masalah- dan transformasi yang luar biasa akhir-akhir
masalah pembelajaran. Selain itu, telah ini, terutama pada pergantian milenium
terjadinya perubahan di bidang pengembangan mengawali abad ke-21. Pergeseran paradigma
tek-nologi pembelajaran. Definisi teknologi mengenai belajar yang kini mengarah kepada
pembelajaran mengalami perubahan, jenis gejala terjadinya perubahan pelayanan
media pembelajaran bertambah, model pem- di sekolah dan perubahan peran guru.
belajaran baru diciptakan, bidang garapan Pelayanan sekolah yang baik memerlukan
Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) kolaborasi interdisipliner dan upaya yang
atau instructional designer bertambah banyak intensif dan berkesinambungan melibatkan
dan semakin meningkat kompleksitasnya. ber-bagai pihak. Guru yang bersertifikasi
Teknologi pembelajaran berkembang de- dan profesional terancam oleh guru maya
ngan mengambil empat ciri utama, yaitu: yang bisa saja (Purwanto, 2015). Oleh karena
(1) menerapkan pendekatan sistem; (2) itu, menuntut perubahan peran profesi PTP.
menggunakan sumber belajar seluas mungkin; Teknologi pembelajaran (instructional

78 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


technology) adalah suatu bidang yang secara terobosan yang inovatif; (f) literasi teknologi
sistematik memadukan komponen sumber informasi dan komunikasi (information and
daya belajar yang meliputi: orang, isi ajaran, communications technology literacy), mampu
media atau bahan belajar, peralatan, teknik, memanfaatkan teknologi informasi dan
dan lingkungan, yang digunakan untuk komunikasi untuk meningkatkan kinerja
membelajar- kan peserta didik pada semua dan aktivitas sehari-hari; (g) kemampuan
jalur, jenjang dan jenis pendidikan (Permenpan belajar kontekstual (contextual learning skills),
No: PER/2/M. PAN/3/2009). Adapun definisi mampu menjalani aktivitas pembelajaran
terbaru teknologi pembelajaran adalah mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari
studi dan etika praktik untuk memfasilitasi pengembangan pribadi, dan (h) kemampuan
pembelajaran dan meningkatkan kinerja informasi dan literasi media, mampu
dengan menciptakan, menggunakan, dan memahami dan menggunakan berbagai
mengelola proses teknologi dan sumber daya media komunikasi untuk menyampaikan
yang tepat (Permenpan No 28 Tahun 2017). beragam gagasan dan melaksanakan ak–
Teknologi pembelajaran adalah teori dan tivitas kolaborasi serta interaksi dengan
praktik dalam desain, pengembangan, pe- beragam pihak (BSNP, 2010). Pencapaian
manfaatan, pengelolaan, penilaian dan keterampilan tersebut dapat dicapai dengan
penelitian, proses, sumber dan sistem un- menenerapkan model pembelajaran yang
tuk belajar (Suhardjono, 2007). Teknologi inovatif berbasis TIK. Oleh karena itu,
pembelajaran mempunyai peran penting profesi PTP diharapkan dapat menghasilkan
untuk mengatasi permasalahan pendidikan berbagai produk berupa media/model
atau pembelajaran. Salah satu masalah yang pembelajaran inovatif berbasis TIK.
dihadapi sekarang yaitu pendidikan atau Salah satu indikatornya, hasil penelitian
pembelajaran abad ke-21. tentang efek Google dan penguasaan peserta
Dalam penyiapkan peserta didik untuk didik tentang keterampilan belajar abad ke-
memasuki dunia kerja baru pada abad 21, menunjukkan bahwa: (1) kepemilikan HP
ke-21, framework pembelajaran abad ke- dan internet akses, 100% dari peserta didik
21 adalah: (a) kemampuan berpikir kritis mengaku memiliki HP dan akses ke internet;
dan pemecahan masalah (critical-thinking (2) fenomena efek Google, 86% dari peserta
and problem-solving skills), mampu berpikir didik menunjukkan efek Google. Mereka
secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama tidak bisa menjawab salah satu dari tiga
dalam konteks pemecahan masalah; (b) pertanyaan tentang nomor telepon penting,
kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dan mencoba memanfaatkan ponselnya; (3)
(communication and collaboration skills), keterampilan belajar abad ke-21, sedangkan
mampu berkomunikasi dan berkolaborasi 20% dari peserta didik tahu keterampilan
secara efektif dengan berbagai pihak; (c) belajar ke-abad 21. Mereka setidaknya
kemampuan berpikir kritis dan pemecahan mengetahui salah satu keterampilan belajar
masalah (critical-thinking and problem-solving abad ke-21; (4) komputasi awan (cloud
skills), mampu berfikir secara kritis, lateral, dan computing) yang 13% peserta didik tahu
sistemik, terutama dalam konteks pemecahan tentang komputasi awan. Mereka mengetahui
masalah; (d) kemampuan berkomunikasi dan bisa mengunggah (mengupload file)
dan bekerjasama (communication and colla- (Purwanto, 2012). Dengan demikian, telah
boration skills), mampu berkomunikasi dan terjadi perubahan cara dan gaya belajar pada
berkolaborasi secara efektif dengan berbagai peserta didik dan memiliki kecenderungan
pihak; (e) kemampuan mencipta dan me- lebih memilih untuk belajar pemecahan
mbaharui (creativity and innovation skills), masalah daripada belajar hafalan. Umumnya
mampu mengembangkan kreativitas yang (55%) peserta didik menemukan kesulitan
dimilikinya untuk menghasilkan berbagai untuk menghafal. Peserta didik yang tahu
Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
79
keterampilan belajar abad ke-21 ada 20% Teknologi Pembelajaran di sekolah pada
dan 13% dari mereka siap untuk mengambil mahasiswa teknologi pendidikan angkatan
keuntungan dari komputasi awan. tahun 2011 dilihat dari segi perencanaan,
Profesi atau jabatan PTP mempunyai tugas proses pelaksanaan, dan hasil pelaksanaan
pokok untuk melaksanakan kegiatan analisis tergolong cukup baik dengan perolehan
dan pengkajian, perancangan, produksi, rata-rata (73,08%) (Saputro, 2015). Sekolah
implementasi, pengendalian, dan evaluasi tujuan diberi pemahaman tentang tugas
untuk pengembangan teknologi pembelajaran pengembang teknologi pembelajaran
(Permenpan Nomor 28 Tahun 2017). secara rinci sehingga profesi PTP dapat
Profesi PTP bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan perannya dengan
pemanfaatan teknologi pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, dalam kajian ini
digunakan untuk membelajarkan peserta penulis mencoba menganalis secara kritis
didik pada semua jalur, jenjang, dan jenis bagaimana peran dan tantangan PTP dalam
pendidikan (Purwanto, 2015). Dalam dunia pembelajaran abad ke-21, serta produk-
sekarang ini, teknologi ada di mana-mana, produk apa yang harus dihasilkan PTP di
dan belajar bisa berlangsung di mana- masa yang akan datang.
mana. Peluang baru dan cara-cara untuk Berdasarkan latar belakang di atas, per-
mengintegrasikan teknologi ke dalam masalahan dalam kajian ini adalah: (1)
proses pembelajaran sedang dibuat setiap Produk-produk apa yang harus dihasilkan
hari. Membawa teknologi ke dalam kelas oleh PTP di masa depan? dan (2) Apa peran
berfungsi tidak hanya alat, tetapi juga dan tantangan profesi pengembang teknologi
sumber daya untuk mengakses informasi pembelajaran da-lam pembelajaran abad ke-
dan memungkinkan pembelajaran yang 21?
lebih lanjut. Salah satu profesi yang tugasnya Kajian literatur ini bertujuan untuk men-
membantu pendidik mengintegrasikan TIK jelaskan produk-produk apa yang harus
ke dalam pembelajaran adalah pengembang di- hasilkan oleh PTP di masa depan; dan
teknologi pembelajaran (PTP). mendeskripsikan apa peran dan tan-tangan
Terkait dengan upaya meningkatkan ku– profesi pengembang teknologi pembelajaran
alitas pembelajaran yang harus diupayakan dalam pembelajaran abad ke-21. Akhirnya
oleh pendidik profesional, kehadiran PTP peran dan produk-produk PTP tersebut sangat
memberikan jawaban yang konkrit dan ditunggu dan dibutuhkan untuk menunjang
rasional. Teknologi pembelajaran adalah suatu ter-selenggaranya proses pembelajaran di
bidang yang berkepentingan dengan usaha ber-bagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan
memudahkan proses belajar dengan ciri- sesuai kurikulum yang berlaku.
ciri, yaitu; (1) tecnological processes, meliputi;
pengembangan desain pembelajaran, Rencana METODE PENELITIAN
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), model Metode penelitian yang digunakan dalam
dan strategi pem-belajaran; (2) technological kajian ini adalah metode deskriptif.
resources, meliputi; pengembangan media dan Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk
sumber belajar dan mengoptimalkan pusat menggambarkan secara sistematis fakta
pengembangan infomasi dan komunikasi dan karateristik objek atau subjek yang
pendidikan (website sekolah, e-learning, diteliti secara tepat (Darmadi, 2011). Teknik
e-library); dan (3) peningkatan kualitas pengumpulan data dan informasinya
guru, melalui pengadaan pendidikan dan melalui studi literatur. Adapun literatur
pelatihan, serta pengembangan metode yang digunakan dalam kajian ini antara
penilaian (Saputro, 2015). lain, yaitu: berbagai peraturan dan naskah
Hasil penelitian tentang evaluasi pe- akademik tentang jabatan fungsional
laksanaan jabatan fungsional Pengembang pengembang teknologi pembelajaran, serta

80 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


framework pembelajaran abad ke-21. Selain Model Pembelajaran
itu, juga menggunakan berbagai sumber Model pembelajaran diartikan sebagai prose-
dari artikel jurnal ilmiah yang terbaru dur sistematis dalam mengorganisasikan
sebagai pendukung dalam pembahasan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
kajian ini. Analisis data dan informasinya belajar (Warsita, 2014). Saat ini telah banyak
secara deskriptif serta menyajikannya secara dikembangkan dan digunakan guru berbagai
deskriptif. macam model pembelajaran, dari yang
sederhana sampai model yang kompleks dan
HASIL DAN PEMBAHASAN rumit berbasis TIK.
Produk Pengembang Teknologi Model pembelajaran berbasis TIK yang
Pembelajaran selama ini telah dikembangkan oleh profesi
Jabatan PTP dapat diangkat dan ber- PTP meliputi model pembelajaran mikro
kedudukan di unit kerja/instansi peme-rintah yang diterapkan pada tingkat kelas yang
pusat atau pemerintah daerah yang memiliki keputusan penerapannya dilakukan oleh
fungsi: (1) pengembangan inovasi/ aktivitas pendidik, dan model pembelajaran yang lebih
pembelajaran; (2) pendidikan dan pelatihan; makro berupa model pembelajaran yang
(3) pendidikan dan pembelajaran jarak jauh; melibatkan komponen sistem pembelajaran
(4) bimbingan teknis di bidang pembelajaran; yang lebih banyak dan penerapannya
(5) layanan bantuan pembelajaran; (6) memerlukan keputusan pembuat kebijakan.
penjaminan mutu/kualitas pembelajaran; (7) Misalnya, model pendidikan terbuka jarak
peningkatan mutu/kualitas pembelajaran; jauh (SMP Terbuka, SMA Terbuka, dan
(8) pengembangan model dan media Universitas Terbuka).
pembelajaran; (9) pemanfaatan model dan Model-model pembelajaran berbasis
media pembelajaran; dan (10) pendayagunaan TIK kini telah berkembang seiring de-
TIK untuk pembelajaran (Permendikbud No ngan perkembangan IPTEK, khususnya
13 Th 2017). teknologi komunikasi dan teknologi in-
Sesuai tugas dan fungsinya pengembang formasi atau teknologi komputer. Berkat
teknologi pembelajaran harus bisa meng- berkembangnya komputer dan internet kini
hasilkan produk-produk berupa; (1) model banyak dikembangkan model pem-belajaran
pembelajaran inovatif berbasis TIK; (,2) media online dan e-pembelajaran. Ada pula model
pembelajaran; dan (3) aplikasi e-pembelajaran pembelajaran yang mencampur penggunaan
berbagai pendekatan dan media yang dikenal
(Kemdikbud, 2016). Produk-produk tersebut
dengan blended learning atau hybrid learning.
dibutuhkan dalam menunjang terseleng-
Ketersediaan perangkat teknologi dan
garanya proses pembelajaran di berbagai semakin mudahnya untuk pemanfaatan
jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai internet dengan bandwith yang lebar, bahkan
kurikulum yang berlaku. telah memungkinkan dikembangkannya
Instansi pengguna produk yang diha- model pembelajaran yang mampu mela-
silkan oleh PTP antara lain adalah unit yani pendidikan terbuka dan jarak jauh
pengembangan yang ada di Kemdikbud secara massif. Model tersebut dikenal
(Pustekkom, P4TK, LPMP), lembaga diklat dengan massive open online courses (MOOC),
pada kementerian dan lembaga, unit pengem- yang menjadi trend selama sepuluh tahun
bangan yang ada di daerah (Balai Tekkom), terakhir. Inovasi di bidang pengembangan
perguruan tinggi, dan sekolah. Adapun model pembelajaran yang memanfaatkan
produk-produk yang harus di hasilkan oleh teknologi canggih tersebut dimungkinkan
karena tersedianya aneka sumber belajar
profesi atau pejabat PTP di masa depan
yang mudah diakses secara terbuka dan
antara lain sebagai berikut:
secara murah yaitu sumber belajar bebas
Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
81
akses (open educational resources atau OER). yang dikenal sebagai objek pembelajaran
Semua institusi pendidikan saat ini digital (Digital Learning Object atau DLO).
berusaha menyediakan akses terhadap Objek pembelajaran adalah sembarang
sumber belajar online untuk peserta didiknya. entitas yang dapat digunakan sebagai bahan
Sekolah, lembaga diklat dan perguruan pembelajaran maupun pelatihan (Dirjen
tinggi mengembangkan infrastruktur yang Dikti, 2014). Oleh karena itu, bahan-bahan
mampu menunjang terselenggaranya model pembelajaran konvensional (misalnya: mo-
pembelajaran berbasis TIK yang telah menjadi dul, lembar kerja, handout, diktat, peta, dan
kebutuhan bagi proses pembelajaran. sebagainya) dapat disebut sebagai objek
Model layanan pembelajaran di daerah pembelajaran. Istilah objek pembelajaran
terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T). Model sendiri baru populer seiring dengan po-
pembelajaran ini dalam bentuk pusat sumber pularitas pembelajaran berbasis teknologi
belajar berbasis TIK di sekolah pada daerah (komputer, dan kemudian Internet). Pada
terpencil, tertinggal, dan terdepan (PSB pembelajaran online atau pembelajaran ber-
berbasis TIK di daerah 3T). Pengembangan basis Internet, objek pembelajaran dapat
dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran berupa teks, grafis, gambar, suara, video,
modern (pembelajaran abad ke-21), pember- maupun multimedia.
dayaan, tumbuh dari bawah, dan kemitraan, Berbagai jenis media pembelajaran (se-
serta dengan belajar dari pengalaman negara derhana, modul, audio, video, mul-timedia,
lain (Kusnandar, 2013). Untuk mendukung multimedia interaktif, dan hypermedia)
layanan pembelajaran tersebut tiap-tiap se- tersebut selalu diperlukan oleh peserta didik
kolah diberikan paket bantuan pusat sumber di semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan.
belajar lengkap yang terdiri dari pembangkit Produk PTP berupa media pembelajaran
listrik tenaga surya, antena parabola, pesawat tersebut selanjutnya disebarluaskan melalui
televisi, enam unit laptop, modem, wi-fi dan berbagai saluran komunikasi dan teknologi
sebuah harddisk satu terabyte berisi konten jaringan ter-masuk internet. Saat ini produk
bahan belajar digital. media pembelajaran umumnya disimpan
Berbagai model pembelajaran inovatif dalam suatu server berupa cloud computing,
berbasis TIK tersebut merupakan karya dan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh
atau out put kegiatan profesi atau pejabat penggunanya secara terbuka. Sumber belajar
PTP. Dengan kata lain, profesi PTP ke yang dapat dimanfaatkan secara bebas
depan harus bisa menghasilkan model- tersebut disebut open educational resources
model pembelajaran inovatif berbasis TIK (OER).
berdasarkan kurikulum yang berlaku sesuai
dengan jenis, jalur dan jenjang pendidikan. Aplikasi e-pembelajaran
Aplikasi adalah perangkat lunak kom-puter
Media Pembelajaran untuk keperluan pembelajaran. e-pembelajaran
PTP selama ini telah menghasilkan produk adalah proses layanan pembelajaran dengan
media pembelajaran yang beraneka ragam. berbasis elektronik dalam bentuk audio, video
Mulai dari media sederhana, cetak, audio, dan multimedia yang didistribusikan melalui
audio-visual/video, multimedia, multime- radio, televisi, komputer, intranet, dan internet
dia interaktif dan hypermedia. Berbagai jenis (Kemdikbud, 2013).
dan bentuk media pembelajaran yang bisa PTP juga menghasilkan produk berupa
dikategorikan menjadi beberapa kelompok perangkat aplikasi yang dimanfaatkan
tersebut sampai sekarang ini masih banyak untuk pembelajaran berbasis TIK atau
dikembangkan karena memang diperlukan e-pembelajaran. Aplikasi atau perangkat
untuk menunjang proses pembelajaran. lunak (software) tersebut dikembangkan
Dewasa ini berkembang jenis media baru sesuai kebutuhan dan dirancang dalam

82 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


berbagai bentuk untuk tujuan mengelola jauh dan pembelajaran melalui e-learning
konten pembelajaran atau untuk mengelola (Kemdikbud, 2016).
pembelajaran. Dalam kiprahnya untuk menghasilkan pro-
Kebutuhan akan aplikasi pembelajaran duk-produk berupa media/model/aplikasi
ini berkembang karena ketersediaan pe- pembelajaran inovatif berbasis TIK tersebut,
rangkat teknologi (devices) yang semakin profesi PTP menghadapi berbagai tantangan
beraneka ragam dan semakin banyak pembelajaran abad ke-21 dan harus mengambil
digunakan, seperti tablet, ipad, dan mobile peran secara aktif antara lain sebagai berikut:
devices lainnya. Selain itu, berkembang dan
semakin banyaknya perangkat teknologi PTP harus kreatif dan inovatif
pembelajaran yang tersedia di sekolah juga mengembangkan media/model/aplikasi
membutuhkan aplikasi e-pembelajaran yang pembelajaran
semakin beragam. Tersedianya berbagai jenis teknologi yang
Sebagaicontoh,untukpemanfaatanperangkat lebih baik yang dapat dimanfaatkan untuk
komputer yang tersedia di sekolah diperlukan pembelajaran menjadi tantangan baru bagi
berbagai jenis aplikasi e-pembelajaran. Guna profesi PTP untuk lebih kreatif dan inovatif
mengoptimalkan penggunaan papan tulis dalam mengembangkan media/ model/
interaktif (withborad interactive) diperlukan aplikasi pembelajaran sesuai paradigma
aplikasi e-pembelajaran. Kepemilikan laptop belajar abad ke-21. Menurut Lynne Munson,
yang semakin tinggi juga dapat dimanfaatkan President and Executive Director, Common
untuk mengembangkan model aplikasi Core, belajar abad ke-21 adalah “learning
pembelajaran menggunakan games (game with better tools”. Menurut Munson “Today’s
based learning) (Kemdikbud, 2016). students are fortunate to have powerful learning
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tools at their disposal that allow them to locate,
tersebut profesi atau pejabat PTP perlu bekerja acquire, and even create knowledge much more
sama dengan profesi lain misalnya guru, quickly than their predecessors” (Munson, 2010).
dosen, pranata komputer, dan lain lain untuk: Kondisi belajar abad ke-21 seperti itulah yang
(1) mengembangkan dan menerapkan model- dihadapi oleh PTP. Oleh karena itu, PTP harus
model pembelajaran inovatif berbasis TIK; (2) mampu berkreasi dan mengembangkan ino-
mengembangkan dan menggunakan berbagai vasi baik berupa media/ model/ aplikasi
media dan sumber belajar berbasis TIK; dan pembelajaran yang memanfaatkan sumber
(3) mengembangkan dan memanfaatkan belajar dan media berbasis TIK yang lebih
aplikasi e-pembelajaran (e-learning). baik sesuai paradigma belajar abad ke-21.
Dengan kreasi dan inovasinya, PTP bisa
Peran dan Tantangan PTP diterima sebagai tenaga profesional di lem-
dalam pembelajaran abad 21 baga pendidikan. Dengan peran yang jelas,
Salah satu akibat dari pemanfaatan tek-nologi tugas dan wewenang yang jelas, kehadiran
pembelajaran yang semakin intens adalah PTP di lembaga pendidikan bisa memberikan
lahirnya profesi pengembang teknologi sumbangan bagi peningkatan kualitas la-
pembelajaran (instructional designer) yang yanan pendidikan (Purwanto, 2015). Oleh ka-
berperan menyatukan dan meleburkan rena itu, profesi PTP harus siap untuk bekerja
pembelajaran dengan teknologi. Di Indonesia sama dan berkolaborasi dengan profesi atau
telah lahir profesi PTP, tenaga kependidikan pejabat fungsional lain yang ada di lembaga
yang baru, yang telah ikut mengubah pendidikan, yaitu pendidik (guru, dosen
cara peserta didik belajar, mengubah cara atau widyaiswara), pranata laboratorium
pendidik mengajar, dan mengubah cara pendidikan, pustakawan, teknisi sumber
menyajikan pembelajaran menjadi beraneka belajar, pranata komputer, dan tenaga ke-
model, seperti model pendidikan jarak pendidikan lainnya dalam memberikan
Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
83
layanan pendidikan yang berkualitas sesuai layanan. Pelayanan pembelajaran oleh sebuah
tuntutan pembelajaran abad ke-21. lembaga pendidikan dapat terselenggara
Perangkat TIK yang mengalami per- dengan baik berkat kolaborasi dari pendidik,
kembangan sangat pesat pada lima tahun tenaga kependidikan dan lain-lain tenaga
terakhir adalah tablet. Tablet saat ini telah dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda.
mengalami perkembangan yang sangat sig- Misalnya untuk mengembangkan model/
nifikan terutama dari fitur-fitur yang dapat media/aplikasi pembelajaran yang berbasis
digunakan untuk berbagai keperluan, dan TIK memerlukan kerjasama atau kolaborasi
salah satunya adalah untuk pembelajaran. antara profesi guru, dosen, PTP, pranata
Pemanfaatan tablet (e-Sabak) ini merupakan laboratorium, praktisi sumber belajar, prana
tantangan baru bagi profesi PTP untuk lebih komputer, dan tenaga ahli lainnya.
kreatif dan inovatif dalam mengembangkan Implementasi JF-PTP di sekolah menjadi
media/model/aplikasi pembelajaran yang langkah strategis dalam membangun sistem
meman-faatan tablet (e-Sabak). Tablet dapat pendidikan persekolahan yang berkualitas.
di-manfaatkan untuk pembelajaran sebagai PTP sebagai pelaksana teknis fungsional
alat bantu pembelajaran, sumber pembe- dengan tugas pokok melakukan analisis
lajaran, sarana interaksi pembelajaran, pe- dan pengkajian, perencanaan, produksi,
ngelolaan system pembelajaran, dan alat penerapan, pengendalian, dan evaluasi
penilaian pembelajaran (Warsihna, dkk. terhadap media/ model/ aplikasi teknologi
2015). Khusus untuk pembelajaran, tablet pembelajaran akan menjadi mitra guru
dapat berfungsi sebagai alat untuk membaca dalam mewujudkan pendidikan berkualitas
(e-reader), repositori video (menampilkan di sekolah (Haryono, 2017). Oleh karena itu,
video), dan mesin penjelajah web untuk PTP di sekolah dapat berperan sesuai lingkup
mengakses ribuan aplikasi sehingga lebih tugas dan fungsinya untuk melakukan
sering menggantikan peran buku. Saat ini, proses penjaminan mutu pembelajaran,
tablet hanya akan digunakan sebagai sumber pengembangan dan pengelolaan infrastruktur
pembelajaran menggantikan buku. Anak pembelajaran, serta pengembangan kapasitas
Indonesia sudah siap untuk menggunakan sumber daya pendidikan sekolah.
e-Sabak untuk pembelajaran abad 21.
PTP harus selalu meningkatkan kompetensi
PTP harus bekerjasama secara kolaboratif sesuai perkembangan teknologi yang sangat
dengan profesi lain dalam suatu tim untuk pesat.
menghasilkan produk. Agar PTP dapat berkiprah di era abad 21 ini, ada
Pada era informasi sekarang ini telah dua bidang kompetensi yang harus dikuasai
berkembang budaya baru yang menuntut dengan baik oleh setiap PTP, yaitu kompetensi
untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam bidang pembelajaran dan kompetensi bidang
suatu tim untuk menghasilkan produk teknologi (Kem-dikbud, 2016). Dua bidang
atau pelayanan (Kemdikbud, 2016). Hal ini tersebut merupakan bidang yang sangat
terjadi karena berkembang hyperspesialisasi dinamis dan mengalami perubahan yang cepat
yaitu pekerjaan yang sebelumnya dilakukan dan pesat pada akhir-akhir ini.
oleh satu orang menjadi bagian-bagian yang PTP sebagai jabatan fungsional ASN atau
lebih khusus dilakukan oleh beberapa orang. jenjang karier PNS harus memenuhi standar
Berkembangnya budaya berkolaborasi ini kompetensi sesuai dengan jenjang jabatannya,
merupakan tatangan baru bagi profesi PTP yaitu: (1) kompetensi teknis; (2) kompetensi
untuk membangun kerja sama dengan manajerial; dan (3) kompetensi sosial kultural
berbagai orang dari berbagai profesi dengan (Menpan, 2017). Adapun rincian standar
latar belakang disiplin ilmu dalam suatu kompetensi setiap jenjang jabatan dan
tim untuk menghasilkan suatu produk atau pelaksanaan uji kompetensi PTP ini akan

84 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


ditetapkan oleh Kemdikbud sebagai intansi kasi pembelajaran sesuai keterampilan belajar
pembina JF-PTP. abad ke-21.
Selain itu, pada abad 21 ini pendidikan Khusus bagi PTP dan para dosen, guru
ditantang untuk mampu menciptakan pen- calon guru, widyaiswara, dan instruktur/
didikan yang dapat ikut menghasilkan pelatih perlu membekali diri dengan standar
sumber daya pemikir yang mampu ikut kompetensi di bidang ICT agar memiliki
membangun tatanan sosial dan ekonomi sadar kompetensi di bidang ICT dan mampu
pengetahuan sebagaimana layaknya warga menerapkan atau strategi pemanfaatan ICT
dunia di abad 21. Oleh karena itu, agar PTP dalam pembelajaran (Gafur, 2011).
mampu berkiprah dalam kehidupan nyata Peningkatan derajad kehidupan manusia
pada abad 21 ini harus memiliki kompetensi bisa dicapai oleh manusia yang mau belajar
abad 21 yang dibutuhkan di dunia usaha dan sepanjang hayatnya. Manusia yang mau be-
dunia industri, yaitu: (1) keterampilan dan lajar apa saja akan mencapai pengetahuan,
belajar berinovasi; (2) kehidupan dan karir; keterampilan hidup, dan menguasai berba-
dan (3) keterampilan teknologi dan media gai kompetensi. Belajar sepanjang hayat
informasi (Wijaya, dkk. 2016). memerlukan layanan model pendidikan
Masuknya komponen media dan tek- terbuka dan pembelajaran online. Selain itu,
nologi baru dalam sistem pembelajaran pendidikan terbuka tanpa batas memerlukan
telah mengubah cara peserta didik belajar. sumber belajar, yaitu sumber belajar bebas
Masyarakat di mana kita hidup membutuhkan akses (open educational resources atau OER).
cara belajar yang lebih luwes atau fleksibel dan Jadi OER adalah kumpulan bahan belajar
beradaptasi dengan perubahan (Carmona and yang disediakan secara gratis dan mudah
Marin, 2013). Jika dahulu proses pembelajaran diakses oleh siapapun yang memerlukannya.
lebih bersifat personal atau berbasiskan tiap- OER ini sangat diperlukan untuk mendukung
tiap individu, yang harus dikembangkan kebutuhan belajar sepanjang hayat.
saat ini adalah model pembelajaran yang Pengembangan konten untuk OER me-
mengedepankan kerjasama antar individu merlukan peran PTP. Selanjutnya sebagai
(BSNP, 2010). Oleh karena itu, diperlukan akibat dari berkembangnya OER tersebut
profesi PTP yang memiliki kompetensi untuk
juga berkembang kecenderungan penerapan
mengembangkan model pembe-lajaran yang
model pembelajaran yang masif terbuka
mengintegrasikan media dan teknologi baru
dan online atau dikenal sebagai masive open
dalam kegiatan pembelajaran.
online courses (MOOC). Pembelajaran model
PTP bersama-sama dengan pendidik dan
ini menuntut kemam-puan peserta didiknya
tenaga kependidikan lainnya harus mampu
untuk berkolaborasi dan bekerja sama baik
menciptakan iklim belajar di sekolah yang
secara sinkronus atau secara asinkronus
interaktif, inspiratif, menantang, menyenang-
kan dan mampu memenuhi kebutuhan dengan sejawat dari seluruh dunia.
peserta didiknya yang memiliki tuntutan Pada prinsipnya, PTP harus mampu
yang semakin besar untuk dilayani belajarnya. menguasai teknologi dan pedagogi baru
Peserta didik di masa depan adalah peserta (Purwanto, 2015). Teknologi telah mem-
didik yang menganggap “dunia ini adalah berdayakan orang untuk menemukan in-
kelasnya” (the world is my class) dan belajar formasidanterhubungdenganoranglainuntuk
mereka adalah perjalanan panjang tanpa henti belajar dalam segala macam cara (Kuhlmann,
(long-long journey), dan tak pernah khatam 2014), karena itu teknologi ibaratnya seperti
(never ending) (Purwanto, 2015). Oleh karena musik dan pedagogi adalah tariannya
itu, untuk memenuhi kebutuhan layanan (Anderson and Dron, 2011). Penguasaan
pembelajaran seperti itu, setiap PTP harus kedua kompetensi terse-but memungkinkan
mampu mengembangkan media/model/apli- PTP berkarya nyata mengembangkan media/

Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran


pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
85
model/ aplikasi pembelajaran yang inovatif, untuk mendorong terjadinya proses belajar
tentu saja setelah melalui proses perubahan pada diri setiap orang di Indonesia ini agar
paradigma mengenai teknologi baru dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk
integrasinya ke dalam pembelajaran (Sims membangun diri, meningkatkan kapasitas
and Koszalka, 2011). dan menggali potensi diri yang dimilikinya
untuk dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk
PTP perlu menunjukkan kinerjanya dengan meningkatkan taraf kehidupannya. Negara
karya yang nyata. kita memerlukan pemimpin yang mampu
Salah satu tantangan besar PTP adalah mendorong terjadinya sebuah gerakan
mampukah para PTP tersebut meyakinkan belajar semesta, mendorong agar setiap
kepada para pendidik dan pemangku insan Indonesia belajar, belajar sepanjang
kepentingan lainnya tentang perannya se- hayat, dan belajar menolong dirinya sendiri
hingga para pendidik memandang perlu (self-help).
untuk berkolaborasi dengan PTP. Jika Kehadiran PTP di lembaga pendidikan
pendidik merasa tugasnya diperingan atau haruslah didasarkan karena ada kebu-
dipermudah oleh PTP dan mereka merasakan tuhan dan mengisi kekosongan. Kita
manfaatnya berkolaborasi dengan PTP, semua menyadari betapa tidak mudah
sebagai profesional mereka akan menikmati mengitegrasikan TIK ke dalam pembe-
sukses yang lebih baik. Hal penting yang lajaran, betapa sulitnya mengembangkan
harus dilakukan dengan baik oleh PTP antara budaya baru belajar berbasis TIK dan me-
lain adalah mengomunikasikan dengan jelas ngubah paradigma pembelajaran. Di sisi lain
mengenai perannya, memahami tugas dan hambatan juga timbul dari aspek geografis,
menjelaskannya kepada mitra kerjanya, demografis, sosiologis dan bahkan politis
dan mengembangkan diri sehingga menjadi yang ada di negara kita. Untuk itu diperlukan
profesional yang dihormati. kajian atau ana-lisis kebutuhan tenaga PTP di
Berkat perkembangan teknologi yang me- lembaga pendidikan baik di pusat ataupun
rasuki sistem pembelajaran,model belajar di daerah (Kemdikbud, 2016).
yang berkembang dan banyak diterapkan Kebutuhan di sekolah dan lembaga
saat ini mengalami pergeseran paradigma pendidikan haruslah diarahkan untuk
yang sangat luar biasa. Ubiquitus learning, menciptakan dan mengembangkan media/
belajar terjadi kapan saja dan di mana model/aplikasi pembelajaran yang sesuai
saja berkat berkembangnya model mobile dengan paradigma baru belajar abad ke-21.
learning (m-learning). Belajar tersebut juga Sekolah haruslah mengalami transformasi
semakin menarik minat semua orang berkat dan pembangunan, bukan saja secara fisik
tersediannya aneka sumber belajar yang dibangun gedung dan ruang kelasnya,
semakin mudah didapat melalui akses tetapi juga dilengkapi sarana TIK dan
internet ke sumber-sumber open education direkrut tenaga profesionalnya yang lebih
resources (OER) yang gratis. Belajar saat ini memadai untuk meningkatkan kualitas
benar-benar menjadi sebuah tantangan bagi pelayanannya.
siapa saja yang mau melakukannya, tanpa
memandang usia tanpa ada batasan bidang Peran Profesi PTP dalam Pembelajaran
apa yang dipelajarinya. Semua orang bisa Abad Ke-21
belajar dengan mudah tentang apa saja, Dalam perkembangan kehidupan dan ilmu
asalkan ada kemauan. pengetahuan abad ke-21, kini te-lah terjadi
Tantangan tersebut juga menjadi tantangan pergeseran baik ciri atau karakteristik
yang besar bagi para pemimpin opini (opinion maupun model pembelajaran. Karakteristik
leader), tokoh masyarakat, pendidik dan siapa model pembelajaran abad ke-21, yaitu: (1)
saja yang memiliki pengaruh di masyarakat, pembelajaran diarahkan untuk mendorong

86 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


peserta didik mencari tahu dari berbagai belajaran (e-learning) baik yang menggunakan
sumber informasi, bukan diberi tahu (discovery LMS (learning management system) atau
learning); (2) pembelajaran diarahkan untuk aplikasi pembelajaran lainnya; dan (4)
mampu merumuskan masalah (menanya) pemanfaatan mobile learning sebagai media
bukan hanya menyelesaikan masalah pem-belajaran dalam lima kompetensi inti
(menjawab); (3) pembelajaran diarahkan untuk pembelajaran abad ke-21 (http://yana.staf.
berpikir analitis (pengambil keputusan), bukan upi.edu/2015/10/11pendidikan-abad-21/).
berpikir mekanistis (rutin); (4) pembelajaran Berbagai media/model/aplikasi pembelajaran
menekankan pada pentingnya kerjasama dan baru yang inovatif tersebut merupakan produk
kolaborasi dalam menyelesaikan masalah atau hasil karya dari profesi PTP. Mengingat
(collaborative learning) (Warsita, 2014). tugas pokok profesi atau Jabatan Fungsional
Selain itu, terdapat enam unsur pem- Pengembang Teknologi Pembelajaran (JFPTP)
belajaran abad ke-21 yang perlu diperhatikan adalah jabatan yang mempunyai ruang
oleh PTP dalam membantu mempersiapkan lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang
peserta didik untuk sukses hidup di abad ke- dan hak untuk melakukan kegiatan pengem-
21 yang penuh tantangan, mempersiapkan bangan teknologi pembelajaran yang diduduki
peserta didik untuk hidup di abad informasi, oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang
dan memberdayakan peserta didik agar diberikan secara penuh oleh pejabat yang
dapat menggunakan pengetahuan dan berwenang.
keterampilan yang telah dimiliki di masa Profesi PTP atau JF-PTP diharapkan dapat
lalu dengan menggunakan teknologi masa berperan untuk membantu dan bekerjasama,
kini untuk menemukan hal-hal baru di berkolaborasi dengan profesi guru dan
masa depan, serta mempersiapkan peserta profesi lain dalam mengembangkan media/
didik kita agar dapat berpikir untuk dirinya model/ aplikasi pembelajaran inovatif ber-
sendiri, membuat keputusan yang tepat, basis TIK untuk mengembangkan kecaka-
mengembangkan keahlian, dan terus pan komunikasi dan kolaborasi peserta didik
menerus belajar sepanjang hayat yaitu: (1) pada abad ke-21.
menekankan pada pembelajaran subjek Profesi PTP dapat berperan untuk me-
utama; (2) mengembangkan keterampilan lakukan dua bidang kajian utama, yaitu: (a)
belajar; (3) memanfaatkan alat belajar abad mengkaji tentang teori belajar dan perilaku
ke-21 untuk mengembangkan keterampilan manusia lainnya (soft technology); dan (b)
belajar; (4) membelajarkan materi belajar mengkaji teknologi terapan yang diaplikasikan
abad ke-21; (5) membelajarkan dalam untuk memecahkan masalah pembelajaran
konteks pembelajaran abad ke-21; dan (6) (hard technology) (Warsita, 2014). Fokus dari
menggunakan asesmen abad ke-21 untuk teknologi pembelajaran bukan pada pro-
mengukur keterampilan belajar abad ke-21 ses psikologis bagaimana peserta didik be-
(Partnership for 21st Century Skills, 2002). lajar, melainkan pada proses bagaimana
Oleh karena itu, PTP dituntut memikirkan teknologi perangkat lunak dan keras digu-
dan mengembangkan bagaimana model- nakan mengomunikasikan pengetahuan, ke-
model pembelajaran yang sukses untuk terampilan, atau sikap kepada peserta didik
abad ke-21, yaitu dengan mengintegrasikan sehingga peserta didik mengalami perubahan
keterampilan abad ke-21 ke dalam sistem perilaku sesuai kecakapan adab ke-21.
pembelajaran.
Bentuk-bentuk pemanfataan TIK yang ber- SIMPULAN
kontribusi dalam menyiapkan pem-belajaran Pengembang teknologi pembelajaran harus
abad ke-21 adalah: (1) pemanfaatan massive menghasilkan produk-produk berupa; (1)
open online courses (MOOCs); (2) pembelajaran model pembelajaran berbasis TIK; (2) media
berbasis video game; (3) pemanfaatan e-pem- pembelajaran; dan (3) aplikasi e-pembelajaran.
Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
87
Produk-produk tersebut sangat dibutuhkan belajar abad ke-21.
dalam menunjang terselenggaranya proses Profesi PTP juga dituntut untuk senantiasa
pembelajaran di berbagai jenis, jenjang dan mengembangkan diri, meningkatkan kom-
jalur pendidikan sesuai kurikulum yang petensi, memperbaharui pengetahuan dan
berlaku. keteram- pilannya dan mengikuti perubahan
Peran dan tantangan yang dihadapi profesi dan inovasi di bidangnya dengan baik. Profesi
PTP dalam pembelajaran abad ke-21 saat PTP harus senantiasa menyadari bahwa bidang
ini, yaitu: (a) PTP harus kreatif dan inovatif teknologi pembelajaran ada-lah bidang yang
mengembangkan media/ model/ aplikasi memiliki dinamika dan senantiasa mengalami
pembelajaran mutakhir sesuai paradigma perkembangan yang sangat cepat dan tidak
belajar abad ke-21; (b) PTP harus bekerja sama pernah berhenti. Ino-vasi baru senantiasa lahir
secara kolaboratif dengan profesi lain dalam dan silih berganti. Tersedia begitu banyak
suatu tim untuk menghasilkan produk; (c) pilihan alternatif solusi tentang berbagai
PTP perlu meningkatkan kompetensinya, masalah, maka PTP harus pandai memilih
yaitu kompetensi bidang pembelajaran dan yang paling efektif dan efisien.
kompetensi bidang teknologi khususnya
mengenai media dan teknologi terbaru; (d) PTP Pustaka Acuan
perlu menunjukkan kinerjanya dengan karya Anderson,T., and Dron, J., Three Generations
yang nyata dan menawarkan solusi masalah- of Distance Education Pedagogy, Interna-
masalah pembelajaran dengan menghasilkan tional Review of Research in Open and
produk media/model/aplikasi pembelajaran Distance Learning, IRRODL Journal, Vol.
yang tepat guna. 12.3, March, 2011, http://www.irrodl.org/
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya index.php/irrodl/article/view/890/1826.
atau perannya seorang yang berprofesi se- Badan Standar Nasional Pendidikan. 2010.
bagai PTP harus memiliki kemampuan Paradigma Pendidikan Nasional di Abad 21.
berkomunikasi dengan baik, mampu me- Jakarta: BSNP.
nyampaikan ide dan gagasannya kepada Carmona, C.G. and Marin, J.A., ICT Trend
mitra kerjanya dan profesinal lainnya, in Education, Proceedings-1st Annual
menjelaskan target kerjanya sehingga mitra International Interdisciplinary Conference,
kerjanya bisa menerima kehadirannya dalam AIIC 2013, 24-26 April, Azores, Portugal.
ikut memberikan pelayanan pembelajaran Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian
kepada peserta didik yang lebih baik. Pro- Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
fesi PTP harus memahami batas-batas Dirjen Dikti, 2014. Panduan Pejaminan
kewenangannya, termasuk apa saja yang bisa Mutu Pengembangan Objek Pembelajaran,
diselesaikan dan yang tidak sehingga PTP bisa Jakarta: Direktorat Pembelajaran dan
berperan secara tepat dalam tim. Profesi PTP Kemahasiswaan, Dirjen Dikti Kemdik-
harus bekerja secara profesional mengikuti bud, pditt.belajar.kemdikbud.go.id/.../
etika dan peraturan yang ada. PanduanQAKontenVer4Ibisrev.docx, di
Profesi PTP dalam melaksanakan pe- unduh tanggal 11 Maret 2015.
ranya supaya mengikuti dan mencermati Gafur, Abdul. 2011. Pemanfaatan Teknologi
perkembangan pesat teknologi sehingga dapat Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam
menghasilkan produk model/ media/ aplikasi Pengembangan Pembelajaran, Yogyakar-
pembelajaran sesuai kebutuhan peserta di- ta: FKIP Universitas Snata Dharma
dik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Yogyakarta, Makalah Seminar Pen-didikan
Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut mengenai dengan tema “Cerdas da-lam pemanfaatan
keperluan mengembangkan produk atau mo- Information and Com-munication Technology
del/ media/ aplikasi pembelajaran seperti apa (ICT) dalam Pem-belajaran” tanggal 15
yang dibutuhkan peserta didik dan tuntutan Januarai 2011 di Yogyakarta.

88 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017


Haryono. 2017. Implementasi Jabatan Fungsional Munson, L., 2010. How Do You Define 21st-
Pengembang Teknologi Pembelajaran di Se- Century Learning?, One Question, Eleven
kolah, Jakarta: Pustekkom Kemdikbud, Answer, Education Week, published
Jurnal Teknodik Vol. 21 - Nomor 1, Juni online October 11, 2010, diunduh
2017. dari:http://www.edweek.org/tsb/arti-
Kemdikbud, 2016. Naskah Akademik Usul cles/2010/10/12/01 panel.h04.html.
Perubahan Permenpan Jabatan Fungsional Partnership for 21st Century Skills. 2002.
PTP, Jakarta: Kementerian Pendidikan Learning for the 21st Century. A Report
dan Kebudayaan. and MILE Guide for 21st Century Skills.
Kemdikbud, 2013. Permendikbud No. 99 Tahun www.21centuryskills.org.P21.Report.pdf,
2013 tentang Tata kelola Teknologi Informasi diakses 17 Desember 2016.
dan Komunikasi di Lingkungan Kementerian Purwanto, 2012. Efek Google dan Penguasaan
Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Siswa tentang Keterampilan Belajar Abad 21.
Kemdikbud. Jakarta: Jurnal Teknodik Vol. XVI - Nomor
Kemdikbud, 2017. Permendibud No. 13 4, Desember 2012.
Tahun 2017 tentang Pedoman Formasi Purwanto. 2015. Pengembang Teknologi Pembe-
Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi lajaran: Kebutuhan Peluang dan Tantangan di
Pembelajaran, Jakarta: Kemdikbud. Indonesia. Jakarta: Pustekkom Kemdikbud,
Kuhlmann, Tom, Instructioanl Design Jurnal Teknodik Vol. 19 - Nomor 2, Agus-
Challenges for Today’s Course Designer, , tus 2015.
April 15th, 2014 http://blogs.articulate. Saputro, Danang, Adhi. 2015. Evaluasi
com/rapid-elearning/instuctional-design- Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengembang
challanges/. Teknologi Pembelajaran di Sekolah (studi
Kusnandar, 2013. Pengembangan Model proses PPL pada mahasiswa jurusan Tek-
Pendayagunaan Teknologi Informasi dan nologi Pendidikan Unnes angkatan 2011).
Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan di Semarang: Skripsi, Jurusan Kurikulum
Daerah Terpencil, Tertinggal, dan Terdepan, dan Teknologi Pendidikan, Fakultas
Sidoarjo: BPMTP Kemdikbud, Jurnal Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Kwangsan Vol. 1- Nomor 2, Desember Semarang.
2013. Sims, C., and Koszalka, T.A., 2011.
Menpan, 2009. Peraturan Menteri Negara Competencies for the New-Age Instructional
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Designer, diunduh dari: http://www.
PER/2/M.PAN/3/2009 tentang Jabatan aect.org/edtech/edition3/ER5849x_C042.
Fungsional Pengembang Teknologi Pembe- fm.pdf.
lajaran dan Angka Kreditnya, Jakarta: Suhardjono, 2007. Mengaktifkan Peran
Menpan tertanggal 10 Maret 2009. Teknologi Pendidikan guna Meningkatkan
Menpan, 2017. Peraturan Menteri Negara Kompetensi Pedagogik Guru, Makalah Seminar
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Pengembangan Teknologi Pem-belajaran,
reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pustekom
tentang Jabatan Fungsional Pengembang Diknas, Bogor, 6-7 Nopember 2007.
Teknologi Pembelajaran. Sopian, Yana R., Pendidikan Abad 21, http://
Mukminan. 2012. Penguatan Jatidiri Profesi yana.staf.upi.edu/2015/10/11/pendidilan-
Pengembang Teknologi Pembelajaran. abad 21/. diakses 17 Desember 2016.
Surabaya: Makalah Seminar yang Warsihna, Jaka. Mutmainah, Siti. Utari, Ita.
Diselenggarakan oleh Program Studi 2015. E-Sabak (Tablet) untuk Pembelajaran
Teknologi Pendidikan Program Pasca- di Indonesia, Jakarta: Pustekkom Kem-
sarjana Universitas PGRI Adibuwana, dikbud, Jurnal Teknodik Vol. 19 - Nomor
tanggal 21 Oktober 2012. 3, Desember 2015.
Peran dan Tantangan Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran
pada Pembelajaran Abad 21, Bambang Warsita. Hal: 77 - 90
89
Warsita, Bambang. 2014. Peran Profesi
Pengembang Teknologi Pembelajaran di
sekolah dalam mensukseskan pelaksanaan
kurikulum 2013. Jakarta: Pustekkom
Kemdikbud, Jurnal Teknodik Vol. 18 -
Nomor 2, Agustus 2014.
Wijaya, Etistika Yuni. Sudjimat, Dwi Agus.
Nyoto, Amat. 2016. Transformasi Pendidikan
Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Di Era Global,
Malang: Universitas Kanjuruhan Malang,
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan
Matematika 2016, Volume 1 Tahun 2016-
ISSN 2528-259X,http://repository.unikama.
ac.id, diakses 17 Desember 2016.

90 Kwangsan, Vol. 5, No. 2, Edisi Desember 2017

You might also like