0% found this document useful (0 votes)
73 views7 pages

Discovery) Pada Materi Kalor Terhadap Hasil Belajar Siswa

This document summarizes a research study on the implementation of academic skills in a guided discovery learning model and its effects on student learning outcomes in a physics class. The study used a quantitative pre-experimental research design involving two experiment classes and one control class. Results showed that the experiment classes that used academic skills in the guided discovery model performed better on post-tests compared to the control class that did not use this approach. The study concluded that incorporating academic skills like identifying variables, formulating hypotheses, and designing experiments into the guided discovery learning model improved student learning outcomes in physics.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
73 views7 pages

Discovery) Pada Materi Kalor Terhadap Hasil Belajar Siswa

This document summarizes a research study on the implementation of academic skills in a guided discovery learning model and its effects on student learning outcomes in a physics class. The study used a quantitative pre-experimental research design involving two experiment classes and one control class. Results showed that the experiment classes that used academic skills in the guided discovery model performed better on post-tests compared to the control class that did not use this approach. The study concluded that incorporating academic skills like identifying variables, formulating hypotheses, and designing experiments into the guided discovery learning model improved student learning outcomes in physics.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 7

PENERAPAN KECAKAPAN AKADEMIK (ACADEMIC SKILL) DALAM

MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED


DISCOVERY) PADA MATERI KALOR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
KELAS X SMA KHADIJAH SURABAYA

Septi Lilis Suryani dan Eko Hariyono


Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya

Abstract. Had been done research about implementation of academic skill in learning model of
guided discovery to student’s outputs. The research to describe the learning outputs, academic skill
of student, and also to describe student’s response to implementation of academic skill in model of
guided discovery. The research is quantitive research pre-experimental design with one group
pretest posttest design. The population of research is all the students class X senior high school
Khadijah Surabaya wich consisted of five classes, sample of research consisting of two classes of
experiment (X-2 and X-3) and one class of control (X-1). The data result is pretest, posttest, and
academic skill score, then analyzed with the normality, homogenity, and hypothesis. From the
analyze of t-test one parties obtained tcalculate of experiment class I = 7,993; experiment class II =
9,064, with ttable = 1,671. The value of tcalculate>ttable obtained that the outputs of experiment class is
better than control class. Based on research about academic skill of student there are identify of
variable, conect of variable, and do experiment had good citeria, make hipothesis skill had enough
criteria. The conclusion that implementation of academic skill in learning model of guided
discovery give a good student outputs of class X senior high school Khadijah Surabaya with subject
matter of heat.

Key Words : academic skill, guided discovery, learning output, heat

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang penerapan kecakapan akademik (academic skill)
dalam model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, kecakapan akademik siswa,
serta respon siswa terhadap penerapan kecakapan akademik dalam model pembelajaran
penemuan terbimbing pada kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif pra-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design.
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Khadijah Surabaya yang berjumlah lima
kelas, sampel penelitian terdiri dari dua kelas experimen (X-2 dan X-3) dan satu kelas kontrol (X-
1). Data yang diperoleh adalah hasil pre-test, post-test, dan skor kecakapan akademik, selanjutnya
data tersebut dianalisis dengan statistik yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, dan uji
hipotesis. Dari analisis uji-t satu pihak diperoleh nilai thitung pada kelas eksperimen I = 7,993;
eksperimen II = 9,064, adapun pada daftar distribusi t(1-0,05))(68)= 1,671. Nilai thitung>ttabel dengan
kriteria pengujian –t(1-½α)(dk)<t< t(1-½α)(dk), didapatkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen
lebih baik daripada kelompok kontrol, Berdasarkan hasil pengamatan kecakapan akademik siswa
yang terkait dengan keterampilan mengidentifikasi variabel, menghubungkan variabel, dan
melakukan percobaan memperoleh kriteria baik, sedangkan keterampilan merumuskan hipotesis
memperoleh kriteria cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan kecakapan
akademik (academic skill) dalam model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery)
dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Khadijah Surabaya pada materi kalor.

Kata-kata kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, kecakapan akademik, hasil belajar,
kalor

314
I. PENDAHULUAN Di dalam penelitian, proses
pembelajaran yang terjadi yakni ketika
Pendidikan memegang peran siswa melakukan percobaan yang
penting dalam rangka mencapai dilakukan siswa cenderung hanya
kelestarian dan kemajuan suatu bangsa. mengikuti alur teknis dari lembar kerja
Keberhasilan pendidikan dapat yang telah disediakan guru dan
membantu kesuksesan pencapaian cenderung melupakan substansi dari
tujuan pembangunan nasional. Dalam suatu percobaan itu sendiri. Di sana juga
upaya meraih keberhasilan pelaksanaan belum nampak beberapa tahapan
pembangunan tersebut mutlak penting dalam sebuah penelitian, di
diperlukan penguasaan serta antaranya yaitu perumusan masalah
pegembangan ilmu pengetahuan dan oleh siswa, penyusunan hipotesis,
teknologi. penentuan variabel, dan membuat grafik
Ilmu pengetahuan alam serta menganalisisnya. Jadi, ketika
mempunyai pengaruh cukup penting kegiatan percobaan sudah berakhir
terhadap kemajuan teknologi oleh sebab kemudian siswa dihadapkan pada suatu
itu peningkatan kualitas pendidikan dan masalah, misalnya untuk menjawab soal,
sistem pengajaran IPA perlu siswa akan mengalami kesulitan untuk
diperbaharui, karena proses pendidikan menerapkan apa yang telah ia peroleh
yang dilaksanakan seringkali tidak dari percobaannya untuk menyelesaikan
menunjukkan hasil seperti yang masalah tersebut, karena memang ia
diharapkan. Untuk itu diperlukan hanya melakukan alur percobaan
sebuah strategi pembelajaran yang dengan benar tanpa mengetahui apa
sesuai. Hal tersebut dapat dilakukan yang sebenarnya harus didapatkan dari
dengan mencari dan menerapkan sistem kegiatan percobaan. (2)
dan metode-metode baru dalam bidang Berdasarkan pengamatan yang
pendidikan dan pembelajaran. peneliti lakukan pada saat PPL pada
Fisika merupakan salah satu bulan Juli tahun 2011 di kelas X SMA
cabang dari ilmu pengetahuan alam Khadijah Surabaya terdapat beberapa
yang mendasar bagi siswa untuk dapat masalah dalam pembelajaran yaitu
memahami gejala-gejala alam yang banyak yang kurang mampu
terjadi di sekitarnya. Semenjak duduk di mengidentifikasi variabel dan hubungan
SD, siswa telah mempelajari ilmu antara satu dengan yang lainnya,
pengetahuan alam. merumuskan hipotesis, dan merancang
Pembelajaran IPA di SD/MI dan di percobaan. Hal tersebut juga terlihat
SMP/MTs menekankan pada pemberian ketika siswa mengisi jawaban LKS masih
pengalaman belajar secara langsung banyak yang kurang tepat, siswa kurang
melalui penggunaan, pengembangan dapat bekerja sama dalam mengelola
keterampilan proses dan sikap ilmiah. kelompoknya dengan baik dan sering
Pembelajaran IPA di SMA/MA berkaitan bertanya pada guru.
dengan cara mencari tahu tentang Dari penjelasan di atas dapat
fenomena alam secara sistematis, dilihat bahwa kecakapan hidup (life
sehingga IPA bukan hanya penguasaan skill) yang dimiliki siswa masih belum
kumpulan pengetahuan yang berupa terlatih terutama pada kecakapan
fakta-fakta, konsep-konsep, atau akademik yang meliputi kurang mampu
prinsip-prinsip saja, tetapi juga mengidentifikasi variabel dan hubungan
merupakan suatu proses penemuan. (1) antara satu dengan yang lainnya,
merumuskan hipotesis, dan merancang
315
percobaan, sedangkan dalam menguasai mencerminkan kecakapan akademik
konsep IPA harus diberikan pengalaman (academic skill), serta dilakukan dengan
belajar berupa learning activity yang menggunakan model pembelajaran
menggabungkan interaksi siswa dengan menggunakan metode ilmiah tertentu
objek belajar sehingga dapat yang merupakan prosedur untuk
menemukan keterampilan proses sains mendapatkan ilmu. Adapun langkah-
dalam kegiatan belajar mengajar. langkah meode ilmiah yang dimaksud
Pengalaman belajar hendaknya juga meliputi; perumusan masalah,
terintegrasi pada kecakapan hidup (life penyusunan kerangka berfikir,
skill) yang dapat memberi bekal kepada pengajuan hipotesis dan penarikan
siswa untuk kehidupan sehari-hari. kesimpulan.
Berdasarkan beberapa masalah Salah satu model pembelajaran
yang ada di kelas X SMA Khadijah yang sesuai dengan metode ilmiah yang
Surabaya tersebut, peneliti mencoba harus dilaksanakan yakni yang meliputi;
mengatasi masalah tersebut dengan perumusan masalah, penyusunan
pengintegrasian kecakapan hidup (life kerangka berfikir, pengajuan hipotesis
skill) terutama kecakapan akademik dan penarikan kesimpulan. Salah
(academic skill) pada pembelajaran, dan satunya yaitu model pembelajaran
siswa diharapkan dapat mencapai guided discovery atau penemuan
tujuan pembelajaran sesuai kompetensi terbimbing. Model pembelajaran “guided
dasar yang telah ditentukan. discovery” merupakan model
Kecakapan akademik antara lain pembelajaran yang membantu siswa
kecakapan melakukan identifikasi untuk belajar (“how to learn”),
variabel dan menjelaskan hubungannya membantu siswa memperoleh
pada suatu fenomena tertentu, pengetahuan dengan cara
merumuskan hipotesis, serta merancang menemukannya sendiri. Di dalam model
dan melaksanakan percobaan untuk ini juga tercakup penemuan makna
membuktikan suatu gagasan atau (“meanings”), organisasi, dan struktur
keingintahuan. Kecakapan akademik dari ide atau gagasan, sehingga secara
penting bagi orang-orang yang akan bertahap siswa belajar bagaimana
menekuni pekerjaan yang menekankan mengorganisasikan dan melakukan
pada kecakapan berpikir dan akan penelitian guna untuk mencapai tujuan
menjadi kebutuhan sehari-hari bagi pembelajaran. (4)
mereka yang belajar melalui percobaan, Salah satu materi fisika dalam
penelitian, dan riset dalam arti luas.(3) kurikulum tingkat satuan pendidikan
Sekolah diharuskan memasukkan (KTSP) kelas X semester 2 adalah kalor.
pendidikan kecakapan hidup dalam Menurut kompetensi dasar dalam
proses belajar siswa. Pendidikan kurikulum, siswa dituntut untuk
kecakapan hidup bukan merupakan menganalisis pengaruh kalor terhadap
mata pelajaran yang berdiri sendiri suatu zat, menganalisis cara
melainkan terintegrasi melalui mata perpindahan kalor, dan menerapkan
pelajaran sehingga pendidikan asas Black dalam pemecahan masalah.
kecakapan hidup dapat merupakan Dari beberapa kompetensi dasar
bagian dari semua mata pelajaran yang tersebut siswa diberi pengalaman
ada. (1) langsung untuk menggabungkan
Untuk mencapai tujuan yang interaksi siswa dengan objek belajar
diharapkan dalam proses pembelajaran sehingga dapat menemukan
fisika, siswa dapat berperan aktif dalam keterampilan proses sains dalam
kegiatan pembelajaran yang disajikan kegiatan belajar mengajar, serta
guru dalam bentuk LKS yang terintegrasi pada kecakapan akademik
316
(academic skill) yang dapat membekali aktivitas siswa yang sesuai dengan
siswa dengan berbagai kemampuan. akademik, sedangkan lembar tes berupa
Dari pengintegrasian academic soal pilihan ganda yang digunakan
skill dalam model guided discovery, sebagai pretest dan posttest setelah
siswa akan mampu menemukan konsep dianalisis melalui uji validitas,
sendiri secara terstruktur sehingga apa reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya
yang diperolehnya akan lebih mengena beda. Angket respon siswa diberikan
dan bermakna, selain itu siswa lebih setelah pembelajaran selesai.
mudah mengaplikasikannya pada Pada proses pembelajaran,
masalah yang dihadapi. Dari gambaran diadakan pertemuan sebanyak dua kali
di atas, diharapkan prestasi siswa akan dengan menerapkan kecakapan
meningkat, baik dari aspek kognitif, dan akademik dalam model pembelajaran
kecakapan akademik. penemuan terbimbing untuk kelas
Dari uraian latar belakang di atas eksperimen sedangkan untuk kelas
peneliti tertarik untuk melakukan kontrol meggunakan metode pengajaran
penelitian dengan judul: “Penerapan yang biasa dilakukan oleh guru di SMA
Kecakapan Akademik (Academic Skill) Khadijah tersebut.
dalam Model Penemuan Terbimbing Setelah kegiatan pembelajaran
(Guided Discovery) pada Materi Kalor selesai, siswa diberikan soal posttest
terhadap Hasil Belajar siswa Kelas X yang soalnya sama dengan soal pretest
SMA Khadijah Surabaya“. yakni untuk mengetahui peningkatan
hasil belajar siswa dari sebelum hingga
II. METODE PENELITIAN sesudah diberi perlakuan. Data hasil
posttest dianalisis dengan menggunakan
Jenis penelitian yang digunakan uji-t satu pihak, yakni untuk mengetahui
penulis dalam penelitian ini adalah perbedaan hasil belajar siswa antara
penelitian kuantitatif pra-experimental kelas eksperimen dan kelas kontrol.
design dengan desain penelitian one Hasil pengamatan kecakapan akademik
group pretest posttest design. Penelitian siswa juga dianalisis untuk mengetahui
ini dilaksanakan di SMA Khadijah bagaimana kecakapan akademik siswa
Surabaya pada bulan Mei s.d Juni yang meliputi; keterampilan
semester genap Tahun Ajaran mengidentifikasi variabel,
2011/2012. Populasi penelitian ini menghubungkn variabel, merumuskan
adalah seluruh siswa dan siswa kelas X hipotesis, dan merancang percobaan.
SMA Khadijah Surabaya, sedangkan
yang dijadikan sampel adalah kelas X-1 III. HASIL DAN PEMBAHASAN
sebagai kelas kontrol, X-2, dan X-3
sebagai kelas eksperimen yang dipilih Berdasarkan analisis hasil pretest
secara acak berdasarkan hasil pretest. menggunakan uji normalitas dan
Sebelum dilakukan kegiatan homogenitas diperoleh bahwa populasi
pembelajaran, peneliti menyusun berdistribusi normal dan homogen,
instrumen penelitian yang terdiri dari setelah itu dapat ditentukan sampel
perangkat pembelajaran, lembar penelitian secara acak. Kelas X-2 dan X-3
penilaian kecakapan akademik, angket menjadi kelas eksperimen, kelas X-1
respon siswa, dan lembar tes belajar menjadi kelas kontrol. Soal pretest yang
siswa. Lembar penilaian kecakapan telah dianalisis menggunakan empat
akademik digunakan untuk mengamati kriteria yaitu validitas, reliabilitas,
aktivitas siswa selama proses tingkat kesukaran, dan daya beda
pembelajaran berlangsung di kelas. diperoleh soal yang layak digunakan
Lembar penilaian ini berisi tentang
317
sebagai pretest da posttest sebanyak 25 rata gain skor kelas kontrol. Hal ini
soal dari 45 soal yang diujikan. menunjukkan bahwa penerapan
Dari hasil posttest dianalisis kecakapan akademik (academic skill)
dengan menggunakan uji-t satu pihak. dalam model pembelajaran penemuan
Uji-t satu pihak ini digunakan untuk terbimbing (guided discovery)
mengetahui apakah kelas eksperimen memeberikan hasil yang baik terhadap
atau kelas kontrol yang memiliki gain hasil belajar siswa pada materi kalor di
skor yang lebih baik. kelas X SMA Khadijah Surabaya.
Setelah dianalisis dengan uji-t satu Untuk hasil pengamatan
pihak ternyata nilai thitung untuk kelas kecakapan akademik yang diukur
eksperimen X-2 sebesar 7,993 dan selama proses pembelajaran
untuk kelas eksperimen X-3 sebesar berlangsung melalui praktikum yang
9,064 dengan ttabel 1,671 yang berarti dilaksanakan secara berkelompok.
berada di luar daerah penerimaan H0,
sehingga H0 ditolak dan H1 diterima
yang berarti bahwa rata-rata gain skor Grafik 1. Penilaian Kecakapan Akademik
kelas eksperimen lebih baik dari rata-

Penilaian Kecakapan Akademik

3,5
3
2,5 kelas X-2
2
kelas X-3
Skor

1,5
1
0,5
0
1 2 3 4

Keterangan skor: Keterangan:


1 : Kurang 1 : Keterampilan Mengidentifikasi Variabel
2 : Cukup 2 : Keterampilan Menghubungkan Variabel
3 : Baik 3 : Keterampilan Merumuskan Hipotesis
4 : Sangat Baik 4 : Keterampilan Melakukan Percobaan

Dari hasil pengamatan terhadap bisa diamati dan bisa dilatihkan pada
aspek-aspek kecakapan akademik siswa. Pada keterampilan merumuskan
hipotesis memperoleh skor 2 yakni
diperoleh dari masing-masing kelas
termasuk dalam kriteria cukup. Skor ini
eksperimen selama dua kali pertemuan
didapatkan skor keterampilan menunjukkan bahwa keterampilan
merumuskan hipotesis bisa diamati
mengidentifikasi variabel, keterampilan
menghubungkan variabel, dan namun perlu lebih banyak untuk
keterampilan melakukan percobaan dilatihkan.
Untuk respon siswa diukur dengan
sebesar 3 yakni termasuk dalam kriteria
baik. Skor ini menunjukkan bahwa angket respon yang diisi oleh siswa yang
berasal dari kelas eksperimen sesuai
melalui kecakapan akademik,
keterampilan-keterampilan tersebut
318
dengan pendapat yang diyakini oleh semangat dan aktif dalam pembelajaran
siswa. dan guru memberikan penjelasan yang
mudah dimengerti.

Tabel 2. Respon siswa terhadap


pengalaman belajar


No Uraian Pendapat
Ya Tidak
Pengalaman belajar
Dari pembelajaran yang
dilakukan saya merasa
1. 78,9 21,1
dilatih untuk menggali
Tabel 1. Respon siswa terhadap proses informasi dan mengolah
pembelajaran informasi.
Dari pembelajaran yang
 dilakukan saya merasa
No Uraian Pendapat dilatih untuk
Ya Tidak 2. 81,7 18,3
menyelesaikan masalah
Proses pembelajaran berdasarkan informasi
Saya lebih senang aktifitas yang diperoleh
belajar di kelas yang Dari pembelajaran yang
1. 83,1 16,9
menerapkan academic skill dilakukan saya merasa
3. 78,9 21,1
daripada pembelajaran dilatih untuk menarik
biasa. kesimpulan
Dengan metode Dari pembelajaran yang
pembelajaran seperti ini dilakukan saya merasa
2. 80,3 19,7
saya lebih mudah 4. dilatih untuk 83,1 16,9
memahami konsep kalor mengkomunikasikan
Saya lebih semangat dan hasil yang didapat.
aktif dalam mengikuti
3. 57,7 42,2
proses pembelajaran di
kelas
Respon siswa terhadap
Metode pembelajaran pengalaman belajar yang
4.
dengan pendekatan
81,7 18,3 mengintegrasikan kecakapan akademik,
academic skill merupakan
metode yang baru bagi saya
hampir 80% siswa berpendapat bahwa
Guru lebih banyak berperan dari pembelajaran yang dilakukan siswa
5. sebagai pengarah ketika 85,9 14.1 merasa dilatih untuk menggali
mengajar
informasi, mengolah informasi,
Guru member penjelasan
6. yang mudah dimengerti 74,6 25,3 menyelesaikan masalah berdasarkan
ketika mengajar informasi yang diperoleh, menarik
kesimpulan, dan mengkomunikasikan
Berdasarkan hasil analisis respon hasil yang didapat.
siswa terhadap proses pembelajaran
sebanyak 80% siswa berpendapat IV. PENUTUP
terhadap proses pembelajaran yang A. SIMPULAN
mengintegrasikan kecakapan akademik
yakni siswa merasa lebih senang dengan Berdasarkan hasil analisis data dan
aktifitas belajar yang menerapkan pembahasan pada penelitian ini, maka
kecakapan akademik, mudah memahami dapat disimpulkan bahwa:
konsep, merupakan metode yang baru 1. Hasil belajar siswa yang
bagi siswa, dan guru lebih banyak pembelajarannya menerapkan
berperan sebagai pengarah, sebagian kecakapan akademik (academic
kurang dari 80% siswa berpendapat skill) dalam model
bahwa selama pembelajaran lebih pembelajaran penemuan
319
terbimbing (guided discovery) aktivitas tersebut digunakan
lebih baik daripada hasil untuk bermain-main dan
belajar siswa yang tidak kurang disiplin, maka perlu
menerapkan kecakapan kemampuan yang baik oleh
akademik (academic skill) guru dalam pengelolaan kelas.
dalam model pembelajaran 3. Dalam proses pengajaran
penemuan terbimbing (guided bilingual seringkali siswa
discovery) pada materi kalor. kesulitan dalam memahami
2. Berdasarkan hasil pengamatan kosakata baru, sehingga akan
kecakapan akademik siswa menghambat jalannya proses
yang terkait dengan belajar, misalnya kata-kata di
keterampilan mengidentifikasi dalam hand-out, LKS, soal,
variabel, menghubungkan ataupun kata-kata yang
variabel, dan melakukan diucapkan oleh guru. Oleh
percobaan memperoleh karena hal tersebut, maka guru
kriteria baik, sedangkan perlu lebih aktif dalam
keterampilan merumuskan mengatasi kesulitan siswa yakni
hipotesis memperoleh kriteria memperkaya pengetahuan serta
cukup. kosakata dalam bahasa inggris
3. Siswa memberikan respon atau menyederhanakan bahasa.
positif terhadap pembelajaran
yang mengintegrasikan DAFTAR PUSTAKA
academic skill sebagaimana (1) Pusat Kurikulum. 2006.
terlihat antusiasme serta Standart Isi Kurikulum
keaktifan dalam proses Tingkat Satuan Pendidikan
pembelajaran. (KTSP). Jakarta: BSNP.
(2) Prima, Novika. 2010. Studi
B. SARAN/ REKOMENDASI Komparasi Nilai Kognitif
pada Materi Kalor antara
Berdasarkan hasil penelitian yang Penerapan Model Guided
diperoleh peneliti, ada beberapa saran Discovery dengan
sebagai berikut: Pengajaran yang Biasa
1. Banyak siswa pada saat proses dilakukan di Kelas VII RSBI
pembelajaran masih mengalami SMPN 1 Sidoarjo. Skripsi
kesulitan ketika mengisi tidak dipublikasikan.
jawaban LKS, sehingga siswa Surabaya: Unesa
cenderung lebih suka pada saat (3) Tim BBE Depdiknas. 2002.
melakukan percobaan saja. Kecakapan Hidup Life Skill
Perlu difikirkan untuk Melalui Pendekatan
mengatasi keadaan tersebut, Pendidikan Berbasis Luas.
agar siswa seperti itu juga bisa Surabaya: SIC.
mengerjakan keterampilan- (4) Carin, Arthur. 1993.
keterampilan yang lain selain Teaching Modern Science.
melaksanakan percobaan. New York: Macmillan
2. Model Guided Discovery banyak Publishing Company
aktivitas yang dilakukan sendiri
oleh siswa dan guru sebagai
fasilitator, dan terkadang

320

You might also like