0% found this document useful (0 votes)
171 views15 pages

7E Learning Module for Gas Kinetics

This study developed a 7E video-assisted learning cycle module on gas kinetic theory and thermodynamics concepts for senior high school students. The module was found to be highly valid, practical, and effective based on evaluations. It aims to address the lack of teaching materials that use scientific approaches and visualize abstract physics concepts. The module encourages independent learning and reading in students. It was developed using a three-stage R&D model and contains content validity of 87.5%, language validity of 95%, and media validity of 90%. Educator and student evaluations found practicality scores of 89.2% and 89.4%. Effectiveness was determined to be very high at 80.92%. The module fulfills qualifications to be used
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
171 views15 pages

7E Learning Module for Gas Kinetics

This study developed a 7E video-assisted learning cycle module on gas kinetic theory and thermodynamics concepts for senior high school students. The module was found to be highly valid, practical, and effective based on evaluations. It aims to address the lack of teaching materials that use scientific approaches and visualize abstract physics concepts. The module encourages independent learning and reading in students. It was developed using a three-stage R&D model and contains content validity of 87.5%, language validity of 95%, and media validity of 90%. Educator and student evaluations found practicality scores of 89.2% and 89.4%. Effectiveness was determined to be very high at 80.92%. The module fulfills qualifications to be used
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul….

NATURAL SCIENCE: Jurnal Penelitian Bidang IPA


dan Pendidikan IPA
6 (1), 2020, (7-21)
ISSN: 2715-470X(Online), 2477 – 6181(Cetak)

Pengembangan Modul Berbasis Learning Cycle 7E Berbantuan Video pada


Materi Teori Kinetik Gas dan Termodinamika

Tia Yuliana*) Abstract: This research is motivated by the lack of availability of


MAS Terpadu Guguak Randah Yayasan teaching materials using a scientific approach, the teaching
Pendidikan Islam Pondok Pesantren H. materials used have not been able to visualize physical concepts
Abdul Karim Syu’aib Padang, Indonesia that are abstract and the teaching materials used do not
E-mail: tiaarsya96@[Link] encourage students to read and train students' learning
independence. The purpose of this study was to produce a 7E
Milya Sari Video Cycle Learning Based Module on the valid, practical and
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol effective Material of Kinetic Gas and Thermodynamics Theory.
Padang, Indonesia This research is a development research with Research &
E-mail: [Link]@[Link] Development (R & D) approach. The development model used in
this development is the Plomp development model which consists
Aziza Meria of three stages: Preliminary research, Prototype development
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol and Development phase. Video-assisted Cycle 7E learning
Padang, Indonesia module on the material of gas and thermodynamic kinetic theory
E-mail: azizameria2015@[Link] is very valid with an average score of 90.31% with a percentage
of content feasibility test of 87.5%, language feasibility of 95%
and media feasibility of 70.23%, where practicality by educators
89.2% and 89.4% of students. While effectiveness is categorized
as very effective with an average score of 80.92%. From this
development study it can be concluded that the 7E video-assisted
learning cycle based module on the material of gas and
thermodynamic kinetic theory has fulfilled the valid, practical
and effective module qualifications to be used as an independent
learning material for eleventh grade students of SMA / MA..

Intisari: Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya


ketersediaan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik,
bahan ajar yang digunakan belum bisa memvisualisasikan
konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak serta bahan ajar yang
digunakan tidak mendorong peserta didik untuk membaca dan
melatih kemandirian belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menghasilkan Modul Berbasis Learning Cycle 7E
Berbantuan Video pada Materi Teori Kinetik Gas dan
Termodinamika yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini
merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan
Research & Development (R&D). Model pengembangan yang
digunakan adalah model pengembangan Plomp yang terdiri dari
tiga tahap yaitu: Penelitian Pendahuluan (Preliminary research),
Pengembangan Prototipe (Development of prototype phase) dan
Tahap penilaian (Assesment phase). Modul berbasis learning
Cycle 7E berbantuan video pada materi teori kinetik gas dan
termodinamika sangat valid dengan skor rata-rata 90.31% dengan
persentase uji kelayakan isi sebesar 87,5%, kelayakan bahasa
95% dan kelayakan media 90%, dimana praktikalitas oleh
pendidik 89.2% dan peserta didik 89.4%. Sedangkan keefektifan
dikategorikan sangat efektif dengan skor rata-rata 80.92%. Dari
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 8

penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa modul


berbasis learning cycle 7E berbantuan video pada materi teori
kinetik gas dan termodinamika sudah memenuhi kualifikasi
modul yang valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai
bahan belajar mandiri peserta didik SMA/ MA kelas XI

Keywords: Module, Learning cycle 7E, theory kinetic gas, thermodinamic

PENDAHULUAN: mengkomunikasikan (Ghaliyah et al.,


2015: 149). Terlaksananya pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pendekatan saintifik ini akan
berkaitan dengan cara mencari tahu maksimal jika terpenuhinya sarana dan
tentang fenomena alam secara sistematis, prasarana yang memadai dalam membantu
sehingga IPA bukan hanya penguasaan kegiatan pembelajaran dan dapat
kumpulan pengetahuan yang berupa fakta- meningkatkan kemandirian belajar peserta
fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip didik, salah satu sarana yang dibutuhkan
saja tetapi juga merupakan suatu proses adalah penggunaan sumber belajar.
penemuan. Fisika merupakan satu diantara Sumber belajar yang tersedia belum
cabang IPA dengan tujuan agar siswa mampu meningkatkan kemandirian belajar
menguasai konsep dan prinsip fisika serta peserta didik serta belum menggunakan
mempunyai keterampilan mengembangkan pendekatan saintifik sehingga peserta didik
pengetahuan dan sikap percaya diri (Lisma tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan
dkk., 2017: 35). pembelajaran. Temuan yang didapat oleh
Percaya diri merupakan salah satu (Permatasari, 2016: 135; Nurdiasari, 2017:
indikator untuk kemandirian belajar 24; Ghaliyah, 2015: 150) menyatakan
peserta didik. Berdasarkan tujuan dari bahwa pendidik masih menggunakan buku
pembelajaran fisika tersebut diharapkan atau LKS konvensional atau buku yang
proses pembelajaran mampu hanya berisi ringkasan materi dan latihan
mengembangkan kemandirian belajar soal.
peserta didik, untuk itu sumber belajar Berdasarkan hasil observasi yang
mempunyai peran yang amat penting peneliti lakukan di MAN 3 Padang Peserta
dalam proses pembelajaran yang efektif didik hanya memiliki buku cetak dari
dan efisien hal tersebut dipertegas oleh perpustakaan yang digunakan saat
Association for Educational pembelajaran berlangsung. Lembar kerja
Communications and Technology 2: yang digunakan dalam pembelajaran hanya
“Sumber belajar adalah segala sesuatu atau berisi ringkasan materi dan latihan soal
daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, serta peserta didik belum mampu belajar
baik secara terpisah maupun dalam bentuk secara mandiri dan tidak percaya diri hal
gabungan, untuk kepentingan belajar ini ditandai dengan beberapa peserta didik
mengajar dengan tujuan meningkatkan yang cenderung pasif dalam pembelajaran,
efektivitas dan efisiensi tujuan masih memerlukan tuntunan dalam
pembelajaran.” mengerjakan soal latihan dan tidak percaya
Berkaitan dengan sumber belajar diri dalam menyampaikan pendapat.
dalam kurikulum 2013 guru membutuhkan Sedangkan hasil wawancara
bahan pembelajaran yang menarik untuk dengan salah satu pendidik fisika di MAN
menunjang pembelajaran dengan 3 Padang dan MAN 2 Solok didapati
pendekatan ilmiah. Pembelajaran dengan bahwa kemandirian belajar dan keaktifan
pendekatan ilmiah (scientific approach) peserta didik juga kurang terlihat
menggunakan proses kegiatan 5M yaitu dikarenakan pada saat proses pembelajaran
mengamati, menanya, menalar, peserta didik tidak terlibat secara langsung,
mengasosiasi atau menganalisis dan peserta didik juga jarang melaksanakan
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 9

percobaan karena tidak adanya panduan learning cycle. Secara internasional,


percobaan dan LKPD (Lembar Kerja kegiatan pembelajaran learning cycle
Peserta didik). (siklus belajar) lebih dikenal dengan
Faktor lain yang melatar belakangi learning cycle 5E dan yang terbaru hasil
penelitian pengembangan ini yakni pengembangan model pembelajaran
rendahnya minat baca peserta didik di sebelumnya adalah learning cycle 7E
Indonesia. Menurut Permatasari, (2016: dengan tahapan sebagai berikut: elicit
135) berdasarkan hasil penilaian PISA (memunculkan), engagenment
(Programme for International Students (memfokuskan), explore (menjelajah),
Assessment) yang diselenggarakan explant (menjelaskan), elaborate
Organisation for Economic Co-Operation (menguraikan), evaluate (evaluasi) dan
and Developmnet (OECD). Tingkat extand (perluasan konsep) (Eisenkraft,
membaca pelajar Indonesia menempati 2003: 56).
urutan ke-61 dari 65 negara hal ini masih Model learning cycle 7E sangat
jauh di bawah rata-rata Negara Thailand memerhatikan pengalaman dan
(50) dan Malaysia (52). pengetahuan awal peserta didik serta
Upaya untuk mengatasi beberapa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman
permasalahan sehubung dengan pengadaan konsep peserta didik. Pemaparan diatas
bahan ajar yang mampu mendorong dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan
peserta didik untuk membaca dan belajar oleh (Balta et al.,2016: 63) bahwa
secara mandiri salah satunya adalah modul. penggunaan model learning cycle 7E
Penelitian yang dilakukan oleh memiliki dampak yang positif dan berhasil
Handayani et al, (2015) terkait dalam meningkatkan pemahaman sains
pengembangan modul berbasis learning peserta didik sekolah menengah di Turk.
cycle 5E meliputi: engagement Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh
(mengajak), exploration (menggali), sejumlah peneliti (Turgut dkk., 2017:3;
elaborate (mengaplikasi) dan evaluation Kasmadi dkk., 2016; Turgut dkk., 2016: 2
(evaluasi) efektif digunakan untuk ) bahwa ada sejumlah besar temuan
pembelajaran fisika di kelas X namun kualitatif dan kuantitatif dalam literatur
belum cukup baik dalam memunculkan yang menujukkan bahwa kemampuan
pengetahuan awal peserta didik. proses ilmiah siswa meningkat dikelas,
Penelitian yang dilakukan oleh dimana kegiatan disiapkan sesuai dengan
(Ghaliyah et al., 2015: 145) terkait pendekatan kontruktivis yang digunakan,
pengembangan modul berbasis learning disisi lain dilaporkan adanya peningkatan
cycle 7E sangat baik digunakan dalam komunikasi, keterampilan sosial,
pembelajaran fisika di kelas XI pada keterampilan berfikir maju dan
materi fluida dinamis, namun modul yang kepercayaan diri siswa ditingkatkan
dikembangkan berbentuk media elektronik, dengan cara kegiatan disusun berdasarkan
belum dilengkapi dengan panduan model learning cycle 7E.
percobaan sehingga peserta didik tidak Berdasarkan permasalahan-
dapat melaksanakan percobaan terkait permasalahan diatas dan kelebihan
materi, peserta didik melakukan observasi pembelajaran menggunakan learning cycle
hanya melihat video yang ditampilan 7E yang memiliki potensi besar untuk
menyebabkan peserta didik kurang terlibat dikembangkan sebagai bahan
dalam pembelajaran, dan akan pasif jika pembelajaran mandiri Kurikulum 2013,
digunakan untuk waktu yang lama, maka peneliti tertarik mengembangkan
penggunaannya pun hanya pada sebuah bahan pembelajaran yang inovatif
laboratorium komputer sekolah. untuk meningkatkan kemandirian peserta
Salah satu model pembelajaran didik yaitu modul fisika berbasis learning
dengan pendekatan konstruktivisme adalah cycle 7E berbantuan video. Modul ini
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 10

diharapkan mampu menjadi sumber belajar memperkuat modul berbasis learning


yang mengarahkan siswa menemukan dan cycle 7E berbantuan video dalam
memperoleh pengetahuan baru secara meningkatkan kemandirian peserta
mandiri melalui keterlibatan secara didik. Analisis literatur dilakukan
langsung dan aktif dalam proses dengan cara menganalisis teori-teori
pembelajaran, sehingga peserta didik dan penelitian yang relevan dengan
menjadi lebih kompeten dalam berbagai pengembangan modul berbasis
aspek. Pada modul yang akan learning cycle 7E sejenis yang akan
dikembangkan terdapat LKPD (lembar dikembangkan masuk didalamnya
Kerja Peserta Didik), Teka-teki silang dan analisis KI dan KD serta analisis
terintegrasi ayat Al-Quran. Pada modul media yang digunakan saat
yang dikembangkan peneliti memilih pembelajaran berlangsung.
materi teori kinetik gas dan termodinamika
karena materi ini jarang digunakan pada b. Tahap Development of prototype
penelitian, sering dijumpai dalam phase
kehidupan dan bersifat abstrak. Karena Tahap ini merupakan kelanjutan
materi bersifat abstrak maka peneliti dari tahap pertama, bertujuan untuk
menambahkan video pada pengembangan menghasilkan prototipe modul
modul ini. Modul berbentuk media cetak berbasis learning cycle 7E berbantuan
sedangkan video dikemas dalam CD. video pada materi teori kinetik gas dan
Dalam penggunaannya Modul dan video termodinamaika untuk melatih
dapat digunakan secara bersamaan atau kemandirian belajar peserta didik yang
terpisah. valid. Pada tahap ini terjadi
pengulangan-pengulangan untuk
METODE perbaikan prototipe. Tahapan
kegiatannya adalah: mendesain
Metode penelitian yang digunakan prototipe, melakukan evaluasi
adalah metode Research and Development formatif, dan revisi prototipe. Tahap
(R & D) dengan menggunakan model ini merupakan kelanjutan dari tahap
Plomp yang meliputi tiga tahapan pertama, bertujuan untuk
pengembangan, yaitu: penelitian menghasilkan prototipe modul
pendahuluan (Preliminary reseach), fase berbasis learning cycle 7E berbantuan
pengembangan atau prototipe video pada materi teori kinetik gas dan
(development of prototype phase), dan fase termodinamaika untuk melatih
penilaian (Assesment phase). kemandirian belajar peserta didik yang
valid. Pada tahap ini terjadi
a. Tahap Preliminary reseach pengulangan-pengulangan untuk
Pada tahap ini terdapat analisis perbaikan prototipe. Tahapan
kebutuhan yang bertujuan kegiatannya adalah: mendesain
menganalisis bahan ajar/ modul seperti prototipe, melakukan evaluasi
apa yang dibutuhkan dan disukai formatif, dan revisi prototipe.
peserta didik SMA/ MA. Analisis ini
akan didapatkan gambaran fakta, c. Tahap Assesment phase
harapan dan alternatif penyelesaian Tujuan dari tahap ini adalah untuk
masalah dasar, yang memudahkan melihat praktikalitas dan efektivitas
dalam penentuan atau pemilihan bahan dari prototipe II modul berbasis
ajar yang dikembangkan. learning cycle 7E berbantuan video
Analisis literatur, Analisis ini hasil fase pengembangan. Tingkat
dilakukan untuk menemukan konsep- kepraktisan dilihat dari jawaban
konsep atau landasan teoritis yang angket praktikalitas oleh pendidik
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 11

fisika dan angket praktikalitas untuk Tabel 1. Instrumen Pengumpulan Data


peserta didik. Efektivitas modul
berbasis learning cycle 7E berbantuan
No Kriteria Instrumen
video dilihat dari jawaban peserta didik
terhadap angket.
1 Valid a. Lembar penilaian
Instrumen pengumpulan data pada
penelitian ini dilakukan dengan instrumen validasi
beberapa teknik yaitu dapat dilihat b. Lembar penilaian
pada tabel 1 berikut: instrumen
praktikalitas
c. Lembar penilaian
instrumen efektifitas
d. Lembar validasi
media pembelajaran
fisika
2 Praktis a. Angket praktikalitas
oleh pendidik
b. Angket praktikalitas
oleh peserta didik
3 Efektif a. Angket minat belajar
peserta didik

Teknik Pengumpulan data dengan


menggunakan angket yang terdiri dari
angket validitas, angket praktikalitas dan
angket efektifitas. Angket validitas
diberikan kepada 5 orang validator (2
orang validator materi/isi, 2 orang
validator media dan orang validator
bahasa). Angket praktikalitas disi oleh 2
orang pendidik dan orang peserta didik.
Angket efektifitas diisi oleh peserta didik
berguna untuk melihat kemandirian belajar
peserta didik.
Jenis data pada penelitian ini ada
dua yaitu data kuantitatif dan data
kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari
hasil data angket, sedangkan data kualitatif
diperoleh dari saran atau komentar dari
validator dan praktisi. Teknik analisis dan
pengolahan data validasi mengunakan
skala Likert dengan kategoripositif.
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 12

Gambar. 1 Bagan Prosedur Pengembangan Plomp

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada tahap pengembangan modul
pertama yang dilakukan adalah mendesain
prototipe. Langkah awal pengembangan
modul dengan membuat peta konsep,
merumuskan indikator, merancang susunan
materi. Pembuatan modul dilakukan pada
Microsoft word 2007. Tahap pertama yang
dilakukan adalah merumuskan indikator,
merencang modul yang sesuai dengan
model pembelajaran learning cycle 7E
tahap selanjutnya memilih video yang
sesuai dengan materi pembelajaran serta
menintegrasikan dengan ayat al-quran.

Berikut ini adalah tampilan akhir modul


berbasis learning cycle 7E berbantuan
video pada materi teori kinetik gas dan
termodinamika;

Gambar. 2 Tampilan cover Modul

Cover depan modul berbasis


learning cycle 7E ini terdiri dari judul
modul berupa Aku dan Fisika, satuan
pendidikan, kelas, pokok bahasan dan
penulis.
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 13

Gambar. 4 Tampilan Fase Engagement

Fase Engagement merupakan fase


pemfokusan yaitu peserta didik dan guru
saling memberikan informasi dan
pengalaman tentang pertanyaan awal,
tentang tujuan pembelajaran agar peserta
didik lebih tertarik pada materi.

Gambar. 3 Tampilan Fase Elicit Gambar. 5 Tampilan Fase Explore


Fase elicit merupakan fase awal Fase explorasi merupakan fase
yang berisi pertanyaan dasar dan ulasan observasi, mengamati dan mencoba, pada
singkat mengenai materi. Fase ini fase ini disajikan LKPD pratikum, Teka-
digunakan untuk mengetahui seberapa jauh teki silang dan pasangan kata agar
pengetahuan awal peserta didik terhadap pembaca lebih semangat dan lebih terlibat
materi pembelajaran. dalam proses pembelajaran.
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 14

Gambar. 8 Tampilan Fase Extand

Fase extand merupakan fase


penerapan materi kedalam kehidupan
Gambar. 6 Tampilan Fase Explan sehari-hari yang lebih jelas dan sering
dijumpai terkait materi.
Pada fase explain merupakan
penjelasan terhadap fase explore atau
ajakan untuk menjelaskan konsep-konsep
dan defenisi-defenisi berupa pertanyaan
terkait observasi atau percobaan yang
dilakukan

Gambar. 9 Tampilan Fase Evaluation

Fase yang terakhir yakni


evaluation, merupakan tahap untuk
mengevaluasi keenam kegiatan
pembelajaran sebelumnya, pada fase ini
berisi soal-soal yang sesuai dengan
indikator kegiatan pembelajaran.
Hasil Validasi modul oleh ahli
Gambar. 7 Tampilan Fase Elaborate materi sebesar 86,89% dengan kategori
sangat valid, pada aspek kelengkapan
Fase elaborate merupakan fase materi, keluasan, kelengkapan komponen
menguraikan dan penerapan simbol-simbol modul, keakuratan (defenisi, fakta, data,
yang lebih kompleks. gambar diagram dan istilah).
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 15

Istilah sesuai kaidah fisika 75


75
Gambar sesuai 75
75
Persamaan relevan 87,5
87,5
Runtun, sistematis 87,5
75
Keteraturan sintaks 75
87,5
Rangkuman dan soal evaluasi 87,5
87,5
kolom mengingat, ayah-bunda 100
87,5
Peta kompetensi dan konsep 100
100
Kata pengantar dan daftar isi 87,5
87,5
Materi sesuai dengan tingkat pendidikan 100
100
Materi sesuai dengan KD 100
0 20 40 60 80 100

Gambar. 10 Diagram Hasil Validasi Materi


Hasil validasi bahasa sebesar 95%
dengan kategori sangat valid, pada aspek
ketepatan struktur kalimat, ketepatan tata Tampilan … 87,5
bahasa, kesesuain dengan perkembangan
Garafik dan … 100
peserta didik dan bahasa yang komunikatif.
Tampilan video 87,5
Warna menarik 87,5
Bahasa komunikatif 100
Tata letak teks 87,5
Sesuai … 75 87,5
Gambar jelas
Tanda baca yang … 100 Tata letak gambar 100
Penafsiran tidak … 100 Jenis dan ukuran… 87,5
Tata bahasa … 100 Desain cover 87,5
Urutan penyajian 87,5
0 50 100 150
80 85 90 95 100
Gambar. 11 Diagram Hasil Validasi
Bahasa
Gambar. 12 Diagram Hasil Validasi
Hasil validasi media sebesar 90% Media
dengan kategori sangat valid aspek yang
diukur meliputi: Keruntunan konsep, Hasil uji praktikalitas oleh pendidik
Layout/ tampilan, desain cover, tata letak didapatkan hasil sebesar 89, 42% dengan
dan kombinasi warna. kategori sangat praktis, uji praktikalitas
terhadap kelayakan penggunaan modul,
efesiensi waktu dan kemudahan
penggunaan dalam pembelajaran.
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 16

Menarik dan bermakna 87,5


Mudah digunakan 87,5
Melatih kemandirian belajar 100
Menghemat waktu 100
Efisien keterbatasan waktu 100
Evaluation( evaluasi) 87,5
Extand (mengkorelasikan) 87,5
Elaborasi(menggunakan ) 75
Explant (mengarahkan pada data) 87,5
Explorasi (merencanakan eksperimen) 87,5
Engagement (memfokuskan) 87,5
Elicit(menstimulasi) 87,5
Mudah dimengerti 87,5

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Gambar. 13 Diagram Hasil Uji Praktikalitas Pendidik


Hasil uji praktikalitas oleh peserta didik efesiensi waktu dan kemudahan
didapatkan hasil sebesar 89, 42% dengan penggunaan.
kategori sangat praktis, uji praktikalitas
terhadap kelayakan penggunaan modul,

Senang 88,3
Dapat dipelajari berulang-ulang 96,6
Mudah memahami konsep 88,3
Digunakan dimanapun 95
Keterbatasan jam pelajaran 86,6
Evaluation 86,6
Extand 90
Elaborate 91,6
Explant 87
Explore 88,33
Engagement 90
Elicit 88,3

Mudah dimengerti 83,3

76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 96 98

Gambar. 14 Diagram Hasil Uji Praktikalitas Peserta Didik


Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 17

Hasil uji coba lapangan di MAN 3 bahasa meliputi; ketepatan (struktur


Padang yaitu menggunakan angket kalimat, bahasa), penggunaan bahasa yang
kemandirian belajar peserta didik sebesar sesuai dengan perkembangan peserta didik
80,92% dengan kategori sangat efektif. dan penyampai bahasa teks yang
komunikatif, dilihat dari validasi
kelayakan bahasa oleh 1 orang dosen
84 bahasa modul memperoleh hasil validitas
Bekerja sama 84 sebesar 95% dengan kategori sangat valid.
84
Lebih semangat 83
Hal ini menunjukkan bahwa penulisan dan
88 penggunaan bahasa pada modul sudah
Berinisiatif 79 sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia
82
Menyelesaikan… 80 yang baik dan benar. Sedangkan ditinjau
87 dari validasi media menurut (Ghaliyah
Percaya diri 82 2015: 152; Permatasari 2016: 138)
70 75 80 85 90 beberapa aspek kelayakan media
diantaranya keruntunan konsep, tampilan
(desain cover, jenis huruf, tata letak teks
Gambar 14. Hasil EfektifitasModul dan gambar dan kombinasi) pada validitas
kelayakan media oleh 2 orang dosen ahli
Analisis Validitas media modul memperoleh hasil validasi
Hasil analisis data menunjukkan media sebesar 90% dengan kategori sangat
bahwa modul berbasis learning cycle 7E valid. Hal ini menunjukkan bahwa
berbantuan video yang dikembangkan tampilan dan ukuran penulisan serta desain
terkategori sangat valid berdasarkan dari modul sudah baik. Dari hasil uji
penilaian validator. Menurut Sugiyono validitas keempat indikator diatas maka
(2012:125) validasi dapat dilakukan oleh didapat nilai rata-rata validitas dari modul
beberapa pakar atau ahli yang sudah adalah 90,23% dengan kategori sangat
berpengalaman untuk menilai kelebihan valid.
dan kekurangan produk yang dihasilkan. Suatu bahan ajar dikatakan valid,
apabila sudah memenuhi tahap validitas
Hal ini menunjukkan bahwa materi (Sugiyono, 2010:23). Setelah melalui
yang terdapat dalam modul sudah sesuai dilakukan revisi terhadap modul berbasis
dengan kurikulum dan memperhatikan learning cycle 7E berbantuan video pada
ketercapaian kompetensi inti, kompetensi materi teori kinetik gas dan termodinamika
dasar dan indikator pembelajaran. Sejalan oleh beberapa validator, dapat disimpulkan
dengan (Ghaliyah 2015: 152; Permatasari bahwa modul sudah layak digunakan
2016;138; Prastowo 2014; 138) indikator sebagai bahan ajar untuk peserta didik hal
kelayakan isi dapat dilihat dari aspek ini sesuai dengan penelitian yang telah
kelengkapan, keluasan materi, dilakukan oleh (Permatasari and Suprianto,
kelengkapan komponen modul, keakuratan 2016; Ghaliyah dkk., 2015) bahwa modul
(konsep, defenisi, fakta, data, gambar, fisika berbasis model learning cycle 7E
diagram). Ditinjau dari validasi kelayakan pada pokok bahasan Fluida Dinamik
isi oleh 2 orang dosen fisika UIN Imam memenuhi persyaratan dengan kualitas
Bonjol Padang diperoleh hasil validitas sangat baik untuk pembelajaran fisika
sebesar 86,90 % dengan kategori sangat SMA kelas XI.
valid. Ditinjau dari segi penggunaan
bahasa menurut standar BSNP (2007) Analisis Praktikalitas
tentang penilaian buku teks pelajaran
pendidikan dasar dan menegah disebutkan Modul Berbasis Learning Cycle 7E
bahwa aspek yang diukur dalam validitas Berbantuan Video pada Materi Teori
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 18

Kinetik Gas dan Termodinamika yang dengan kebutuhan serta maapu


sudah dinyatakan valid oleh validator menyelesaikan dengan baik setiap tugas
selanjutnya dilakukan uji praktikalitas. yang diberikan padanya sesuai dengan
Kepraktisan menunjukan pada tingkat kemampuan yang dimiliki, belajar atas
kemudahan penggunaan dan pelaksanaan kemauan sendiri, gemar membaca,
yang meliputi biaya dan waktu dalam memiliki kemauan keras, tidak suka
pelaksanaan serta pengelolaan dan menunda waktu.
penafsiran hasilnya (Harisman, 2014: 24). Uji efektifitas dilakukan dengan
Uji praktikalitas dilakukan dengan menyebarkan angket kepada 26 peserta
menyebarkan angket kepada 2 orang didik kelas XI MAN 3 Padang.
pendidik dan 15 peserta didik MAN 3 Berdasarkan analisis angket efektifitas
Padang. Berdasarkan hasil analisis angket diperoleh Indikator kemandirian belajar
praktikalitas penggunaan modul oleh terdapat pada pernyataan belajar atas
pendidik yang meliputi aspek kemudahan kemauan sendiri sebesar 87%, tidak
penggunaan dalam pembelajaran tergantung pihak lain sebesar 82%, gemar
memperoleh hasil praktikalitas sebesar membaca 88%, tidak mudah putus asa
87,5% dengan kategori sangat valid. Aspek 84%. Dari hasil uji efektifitas diperoleh
efisiensi waktu memperoleh hasil sebesar nilai efektifitas untuk Modul Berbasis
100% dengan kategori sangat valid. Dari Learning Cycle 7E Berbantuan Video pada
hasil uji praktikalitas oleh pendidik Materi Teori Kinetik Gas dan
diperoleh nilai praktikalitas untuk semua Termodinamika dengan rata-rata 80,92%.
aspek praktikalitas pada modul sebesar Hal ini menunjukkan bahwa modul
89,42% dengan kategori sangat valid. berbasis learning cycle 7E berbantuan
Hasil analisis angket praktikalitas video pada materi teori kinetik gas dan
oleh peserta didik diperoleh nilai sebesar termodinamika sesuia dengan kebutuhan
98% untuk aspek praktis, aspek peserta didik dan efektif untuk
kemandirian dalam belajar sebesar 90% meningkatkan kemandirian belajar peserta
dan aspek efisiensi waktu sebesar 87%. didik.
Dari hasil uji praktikalitas oleh peserta
didik diperoleh nilai praktikalitas untuk KESIMPULAN
semua aspek praktikalitas pada modul
Berdasarkan hasil penilaian oleh
sebesar 89,06% dengan kategori sangat
ahli materi fisika, ahli bahasa, ahli media,
valid. Hasil uji praktikalitas rata-rata
penilaian uji praktikalitas oleh pendidik
diperoleh nilai sebesar 89,2% dengan
dan peserta didik serta uji coba lapangan
kategori sangat praktis. Hal ini
kepada peserta didik SMA/ MA, dapat
menunjukkan bahwa modul layak
disimpulkan bahwa modul berbasis
digunakan dalam pembelajaran fisika
learning cycle 7E berbantuan video pada
dikelas XI IPA.
materi teori kinetik gas dan termodinamika
memenuhi persyaratan dengan kualitas
Analisis Efektifitas sangat baik untuk digunakan sebagai bahan
belajar mandiri peserta didik elas XI SMA/
Keefektifan modul berbasis
MA.
learning cycle 7E berbantuan video pada
materi teori kinetik gas dan termodinamika UCAPAN TERIMA KASIH
dilihat dari kemandirian belajar peserta
didik. Menurut Hermawan (2011:4) Terima kasih disampaikan kepada peserta
kemandirian belajar merupakan suatu didik dan guru fisika di kelas XI IPA MAN
usaha dimana seseorang dapat menentukan 3 Padang dan MAN 2 Solok serta Bapak/
sendiri sumber belajarnya, dapat Ibu validator yang telah meluangkan waktu
menentukan cara belajar mereka sesuai
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 19

dan pemikiran kepada penulis hingga Century Skill, A Commissioned


penelitian ini dapat diselesaikan. Paper Prepared for a Workshop
REFERENSI om Exploring The Intersection of
Science Education and The
Adilah, D., and Budhiharti, R. (2015). Development of 21 Century Skills.
Model Learning Cycle 7E dalam Australia: workshop.
Pembelajaran IPA Terpadu. 6,
212–217 Depdiknas (2008). Panduan
Pengembangan Bahan Ajar
Anker, J. van deer, Bannan, B., Kelly, (Jakarta: Depdiknas).
A.E., Nieven, N., and Plomp, T.
(2013). Educational Design Desmita (2011). Psikologi Perkembangan
Research (Netherlands: SLO). Peserta Didik (Bandung: Remaja
Rosdakarya).
Azizah, U., Suyono, and Suyatno (2014).
Pengembagan Instrument untuk Duran, E., Duran, L., Haney, J., and
Mengukur Kemandirian Belajar Scheureman. (2011). A Learning
Mahasiswa. 155–158. Cycle for All Students. New york :
The Science Teacher.
Balta, N., and Sarac, H. 2016. The Effect
of 7E Learning Cycle on Learning Eisenkraft, A. (2003). Expanding The 5E
in Science Teaching: A meta- Model. Arlington: The Science
Analysis Study. European Journal Teacher
of Education Research, Vol. 05 No. 2
Febriana, S., and Arief, A. (2013).
Tahun 2016. 61-72.
Efektivitas penerapan model
Bozorgpouri, M. 2016. The Study of pembelajaran learning cycle (siklus
Effectiveness of Seven-Step (7E) belajar) 7e terhadap hasil belajar
Teaching Methode in The Progress siswa pada pokok bahasan listrik j
of English Learning in Students dinamis kelas x semester 2 MAN
Shiraz City. The Turkish Online Bangkalan, Jurnal Pendidikan,
Journal of Design, Art and Vol. 02 No. 4 Tahun 2013.
Communication, Tahun 2016. 341–
Fifiyani, A., Rini, and Azmi, J. (2015).
346.
Penerapan Model Pembelajaran
Budijanto, P., and Bachri, S. 2017. Learning Cycle 7E untuk
Penerapan model pembelajaran Meningkatkan Hasil Belajar
Learning Cycle 7E untuk Peserta Didik pada Pokok Bahasan
Meningkatkan Kemampuan Koloid di kelas XI IPA SMAN 6
Berfikir Kritis Siswa. Jurnal Pekanbaru.
Pendidikan, Vol. 2 No. 2 Tahun
Fitriyani, S., Sudin, A., and Sujana, A.
2017. 268–272.
(2016). Penerapan Model Learning
Bybee, R. (2009). The BSCE 5E Cycle Pada Materi Sumber Daya
Instructional Model And 21 ST Alam untuk Meningkatkan Hasil
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 20

Belajar Siswa. Jurnal Pena Ilmiah Kasmadi, Abdul Gani Haji, and Yusrizal
Vol.1 No. 1 Tahun 2016. 511–520. 2016. Model pembelajaran
learning cycle 7e berbantu ict
George, G. The effect of constructivist untuk meningkatkan penguasaan
7-E model in teaching geography konsep dan ketrampilan berpikir
at secondary school level. kritis siswa pada materi larutan
International Journal of Applied penyangga. Jurnal Pendidikan
Research, Vol. 2 No. 12 Tahun Sains Indonesia, Vol. 04 No. 2
2016. 239–242. Taun 2016. 106-112.
Ghaliyah, S., Bakri, F., and Siswoyo Khashan, K. 2016. The Effectiveness of
(2015). Pengembangan modul Using the 7E’s Learning Cycle
elektronik berbasis model learning Strategy on Immediate and
cycle 7e pada pokok bahasan fluida Delayed Mathematics Achievement
dinamik untuk siswa sma kelas XI. and The Longitudinal Impact at
Jakarta: Prosiding Seminar King Saud Universty (KSU).
Nasional Fisika. Journal of Education and
Handayani, P., Masyudi, and Prasetyo, T.I. Practice,Vol. 7 No. Tahun. 2016.
2015. Pengembangan Modul IPA 40–52.
Berbasis Konstruktivisme Model Kuswandari, M., Sunarno, W., and
Learning Cycle 5E Materi Energi Supurwoko 2013. Pengembangan
dalam Sistem Kehidupan untuk Bahan ajar Fisika SMA dengan
siswa Kelas VII SMP Pedekatan Kontekstual pada Materi
Muhammadiyah 6 Malang. Jurnal Pengkuran Besaran Fisika. Jurnal
Pendidikan, Vol. 1 No. 1 Tahun Pendidikan fisika, Vol. 1 No. 2
2015. Tahun 2013. 41–43.
Harisman, Y. 2014. Validitas dan Lisma, Kurniawan, Y., and Sulistri, E.
praktikalitas modul untuk materi 2017. Penerapan Model Learning
fungsi pembangkit pada Cycle 7E sebagai upaya
perkuliahan matematika diskrit di Peningkatan Pemahaman Konsep
stkip pgri sumatera barat. Jurnal Aspek Menafsirkan dan
Pendidikan, Vol. 14 Tahun 2014. Menyimpulkan pada Materi Kalor
207–214. Kelas X SMA. Jurnal Ilmu
Indrawati, W., Suyatno, and Rahayu, Y. sri Pendidikan Fisika, Vol. 2 No. 2
2015. Implementasi Model Tahun 2017. 35–37.
Learning Cycle 7E Pada Marek, E. (2008). Why The Learning h
Pembelajaran Kimia dengan Materi Cycle ?. Journal of Elementary
Kelarutan untuk Meningkatkan Science Education, Vol. 20 No. 3
Penguasaan Konse dan tahun 2008. 63–69.
Keterampilan Berfikir Kritis Siswa
SMA. Jurnal Pendidikan, Vol. 5 Nurmalasari, R., Kade, A., and
No. 1 Tahun 2015. 788–794. Kamaluddin 2015. Pengaruh
Tia Yuliana, Milya Sari, Aziza Meria, Pengembangan Modul…. 21

Model Learning Cycle 7E matematis siswa. Jurnal


Terhadap Pemahaman Konsep Pendidikan, Vol. 01 No. 6 Tahun
Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika . 1042-1055.
Tadulako, Vol. 1 No. 2 Tahun
Riduwan, (2009). Rumus dan Data dalam
2015. 1–23.
aplikasi Statistika, Bandung::
Permatasari, I., and Suprianto 2016. ALFABETA.
Pengembangan Modul Fisika
Shaheen, M.N.U.K. 2015. Improving
Sma/Ma Berbasis Siklus Belajar 7e
(Learning Cycle 7e) Berbantuan h Students’ Achievement in Biology
Video Pada Materi Fluida Dinamis using 7E Instructional Model: An
Experimental Study.
Sebagai Upaya Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Kelas XI. Mediterranean Journal of Social
Jurnal Inkuiri, Vol. 05 No. 2 Tahun Sciences, Vol. 6 No. 4 Tahun 2015.
471–481.
2016.134–142.

Prastowo, A. (2014). Pengembangan Sukardi. (2015). Metode penelitian


Bahan Ajar Tematik, Jakarta:: pendidikan konpetensi dan
praktiknya, Jakarta: PT. Bumi
Kencana.
Aksara.
Qarareh, A.O. 2012. The Effect of Using
the Learning Cycle Method in Turgut, U., Colak, A., and Salar, R.
(2016). The Effect of 7E Model on
Teaching Science on the
Educational Achievement of the Conceptual Success of Students in
Sixth Graders. Jurnal Education, The Unit of Electromagnetism.
European J o Physics Education,
Vol. 4 No. 2 Tahun 2012. 123–132.
Vol. 07 No. 3 Tahun 2016, 1-37.
Qulud, Wahidin, and Maryuningsih, Y.
(2015). Penerapan Model Turgut, U., Colak, A., and Salar, R. 2017.
How is the learning environment
Pembelajaran Learning Cycle 7E
untuk Meningkatkan Kemampuan in physics lesson with using
Literasi Sains Siswa pada Konsep 7e model teaching activities.
European Jurnal of Education
Sistem Reproduksi Kelas XI di
SMAN 1 Arjawinangun. Jurnal Studies, Vol. 03 No. 3 Tahun
Pendidikan, Vol. 05 No. 1 Tahun 2015. 2017. 1-28
1–14. Zuhra, F., Hasan, M., and Safitri, R.
Rawa, N.R., Sutawidjaja, A., and (2017). Model Pembelajaran
Sudirman (2016). Pengembangan Learning cycle 7E Berbantuan
Buku Saku Terhadap Hasil Belajar
perangkat pembelajaran berbasis
model learning cycle-7e pada Siswa SMA. Jurnal Pendidikan
Sains Indonesia, Vol. 05 No. 01
materi trigonometri untuk
meningkatkan kemampuan koneksi Tahun 2017. 134–139.

Common questions

Powered by AI

The Learning Cycle 7E model effectively integrates video-based modules by structuring the learning process into seven distinct phases: Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Extend, and Evaluate. Each phase serves a specific purpose. For instance, the Elicit phase captures students' initial understanding through questions and brief reviews. The Engage phase encourages students to share relevant experiences and increases their interest, while the Explore phase involves hands-on activities such as practical exercises designed to motivate students through participation. Video assistance in this cycle, particularly during phases like Explore and Explain, aids visualization of concepts, making abstract ideas like kinetic theory and thermodynamics more tangible. This structure facilitates deeper understanding, retention, and independence among students, as seen in the effective enhancement of students' learning autonomy .

Indicators of a well-validated educational module include alignment with curriculum goals, clarity and appropriateness of content, effective instructional design, learner engagement, and cultural relevance. The 7E Learning Cycle module measures well against these indicators, as evidenced by its high validation scores from physics, language, and media experts. It aligns with educational standards by following detailed validation processes, including content accuracy and instructional sequence. The module's structure—supported by interactive and cultural integration with the Qur'an—enhances engagement and context relevance, meeting comprehensive educational and evaluative criteria both in theory and practice .

The Learning Cycle 7E is generally more effective than traditional teaching methods in terms of student engagement and understanding of physics concepts. Unlike traditional approaches, which often involve passive learning through lectures, the 7E model engages students actively through its multi-phase structure, encouraging active participation and exploration. Each phase of 7E—from Elicit to Evaluate—supports active involvement, critical thinking, and real-life application of concepts, which enhances comprehension and retention. Studies show that this method significantly increases knowledge retention and student enthusiasm, making complex physics topics more accessible and understandable .

The high perceived practical usability of the 7E learning modules, according to teacher and student evaluations, can be attributed to several factors. These include the ease of integration into existing curriculum structures, the clear organization and segmenting of content through the 7E phases, and the inclusion of interactive and engaging media such as videos that facilitate understanding and retention. Additionally, the flexibility of the modules, which allows for repeated usage and modification to fit diverse educational settings, contributes to their practical usability. These elements collectively enhance the teaching and learning experience by streamlining instructional processes and fostering an interactive learning environment .

The outcomes of utilizing the 7E Learning Cycle model in physics align with the Indonesian educational curriculum by promoting active learning, critical thinking, and student autonomy, which are key objectives of the curriculum. The model's phases support competency-based education goals by structuring lessons that progressively build intellectual skills and self-reliance. Aligning with the curriculum's emphasis on exploratory and contextual learning, the cycle encourages students to derive principles through discovery and application, ensuring adherence to core educational standards. Additionally, the integration of the Quran in lesson plans exemplifies the curriculum's cultural relevance and inclusivity .

The Learning Cycle 7E supports the development of critical thinking skills in physics students by systematically guiding them through experiences that challenge their understanding and reasoning. The Explore phase encourages inquiry-based learning where students hypothesize and experiment, fostering analytical thinking. In the Explain phase, students articulate their understanding, critically evaluate evidence, and justify their conclusions, promoting reflection and reasoning skills. The Elaborate phase extends students' learning by requiring them to apply knowledge in novel contexts, thereby enhancing problem-solving capabilities. Finally, the Evaluate phase solidifies these skills as students assess their learning outcomes and receive feedback for improvement .

Media validators play a crucial role in the Learning Cycle 7E framework by evaluating the visual and interactive components of educational modules to ensure they effectively support the learning objectives. Their assessment focuses on the coherence, clarity, and appeal of the media used, ensuring that elements like graphics, video integration, and layout contribute to successful student engagement and understanding. This validation is vital to ensuring the resources developed are not only educationally sound but also accessible and motivating, enhancing the overall learning experience .

The main challenges of implementing the Learning Cycle 7E in classrooms with stringent time constraints stem from its comprehensive nature, requiring substantial time investment for each of the seven phases. Each phase involves different activities that necessitate careful planning and execution time, which can be problematic if class periods are short. This cycle's phases are also reliant on effective engagement in hands-on activities, which can demand additional resources and setting up time that may not be feasible in all classroom environments. Limited instructional time can restrict thorough exploration of content, leading to superficial understanding instead of the deep engagement intended by this model .

The impact of a 7E Learning Cycle-based module on student self-directed learning in high school physics is significant, as the model emphasizes student autonomy through its structured phases. By engaging students in exploring, explaining, and elaborating on physics concepts, the module supports the development of independent learning skills, such as critical thinking and problem-solving. This results in students taking more initiative in their learning processes, being less reliant on teacher input, and increasing confidence in handling complex topics. The module's design, which includes interactive video elements, further supports this self-direction by allowing learners to review and engage with material at their own pace .

Incorporating Qur'anic integration within the 7E cycle aids in meeting educational objectives by providing a culturally relevant framework that reinforces social values and ethical thinking, aligning with broader educational goals. This integration allows learners to connect scientific concepts with religious teachings, thereby reinforcing the relevance of their studies to personal and communal beliefs. It also fosters a more inclusive environment where spiritual and intellectual growth are harmonized, catering to the holistic development of students. This cultural context enhances engagement and motivation, making learning more meaningful and applicable to students' lives outside the classroom .

You might also like