0% found this document useful (0 votes)
86 views68 pages

IT-Based Chemistry Learning Software

This document discusses the design, methods, and use of IT-based chemistry learning software for guided inquiry-based classroom and laboratory activities. It reviews the guided inquiry learning model and its application in chemistry education. Several research teams at Padang State University have developed chemistry learning software based on this model using platforms like Android apps, Flash, and web applications. Their software is designed around three levels of chemical phenomena and incorporates both classroom and laboratory activities to support the guided inquiry process of exploration, concept formation, and application. Studies have found the software to be effective at engaging students and helping them build understanding of chemistry concepts.

Uploaded by

Gessieh P
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
86 views68 pages

IT-Based Chemistry Learning Software

This document discusses the design, methods, and use of IT-based chemistry learning software for guided inquiry-based classroom and laboratory activities. It reviews the guided inquiry learning model and its application in chemistry education. Several research teams at Padang State University have developed chemistry learning software based on this model using platforms like Android apps, Flash, and web applications. Their software is designed around three levels of chemical phenomena and incorporates both classroom and laboratory activities to support the guided inquiry process of exploration, concept formation, and application. Studies have found the software to be effective at engaging students and helping them build understanding of chemistry concepts.

Uploaded by

Gessieh P
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 68

SEMINAR GURU

Educational Chemistry Review


DISAIN, METODE DAN PENGGUNAAN SOFTWARE PEMBELAJARAN
KIMIA BERBASIS IT UNTUK AKTIVITAS KELAS DAN
LABORATORIUM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

Editor :
Dr. Rahadian Zainul
Dept. Kimia – FMIPA UNP
Associate Editor JOCPR (www.jocpr.com)
(Journal of Chemical and Pharmaceutical Research)

Editing From :
Dr Minda Azhar et al, 2015 (Pembuatan Media ICT berbasis ICT dan
Penggunaan Hyperchem/Chem Office 2008)
Dr Budhi Oktavia et al, 2015 (Pelatihan Pembuatan Blog/Website bagi Guru
guru Kimia SMA)

Disampaikan pada :
PEKAN ILMIAH KIMIA, JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
PADANG, 20 FEBRUARI 2016
DISAIN, METODE DAN PENGGUNAAN SOFTWARE PEMBELAJARAN
KIMIA BERBASIS IT UNTUK AKTIVITAS KELAS DAN
LABORATORIUM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

Widya Astuti1, Rahadian Zainul*2, Mawardi3, Minda Azhar4, Hardeli5,


Budhi Oktavia6, Nurbahry Couto7
1
Departmen Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Padang
2-6
Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Padang
7
Departemen Seni Rupa, Fakultas Seni, Universitas Negeri Padang

*Corresponding email : [email protected]

ABSTRACT

This Article is a review of educational design and method of studying in


Chemistry for Senior High School, for twenty years, since 1990 era to 2016
update. This study aim to investigate of scientific method for chemistry concepts
for developing perceptions and imagery by guide inqury with “key questions”.
The difference of inquiry method in teaching of chemistry, the simplest phase was
only shown by activities in class rooms by interaction with teacher, its means ask-
answer, and see the picture, not at all. After all, by Internet Technology (IT) and
developing software technology, we try to developing of integrated method and
design (software) to make combinations between both of them. One of simplest
software in instructional chemistry are Chem Office 2008, thus for IT software of
Phet, from University of Colorado, USA. We reported that we already developed
some software for educational chemistry based on android, multimedia
(macromedia Flash MX), Macromedia Flash, and the others based on WEB
applications. All of this designs and method was developing by Research Teams
of Chemistry Dept., Padang State University. They are Teams of Mawardi et al
(Guide/Inquiry Method), Minda Azhar et al (Designing and Developing of
inquiry instructional chemistry), Hardeli et al (Android and applications of
instructional chemistry for smartphone), Budhi Oktavia et al (Chemistry in Web
and Blog), and Rahadian Z et al (Software for educational and computation
Chemistry).

Keywords : Inquiry, Design, Method, IT, Android, Web, Software

Introduction

Ilmu kimia merupakan bagian dari Ilmu sains yang mempelajari


materi, perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut
(Chang, 2010: 4). Ilmu kimia merupakan ilmu yang dikembangkan dengan

2
3

cara induktif yaitu ilmu yang diperoleh melalui percobaan. Pada hakikatnya
ilmu kimia mencakup dua hal, yaitu kimia sebagai produk dan kimia sebagai
proses. Kimia sebagai produk merupakan pengetahuan yang berupa fakta,
konsep, prinsip, dan teori temuan ilmuan. Sementara itu, kimia sebagai
proses merupakan wujud kerja ilmiah (Dwiyanti, dkk., 2015).
Kimia merupakan ilmu sains yang lahir melalui proses laboratorium.
Pembelajaran kimia tidak akan efektif tanpa ada pengalaman laboratorium
yang kuat. Oleh sebab itu, harus disajikan dalam bentuk aktivitas di dalam
kelas dan laboratorium. Pembelajaran kimia yang memuat kedua komponen
tersebut akan membantu siswa untuk memahami ilmu kimia seutuhnya.
(American Chemical Society Committee on Education, 2012: 9).
Praktek pembelajaran dalam kurikulum 2013 diorientasikan agar
siswa mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan siswa. Praktek
pembelajaran ini dapat tercapai dengan menggunakan pendekatan saintifik
(Abidin, 2014: 122). Untuk mewujudkan terlaksananya pembelajaran yang
sesuai dengan pendekatan saintifik, dibutuhkan model-model pembelajaran
yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Majid, 2014: 3).
Model-model pembelajaran yang disarankan menekankan pada proses
pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan. Suatu keyakinan
bahwa pembelajaran yang sebenarnya akan terjadi melalui penemuan pribadi.
Pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan bermakna ketika didasari dengan
keingintahuan (Yunianti dkk, 2012: 113). Menurut teori perkembangan
kognitif Piaget, usia SMA termasuk kedalam tahap perkembangan
operasional formal. Pada tahap operasional formal, seseorang memiliki
kemampuan berfikir secara abstrak dan murni simbolis dan telah memiliki
kemampuan untuk memecahkan masalah melalui penggunaan eksperimentasi
sistematis (Trianto, 2013: 29).
Salah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan untuk
memenuhi tuntutan kurikulum terhadap pembelajaran kimia dan sesuai
dengan perkembangan kognitif siswa usia SMA adalah model pembelajaran
inkuiri. Inkuiri didefenisikan sebagai suatu metode pendidikan yang
mengkombinasikan aktivitas diskusi yang berpusat pada siswa dengan
penemuan konsep (Bruck, 2009: 820). Pendidik berperan sebagai fasilitator
dan pembimbing peserta didik untuk belajar (Hosnan. 2014: 341).
Salah satu model pembelajaran inkuiri yang dapat diterapkan dalam
proses pembelajaran kimia adalah inkuiri terbimbing. Pada inkuiri
terbimbing, siswa akan terlibat aktif selama proses pembelajaran. (Hanson,
2005: 2). Kegiatan pembelajaran yang menggunakan model inkuiri
terbimbing didasarkan pada siklus pembelajaran (learning cycle) yaitu
eksplorasi, pembentukan konsep dan aplikasi (The Colledge Board, 2012:
15). Dalam proses pembelajaran menggunakan inkuiri terbimbing, siswa
bekerja dalam kelompok untuk memperoleh pengetahuan dan
mengembangkan pemahaman. Setiap kelompok akan diminta untuk
menganalisa data, model atau contoh, kemudian melanjutkan dengan
menjawab pertanyaan kunci (key question/critical thinking question) yang
akan menuntun siswa untuk menemukan konsep. Setelah itu, siswa akan
4

diminta untuk mengaplikasikan konsep yang telah didapatkan dengan cara


mengerjakan latihan dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan
(Hanson, 2005: 1-2).
Untuk menunjang terlaksananya pembelajaran inkuiri terbimbing yang
dapat mewujudkan tuntutan kurikulum 2013, dibutuhkan bahan ajar yang
dapat meningkatkan peran aktif siswa dan dapat membantu siswa untuk
membangun sendiri pemahaman mereka mengenai ilmu kimia. Salah satu
bahan ajar tersebut adalah software yang dikembangkan sesuai dengan
tahapan inkuiri terbimbing. Software yang dikembangkan dengan tahapan
inkuiri terbimbing ini dirancang dengan melibatkan tiga level fenomena
kimia.
Software yang dikembangkan berdasarkan proses pembelajaran
inkuiri terbimbing memuat dua aktivitas, yaitu aktivitas di kelas dan aktivitas
di laboratorium. Aktivitas di kelas merupakan aktivitas dimana siswa
mengeksplorasi model (dapat berupa gambar, grafik, tabel, persamaan) yang
merepresentasikan konsep. aktivitas di laboratorium merupakan aktivitas
dimana siswa menemukan konsep melalui kegiatan praktikum yang
dilakukan. Penelitian mengenai pengembangan software praktikum berbasis
inkuiri terbimbing pada pokok bahasan larutan penyangga, menunjukkan
bahwa software yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik berdasarkan
penilaian validator dan siswa (Pratiwi, dkk., 2015: 32). Pengembangan
software berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrolisis garam yang
dilakukan oleh Irham (2014) menghasilkan tingkat validitas yang tinggi dan
praktikalitas yang sangat tinggi.

Model, Method and Procedural


a. Model Pembelajaran Inkuiri
Implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran lebih
diorientasikan agar siswa mengembangkan sikap, keterampilan dan
pengetahuan siswa. Praktek pembelajaran ini dapat tercapai dengan
menggunakan pendekatan saintifik (Abidin, 2014: 122). Pendekatan saintifik
merupakan pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam
mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar,
dan mengkomunikasikan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik
merupakan proses pembelajaran yang menuntut siswa untuk membangun
konsep sendiri (Hosnan, 2014: 34).
Model pembelajaran yang diperlukan untuk mewujudkan tuntutan
kurikulum adalah model pembelajaran yang menekankan pada proses
pencarian pengetahuan dari pada transfer pengetahuan. Dalam hal ini, peserta
didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secar aktif
dalam proses pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator yang membimbing
dan mengkoordinasi kegiatan belajar (Majid, 2014: 1-4). Pemilihan model
pembelajaran dapat dilakukan oleh guru dengan cara menyesuaikan dengan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai, sehingga kegiatan pembelajaran
dapat berlangsung lebih efisien dan lebih efektif (Rusman, 2012: 2).
5

Kata inkuiri berasal dari bahasa inggris yaitu inquiry yang dapat
diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban dari pertanyaan
ilmiah yang diberikan. Pertanyaan ilmiah yang dimaksud adalah pertanyaan
yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek
pertanyaan. Jadi, dalam pembelajaran inkuiri siswa menemukan dan
menggunakan berbagai sumber dan informasi untuk meningkatkan dan
membangun sendiri pemahamannya mengenai topik-topik penting (Suyanti,
2010: 43). Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang
menuntut siswa untuk menemukan konsep, menggunakan berbagai sumber
informasi dan ide-ide untuk meningkatkan pemehaman siswa mengenai
masalah, topik atau isu-isu tertentu (Abidin, 2014: 149).
Banchi dan Bell (2008: 26-29) membagi model inkuiri menjadi empat
tingkatan berdasarkan tingkat keikutsertaan guru dalam membimbing
(membantu selama proses pembelajaran, memberikan pertanyaan
membimbing, dan memformulasikan hasil yang diharapkan. Keempat model
tingkatan tersebut adalah :
1. Inkuiri konfirmasi (Confirmation Inquiry)
Inkuiri konfirmasi berdasarkan kepada konfirmasi atau verifikasi dari
hukum atau teori. Inkuiri konfirmasi cocok digunakan pada awal
implementasi inkuiri. Dalam inkuiri konfirmasi siswa mengikuti
semua instruksi dari guru, pertanyaan dan prosedur disediakan oleh
guru dan hasilnya diketahui sebelumnya.
2. Inkuiri terstruktur (Structured Inquiry)
Dalam inkuiri terstruktur guru memiliki pengaruh yang sangat besar.
Guru membantu siswa dengan memberikan sejumlah pertanyaan dan
sejumlah prosedur. Siswa melakukan penyelidikan berdasarkan
masalah yang diberikan oleh guru, dan siswa yang mengambil
kesimpulan.
3. Inkuiri terbimbing (Guided Inquiry)
Pada inkuiri terbimbing guru berperan sebagai pembimbing siswa.
Siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui
penyelidikan dari permasalahan yang diberikan guru, kemudian siswa
menentukan proses dan solusi dari permasalahan tersebut hingga
akhirnya siswa dapat membuat kesimpulan.
4. Inkuiri terbuka (Open Inquiry)
Inkuiri terbuka merupakan tingkat inkuiri yang paling tinggi yang
memiliki kemiripan dengan penelitian ilmiah sehingga membutuhkan
tingkat berfikir ilmiah yang tinggi. Siswa terlibat langsung dalam
proses pembelajaran dan siswa harus mampu untuk melakukan
penyelidikan langsung dalam proses pembelajaran dengan melakukan
penyelidikan terhadap topik yang berhubungan dengan pertanyaan
atau masalah, merancang desain eksperimen hingga siswa dapat
memberikan kesimpulan sendiri melalui setiap tahap proses dalam
inkuiri terbuka.

b. Proses Pembelajaran Inkuiri Terbimbing


6

Proses pembelajaran inkuiri terbimbing menuntut siswa untuk belajar


dan memperoleh pengetahuan dengan cara membangun sendiri pemahaman
mereka selama proses pembelajaran. Membangun pemahaman sendiri
dilakukan dengan cara melibatkan pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa
sebelumnya dan pengalaman yang pernah mereka alami. Hanson, 2005: 1).
Semua pembelajaran yang menggunakan inkuiri memuat tahapan yang ada
pada siklus pembelajaran. Secara sederhana Lawson dan Abraham (1979)
dalam The Colledge Board (2012: 15) mengusulkan bahwa siklus
pembelajaran terdiri dari kegiatan eksplorasi, penemuan konsep, dan aplikasi.
Berikut penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut :
1. Eksplorasi (exploration)
Pada tahap eksplorasi siswa memiliki kesempatan untuk
mengumpulkan dan menganalisis data. Pada tahap ini siswa
mengeksplor model yang merepresentasikan konsep. Hanson (2005:
2) menyebutkan bahwa model merupakan segala sesuatu yang
mengandung atau merepresentasikan konsep.
2. Pembentukan konsep (concept formation)
Tahapan pembentukan konsep merupakan tahap dimana guru
memimpin diskusi untuk menginterpretasi data yang diperoleh pada
tahap eksplorasi dan memperkenalkan konsep. Data yang diperoleh
dalam tahap eksplorasi akan digunakan untuk membangun konsep.
3. Aplikasi (application)
Tahap aplikasi merupakan tahap siswa menggunakan konsep
yang telah didapatkan untuk diterapkan pada suatu kasus.
7

Tahapan siklus pembelajaran inkuiri dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Tiga Tahap dalam Siklus Pembelajaran


Proses pembelajaran inkuiri terbimbing akan lebih efektif selama
pembelajaran berlangsung siswa bekerja dalam sebuah tim. Dalam proses
pembelajaran inkuiri terbimbing semua anggota tim akan bertanggung jawab
atas keberhasilan tim tersebut, masing-masing anggota tim harus saling
membantu untuk dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan
mereka. Setelah semua anggota tim memahami konsep yang dibahas,
kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan latihan dan menyelesaikan
permasalahan secara individual (Hanson, 2006: 4).
Urutan tahap eksplorasi, pembentukan konsep dan aplikasi merupakan
hal penting dari kegiatan inkuiri terbimbing (Hanson, 2005: 1). Lawson
(1995) dalam Hanson (2005: 1) mengatakan bahwa “Siswa akan belajar lebih
baik ketika mengikuti urutan tahap-tahap dalam siklus pembelajaran.” Pada
tahap eksplorasi siswa diberikan model dan serangkaian pertanyaan yang
menuntun atau membimbing siswa menemukan konsep yang dipelajari.
Serangkaian pertanyaan yang menuntun atau membimbing ini disebut dengan
pertanyaan kunci (key question) atau pertanyaan kritis (critical thinking
question) atau pertanyaan inkuiri terbimbing (guided inquiry question).
Pertanyaan kunci (key question) merupakan jantung dari pembelajaran inkuiri
karena memfasilitasi siswa untuk dapat aktif selama mempelajari sebuah
konsep dan mengembangkan keterampilan proses. Pertanyaan kunci dalam
pembelajaran inkuiri terbimbing akan menuntun siswa untuk mengeksplorasi
model. Ada tiga jenis pertanyaan digunakan untuk tujuan yang berbeda yaitu:
1. Pertanyaan langsung (directed question), pertanyaan langsung
merupakan pertanyaan yang memungkinkan siswa dapat
menjawabnya dengan cara memproses informasi yang tersedia pada
model secara efektif.
8

2. Pertanyaan konvergen (convergent question) menuntut siswa untuk


mensintesis hubungan apa yang baru saja dia temukan dengan
pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya, dan membimbing
siswa untuk mengembangkan suatu konsep atau meningkatkan
pemahaman siswa terhadap konsep secara mendalam.
3. Pertanyaan divergen (divergent question) merupakan pertanyaan yang
tidak memiliki jawaban secara khusus. Pertanyaan ini menuntut siswa
untuk penyamarataan konsep dan keterpakaian dari konsep (Hanson,
2006: 6-7).
Proses pembelajaran inkuiri terbimbing akan lebih efektif jika
pertanyaan kunci yang digunakan terdiri dari tiga jenis pertanyaan yaitu
pertanyaan lagsung (directed question), pertanyaan konvergen (convergent
question) dan pertanyaan divergen (divergen question). Pada setiap kegiatan
siswa diharuskan menjawab lima sampai sepuluh pertanyaan yang terdiri dari
dua atau tiga buah pertanyaan langsung, dua sampai enam pertanyaan
konvergen dan satu pertanyaan divergen (Hanson, 2005: 3). Dilain sisi
Hanson (2006: 7) mengatakan bahwa pertanyaan kunci dapat berupa
pertanyaan divergent, yang menuntut siswa untuk mempertimbangkan semua
kemungkinan yang ada; pertanyaan konvergen, fokus kepada satu
kemungkinan; atau pertanyaan langsung, yang memfokuskan langsung pada
pemecahan dari suatu permasalahan atau kesulitan.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran inkuiri
terbimbing ini merangkum semua kegiatan yang disebutkan oleh Moog dan
Farrell (2006) dalam Hanson (2006: 3) mengatakan bahwa ada lima kunci
mengenai pembelajaran yang telah muncul dari hasil penelitian dalam bidang
kognitif sains. Dimana penelitian ini membuktikan bahwa manusia belajar
dengan :
1. Membangun sendiri pemahaman mereka berdasarkan pengetahuan
yang telah mereka miliki sebelumnya, pengalaman, keahlian, sikap
dan kepercayaan.
2. Mengikuti siklus pembelajaran yang meliputi eksplorasi,
pembentukan konsep dan aplikasi.
3. Menghubungkan dan memvisualisasikan konsep dan multipel
representasi.
4. Diskusi dan berinteraksi dengan yang lain.
5. Memperlihatkan kemajuan dan menguji kemampuan.

c. Aktivitas Kelas Berbasis Inkuiri Terbimbing


Aktivitas kelas yang dirancang dengan menggunakan model
pembelajaran inkuiri terbimbing mengikuti tahapan-tahapan yang terdapat
didalam siklus pembelajaran, yaitu eksplorasi, pembentukan konsep dan
aplikasi. Akan tetapi, Hanson (2005: 1) mengembangkan tahapan ini dengan
menambahkan tahap orientasi (orientation) pada awal pembelajaran dan
penutup (closure) di akhir. Penambahan kedua tahap ini dilakukan karena
tahap orientasi dan penutup merupakan tahapan penting dalam pembelajaran.
9

Proses pembelajaran inkuiri terbimbing yang didasarkan kepada siklus


pembelajaran (learning cycle) terdiri dari lima tahapan yang meliputi tahap
orientasi (orientation), eksplorasi (exploration), pembentukan konsep
(concept formation), aplikasi (application) dan penutup (closure). Berikut
penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut :
1. Orientasi (orientation)
Pada tahap orientasi, siswa dipersiapkan untuk belajar. Tahap
orientasi menyediakan motivasi, membangun ketertarikan,
memunculkan rasa ingin tahu dan menghubungkan materi yang akan
dipelajari dengan pemahaman yang telah dimiliki siswa sebelumnya.
Pada tahap orientasi ini siswa telah diberitahu mengenai tujuan
pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa.

2. Eksplorasi (exploration)
Pada tahap ini siswa diberikan sebuah model atau serangkaian
tugas yang harus dianalisis dan dikerjakan agar siswa dapat
memperoleh konsep dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. (Hanson,
2006: 5). Model yang diberikan untuk aktivitas inkuiri di dalam kelas
dapat berupa gambar, grafik, tabel data, metodologi, diskusi,
demonstrasi, simulasi komputer, satu atau beberapa jenis persamaan
(Hanson, 2005: 2).
Selama tahap eksplorasi berlangsung, siswa akan dibimbing
oleh serangkaian pertanyaan yang disebut dengan pertanyaan kritis
(critical thinking question) atau biasa juga disebut dengan pertanyaan
kunci (key question). Pertanyaan ini berfungsi membantu siswa untuk
memahami dan menganalisis model yang telah diberikan untuk
memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep yang dipelajari
(Hanson, 2006: 6).
3. Pembentukan konsep (concept formation)
Tahap eksplorasi dan tahap pembentukan konsep saling
berkolaborasi dalam membantu siswa untuk mengembangkan
pemahaman terhadap konsep. Pada tahapan pembentukan konsep,
konsep disajikan secara jelas pada awal kegiatan melalui representasi
model. Selanjutnya serangkaian pertanyaan kunci akan membantu
siswa untuk mengeksplorasi model yang telah diberikan,
mengembangkan pemahaman mereka terhadap konsep dan
mengidentifikasi relevansi dan signifikansinya (Hanson, 2006: 6).
4. Aplikasi (applicaton)
Setelah satu konsep teridentifikasi, konsep tersebut akan
diperkuat dan diperluas pada tahap aplikasi. Tahap aplikasi
melibatkan penggunaan pengetahuan baru yang telah didapatkan pada
latihan, permasalahan, dan situasi riset. Latihan dan soal akan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun rasa
percaya diri dalam situasi yang sederhana dan konteks umum
(Hanson, 2005: 2).
5. Penutup (closure)
10

Setiap kegiatan pada proses pembelajaran inkuiri terbimbing


akan diakhiri siswa dengan memvalidasi hasil yang telah mereka
dapatkan, memikirkan kembali apa yang telah mereka pelajari, dan
menilai kinerja mereka. Validasi dapat diperoleh dengan melaporkan
hasil yang telah mereka dapatkan kepada teman sebaya dan kepada
guru untuk memperoleh pemahaman mereka mengenai isi dan kualitas
dari hasil yang telah mereka dapatkan. Penilaian diri sendiri
merupakan kunci sukses dalam pembelajaran maupun karir karena
akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan (Hanson, 2005: 2).

d. Aktivitas Laboratorium Berbasis Inkuiri Terbimbing


Kegiatan eksperimen di dalam laboratorium dan studi kasus juga
dapat dijadikan sebagai model selama proses eksplorasi (Hanson, 2006: 5).
Kegiatan eksperimen di dalam laboratorium menyediakan kesempatan yang
sangat besar untuk membuat hubungan antara dunia mikroskopik yang tidak
dapat dilihat dengan dunia makroskopik yang dapat diamati dalam kehidupan
sehari-hari (American Chemical Society Committee on Education, 2012: 9).
Dalam American Chemical Society Committee on Education (2012:
9) dijelaskan bahwa kegiatan di dalam laboratorium terdiri dari tiga tahapan
yaitu:
1. Kegiatan sebelum eksperimen (the pre-lab)
Pada kegiatan pre-lab siswa memikirkan konsep atau prinsip yang
akan diselidikinya dan siswa akan memprediksi dan berhipotesis.
Kegiatan prelab merupakan kegiatan yang dapat memaksa siswa
untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya
yang berhubungan dengan kegiatan eksperimen yang akan dilakukan.
2. Kegiatan selama eksperimen (the lab procedure)
Pada tahap ini siswa akan belajar cara untuk merencanakan apa yang
harus mereka lakukan, dan untuk mengidentifikasi atau untuk
mengontrol variabel; siswa akan mengamati, mengukur,
mengklasifikasikan, dan merekam data yang diperoleh.
3. Kegiatan setelah eksperimen (the post-lab)
Pada kegiatan ini siswa ditantang untuk menganalisis dan
menginterpretasikan data, mengevaluasi keefektifan prosedur yang
digunakan, memformulasi model, dan mengkomunikasikan apa yang
telah mereka dapatkan, baik secara tertulis maupun secara lisan. Pada
tahap ini siswa juga dapat menghubungkan atau membandingkan hasil
yang didapatkan dengan konsep yang sebenarnya untuk dapat
menjelaskan fenomena yang terjadi.
Kegiatan laboratorium yang baik adalah siswa tidak mengetahui hasil
apa yang harus didapatkannya. Oleh karena itu sangat tepat untuk melakukan
kegiatan eksperimen sebelum mempelajari konsep yang berhubungan dengan
kegiatan eksperimen tersebut. Sehingga kegiatan eksperimen yang dilakukan
oleh siswa bukanlah sebagai wujud untuk verifikasi teori saja (American
Chemical Society Committee on Education, 2012: 9-10).
11

Aktivitas laboratorium dengan inkuiri berbeda dengan aktivitas


laboratorium tanpa inkuiri. Dalam aktivitas laboratorium dengan inkuiri
terbimbing, siswa melakukan eksperimen bukan untuk mengkonfirmasi
konsep dan teori yang telah didapatkan pada pembelajaran sebelumnya. Akan
tetapi, siswa dibimbing untuk mengamati fenomena, mengeksplor ide-ide dan
menemukan pola yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan
kemampuan untuk menemukan konsep (The Colledge Board, 2012: 14).
Aktivitas laboratorium berbasis inkuiri terbimbing dirancang sesuai
dengan tahapan siklus pembelajaran terdiri dari kegiatan eksplorasi,
penemuan konsep, dan aplikasi. Semua petunjuk praktikum yang disusun
berdasarkan inkuiri terbimbing boleh memuat salah satu atau semua kegiatan
dalam siklus pembelajaran ini disesuaikan dengan kebutuhan dan
karakteristik materi yang akan dipraktikumkan.
Dalam The Colledge Board (2012: 19) disebutkan bahwa ada
beberapa kriteria praktis yang mengindikasikan bahwa suatu kegiatan sains
di dalam laboratorium merupakan aktivitas inkuiri. Aktivitas sains
dikategorikan kedalam aktivitas inkuiri jika memuat sebagian besar dari
kriteria praktis tersebut. Kriteria praktis yang dimaksud adalah:
1. Judul dari aktivitas laboratorium tidak menggambarkan konsep yang
akan ditemukan oleh siswa.
2. Sebelum melakukan aktivitas praktikum, hasil yang akan diperoleh
telah diketahui oleh guru atau instruktur tetapi tidak diketahui oleh
siswa.
3. Aktivitas sebelum praktikum (pre-laboratory) meliputi beberapa
bagian:
a. Guru atau instruktur dan petunjuk laboratorium yang
digunakan menyediakan keterampilan teknis,
mendemonstrasikan keterampilan, dan prosedur keselamatan
kerja yang dibutuhkan di dalam laboratorium secara langsung.
b. Kegiatan yang dilakukan harus terstruktur, sehingga guru atau
instruktur dan penunjuk laboratorium yang digunakan tidak
memberikan konsep target sebelum siswa melakukan aktivitas
praktikum.
c. Kegiatan pendahuluan pada aktivitas laboratorium harus
meliputi kegiatan mendiskusikan materi prasyarat, kemampuan
dan konsep yang dibutuhkan untuk mengembangkan
pemahaman mengenai konsep target.
d. Siswa diminta untuk membuat prediksi apa yang akan terjadi
selama proses praktikum.
4. Aktivitas harus terstruktur dan meliputi semua tahap yang ada dalam
siklus pembelajaran (eksplorasi, penemuan konsep dan aplikasi), dan
bisa juga terstruktur dengan satu atau dua tahap dari siklus
pembelajaran untuk menemukan konsep target, dengan tahap yang
lainnya dilanjutkan pada aktivitas pembelajara di dalam kelas atau di
dalam laboratorium komputer.
12

5. Aktivitas dimulai dengan pertanyaan utama (focus question) yang bisa


disebut dengan “Question of the Day (QOD)” atau “Beginning
Question”. (pertanyaan ini bukan merupakan pertanyaan yang
memiliki jawaban berupa jawaban “iya” dan “tidak”).
6. Petunjuk laboratorium menyediakan informasi mengenai teknik,
prosedur dan keterampilan yang akan digunakan.
7. Siswa diberi kesempatan untuk mendesain eksperimen. Hasil yang
didapatkan dari desain eksperimen tersebut harus memberikan
informasi yang cukup untuk siswa dapat menjawab QOD.
8. Aktivitas menggunakan pengamatan dan pengumpulan data untuk
mengembangkan gagasan teori bukan untuk mengkonfirmasi atau
memverifikasi konsep.
9. Siswa bekerja berkelompok selama proses praktikum, dan
berkonstribusi terhadap pengumpulan data di kelas. Semua siswa
terlibat dalam kegiatan praktikum, dan hasil yang didapatkan
dituliskan di papan tulis.
10. Siswa menggunakan data kelas untuk melihat kecenderungan dan
kemudian dengan bantuan guru atau instruktur ditemukan konsep
target. Kemudian data yang cocok dibuatkan dalam bentuk grafik.
11. Prosedur, teknik dan peralatan yang digunakan harus melewati pre-tes
terlebih dahulu agar 90-100 persen siswa akan mendapatkan data yang
reliabel.
12. Siswa dapat menjawab QOD dengan bimbingan guru atau instruktur.
13. Peran serta guru atau instruktur selama proses praktikum sangat
minim.
14. Petunjuk praktikum menyediakan kerangka untuk aktivitas yang akan
dilakukan. Menyediakan informasi yang cukup untuk siswa mengerti
mengenai kegiatan yang harus mereka lakukan untuk masing-masing
praktikum.
15. Pertanyaan yang ada di dalam petunjuk praktikum atau pertanyaan
verbal yang diberikan oleh guru atau instruktur dapat secara tegas
mengarahkan siswa untuk berdiskusi dengan teman sebayanya.
16. Kesuksesan aktivitas laboratorium dengan inkuiri terbimbing
tergantung pada keefektifan dari kegiatan laboratorium selama diskusi
pada aktivitas prelab dan postlab yang dibimbing oleh guru atau
instruktur yang berkualitas.

e. Bahan Ajar dalam Bentuk Software untuk Aktivitas Kelas dan


Laboratorium Berbasis Inkuiri Terbimbing

Software yang digunakan dalam pembelajaran kimia berbasis inkuiri


terbimbing adalah antara lain Chem Office 2008, Phet, Quiz Creator, dan
untuk aplikasi berbasis IT dapat dipakai Web blog, Wordpress, dan Goggle
Site dan dapat di link secara mudah dan cepat dengan jaringan media social
seperti Facebook, Intagram, Twiter dan sebagainya. Software tambahan dapat
diberikan bagi disain grafis, seperti Macromedia Flash MX, Power Point,
13

Preezi, Photoshop, Coredraw, Pagemaker dan software lainnya. Pada


tingkatan lanjutan dapat dipakai software Hyperchem dan Gaussian,
sementara untuk tingkat dasar dapat dikembangkan dengan Phet dari
Universitas Colorado, USA, yang dapat didownload secara gratis di internet.
Perancangan untuk aktivitas kelas digunakan lima siklus yang
dikemukakan oleh Hanson (2005: 1) yaitu orientasi, eksplorasi, pembentukan
konsep, aplikasi dan penutup. Sedangkan untuk aktivitas di laboratorium
menggunakan tiga siklus inkuiri terbimbing seperti yang dijelaskan dalam
The Colledge Board (2012: 15-16).
Ada beberapa komponen yang memberikan pengaruh yang baik dalam
proses pembelajaran inkuiri terbimbing yang terdapat di dalam kelas.
Menurut Hanson (2005: 5) komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada
Tabel 1.
Tabel 1.Komponen Aktivitas di dalam Kelas

Komponen dari Aktivitas di dalam Kelas


No
Komponen Deskripsi dan Tujuan
1 Judul Label dari aktivitas pembelajaran
Menjelaskan dan mengidentifikasi alasan
2 Why?
untuk belajar
3 Tujuan Pembelajaran Daftar apa yang yang harus dipelajari
Mengidentifikasi keterampilan dan
4 Materi Prasyarat
pengetahuan yang dibutuhkan
Menyediakan informasi yang dibutuhkan
5 Informasi
untuk aktivitas pembelajaran
Meliputi representasi atau metodologi dari
6 Model
apa yang hendak dipelajari
Serangkaian pertanyaan yang membimbing
7 Pertanyaan Kunci atau merangsang pemikiran,
memperkenalkan atau bentuk konsep.
Mengaplikasikan pengetahuan baru dalam
8 Latihan keterampilan permasalahan yang sederhana dan dalam
konteks yang sama
Menggunakan pengetahuan baru pada
konteks yang baru atau pada keadaan nyata
9 Soal
yang membutuhkan transferensi, sintesis, dan
integrasi dari konsep-konsep

Beberapa komponen pendukung format aktivitas di dalam


laboratorium dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Komponen Aktivitas di dalam Laboratorium

Komponen dari Aktivitas di dalam Laboratorium


No.
Komponen Deskripsi dan Tujuan
1 Judul Pengantar fokus laboratorium:
14

2 Waktu pelaksanaan Waktu pelaksanaan kegiatan


3 Konteks Latar belakang dan konteks dalam bentuk
penyelidikan aplikasi pada dunia nyata atau skenario fiksi
berkaitan dengan laboratorium dan untuk
menunjukkan relevansi laboratorium untuk
konteks dunia nyata
4 Materi Prasyarat Daftar keterampilan yang dibutuhkan siswa
untuk berhasil melaksanakan aktivitas di
dalam laboratorium memungkinkan guru
untuk memastikan bahwa siswa disiapkan
untuk melakukan penyelidikan terlebih
dahulu.
5 Persiapan: Bahan, Daftar bahan yang dibutuhkan, dan deskripsi
Keselamatan dan masalah keamanan dan pembuangan dan
Pembuangan, dan prosedur
Prelab Persiapan
6 Pertanyaan Prelab Kegiatan termasuk simulasi komputer dan
animasi, atau pensil dan kertas pemodelan dan
pertanyaan yang membimbing, yang meminta
siswa untuk berhipotesis dan bekerja dalam
kelompok untuk membangun pemahaman
konsep yang akan ditemukan dan memahami
fenomena makroskopik yang terlibat di
laboratorium pada skala partikulat.
7 Kegiatan Praktikum Suatu kegiatan yang memandu siswa untuk
melakukan praktikum dan berlatih untuk
menggunakan instrumen.
8 Aktivitas Penjelasan dalam bentuk mikroskopik,
mikroskopis sehingga siswa dapat menghubungkan aspek
maksroskopik yang didapatkan pada saat
melakulakan eksperimen dengan aspek
mikroskopik.
9 Pengumpulan Data kegiatan pengumpulan data yang diperoleh
selama melakukan proses praktikum.
10 Pertanyaan Postlab pertayaan untuk mengukur pemahaman siswa
terhadap konsep dan keterampilan sains yang
telah didapatkan setelah melakukan
praktikum.
Sumber: The Colledge Board (2012: 7-10)

f. Model Pengembangan Bahan Ajar

Penelitian dan pengembangan pendidikan atau Educational Design


Research (EDR) merupakan suatu studi sistematis tentang merancang,
mengembangkan dan mengevaluasi intervensi pendidikan (seperti program,
15

strategi pembelajaran dan bahan ajar, produk dan sistem) sebagai solusi dari
beberapa permasalahan yang ada (Akker, et al, 2010: 9).
Salah satu model pengembangan dalam Educational Design Research
(EDR) adalah model Plomp yang dipopulerkan oleh Tjeerd Plomp. Model
Plomp merupakan salah satu model pengembangan yang banyak digunakan
dalam pengembangan perangkat pembelajaran (Rochmad, 2012: 66). Model
pengembangan Plomp meliputi tiga tahapan yaitu penelitian pendahuluan
(preliminary research), tahap pembentukan prototipe (Prototyping phase) dan
tahap penilaian (Assessment phase). Setiap tahapan pada model
pengembangan Plomp merupakan suatu siklus kecil penelitian.
1. Penelitian pendahuluan (prelimenary research)
Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan dan analisis masalah,
studi literatur serta konsep pengembangan atau teori yang mendukung
untuk melakukan pengembangan dihasilkan serta pengembangan
kerangka konseptual (Akker, 2010: 15).
2. Tahap pembentukan prototipe (Prototyping phase)
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menetapkan pedoman
desain, mengoptimalkan prototipe melalui siklus desain, evaluasi
formatif, dan revisi. Evaluasi formatif ini berfungsi untuk
meningkatkan dan menyempurnakan protitipe yang dihasilkan (Akker,
2010: 15). Evaluasi formatif dilakukan untuk memperoleh informasi
yang dibutuhkan oleh peneliti guna menentukan tingkat
perkembangan dari kegiatan yang sedang diteliti. Evaluasi formatif
dilakukan untuk memperbaiki hasil yang telah didapatkan.
Pelaksanaan evaluasi formatif dapat dilakukan secara kontinu atau
periodik (pada bagian awal, tengah, maupun akhir). Evaluasi formatif
lebih memfokuskan pada pencapaian hasil pada setiap tahap yang
telah direncanakan untuk dievaluasi. Oleh karena itu, informasi yang
telah didapatkan dari hasil evaluasi formatif harus segera dianalisis
guna memberikan gambaran kepada peneliti, mengenai perlu tidaknya
dilakukan program perbaikan (Sukardi, 2011: 58).
3. Tahap penilaian (Assessment phase.)
Pada fase ini dilakukan penilaian berupa evaluasi sumatif untuk
menyimpulkan apakah prototipe yang dihasilkan memenuhi
spesifikasi yang telah ditentukan dihasilkan (Akker, 2010: 15).

g. Kualitas Hasil Pengembangan


Rochmad (2012: 68) mengatakan “Dalam penelitian pengembangan,
hasil pengembangan dapat berupa prototipe model atau perangkat
pembelajaran.” Untuk mendapatkan hasil pengembangan yang berkualitas
perlu dilakukan penilaian. Untuk menentukan kualitas hasil pengembangan
umumnya diperlukan tiga kriteria: kevalidan, kepraktisan dan, keefektifan.
Nieveen mengusulkan ada empat kriteria penting yang harus dimiliki
suatu intervensi yang memiliki kualitas tinggi. Keempat kriteria itu adalah
komponen intervensi harus didasarkan pada pengetahuan (validitas isi) dan
semua komponen harus konsisten dihubungkan satu sama lain (validitas
16

konstruk). Jika intervensi yang dihasilkan telah memuat kedua komponen ini,
maka dapat disimpulkan bahwa intervensi yang dihasilkan valid. Kriteria lain
dari intervensi yang memiliki kualitas yang tinggi dapat dilihat dari tingkat
kepraktisan dari intervensi itu sendiri. Jika pengguna intervensi (misalnya
guru dan peserta didik) dapat menggunakan intervensi dengan mudah dan
sesuai dengan tujuan dari orang yang mengembangkan, maka dapat dikatakan
bahwa intervensi tersebut praktis. Kriteria terakhir untuk intervensi yang
memiliki kualitas yang tinggi adalah keefektifan (Akker, 2010: 26).
1. Validitas
Validitas merupakan tingkat ketepatan suatu tes dalam mengukur
materi dan perilaku yang harus diukur (Mudjijo, 1990: 40). Rochmad
(2012: 69) mengatakan bahwa “Validitas dalam suatu penelitian
pengembangan meliputi validitas isi dan validitas konstruk.”
a. Validitas isi (content validity)
Validitas isi merupakan salah satu jenis validitas yang
harus dimiliki oleh setiap tes hasil belajar (Mudjijo, 1990: 41).
Validitas isi merupakan suatu derajat dimana sebuah tes evaluasi
dapat mengukur cakupan substansi yang dapat diukur (Sukardi,
2012: 32). Validitas isi menunjukkan bahwa model yang
dikembangkan didasarkan pada kurikulum atau model
pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pada rasional
teoritik yang kuat. Teori yang melandasi model pembelajaran
diuraikan dan dibahas secara mendalam (Rochmad, 2012: 69).
b. Validitas konstruk (construct validity)
Validitas konstruk merupakan kejituan dari suatu tes jika
ditinjau dari susunan tes tersebut (Latisma, 2011: 84). Validasi
konstruk menunjukkan konsistensi internal antar komponen-
komponen model. Pada validasi konstruk dilakukan serangkaian
kegiatan penelitian untuk memeriksa apakah komponen model
yang satu tidak bertentangan dengan komponen lainnya. Sintaks
model mengarah pada tercapainya tujuan pengembangan model
dan prinsip sosial, prinsip reaksi, serta sistem mendukung
keterlaksanaan sintaks yang dikembangkan (Rochmad, 2012: 69).
Indikator yang dinilai oleh pakar meliputi komponen isi,
komponen kebahasaan, komponen penyajian, dan komponen
kegrafisan. Hal ini sesuai dengan Depdiknas (2008: 28) yang
menyatakan bahwa:
Komponen kelayakan isi mencakup, antara lain:
1. Kesesuaian SK, KD
2. Kesesuaian dengan perkembangan anak
3. Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar
4. Kebenaran substansi materi pembelajaran
5. Manfaat untuk penambahan wawasan
6. Kesesuaian denga nilai moral, dan nilai-nilai sosial
Komponen kebahasaan antara lain mencakup:
1. Keterbacaan
17

2. Kejelasan informasi
3. Kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar
4. Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efesien (jelas dan
singkat
Komponen penyajian antara lain mencakup:
1. Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai
2. Urutan sajian
3. Pemeberian motivasi dan daya tarik
4. Interaksi (pemberian stimulus dan respon
5. Kelengkapan informasi
Komponen kegrafikan antara lain mencakup:
1. Penggunaan font; jenis dan ukuran
2. Lay out atau tata letak
3. Ilustrasi, gambar, foto
4. Desain tampilan
2. Praktikalitas
Penelitian dan pengembangan harus memberikan konstribusi bagi
bidang ilmiah dan kepraktisan. Dalam penelitian dan pengembangan,
model yang dikatakan prakstis apabila para ahli dan praktisi menyatakan
bahwa secara teoritis model dapat diterapkan di lapangan dan tingkat
keterlaksanaan dari model yang dikembangkan termasuk kategori “baik”.
Model pembelajaran dikatakan baik apabila komponen-komponen model
dapat dilaksanakan oleh guru di lapangan dalam pembelajaran di kelas
dan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik (Rochmad, 2012:
69-70).

METODE PENELITIAN
Model Pengembangan
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
dan pengembangan pendidikan atau Educational Design Research (EDR) .
Educational Design Research merupakan suatu studi sistematis tentang
merancang, mengembangkan dan mengevaluasi intervensi pendidikan (seperti
program, strategi pembelajaran dan bahan ajar, produk dan sistem) sebagai
solusi dari beberapa permasalahan yang ada (Akker et al, 2010: 9).
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu produk berupa
software inkuiri terbimbing yang memuat aktivitas di dalam kelas dan
laboratorium. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian
pengembangan ini adalah Model Plomp yang dikembangkan oleh Tjreed
Plomp. Penelitian EDR dengan Model pengembangan Plomp meliputi tiga
tahapan yaitu penelitian pendahuluan atau investigasi awal (preliminary
research), tahap pembentukan prototipe (Prototyping) dan tahap penilaian
(Assessment phase).

PROSEDUR PENELITIAN
18

Software Pembelajaran Kimia berbasis inkuiri terbimbing yang


memuat aktivitas di dalam kelas dan laboratorium dikembangkan dengan
menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahapan
yaitu: penelitian pendahuluan atau investigasi awal (preliminary research);
tahap pembentukan prototipe (prototyping phase); dan tahap penilaian
(assessment phase). Uraian kegiatan yang dilakukan pada masing-masing
tahapan adalah sebagai berikut :
1. Penelitian pendahuluan (prelimenary research)
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data deskriptif yang
dibutuhkan dalam pengembangan penggunaan software serta studi
literatur. Data deskriptif ini diperoleh melalui analisis kebutuhan dan
analisis silabus pada pokok bahasan. Analisis kebutuhan dilakukan
dengan melihat keadaan dilapangan yang bertujuan untuk
memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi sehingga
dibutuhkan pengembangan penggunaan software . Hasil analisis
kebutuhan ini akan diinterpretasikan ke dalam bentuk kerangka
konseptual.
Berdasarkan hasil analisis silabus pada pokok bahasan,
diketahui bahwa Kompetensi Dasar (KD) yang ada pada pokok
bahasan adalah menganalisis berdasarkan konsep (KD 3.10) dan
mengajukan ide/gagasan tentang penggunaan (KD 4.10). Berdasarkan
KD tersebut, dapat dirumuskan pembelajaran pada materi. Indikator
yang diperoleh dapat digunakan sebagai acuan untuk perumusan
tujuan pembelajaran.

2. Tahap pembentukan prototipe (Prototyping phase)


Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah
merancang/mendesain penggunaan software pada pokok bahasan.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perancangan penggunaan
software adalah:
a. Merancang penggunaan software sesuai dengan tahapan inkuiri
terbimbing. Format penulisan penggunaan software sesuai dengan
Panduan Pengembangan Bahan Ajar yang ditulis oleh Depdiknas
tahun 2008.
b. Merancang model yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Model yang dirancang terdiri dari dua kategori, yaitu: model
berupa gambar; tabel; dan grafik untuk aktivitas inkuiri di kelas
dan model berupa kegiatan praktikum untuk aktivitas inkuiri di
laboratorium.
c. Membuat pertanyaan kunci yang menuntun siswa untuk
menemukan konsep.
d. Membuat soal latihan sebagai wadah bagi siswa untuk
mengaplikasikan konsep yang telah didapatkan.
19

Setelah tahap perancangan selesai dilanjutkan dengan tahap


merealisasikan rancangan yang telah dibuat untuk menghasilkan
prototipe 1.
3. Tahap penilaian (assessment phase)
Prototipe 1 yang dihasilkan dilakukan evaluasi formatif
berupa uji validitas isi dan validitas konstruk yang dilakukan oleh
validator. Uji validitas isi berguna untuk mengetahui kesesuaian
materi yang digunakan, uji validitas konstruk berguna untuk
mendapatkan gambaran tentang kesesuaian komponen penggunaan
software, dan uji
Hasil evaluasi formatif ini langsung dianalisis untuk
mendapatkan nilai validasi dari prototipe 1. Jika dari hasil validasi
perlu untuk direvisi, dilakukan revisi yang bertujuan untuk
meningkatkan dan menyempurnakan prototipe yang dihasilkan
sehingga diperoleh prototipe 2. Jika hasil validasi menunjukkan
bahwa revisi tidak perlu dilakukan, kegiatan pengembangan
dilanjutkan dengan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilakukan
untuk melihat tingkat praktikalitas dari penggunaan software yang
dihasilkan. Jika hasil uji praktikalitas menunjukkan bahwa
penggunaan software yang dihasilkan itu praktis, maka tidak perlu
dilakukan revisi. Akan tetapi, jika hasil uji praktikalitas menyatakan
bahwa penggunaan software tidak praktis, maka dilakukan revisi pada
bagian-bagian yang dianggap perlu. Setelah revisi, uji coba terbatas
dilakukan kembali untuk mendapatkan penggunaan software final
yang praktis.
20

Secara keseluruhan langkah-langkah pengembangan bahan ajar


disajikan pada Gambar 2.
Prelimenary Research

Analisis situasi dan Melakukan kajian teori,


permasalahan dalam analisis kurikulum, dan
Materi Asam-Basa analisis penelitian yang relevan

Prototyping Phase Merancang Bahan ajar


berupa Lembar Kerja Siswa
pada materi asam-basa

Prototipe 1

Assessment Phase Prototipe


Validasi
Hasil revisi

Analisis hasil
validasi
Revisi

Tidak
Perlu
Valid ?
Ya revisi
Ya
Revisi Prototipe
Tidak
Hasil revisi

Prototipe 2 Uji Coba


Revisi

Tidak
Analisis hasil uji Praktis?
Uji Coba 1
coba

Ya
Prototipe
Final

Gambar 2. Langkah-langkah Pengembangan Bahan Ajar dalam Bentuk LKS


21

Hasil dan Diskusi

Penggunaan Software Kimia


Pembuatan Media Pembelajaran Kimia Berbasis ICT dan Penggunaan
Hyperchem (Minda Azhar et al, 2015)

Peta penggunaan Media pembelajaran dapat dilihat sebagai berikut :

Gambar . Klasifikasi Media dalam Pembelajaran


(Permen No. 59 tahun 2014:1001)

Media Pembelajaran berbasis ICT


Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran dapat berbentuk file slide power
point, gambar, animasi, video, audio, program CAI (computer aided instruction),
program simulasi. Penggunaan media berbasis ICT memberikan keuntungan antara lain
dapat memvisualisasikan konsep-konsep abstrak, mempermudah memahami materi-
materi yang sulit, mensimulasikan proses yang sulit dilakukan secara manual,
menampilkan materi pembelajaran dalam berbagi format sehingga lebih menarik dan
terbaru dari berbagai sumber, memungkinkan terjadi interaksi pebelajar dan
22

materi pembelajaran, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan tenaga,


mendukung perubahan peran guru ke arah fasilitator dan mediator (Sahid, 2015:7).
Pada media pembelajaran berbasis ICT, perangkat keras yang digunakan seperti
komputer, LCD proyektor dan layar. Perangkat keras ini berfungsi sebagai media,
sedangkan perangkat lunaknya merupakan sumber belajar. Pesan yang disampaikan
melalui media pada proses pembelajaran seharusnya benar secara keilmuan, tidak multi
tafsir dan aktual. Untuk memenuhi kriteria ini diperlukan sumber belajar standar sebagai
rujukan. Sumber belajar dapat berupa buku cetak atau buku elektronik (e-book), situs
internet serta lingkungan. Contoh situs intermet yang memuat materi pembelajaran kimia
adalah www.chemson. comwww.hyper.com, www.chemdoodle.com,
www.modelscience. com. Untuk memindahkan gambar atau teks dengan mudah dan
cepat dapat digunakan program SNAP. Gambar atau teks dapat berasal dari e-book atau
dari halaman web.

Penalaran induktif

Penyajian urutan materi pada media pembelajaran berbasis ICT dapat melibatkan
penalaran siswa. Penalaran adalah proses berfikir dalam rangka menarik kesimpulan
melalui logika dengan langkah-langkah tertentu yang pada akhirnya membuahkan
pengetahuan. Jika dilihat dari arah cara menarik kesimpulan, maka penalaran dapat dibagi
dua yaitu penalaran dengan logika induktif dan penalaran dengan logika deduktif
(Suriasumantri, 1988:215). Penalaran dengan logika induktif dimulai dengan
menggunakan pengertian-pengertian yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan
terbatas menuju ke pengertian yang bersifat umum. Selanjutnya secara induktif dari
berbagai pengertian yang bersifat umum dapat lagi disimpulkan pengertian yang bersifat
lebih umum. Jadi penalaran dengan logika induktif berangkat dari hal-hal yang khusus ke
suatu kesimpulan yang bersifat umum. Penalaran seperti ini memungkinkan disusunnya
pengetahuan secara sistimatis yang mengarah kepada pengertian yang makin lama makin
bersifat fundamental.
Penalaran dengan logika deduktif adalah kegiatan berfikir yang sebaliknya dari
penalaran dengan logika induktif. Penalaran dengan logika deduktif adalah penalaran
yang berangkat dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang lebih khusus. Jadi
penalaran dengan logika deduktif merupakan cara berfikir untuk menarik kesimpulan dari
hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus. Cara ini memungkinkan karena hal
yang lebih umum dipandang mengandung hal-hal yang khusus. Penalaran dengan logika
induktif pada pembelajaran konsep mol memperlihatkan hasil belajar yang lebih tinggi
dibandingkan dengan logika deduktif (Azhar, 2004).

Langkah pengembangan media pembelajaran berbasis ICT

Perkembangan ICT berjalan sangat pesat sejalan dengan perkembangan teknologi


telekomunikasi termasuk jaringan komputer. Berbagai teknologi dan aplikasi pendukung
keilmuan telah dikembangkan untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan dan
pengajaran seperti pembelajaran kimia. Perkembangan ini merupakan sumber potensial
pembelajaran kimia yang dapat dimanfaatkan pada pembuatan dan pengembangan
media pembelajaran berbasis ICT oleh guru-guru kimia di SMA. Masalah dibatasi
pada media pembelajaran berbasis ICT dengan pola penyajian penalaran induktif
(teoritis), mendownload e-book chemistry standar (teori dan praktek) dari web
yang sesuai dengan kurikulum 2013, mendownload video pembelajaran dan
virtual lab dari web berbasis pendidikan yang sesuai dengan kurikulum 2013
23

(teori dan praktek), menggunakan program SNAP atau program lainnya,


memaksimalkan penggunaan Power Point dalam pembelajaran dengan melingkan
dengan web atau video pembelajaran dan virtual lab (praktek). Penyajian media
pembelajaran dengan pola penalaran induktif (praktek). Materi kimia SMA
dibatasi pada materi kelas X sesuai kurikulum 2013. Kegiatan pelatihan dilakukan
dalam bentuk teori dan praktek di laboratorium komputer SMAN 1 Payakumbuh.

Langkah-langkah pengembangan media pembelajaran berbasis ICT adalah

1. Analisis materi kurikulum 2013


(dibatasi kelas X) yaitu :
a. Hakekat dan peran kimia dalam kehidupan sehari hari
(Hakekat ilmu kimia, metoda ilmiah, keselamatan kerja di laboratorium, Peran
kimia dalam kehidupan)
b. Struktur atom dan sistem periodik
(Perkembangan model atom, Partikel penyusun atom, struktur atom, Konfigurasi
elektron dan diagram orbital, letak unsur dalam sistem periodik, Perkembangan
Tabel periodik, Sifat periodik unsur)
c. Ikatan kimia dan Bentuk Molekul
Struktur lewis, Ikatan ion, ikatan kovalen, Ikatan kovalen koordinasi, Ikatan
logam, interaksi antar molekul, Kepolaran senyawa, bentuk molekul)
d. Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
e. Reaksi oksidasi dan reduksi
(Perkembangan konsep reaksi redoks, Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau
ion
f. Tata nama senyawa organik dan anorganik menurut IUPAC
g. Stoikiometri
(Ar dan Mr, Persamaan reaksi, Hukum dasar kimia, Konsep mol, Perhitungan
kimia)

2. Mendownload e-book chemistry standar:


Buku kimia umum / kimia dasar yang dapat dijadikan standar dalam pembelajaran
kimia di SMA antara lain adalah
Jespersen, ND; Brady, JE; Hyslop A. (2012). Chemistry the molecular nature of
mater. 6th ed. John Wiley and Sons Inc
Chang, R; Overby, J. (2011). General Chemistry, the essential concept. 6th ed. Mc
Graw Hill

Bagaimana mendownload buku ini?


(http://catatan-si-boss.blogspot.com/2013/12/mengunduh-dan-berbagi-literatur-
di.html)
Beberapa literatur tersedia gratis seperti di Scribd, namun ada pula yang berbayar.
Kami akan share tentang situs unduhan buku terpopuler, yaitu Bookfi (Book Finder,
bookfi.org). Website ini berasal dari Rusia ini menawarkan beragam sumber literatur
yang dapat diunduh gratis. Website lain adalah bookboon.com. Kita akan
gunakan dua website ini.

a. Menggunakan situs Bookfi.org (Book Finder)


24

Situs unduhan dari negeri Beruang Merah ini cukup lengkap, dengan 2.220.696 buku
per 7 Desember 2013. Situs ini tersedia dalam tiga bahasa, yaitu Rusia, Inggris, dan
Ukraina.
1) Silahlah masuk ke website. en.bookfi.org/. Juka lupa websitenya silahkan buka
google, selanjutnya ketik “bookfi”. Pilih web en.boofi.org. Tampilan website
boof.org dimuat pada Gambar 2.

Gambar 2. Tampilan muka website en.bookfi.org

2) Untuk mencari literatur di website ini cukup mudah. Anda cukup mengetikkan
judul buku yang dicari pada baris putih, lalu tekan tombol search (gambar lup
putih) di sebelah kanan baris pencarian. Kami contohkan dengan mencari buku
Chang, R; Overby, J. (2011). General Chemistry, the essential concept. 6th ed.
Mc Graw Hill. Ketiklah judul buku “General Chemistry, the essential concept”
. Hasil pencarian bookfi dimuat pada Gambar 3
25

Gambar 3. Hasil pencarian dengan bookfi.org

3) Selanjutnya, kliklah Download (PDF) (berwarna merah) dan unduhan akan segera
berlangsung. Silahkan ditunggu sampai unduhan selesai. File buku disimpan pada
folder tersendiri dengan nama “e-book general chemistry”

Gambar 4. Buku yang dicari berwarna merah

b. Menggunakan situs bookboon.com

Bookboon merupakan perusahan penerbitan online terbesar diseluruh dunia yang


didirikan dan berbasis di Kopenhagen, Denmark. Perusahaan ini memiliki lebih dari
800 buku-buku gratis di situs web yang meliputi ekonomi, teknik, ilmu-ilmu alam dan
IT serta buku-buku propesional. Buku berbayar dapat diakses melalui bookboon
premium. Langkah-langkah untuk mendownload buku-buku gratis di booknoon.com
adalah :
26

1) Silahkan masuk ke website www.bookboon.com. Selanjutnya masukan kata kunci


buku yang akan dicari di kotak Find the book you need (misal, ketik introduction to
chemistyr) dan klik go di sudut kanan. Gambar 5. Halaman depan bookboon.com.

Gambar 5. Halaman depan bookboon.com

2) Daftar beberapa buku yang berhubungan dengan buku yang dicari akan muncul
sebagai berikut (Gambar 6. Search result for “chemistry”).

Gambar 6. Search result for “chemistry”

3) Klik judul buku yang diinginkan dan akan muncul daftar isian yang meliputi email,
working/studying, study programme/profession dan focus area untuk konfirmasi
dan selanjutnya klik download (Gambar.7. Konfirmasi daftar isian).
27

Gambar.7. Konfirmasi daftar isian

4) Setelah download selesai, diperoleh e-book dengan format pdf (Gambar.8).

Gambar 8. E.book dalam format pdf

5) Tampilan dari buku yang sudah di download


Halaman Depan buku yang di download (Gambar 8)
28

Gambar 8. Halaman depan buku yang di download

Selain situs-situs di atas, masih banyak lagi situs unduhan buku gratis lainnya,seperti
a. Libgen.info (Library Genesis)
b. Scribd
c. DocStoc
d. SpringerLink
e. Freebookspot.com
f. 4ebooks.org
g. Free-ebooks.net, dan
h. Manybooks.com.
http://www.hongkiat.com/blog/20-best-websites-to-download-free-e-books-part-ii/

3. Mendownload media pembelajaran virtual lab


Situs internet yang memuat materi pembelajaran kimia virtual lab
a. Untuk akses software kimia dapat diunduh di www.cresset-group.com:
www.chemakson.com
b. Untuk akses sofware tenrang MSDS : www.dr-software.com
c. Untuk virtual lab kimia (advance chemlab simulation):
www.modelscience.com
d. Untuk ensiklopedia kimia dapat diunduh di
http://en.wikipedia.org/wiki/Category:chemistry.software
e. Untuk modeling molekuler dapat diunduh di : http://www.hyper.com:
http://chemdoodle.com/:
http://www.sciencegeek.net/Chemistry/chemware/chemware.shtml:
http://en.softonic.com/s/free-chemistry-software

4. Mendownload video media kimia dari youtube

a. Mendownload video media kimia dari youtube menggunakan software

Jika kita ingin mendownload video dari youtube dengan menggunakan software, maka
terlebih dahulu kita mendownload softwarenya. Pada internet tersedia software gratis,
misalnya software “iLivid downloader Manager”.
29

Langkah langkah untuk mendownload software ini adalah:

1) Ketik ‘ilivid downloader’ di google


Pilih dan klik salah satu situs downloader free, contoh: Ilivid Downloader Maneger -
Free Download (muncul tampilan seperti Gambar 9).

Gambar 9. Tampilan depan website iLivid downloader Manager

2) Klik Free Download (pada kotak hijau) pilih tempat penyimpanannya (seperti
pada Desktop), tunggu sampai muncul tampilan di desktop komputer anda seperti
Gambar 10.
30

Gambar 10. Contoh tampilan leptop

3) Untuk menginstall program Youtube downloader klik tanda dibawah ini pada
sudut kiri bawah Gambar 10 (tanda panah). Tunggulah sampai muncul seperti
Gambar 11.

Gambar 11. Run

4) Klik Run (Gambar 11), tunggulah sampai muncul seperti Gambar 12.

Gambar 12. Next


5) Klik Next dan tunggu sampai muncul gambar 13
31

Gambar 13. Accept

6) Klik Accept pada sudut kanan bawah dan tunggu sampai muncul seperti Gambar
14.

Gambar 14. Finish

7) Klik Finish pada sudut kanan bawah dan tunggu sampai muncul Gambar 15.

Gambar 15. Instal Now


8) Klik Instal Now pada sudut kanan bawah dan tunggu sampai muncul Gambar 16.
32

Gambar 16. Next

9) Klik Next sehingga muncul Gambar 17. Sebetulnya program dibawah ini tidak kita
perlukan, tetapi kita harus Accept, karena tanpa kita Accepted program iLivid
downloader tidak dapat kita peroleh. Namun setelah kita selesai mendownload
software iLivid, program my PC Backup.com ini bisa kita hapus dari komputer.

Gambar 17. MyPC Backup

10) Klik Accept dan tunggu sampai muncul Gambar 18.


33

Gambar 18. Close Ignor


11) Klik Ignor dan tunggu sampai muncul Gambar 19.

Gambar 19. Finish

12) Klik Finish dan tunggu sampai muncul program iLivid pada desktop komputer
seperti Gambar 20. Software downloader telah selesai kita install ke dalam
computer.
34

Gambar 20. Software iLivid downloader pada destop computer

Langkah-langkah mendownload vidio media pembelajaran dari youtube menggunakan


software iLivid adalah :

a) Bukalah program youtube iLivid downloader dengan meng”Klik” gambar yang


ditunjukkan panah pada Gambar 20 sehingga muncul Gambar 21.

Gambar 21. Tampilan software iLivid downloader

b) Pada bagian lain, buka program youtube untuk memilih video youtube. Kemudian
ketiklah topik yang sesuai dengan pembelajaran pada tempat yang tersedia.
Contohnya ‘kimia sma kelas x (Gambar 22)
35

Gambar 22. Tampilan berbagai video youtube “kimia sma kelas x”

c) “Klik”lah salah satu judul yang sesuai dengan materi kelas X, seperti: Tutorial
Kimia REDOKS 2 Mustafa Bakri SMA LABSCHOOL akan muncul video seperti
Gambar 23.

Gambar 23. Tampilan video youtube Kimia redoks 2..

Copy URL youtube diatas :(https://www.youtube.com/watch?v=q7wWt1AgydM)


dan paste pada iLivid downloader yang telah dibuka diatas, seperti Gambar 24.
36

Gambar 24. Software iLivid siap untuk mendownload video youtube

d) Kemudian Klik DOWNLOAD (warna orange pada Gambar 24). Pilih tempat
penyimpanan dengan mengklik My Downloads pada sudut kanan atas (berwarna
kuning). Download selesai setelah progress menunjukkan angka 100% (Gambar 25)
dan video siap digunakan untuk keperluan pembelajaran.
37

Gambar 25. Video youtube yang telah selesai didownload

b. Mendownload video media kimia dari youtube tanpa software


Video di youtube.com biasanya didownload menggunakan beberapa software yang
khusus untuk melakukan download seperti internet download manager (IDM) dan
youtube downloader (YD). Akan tetapi software-software ini perlu didownload dan
diupdate dalam jangka waktu tertentu sehingga terkadang proses yang dilalui menjadi
rumit. Namun masih ada cara lain untuk bisa mendownload video-video di youtube
tanpa menggunakan software. Cara ini ada dua yaitu melalui website savefrom.net dan
keepvid.com. Pada kesempatan ini yang dibahas adalah cara mendownload vidoe
youtube melalui savefrom.net. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1) Silahkan buka website youtube (www.youtube.com) dan cari video yang akan
didownload.

ENTER.. !!

Gambar 26. Youtube.com


2) Buka video yang akan didownload dengan mengklik dua kali judul video
(Gambar 27) .
38

Gambar 27. Contoh video yang akan didownload

3) Pada bagian address (URL) sisipkan “ss” untuk mendownload seperti contoh
berikut:

Gambar 28. URL yang sudah disipkan “ss”

 Dari kotak merah terlihat URL dari video ini yaitu :


https://www.youtube.com/watch?v=lCGbU5TRMYk
 Sisipkan “ss” dalam link ini sebagai berikut dan enter.
https://www.ssyoutube.com/watch?v=lCGbU5TRMYk

4) Secara otomatis video tersebut dikirim situs ke savefrom.net.

Gambar 28. Situs saverfrom


http://en.savefrom.net/#url=http://youtube.com/watch?v=lCGbU5TRMYk&utm_
source=youtube.com&utm_medium=short_domains&utm_campaign=www.ssyo
utube.com
39

5) Klik tanda panah disudut kanan kotak hijau untuk memilih jenis file
penyimpanan. Pilih FLV karena jenis ini lebih umum dan cocok untuk banyak
media player.

Gambar 29. Jnis file penyimpanan

6) Pilih salah satu media player yang tersedia di komputer masing-masing (Gambar
30).

Gambar 30. Memilih media player yang tersedia pada lomputer


7) Proses download sedang berlangsung (Gambar 31).

Gambar 31. Download video youtube sedang berlangsung

8) File video yang sudah didownload akan muncul secara otomatis.

5. Memaksimalkan penggunaan Power Point dalam pembelajaran


a. Memindahkan gambar, tabel (data) dari e-book ke power point menggunakan
SNAP atau snipping tool.
b. Melingkan media pada power point dengan video
40

Insert, kemudian pilih movie

Penggunaan Hyperchem dan Chemoffice

PROGRAM KIMIA KOMPUTASI HYPERCHEM


Bab ini memberikan penjelasan singkat tentang program HyperChem yang
merupakan salah satu program kimia komputasi yang digunakan dalam
pemodelan molekul.Pokok bahasan ini diberikan melalui dua metode
pembelajaran. Terlebih dahulu dosen memberikan penjelasan tentang kemampuan
HyperChem dan mendemokan cara menggunakan HyperChem dalam pemodelan
molekul. Setelah itu mahasiswa mempraktekkan secara langsung dengan
menggunakan computer/ laptop dibawah bimbingan dosen

8.1. PENGANTAR

HyperChem adalah suatu program kimia dan fisika yang digunakan untuk
simulasi dan pemodelan molekul berdasarkan perhitungan mekanika klasik
(mekanika molekular) maupun mekanika kuantum.Program ini dibuat oleh
HyperCube Inc., dan bekerja dalam sistim operasi Windows.Program HyperChem
sangat interaktif dan dipermudah dengan visualisasi yang memadai. Visualisasi ini
sangat diperlukan dalam memodelkan molekul, disamping itu fasilitas menu yang
lengkap juga mempermudah dalam menjalankan program.

8.2. KEMAMPUAN DAN APLIKASI PROGRAM HYPERCHEM


Secara garis besar ada beberapa kegunaan dan aplikasi dari program
HyperChem, antara lain yaitu:
1. Untuk menggambar struktur molekul
HyperChem dapat digunakan untuk menggambar struktur molekul (dari atom-
atom penyusunnya) dalam bentuk 2 dimensi dan mengkonversinya ke dalam
bentuk 3 dimensi secara mudah.Disamping itu, HyperChem juga bisa
digunakan untuk mengkonstruksi senyawa protein dan asam nukleat dari
berbagai asam amino yang ada.
2. Untuk penataan visualisasi bentuk molekul.
Dalam hal ini HyperChem dapat digunakan untuk memvisualisasikan
beberapa hal tentang molekul, seperti animasi vibrasi, rotasi, dan translasi
yang terjadi dalam suatu molekul.Disamping itu juga bisa memvisualisasikan
densitas muatan listrik dalam suatu molekul.
3. Untuk melakukan perhitungan kimia terhadap suatu senyawa atau struktur
molekul. Perhitungan yang dapat dilakukan dengan HyperChem antara lain:
- Parameter molekul (seperti panjang ikatan, sudut ikatan, sudut torsi)
- Energi total
- Energi ikat
- Energi atomik terisolasi
- Tingkat energi elektronik
41

- Energi keadaan tereksitasi


- Energi interaksi
- Energi aktivasi
- Energi interaksi non-bonded
- Potensial Ionisasi
- Energi orbital (HOMO dan LUMO)
- Panas pembentukan
- Momen dipol/ polaritas
- Koordinat kartesian atom-atom penyusun molekul dalam ruang tiga
dimensi
- Populasi elektron dalam orbital
- Muatan atom
4. Untuk pembuatan grafik dari hasil perhitungan kimia. Hasil perhitungan ini
antara lain dapat berupa: spektra IR, spektra UV-Vis, grafik energi (kinetik,
potensial dan energi total).
5. Untuk mempelajari keadaan transisi dalam suatu reaksi.
6. Untuk melakukan simulasi dari berbagai sistim, seperti untuk simulasi
keadaan tersolvasi, pengaruh temperatur terhadap gerakan molekul, proses
docking dan desain ligan.
7. Untuk studi hubungan kuntitatif struktur dan aktifitas, dalam rangka
mendesain dan menemukan senyawa baru dengan aktivitas yang lebih baik
dari pada senyawa yang telah ada sebelumnya.
Dan masih banyak lagi kegunaan dan aplikasi dari program HyperChem.
Melalui berbagai fasilitas yang disediakan, HyperChem dapat digunakan secara
luas dalam berbagai penelitian kimia.Hasil-hasil perhitungan dengan HyperChem
dapat disimpan dalam bentuk file text sehingga dapat dibuka dengan program-
program pengolah kata seperti MS-Word, Notepad, Wordpad dan sebagainya.
Demikian juga halnya dengan gambar-gambar molekul pada layar kerja juga
dapat di kopi dan disimpan sehingga dapat ditampilkan pada program pengolah
gambar seperti Corel draw, Photoshop dan MS-Paint. Adanya kemampuan ini
akan semakin memudahkan dalam mengolah data hasil perhitungan dan hasilnya
dapat secara langsung diintegrasikan dengan naskah lain, selanjutnya dapat
dicetak sebagai suatu laporan yang utuh.

8.3. DASAR-DASAR BEKERJA DENGAN HYPERCHEM


8.3.1. Memulai/ mengaktifkan HyperChem.
Untuk memulai HyperChem (setelah Windows aktif) dilakukan dengan
L-klikpada , kemudian program, kemudian HyperChem, seperti gambar
berikut:
42

Gambar 8.1: Langkah mengaktifkan HyperChem


Sehingga muncul tampilan HyperChem sebagai berikut:

Gambar 8.2: Jendela aplikasi Utama hyperChem


Title bar : memperlihatkan nama file yang sedang dikerjakan. Jika file
yang sedang dikerjakan tidak disimpan maka pada title bar
munculuntitled
Menu Bar : terdiri dari nama menu HyperChem (File, Edit, Build, Select,
Display, Databases, Setup, Compute, Annotations, Cancel,
Script and Help).
Tool Bar : tool bar yang kiri berisi delapan tool yang digunakan untuk
menggambar, memilih/ select, menampilkan dan memindahkan
atom atau molekul. Sedangkan tool yang sebelah kanan berisi
tool icon untuk membaca dan menulis file, mengkopi dan menyimpan
struktur.
43

8.3.2. Pengenalan Menu Utama dan Icon

Gambar 8.3: menu-menu utama pada HyperChem

Menu-menu utama pada layar kerja HyperChem dapat diaktifkan dengan


mengklik nama menu, atau dengan menekan tombol ALT + huruf bergaris
pada nama menu. Misalnya untuk mengaktifkan menu File dilakukan dengan
menekan tombol ALT + F Secara bersamaan, sedangkan untuk mengaktifkan
menu Setup dilakukan dengan menekan ALT + T.
Ketika menu utama diaktifkan, sub-sub menu akan muncul dengan sendirinya.
Untuk mengaktifkan sub menu dilakukan dengan meng-klik kiri sub menu
tersebut atau dengan menggunakan kunci-kunci pada keyboard, misal CTRL +
O untuk membuka file yang pernah disimpan.

File-file yang dapat dikenal dan dibaca oleh HyperChem mempunyai ekstensi
sebagai berikut:
- hin : HyperChem Input
- ent : Brokhaven PDB
- skc : ISIS Sketch
- mol : MDL MOL
- zmt : Mopac Z-matrix
- mls : Tripos MOL2
- CHM : CS ChemDraw

Ada beberapa icon dalam HyperChem, antara lain seperti gambar berikut:
tool untuk menggambar struktur molekul
tools untuk memilih/ menandai objek pada struktur
molekul
tool untuk rotasi molekul pada sumbu XY
tool untuk rotasi molekul pada sumbu Z
tool untuk translasi molekul sepanjang sumbu XY

tool untuk translasi molekul sepanjang sumbu Z

tool untuk memperkecil/ memperbesar (zoom)


44

tool untuk clipping Z

tool untuk memilih jenis huruf

tool auto shape


tool untuk membuka layar baru, membuka file dan
menyimpan file
tool untuk memotong, copy dan paste

tool untuk mencetak file (print)

tool untuk bantuan


Gambar 8.4: icon pada HyperChem

8.3.3. Prosedur Umum Bekerja dengan HyperChem


Prosedur kerja dengan HyperChem diperlihatkan dalam bagan alir berikut:

Aktifkan

HyperChem
Menggambar struktur molekul (2D)

(Menu Build)

Mengkonversi struktur 2D menjadi

3D

(Menu
Memilih jenisBuild)
dan metode

Perhitungan

(Menu
Memilih jenisSetup)
dan metode

Perhitungan

Tidak (Menu Setup) Ya


Hasil
45

Gambar 8.5: bagan alir prosedur kerja dengan


Berdasarkan bagan alir tersebut, secara umum prosedur umum dalam bekerja
HyperChem
dengan HyperChem terdiri dari 5 langkah utama, yaitu:
a. Menggambar struktur molekul 2D secara manual.
b. Mengkonversi bentuk 2D menjadi 3D.
Untuk mengkonversi bentuk 2 dimensi menjadi 3 dimensi dilakukukan
melalui menu build dan sub menu add H dan model build
c. Memilih jenis dan metode perhitungan
Pemilihan dan penentuan jenis dan metode perhitungan dilakukan melalui
menu Setup.Pada tahap ini ada sejumlah parameter yang harus
dimasukkan dan ditentukan secara benar.
d. Melakukan proses perhitungan
Proses perhitungan dilakukan melalui menu Compute
e. Menyimpan hasil perhitungan.

8.3.4. Menggambar Molekul dengan HyperChem


Ada dua fasilitas yang disediakan HyperChem untuk menggambar molekul, yaitu:
a. Menggambar molekul dari atom-atom tunggal yang ada dalam sistim
periodik dan merangkainya menjadi suatu molekul kimia.
b. Membentuk molekul berdasarkan data base residu yang disediakan oleh
HyperChem. Cara ini bisa dilakukan untuk menggambar struktur molekul
protein dan polinukleotida (DNA atau RNA). Juga bisa digunakan untuk
menggambar struktur kristal, struktur karbohidrat dan kesetimbangan
dalam media air.

Untuk menggambar struktur molekul berdasarkan tabel periodik dapat dilihat


contoh penggambaran molekul etana dengan prosedur sebagai berikut: Aktifkan
icon, lalu aktifkan menu Build. Setelah itu pilih sub menu Default elementuntuk
memilih atom-atompenyusun molekul, sehingga akan muncul tabel periodik
unsur.Prosedur ini diperlihatkan pada gambar 8.6.
46

Gambar 8.6: Mengaktifkan menu Build dan tabel periodik


- KemudianL-klik pada atomyang dibutuhkan untuk menyusun molekul
(untuk menggambar etana klik atom karbon).
- Arahkan kursor ke layar kerja yang masih kosong, lalu L-klik di layar
kerja, maka di layar kerja akan muncul atom yang dipilih tadi (yang
merupakan penyusun molekul).
- Untuk membuat ikatan antar atom dilakukan dengan cara drag L-klik (klik
kiri lalu tahan).
- Untuk menambahkan atom Hidrogen, L-klik pada sub menu Add
Hidrogen, sehingga akan muncul dua hidrogen pada atom Oksigen.
Sampai pada tahap ini kita telah memperoleh struktur molekul 2D.
- Untuk mengkonversi struktur 2D menjadi 3D maka L-klik pada sub menu
Add H & Model Build. Sehingga akan diperoleh struktur 3D dari molekul
etana seperti gambar 8.7 berikut:

Gambar 8.7: struktur molekul etana

Sedangkan untuk menggambar struktur molekul berdasarkan residu yang tersedia


dalam data base dilakukan dengan cara merangkai molekul-molekul yang telah
47

ada dalam data base maupun molekul yang disimpan sebagai file hin. Untuk
mempelajari cara menggambar molekul berdasarkan data base dapat dicontohkan
dengan molekul protein. Protein yang akan digambarkan mempuayai konformasi
alfa helik dengan isomer levorotary dan tersusun atas asam-asam amino alanin,
sistein dan glisin. Untuk menggambar protein tersebut dilakukan langkah sebagai
berikut:
- Siapkan layar kerja HyperChem yang kosong.
- L-klik menu Database dan pilih sub menu amino acids, sehingga akan
muncul kotak dialog aasam amino seperti gambar berikut:

Gambar 8.8: menu Database dan kotak dialog asam amino

- Lalu L-klik alfa helik dan L-klik levorotary, lalu secara berturut-turut L-
klik pada pilihan Ala, Cys dan Gly, sehingga dilayar kerja akan didapat struktur
protein dengan susunan asam amino seperti yang diinginkan.
48

-
Gambar 8.9: Struktur molekul protein (ala-sys-gly)

Cara yang sama juga digunakan untuk menggambar struktur polinukleotida atau
DNA/RNA dengan pilihan sub menu asam nucleat.
8.3.5. Memilih Jenis dan Metode Perhitungan

Pemilihan dan penentuan metode perhitungan merupakan faktor kunci yang


menentukan keberhasilan perhitungan kimia komputasi.Jenis dan metode
perhitungan dapat dipilih dan ditentukan melalui menu Setup.

Gambar 8.10. Menu Setup untuk memilih metode perhitungan

Pada menu Setup tersedia beberapa metode perhitungan, antara lain mekanika
molecular, semiempiris dan ab initio.
1. Molecular Mechanics (mekanika molecular)/ MM
Metode mekanika molecular merupakan metode perhitiungan molekul
yang didasarkan pada Mekanika Newton. Metode ini menganggap atom
sebagai bola pejal, dan energi potensial molekul tergantung pada panjang
49

ikatan, sudut ikatan, sudut torsi dan interaksi non ikatan (gaya van der
waals, interaksi elektrostatik dan ikatan hydrogen).
Metode mekanika molekular cocok untuk molekul yang mempunyai berat
molekul besar. Ada beberapa pilihan medan gaya yang digunakan pada
metode perhitungan mekanika molekular, yaitu:
- MM+ : dikembangkan untuk molekul organic
- AMBER : dikembangkan untuk molekul polipeptida dan asam
Nukleat (semua atom hidrogen diikutkan dalam
perhitungan)
- BIO+ : dikembangkan untuk molekul protein
- OPLS : dikembangkan untuk molekul protein, namun interaksi
non-ikatan lebih akurat dibandingkan AMBER
masing-masing medan gaya ini punya parameter tersendiri, oleh karena itu harus
dipilih sesuai dengan keperluan penelitian.

2. Semi empiris
Merupakan metode perhitungan mekanika kuantum melalui penyelesaian
persamaan Schrodinger dengan pendekatan sifat-sifat elektron dalam atom
dan molekul. Metode ini menggunakan beberapa penyederhanaan
diantaranya: perhitungan hanya untuk elektron valensi, mengabaikan
integral untuk interaksi tertentu. Karena adanya penyederhanaan ini maka
diperlukan suatu parameter untuk mengoreksi hasil perhitungan teoritis.
Berdasarkan parameter yang digunakan dikenal beberapa metode
semiempiris, yaitu: Extended Huckel, CNDO, INDO, MINDO/3, MNDO,
AM1, PM3ZINDO/1, ZINDO/S.

3. Ab Initio
Metode ab initio merupakan metode mekanika kuantum dan merupakan
metode non empiris murni. Perhitungan dengan metode ini membuutuhkan
suatu basis set yang menggambarkan fungsi gelombang atom-atom
penyusun suatu molekul. Ada beberapa basis set yang digunakan dalam
HyperChem, yaitu; STO-3G, 3-21G, 6-31G, 6-31G*, 6-31G**, dan lain-
lain.

8.3.6. Melakukan Perhitungan Kimia


Setelah mendapatkan gambaran tentang bagaimana menentukan dan memilih
metode perhitungan kimia, maka metode tersebut perlu digunakan untuk
menghitung besaran-besaran sifat molekular suatu sistim.Perhitungan kimia dalam
HyperChem dilakukan melalui menu Compute.Hasil dari perhitungan yang
dilakukan dapat disimpan sebagai file log dan dapat dibuka kembali melalui
Microsoft Word, notepad dan wordpad.
Pada menu Compute terdapat beberapa tipe perhitungan, antara lain kalkulasi
single point, optimisasi geometri, frekwensi vibrasi, pencarian keadaan transisi,
simulasi dinamika molekular, simulasi dinamika Langevin dan simulasi Monte
Carlo.
50

1. Perhitungan single point dapat digunakan untuk menentukan energi molekul


dari struktur yang telah ditentukan (tanpa proses optimasi).
2. Perhitungan optimisasi geometri dilakukan untuk mendapatkan struktur yang
stabil. Program HyperChem mempunyai beberapa algoritma minimisasi
energi yang digunakan untuk memperoleh struktur stabil dalam optimasi
geometri. Algoritme tersebut antara lain:
 A steepest descent, dikhususkan untuk perhitungan yang cepat agar
menghilangkan sterik yang berlebihan dan masalah tolakan pada struktur
awal.
 Conjugate gradient (Fletcher-Reeves and Polak-Ribiere) untuk mencapai
konvergensi yang efisien.
 Block-diagonal Newton-Raphson (hanya untuk MM+), yang memindahkan
satu atom pada suatu waktu dengan menggunakan informasi turunan
keduanya.
3. Perhitungan frekuensi Vibrational dimaksudkan untuk mencari mode vibrasi
normal dari suatu struktur teropti-misasi. Spektrum teroptimisasi dapat
ditampilkan dan gerakan vibrasi yang berkaitan dengan transisi spesifik dapat
dianimasikan.
4. Pencarian keadaan transisi dilakukan dengan menentukan struktur metastabil
yang bersesuaian dengan keadaan transition menggunakan metode
Eigenvector Following atau Synchronous Transit. Sifat-sifat molekulernya
kemudian dapat dihitung. Dua metode untuk melokasikan keadaan transisi
diimplementasikan didalam HyperChem.
a) Metode Eigenvector Following sangat cocok digunakan untuk proses
unimolekular atau setiap sistem mole-kular yang mode vibrasi naturalnya
cenderung menuju ke suatu keadaan transition.
b) Metode Synchronous transit khususnya berguna jika reaktan dan produk
sangat berbeda. Terdapat dua metodologi synchronous transit yang
diimplementasikan di dalam HyperChem yaitu Linear synchronous Transit
(LST) dan Quadratic Synchronous transit (QST).
5. Simulasi Molecular dynamics menghitung trajektori klasik untuk sistem
molekular. Waktu pemanasan, keseim-bangan dan pendinginan dapat
diterapkan dalam simulasi ini dan juga dapat digunakan untuk proses-proses
yang bergantung pada perubahan waktu. Simulasi dapat dilakukan pada energi
konstan atau tenperatur konstan.
6. Langevin dynamics simulations untuk memodelkan efek tumbukan pelarut
tanpa memasukkan secara implisit molekul-molekul pelarut.
7. Simulasi Monte Carlo Metropolis berguna untuk mengeks-plorasi konfigurasi
yang mungkin dari suatu sistem dalam keadaan keseimbangan dan
menentukan sifat sistem yang dinyatakan sebagai harga rata-rata untuk
sekuruh sistem yang sudah berada dalam keadaan keseimbangan.
8.3.7. Optimasi Struktur Molekul
Optimasi struktur molekul dilakukan untuk memperoleh molekul dengan
struktur yang stabil.Optimasi geometri dapat dilakukan dengan metode mekanika
molekular maupun mekanika kuantum.Dengan program HyperChem, dapat
51

dilakukan optimasi geometri untuk menentukan struktur stabil dengan cara yang
mudah.
Penentuan struktur yang stabil dari molekul merupakan langkah
perhitungan yang paling umum terjadi pada pemodelan molekul. Energi relatif
dari struktur teroptimasi yang berbeda akan menentukan kestabilan konformasi,
ke-seimbangan isomerisasi, panas reaksi, produk reaksi, dan banyak aspek lain
dari kimia.
Untuk memodelkan molekul besar dapat digunakan penggabungan metoda
mekanika kuantum dengan mekanika molecular.Penggabungan ini disebut dengan
QM-MM (Quantum Mechanic and Molecular-Mechanic).Dalam QM-MM daerah
yang menjadi pusat penelitian dimodelkan dengan QM dan daerah yang jauh dari
pusat penelitian dimodelkan dengan MM. Tujuan penggabungan ini adalah untuk
menghemat waktu perhitungan dan tetap mempertahankan akurasi hasil pada
daerah yang menjadi pusat kajian.
Disamping itu dengan HyperChem juga memungkinkan untuk
melakukan optimasi pada beberapa daerah (beberapa atom saja). Hal ini dilakukan
dengan terlebih dahulu memilih beberapa atom yang akan dioptimasi melalui
menu Select, dan untuk selanjutnya waktu proses optimasi hanya atom yang
dipilih saja yang boleh bergerak sedangkan atom lain/ bagian lain dipertahankan
posisinya.

PERCOBAAN I
ANALISIS SIKLOHEKSANA

Tujuan :
Menentukan konformasi yang paling stabil dari sikloheksana dengan
menggunakan metode perhitungan mekanika molekul.

Latarbelakang:

Gambar 10.1 Konformasi kursi dari sikloheksana

Sikloheksana akan mengalami perubahan konformasi pada temperature


ruang, perubahan ini terjadi secara cepat dengan rotasi di sepanjang ikatan C-C.
Ketika konformasi sikloheksana berubah, hidrogen yang terikat pada setiap atom
karbon juga berganti posisi, dan molekul diasumsikan berada pada ruang tiga
dimensi. Perubahan dari konformasi kursi ke bentuk yang lain (perubahan
52

hidrogen aksial menjadi ekuatorial atau sebaliknya) dinamakan inter konversi


kursi-kursi. Stabilitas relatif dari setiap konformasi dapat ditentukan dengan
menentukan panas pembentukan dari konformasi kursi dan bentuk antara dari
inter konversi kursi.

Prosedur
a. Menggambar struktur Sikloheksana (konformasi kursi)
- Aktifkan program HyperChem
- Aktifkan menu Build, pilih default element dan pilih atom karbon pada
sistim periodik
- Aktifkan icon Draw ( ) dan gambarkan struktur 2D sikloheksana di
layar kerja.
- Kemudian pilih sub menu add H dan model build pada menu Build
- Aktifkan menu Display, kemudian matikan fungsi show hydrogen dan
pilih sub menu label, lalu labeli atom dengan number.
- Putar dan pindahkan struktur sikloheksana sampai terlihat struktur seperti
berikut:

Gambar 10.2 Konformasi kursi dari sikloheksana (explicit hydrogen)


Struktur tersebut merupakan struktur yang belum stabil, copy struktur
tersebut dan lampirkan di laporan.

b. Mengukur parameter struktur sikloheksana (panjang ikatan dan sudut


ikatan) yang belum stabil.
- Aktifkan menu Select, lalu hidupkan sub menu Atoms dan Multiple
Selection.
- Tentukan panjang ikatan, sudut ikatan dan sudut torsi siklo heksana
tersebut, kemudian
catathasilnyadalamlaporan.Untukmenentukanpanjangikatandapatdilakukan

denganmengaktifkantombol danklikpada atom karbonsikloheksana,


kemudianpilihBond Lengthpada menu Display.
Sehinggaakandiperolehpanjangikatanantara atom
karbondalamsikloheksana. Ataudapatjugadilakukanmelaluimenu
Editdenganmengaktifkan sub menu Set Bond Length, Set Bond Angle, Set
Bond Torsion.

c. OptimasistrukturSikloheksana
Optimasistrukturdilakukanuntukmemperolehstruktursikloheksana yang
stabil.Optimasidilakukandenganprosedursebagaiberikut:
- Simpanstrukturdenganekstensi file. hin
- Aktifkan menu FiledanpilihStar log
53

- Pilih menu Setup, pilih sub menu Mechanica molecular,


danpilihmedangaya AMBER
- Pilih Menu Compute, lalupilih sub menu Geometry Optimizationlaluklik
OK.
Proses optimasiakanberlangsungdanhasilperhitunganakandicatatpada
file.log.Setelah proses optimasiselesaipilihStar logpada menu File.

d. Mengukur parameter struktursikloheksana yang stabil


- Buka file.log yang merupakan data hasilperhitunganoptimasigeometri.
- Kemudiancatat data yang diperolehdalamlaporan, berupa data
panjangikatan, sudutikatandansudut torsi.
- Bandingkan data panjangikatan, sudutikatandansudut torsi
hasiloptimasidengansebelumoptimasi,
catathasilnyadancantumkanstrukturdandatanyadalamlaporan.

e. Mengubahkonformasikursimenjadikonformasiperahu
Padalangkahinikitaakanmencerminkanseparuhbagianmolekuluntukmenghasilk
anbentukperahudarisikloheksana. Untukmelakukanrefleksipadabidang,
lakukanlangkahberikut:
1. Pilih menu Selectdanaktifkan sub menuMultiple Selections.

2. Pilih danklikkiripadaatom karbon 1-2dan 4-5


untukmemilihbidangrefleksi.
3. Pilih menu Select danpilihName Selectionlalupilih PLANE kemudian OK
4. Klikkananpadalayarkerja, laluklik atom 1-2-3.
5. Pilih menu Edit, kemudianpilih reflect,
sehinggadidapatkonformasisikloheksanaberbentukperahusepertigambar10.
2. Kemudianklikkanan di layarkosonguntukmenghilangkanpilihan

Gambar 10.2 Konformasiperahudarisikloheksana


f. Mengukurhidrogenaksial
Dua hidrogen aksial berada pada jarak relatif dekat pada bentuk perahu
sikloheksana. Posisi ini sering dikenal dengan hidrogen “flagpole”. Prosedur
untuk mengukur jarak antar dua hydrogen:
1. Klikkiripadadua atom hidrogentersebut.
2. Catatjarakantardua atom tersebutdanmasukkandalamlembarlaporan.
Hargainisangatberdekatandenganharga atom yang tidakberikatan.
Optimasiakanmengubahjarakantardua atom
hidrogentersebutmenjadisedikitberjauhansampaididapatkanenergi yang
lebihrendah.

g. Mengoptimasisikloheksanabentukperahu
54

- Klikkananpadabagiankosongpadadaerahkerjauntukmenghilangkanfungsipi
lihan atom.
- PilihGeometry Optimizationada menu Compute. Setelahoptimasiselesai,
catatenergidanukurkembalipanjangikatan, sudutdansuduttorsinya.

h. Mengukurulanghidrogenaksial
- Klikkiripadaduahidrogenaksial. Catatjarak H-H yang baru.
Bentukteroptimasidaristrukturperahuadalahsaddle point.
Bidangsimetripadastrukturawalseimbangpadasemuagaya yang
tegakluruspadabidangtersebut. Arahpencariankeadaan optimum
berdasaratasgayainisehinggasemuaarahpencarianmempunyaibidangsimetri
yang sama. HyperChemmencarisaddlepoint yang merupakan minimum
yang sesuaiuntuksemuadimensi, kecualibidangsimetri.
- Cetakstrukturdanlampirkanpadalembarlaporan.

i. MembuatsikloheksanabentukperahuTwist (terpilin)
Bentukkonformasiketigadarisikloheksanaadalahbentukperahuterpilinyang
merupakanbentuklokal minimum.
- Gmbarkonformasiperahudarisikloheksana
- Pilihsudut torsi 4 atom karbondengancaraklikkiripada atom 6-1, 1-2, 2-3.
Kita harusmemilih atom
karbondenganurutantersebutsehinggaakandidapatkanbatasanikatan torsi yang
benar. Model Builderakanmenghitunggeometrisesuaidenganurutanpilihan,
batasan yang telahditentukanhanyaakanmengubahposisi atom karbon 6.
- PilihbatasanBond Torsionpada menu Build, danaturbatasanpada 30 derajat,
dankemudianpilih OK.
- Klikkananpadadaerahkosong

- Lakukanklikgandapada untukmendapatkankonformasi twist

j. OptimasiSikloheksanadengankonformasi Twist (terpilin)


- Klikkananpadabagiankosongpadadaerahkerjauntukmenghilangkanfungsipi
lihan atom.
- PilihGeometry Optimizationada menu Compute. Setelahoptimasiselesai,
catatenergidanukurkembalipanjangikatan, sudutdansuduttorsinya.
- Cetakstrukturdanlampirkanpadalembarlaporan.

Catatan:
- Star log bertujuan untuk mencatat dan menyimpan data yang diperoleh
selama perhitungan,dan dilakukan sebelum melakukan perhitungan
dimulai. Jika tidak melakukan star log, maka data yang dihasilkan selama
proses perhitungan tidak bisa dilihat.
55

- Stop log bertujuan untuk mengakhiri pencatatan dan penyimpanan data,


stop log dilakukan setelah perhitungan selesai

Pembuatan Web site dan Google Site ( Budhi Oktavia et al, 2015)
Pembukaan website Wordpress
Silahkan ketikkan wordpress.com pada browser disini digunakan mozilla
firefox. Maka akan terbuka seperti pada halaman berikut ini :

Selanjutnya klik Create Website, maka anda akan dibawa ke step 1 dari 4 step
untuk memilih tema pada website yang akan dibuat. Tema ini dapat diganti nanti
jika kita ingin tema yang lain. Namun anda juga bisa men-skip pilihan tema ini
jika tidak ada yang suka.
56

Selanjutnya pada step 2 pilihlah domain dari website anda, misalnya Kimia
Pascasarjana UNP.

Setelah nama domain diketikkan :

Selanjutnya anda bisa memilih menggunakan domain yang diinginkan. Dari


pilihan tersebut ada domain yang diberikan gratis dan ada juga yang berbayar.
Untuk yang gratis dapat dilihat domainnya kimiapascasarjanaunp.wordpress.com
sedangkan yang lainnya berbayar mulai dari $18 hingga $25 per tahun.
Disini silahkan klik yang gratis saja, sehingga akan muncul step 3 :
57

Silahkan pilih lagi yang gratis...


Akan muncul langkah berikutnya / step 4, yaitu :

Silahkan isikan email address yang telah dipersiapkan sebelumnya, berikut


dengan username dan password. Disini saya akan menggunakan email address
[email protected] dengan username : kimiapascasarjanaunp dan
password : xxxxx
58

Selanjutnya klik Create My Account.

Selanjutnya anda akan disuruh memverifikasi website yang dibuat melalui


email yang dikirim oleh Wordpress ke email yang anda daftarkan tadi. Email yang
muncul seperti berikut:
59

Buka email dari wordpress dengan judul : Activate kimiapascasarjanaunp

Klik confirm email address untuk mengaktifkan website anda tadi. Maka
anda akan dibawa pada halaman berikut yang menyatakan bahwa anda telah
mengkonfirmasi melalui email dan dapat melanjutkan untuk mengisi website
anda.
60

Jika anda ingin melihat tampilan dari website yang telah anda buat
silahkan klik View Site, akan muncul tampilan berikut dari website anda :

Selanjutnya jika anda ingin memposting sesuatu, mengubah tema dan


aturan lainnya dari website anda, silahkan anda menuju menu dashboard dengan
mengklik WP Admin.
61

Demikianlah cara pembuatan website dengan menggunakan situs gratis


dari Wordpress. Pada pertemuan berikutnya akan dilanjutkan dengan mengatur
tampilan website tersebut dan mengisi website dengan materi-materi dari Kimia
SMA.
62

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan
hidayah yang dilimpahkan sebagai sumber kekuatan hati dan peneguh iman
sampai akhirnya artikel ini dapat diselesaikan. Artikel ini merupakan review dari
pembelajaran Kimia, disain media pembelajaran, metode dan penggunaan
software pembelajaran kimia berbasis IT secara scientific method.
Ucapan penghargaan yang amat besar dan terima kasih tersistimewa
kepada para Pakar Pendidikan yang telah berkontribusi bagi pengembangan dunia
pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Kimia dan MIPA, khususnya kepada
Dosen Dosen Kimia FMIPA UNP (IKIP Padang), dan FMIPA UNP (FPMIPA
IKIP Padang), Fakultas Seni dan Fakultas Teknik UNP. Secara khusus, artikel ini
merupakan kontribusi dari ;
1. Yth Drs Tahasmin Tamin.
2. Yth Drs Rusydi Rusyid, MA
3. Yth Drs Nazulis, M.Si
4. Yth Dr. Usman Bakar, M.Ed. St.
5. Yth Dr. Nursirjan M.Ed. St (Alm)
6. Yth Dr. Suwirman Nurjadin (Dosen/Ketua Pascasarjana UNJ Jakarta)
7. Yth Drs Syukri S, M.Pd
8. Yth Dra Asmi Burhan, M.Pd
9. Yth Prof Dr Ahmad Fauzan (Jur Matematika, pakar inkuiri-MIPA)
Kontribusi yang berlanjut sampai saat ini, adalah bagaimana para pakar
tersebut mendudukan konsep-konsep Kimia itu dapat tumbuh dan tertanam
secara benar, melalui proses berpikir yang logis, serta nilai nilai kepekaan
sebagai sifat ilmiah.
Perjalanan pembelajaran Kimia berbasis IT secara inkuiri tak terlepas dari
hasil hasil riset yang telah dilakukan oleh Dosen dan mahasiswa di Jurusan Kimia
dan MIPA UNP. Dalam catatan penulis, Pengembangan Pembelajaran Kimia
63

secara pemodelan ke Jurusan Kimia mulai dibawa oleh Dra. Bayharti., M.Sc.,
sekembali dari Buffalo University, USA. Riset pengembangan (R&D) di tanah air
masih dipandang sebelah mata. Langkah demi langkah, pengembangan dilakukan,
melalui bimbingan Skripsi, pada tahun 1996, Penulis mengajukan sebuah riset
berjudul “Suatu Ide Penuntun Praktikum Bergambar” dibawah bimbingan Drs
Tahasmin Tamin dan Dra. Bayharti, M.Sc. Apadaya, lantaran riset ini belum ada
dilakukan, maka saat itu dianggap “premature” atau tak layak.
Tak disangka, penelitian pengembangan ini, menjadi titik tolak antara
paradigma lama dengan paradigma baru, dimana selama ini riset hanya bertitik
pada eksperimental di kelas, tidak dengan memasuki wilayah pengembangan
pembelajaran. Tak ayal, penolakan sempat terjadi pada waktu itu, namun
Alhamdulillah akhirnya riset pengembangan berjalan dan sejak saat itu mulailah
terjadi perubahan paradigma pengembangan penelitian yang mengarah kepada
riset dan pengembangan.
Pada saat ini Riset Pengembangan di Jurusan Kimia telah mecapai
perubahan yang signifikan. Prof Dr Ali Amran M.Pd, M.A., PhD, sebagai guru
besar dalam menguatkan kita secara Scientifik “Hakikat Kimia”, Prof Dr Ellizar,
memberikan kontribusi besar bagi Modul Pembelajaran Kimia, Prof Dr Latisma,
Drs Zul Afkar M.Si., Dra Yustini Maaruf MSi., Drs Nazir KS, M.Pd., M.Si., Dr
Minda Azhar, Dr Hardeli, Dr Mawardi, Dra Bayharti MSc, Dr Budhi Oktavia, Dr
Ananda Putra, Dr Umar Kalmar, Dra Suryelita, Dra Sri Benti Etika, Dr Indang
Dewata, Sherly Kusuma, M.Si., Drs Bahrizal, Drs Nazulis Msi, Dra Erda
Syofjeni, Drs Iswendi MSi. Dra Iryani MSi, Harry Sanjaya MSi, Edi Nasra MSi,
Dr Syamsi Aini, Dr Fajriah Azra, Dr (Cand) Miftahul Khair dan seluruh Dosen
Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang yang telah dan tengah memberikan
perubahan perubahan dan menegakkan pilar pilar bagi masa depan Pembelajaran
Kimia, yang tertulis atau yang tak tertulis. Karena, berkat kerja keras para
pendahulu kita, Jurusan Kimia bisa menghasilkan berbagai karya besar. Seperti
Drs Syukri S, M.Pd (Kit Pembelajaran Kimia dan MIPA). Tokoh inspirator kita,
Drs Rusydi Rusyid, M.A., dan Dra Asmi Burhan, M.Pd., sebagai Guru dalam
“mengajar” dengan metode yang sangat saintifik, sehingga melahirkan ilmuwan
ilmuwan bertaraf internasional (Prof Andrivo Rusydi).
Semoga, dari Jurusan Kimia akan lahir berbagai karya penelitian
Pendidikan Kimia yang bisa mencapai dan tercatat di Dunia Internasional.
Generasi muda Kimia seperti Guspatni, S. Pd, MA, yang juga mengembangka
model Pembelajaran Kimia, yang alumnus Amerika Serikat. Eka Yusmaita, S,Pd.,
M.Pd, Zonalia MPd, Fitri MSi, Meliandra, M.Si, dan seterusnya……, dan satu
lagi kita tunggu adalah para Dosen Doktor Pendidikan Kimia yang saat ini tengah
mengembangkan riset riset pembelajaran kimia termutakhir, Dr (Cand)
Andromeda M.Si, Dr (cand) Yeri Madesi, S.Pd., M.Si, dan ……semuanya.
Akhirnya, kita berterima kasih, semua Bapak/Ibu Guru Kimia baik
alumnus UNP ataupun tidak, yang saat ini bertugas di seluruh pelosok negeri.
Mari kita bagun masa depan pembelajaran kimia dengan metode penggunaan
software kimia berbasis IT dengan metode Inkuiri terbimbing. Wassalam.
64

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Minda (2004). Pembelajaran konsep mol dengan cara faktor-label dan cara
rumuss. Jurnal Pembelajaran Vol.27; No.02
Harno Dwi Pranowo, Kimia Komputasi, Pusat Kimia Komputasi Indonesia-Austria,
Jurusan Kimia FMIPA UGM
Kurikulum 2013. Permen RI No 59 tahun 2014. Lampiran III, Pedoman mata Pelajaran
Kimia dan Biologi
Sahid (2011). Pengembangan media pembelajaran berbasis ICT pada https://www.
google.co.id/#q=pengembangan+media+berbasis+ict, diakses 04 Maret 2015.
Suriasumantri, Jujun S. (1988). Filsafat ilmu, sebuah pengantar populer. Jakarta: Pustaka
Sinar Harapan.
Arshad, Azhar. (2011). Media pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada
SMA 1 Payakumbuh pada http:/ /id.wikipedia.org/ wiki/
SMA_Negeri_1_Payakumbuh , diakses 04 Maret 2015
http://www.hongkiat.com/blog/20-best-websites-to-download-free-e-books-part-
ii/Abidin, Y. 2014. Desain Sistem Pembelajaran: dalam Konteks kurikulum
2013. Bandung: PT Refika Aditama.
Akker J. V. D., Bannan B., Kelly A. E., Nieveen N., dan Plomp T. (2010). An
Introduction to Educational Design Research. Netherlands: Netzodruk,
Enschede.
American Chemical Society Committee on Education. (2012). ACS Guidelines
and Recommendations for the Teaching of High School Chemistry.
Washington, DC: The American Chemical Society.
Banchi H., & Bell R. (2008). “The Many Levels of Inquiry”. Science and
Children. 46(2), 26-29.
Bouslaugh S. dan Watters P., A,. (2008). “Statistics in a Nutshell, a Desktop
Quick Referance”. United State of America: O’Reilley Media, Inc.
Bruck L., B., dan Towns, M., H. 2009. PreparingStudents To Benefit from
Inquiry-Based Activities in Chemistry Laboratory: Guidelines and
Suggestion. Journal of Chemical Education. Vol.86 No. 7 July
2009.hlm.820-822.
Chang, Raymond. (2010). Chemistry 10th edition. New York: Mc Graw Hill.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar
Devi P., K., Renny S., dan Khairuddin. (2009). Pengembangan Perangkat
Pembelajaran untuk Guru SMP. Jakarta: PPPPTK IPA.
Dwiyanti G., Suryatna, A., Alifian, F., dan Wiguna, R., A. 2015. Optimasi
Prosedur Percobaan dan Penyiapan Lebar Kerja Siswa sebagai Perangkat
Pembelajaran Identifikasi Unsur Karbon dan Hidrogen dengan Model
Inkuiri Terbimbing. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VII.
ISBN: 978-602-73159-0-7. Surakarta.
Hanson D., M. 2005. Designing Process-Oriented Guided-Inquiry Activities. In
Faculty Guidedbook: A Comprehensive Tool For Improving Faculty
Performance, ed. S. W. Beyerlein and D. K. Apple. Lisle, IL: Pacific Crest.
Hanson D., M. 2006. Instructor’s Guided to Process-Oriented Guided-Inquiry
Learning. Lisle, IL: Pacific Crest
65

Hosnan. 2014. Implementasi Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad


21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Irham S., M. 2014. “Pengembangan Bahan Ajar dalam Bentuk Lembar Kerja
Siswa (LKS) Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Hidrolisis Garam
untuk Pembelajaran Kimia Kelas XI Tingkat SMA/MA”, Skripsi. 133 Hal.,
Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia, Januari 2014.
Jepersen N., D., Brady J,. E., dan Hyslop A. (2012). “ Chemistry: The Molecular
Nature of Matter”. United State of America: Jhon Wiley and Sons, Inc.
Khasanah. 2011. “Pengaruh Pembelajaran Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing
Terhadap Pemahaman Konsep Siswa”. Skripsi, 94 Hal., Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia, 8 April 2011.
Latisma. 2011. Evaluasi Pendidikan. Padang: UNP Press.
Majid A. 2012. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar
Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mudjijo. 1995. Tes Hasil Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Pratiwi D., M., Saputro S., dan Nugroho A. 2015. Pengembangan LKS Praktikum
Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga Kelas
XI IPA SMA. Journal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 4 No. 2 Tahun 2015.
ISSN 2337-9995. Hlm. 32-37.
Rochmad. (2012). “Desain Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika”.
Journal Kreano. Vol.3, No. 1, p.59-72.
Rusman. 2012. Model-model pembelajaran: Mengembangakan profesionalisme
Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sukardi H. M. 2011. Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sukardi H. M. 2012. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Suyanti R. D. 2010. Strategi Pembelajarn Kimia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
The Colledge Board. 2012. AP Chemistry Guided Inquiry Experiment: Applying
the Science Practices. Colledge Board.
Trianto. 2013. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep,
Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Wu H. K., Krajcik, J. S., dan Soloway, E. 2001. Promoting Understanding of
Chemical Representations: Students' Use of a Visualization Tool in the
Classroom. Journal of Research in Science Teaching. Vol. 38, No. 7, PP.
821±842
Yulianingsih U., dan Hadisaputro S. 2013. Keefektifan Pendekatan Student
Centered Learning dengan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil
Belajar, Chemistry in Education. 149-155.
Yunianti E. D., Sunarno W., dan Haryono. 2012. Pembelajaran Kimia
Menggunakan Inkuiri Terbimbing dengan Media Modul dan E-Learning
Ditinjau dari Kemampuan Pemahaman Membaca dan kemampuan Berfikir
Abstrak. Jurnal Inkuiri. ISSN: 2252-7893, Vol 1, No 2, 2012 (hal 112-120).
66

CURRICULUM VITEA

Nama Lengkap : Dr. Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si.


Tempat dan Tgl Lahir : Sungai Penuh, 21 Januari 1974
Jenis Kelamin :L
NIP/NIDN : 19740121 200012 1 001/0021017403
Pangkat/Jabatan : III/a/ Asisten Ahli
Bidang Keahlian : Kimia Fisika
Jabatan Struktural :
Guru Besar Pada Tahun :
Alamat Kantor : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
Istri : Riso Sari Mandeli, SH
Anak : 1. Refa Swinta Maharani
2. Muhammad Arya Ghiffari
3. Muhammad Thoriq Albary
4. Muhammad Raffi Ghiffari
Alamat Rumah : 1. Jalan Datuk Perpatih Nan Sabatang 287
Air Mati KOTA SOLOK
2. Jl. Sudirman 240 KOTA PAYAKUMBUH
HP : 081363622225/081261385385/ PIN BB7FC353BC
Jenjang Pendidikan :
S1,
Fakultas : FPMIPA
Jurusan : Pendidikan Kimia, IKIP Padang
Kota, Negara : Padang, Indonesia

S2,
Fakultas : FMIPA
Jurusan : Kimia, Universitas Andalas
Kota, Negara : Padang, Indonesia

S3,
Fakultas : FPMIPA
Jurusan : Kimia, Universitas Andalas
Kota, Negara : Padang, Indonesia

Disertasi : Disain Sistim Tandem Sel Fotoelektrokimia (PV-EC)


untuk Produksi Hidrogen melalui Splitting Air

Judul Penelitian dan


Publikasi yang Diunggulkan tahun 2015 :
No Judul Publikasi Internasional
Publisher
67

1 Design of Photovoltaic Cell with Research Journal of Pharmaceutical Biological


Copper Oxide Electrode by Using and Chemical Science (RJPBCS), ISSN : 0975-
Indoor Lights 8585, edisi 6.4 bulan July-August, pages 353-361
2 Photoelectrosplitting water for Journal of Chemical and Pharmaceutical
hydrogen production using Research (JOCPR), 2015, 7(9S)/30 September
illumination of indoor lights 2015 pages : 246-256. ISSN : 0975-7384
CODEN(USA) : JCPRC5,
Impact/Scimago/Scopus 0.32,
3 Study of Pb(II) biosorption from Journal of Chemical and Pharmaceutical
aqueous solution using immobilized Research (JOCPR), 2015, 7(11)/30 November
Spirogyra subsalsa biomass 2015 pages : 715-722. ISSN : 0975-7384
CODEN(USA) : JCPRC5, Impact/Scimago/Scopus
0.32,
4 Determination of pH-BOD-COD and Journal of Chemical and Pharmaceutical
Degradation in Batang Arau Research (JOCPR), 2015, 7(12)/31 December
Watersheds at Padang City 2015 pages : . ISSN : 0975-7384 CODEN(USA) :
JCPRC5, Impact/Scimago/Scopus 0.32,
5 Biosorption of Pb (II) from Aqueous Journal of Chemical and Pharmaceutical
Solutions Using Column Method by Research (JOCPR), 2015, 7(12)/31 December
Lengkeng (Euphoria Logan Lour) 2015 pages : 715-722. ISSN : 0975-7384
Seed and Shell CODEN(USA) : JCPRC5, Impact/Scimago/Scopus
0.32,
6 Characterization of Napa Soil and Journal of Chemical and Pharmaceutical
Adsorption of Pb (II) from Aqueous Research (JOCPR), 2015, 7(12)/31 December
Solutions Using on Column Method 2015 pages : . ISSN : 0975-7384 CODEN(USA) :
JCPRC5, Impact/Scimago/Scopus 0.32,

Mata Kuliah yang diampu 2015 :


1. Kimia Fisika 1, 2 dan 3
2. Kimia Komputasi
3. Kimia Katalis
4. Kimia Umum
5. Aplikasi Komputer
6.Elektrokimia
7. Matematika Kimia

Buku yang dibuat 2015 :


1. Kimia Material (Dalam Proses ISBN melalui UNP Pers)
2. Teknik Karakterisasi Kimia Fisika (Dalam proses ISBN melalui UNP
Pers)
3. Dasar Dasar Fotovoltaik (Dalam Proses ISBN melalui UNP Pers)

Penelitian Yang dilakukan pada tahun 2015 :


68

1. Dana Desentralisasi UNP (10 jt) dengan Judul : “Disain dan Modifikasi
Kolektor dan Reflektor Cahaya pada Panel Sel Surya Al/Cu 2O-Gel
Na2SO4”

Dr Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si.


NIP. 19740121 200012 1 00

You might also like