P-ISSN 2746-5241
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1,
November 2020, Hal. 37-44
Email:
[email protected] Website : lppm.wdh.ac.id
SOSIALISASI “PETUK BALITA” PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPUTAT KOTA TANGERANG SELATAN
SOCIALIZATION OF "PETUK TODDLERS "MONITORING THE GROWTH OF
TODDLERS IN THE WORK AREA OF THE CIPUTAT HEALTH CENTER,
SOUTH TANGERANG CITY
Tri Okta Ratnaningtyas1, Fenita Purnama Sari Indah2, Lela Kania Rahsa Puji3, Nurwulan Adi Ismaya4,
Nur Hasanah5
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, Jalan Pajajaran No. 1,
Kota Tangerang Selatan, 15417, Indonesia
Email : [email protected]
ABSTRACT
This service is entitled "Socialization of "Petuk Toddlers "Monitoring the Growth of Toddlers in the
Work Area of the Ciputat Health Center, South Tangerang City".The purpose of this community service activity
is to increase the knowledge of mothers with toddlers about the importance of balanced nutritional intake and
the importance of monitoring the weight of toddlers.The method of implementing this service is carried out in
several stages of activities, namely the licensing stage, the survey stage and the socialization stageAfter the
permit was obtained, the location was carried out with the survey stage, namely conducting a survey conducted
through friendship with Posyandu Salak cadres and the Head of RT 05 RW 05 Cipayung Village, South
Tangerang City. After the licensing and survey stages were carried out, the next stage of socialization was the
implementation of the “Toddler Petuk” Socialization for Toddler Growth Monitoring. The team for
implementing this community service activity is 5 lecturers of the Undergraduate Public Health Study Program,
Diploma 3 Pharmacy and 5 students of the Public Health Undergraduate Study Program. The community
service team provides material on matters related to balanced nutrition; the importance of balanced nutritional
intake for toddlers; and the importance of monitoring the weight of children under five at the posyandu which is
held at Posyandu Salak Jl. Makmur RT 05 RW 05 Cipayung Urban Village, South Tangerang City. The
conclusion of this community service activity is that before the socialization activity took place there were quite
a number of participants who still lacked or did not understand about balanced nutrition; the importance of
balanced nutritional intake for toddlers and the importance of monitoring the weight of children under five at
the posyandu.
Keywords: balanced nutrition, growth and development, weighing, and toddlers.
ABSTRAK
Pengabdian ini berjudul “Sosialisasi “Petuk Balita” Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah
Kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan”. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah
untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang memiliki balita tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang
dan pentingnya melakukan pemantauan penimbangan berat badan balita. Metode pelaksanaan pengabdian
masyarakat ini dilakukan dalam tahapan kegiatan yaitu tahap perizinan, tahap survei, dan tahap sosialisasi.
Setelah memperoleh izin maka dilanjutkan dengan tahap survei yaitu melakukan survei lokasi dan melakukan
silaturahmi dengan kader Posyandu Salak Ketua RT 05 dan Ketua RW 05 Kelurahan Cipayung. Selanjutnya,
setelah tahap perizinan dan survei dilaksanakan maka berikutnya tahap sosialisasi yaitu pelaksanaan Sosialisasi
“Petuk Balita” Pemantauan Tumbuh Kembang Balita. Tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat
ini adalah dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan DIII Farmasi yang berjumlah 5 orang dan
mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat yang berjumlah 5 orang. Tim pelaksana memberikan materi
tentang hal-hal yang terkait dengan gizi seimbang; pentingnya asupan gizi yang seimbang untuk balita; dan
pentingnya melakukan pemantauan penimbangan berat badan balita di posyandu yang dilaksanakan di Posyandu
Salak Jalan Makmur RT 05 RW 05 Kelurahan Cipayung Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan.
Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebelum kegiatan sosialisasi berlangsung
cukup banyak peserta yang masih kurang atau belum mengerti tentang gizi seimbang; pentingnya asupan gizi
yang seimbang untuk balita dan melakukan pemantauan penimbangan berat badan balita di posyandu.
Kata kunci: gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, penimbangan berat badan, dan balita.
37
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
PENDAHULUAN balita merupakan periode yang sangat
Gizi berasal dari bahasa Arab “Al penting bagi pertumbuhan anak, oleh
Gizzai” yang artinya makanan dan sebab itu balita perlu ditimbang secara
manfaat untuk kesehatan. Gizi yang teratur sehingga dapat diikuti
baik merupakan salah satu unsur pertumbuhan berat badannya. Agar
penting dalam mewujudkan manusia kegiatan penimbangan dapat
yang berkualitas. Oleh karena itu, mempunyai makna secara efektif dan
program perbaikan gizi bertujuan untuk efisien, maka hasil penimbangan setiap
meningkatkan mutu gizi konsumsi balita dapat dicantumkan pada grafik
pangan agar terjadi perbaikan status dalam Kartu Menuju Sehat (KMS)
gizi masyarakat (Muchtadi, 2002). balita, kemudian dipantau garis
Status gizi adalah keadaan tubuh pertumbuhan setiap bulannya, sehingga
sebagai akibat konsumsi makanan dan setiap anak dapat diketahui
penggunaan zat-zat. Masa balita kesehatannya sejak dini. Hasil
merupakan masa yang sangat penting penimbangan balita di posyandu dapat
karena merupakan masa yang kritis juga dimanfaatkan oleh masyarakat dan
dalam upaya menciptakan sumber daya instansi atau aparat pembina untuk
manusia yang berkualitas (Almatsier, melihat sampai seberapa jauh jumlah
2001). balita yang ada di wilayahnya tumbuh
Masalah gizi merupakan masalah dengan sehat, sehingga dapat
kesehatan masyarakat yang disebabkan menggambarkan keberhasilan dari
oleh banyak faktor, sehingga kegiatan posyandu (Depkes RI, 2001).
penanggulangannya tidak cukup Berdasarkan data sekunder yang
dengan pendekatan medis maupun diperoleh dari Puskesmas Ciputat di
pelayanan kesehatan saja (Supariasa, Wilayah Kerja Kelurahan Ciputat dan
et.al., 2012). Berdasarkan data Riset Kelurahan Cipayung tahun 2018 dapat
Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun diidentifikasi masalah kesehatan yaitu
2013, jumlah balita yang mengalami cakupan balita ditimbang berat
gizi buruk dan gizi kurang di Provinsi badannya (D/S) sebesar 85,87%;
Banten adalah sebesar 17,2%. Periode persentase balita di Bawah Garis
38
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
Merah (BGM) yaitu sebesar 1,05%; Kelurahan Ciputat dan 157 balita
persentase balita ditimbang yang naik ditimbang yang tidak naik berat
berat badannya yaitu sebesar 45,28%; badannya (T) di Kelurahan Cipayung.
persentase balita ditimbang yang tidak Oleh karena itu, berdasarkan data dan
naik berat badannya (T) yaitu sebesar prioritas masalah yang telah ditetapkan,
6,94%; dan persentase balita ditimbang maka perlu diselenggarakan
yang tidak naik berat badannya dua kali “Sosialisasi “Petuk Balita” Pemantauan
berturut-turut (2T) yaitu sebesar 0,98%. Tumbuh Kembang Balita di Wilayah
Berdasarkan hasil penentuan Kerja Puskesmas Ciputat Kota
perumusan prioritas masalah dengan Tangerang Selatan”. Tujuan
menggunakan metode Multi Criteria pelaksanaan dari pengabdian kepada
Utility Assesment (MCUA) maka masyarakat ini adalah untuk
diperoleh satu masalah yang menjadi meningkatkan pengetahuan para ibu
prioritas yaitu tingginya persentase yang memiliki balita tentang
balita ditimbang yang tidak naik berat pentingnya asupan gizi yang seimbang
badannya (T) yaitu sebesar 6,94% dan pentingnya melakukan pemantauan
dengan jumlah 146 balita ditimbang penimbangan berat badan balita.
yang tidak naik berat badannya (T) di
sosialisasi ini adalah tim dosen dari
METODE PELAKSANAAN Program Studi S1 Kesehatan
Peserta dalam kegiatan pengabdian Masyarakat dan DIII Farmasi yang
kepada masyarakat ini adalah ibu yang berjumlah 5 orang dan mahasiswa
memiliki balita di Jalan Makmur RT 05 Program Studi S1 Kesehatan
RW 05 Kelurahan Cipayung Kecamatan Masyarakat yang berjumlah 5 orang.
Ciputat Kota Tangerang Selatan. Tim pelaksana pengabdian kepada
Pengabdian kepada masyarakat ini masyarakat memberikan materi tentang
dilaksanakan pada hari Jumat tanggal hal-hal yang terkait dengan gizi
22 Februari 2019 di Posyandu Salak seimbang; pentingnya asupan gizi yang
Jalan Makmur RT 05 RW 05 Kelurahan seimbang untuk balita; dan pentingnya
Cipayung Kecamatan Ciputat Kota melakukan pemantauan penimbangan
Tangerang Selatan. Adapun pelaksana berat badan balita di posyandu.
39
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
Metode pelaksanaan pengabdian perizinan dan survei dilaksanakan maka
masyarakat ini dilakukan dalam berikutnya tahap sosialisasi yaitu
beberapa tahapan kegiatan yaitu tahap pelaksanaan Sosialisasi “Petuk Balita”
perizinan, tahap survei, dan tahap Pemantauan Tumbuh Kembang Balita.
sosialisasi. Tahap perizinan ini Evaluasi kegiatan pengabdian
dilakukan dengan terlebih dahulu kepada masyarakat ini dilakukan
mengurus izin ke Dinas Kesehatan Kota berdasarkan aspek teknis
Tangerang Selatan dan Puskesmas penyelenggaraan, urgensi kegiatan, dan
Ciputat agar dapat melakukan respon peserta. Berdasarkan aspek
pengabdian masyarakat di Wilayah teknis penyelenggaraan, kegiatan
Kerja Puskemas Ciputat yaitu Posyandu sosialisasi dan edukasi kesehatan
Salak Kelurahan Cipayung, Kecamatan kepada ibu yang memiliki balita di
Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Posyandu Salak dilakukan dengan
Setelah memperoleh izin maka maksud untuk memudahkan para
dilanjutkan dengan tahap survei yaitu peserta hadir dan proses edukasi dapat
melakukan survei lokasi dan melakukan berjalan dengan baik sehingga dapat
silaturahmi dengan kader Posyandu menggali serta menyampaikan topik
Salak, Ketua RT 05, dan Ketua RW 05 bahasan sesuai dengan tujuan dan
Kelurahan Cipayung untuk sasaran yang diinginkan melalui alat-
menyampaikan maksud serta tujuan alat peraga seperti laptop, LCD, dan
pengabdian masyarakat ini. leaflet.
Dalam tahap survei juga dilakukan Menurut urgensi kegiatan,
jalinan kerja sama dan menentukan berdasarkan hasil paparan dan respon
jadwal kegiatan pelaksanaan peserta selama berlangsungnya acara,
pengabdian kepada masyarakat. Dalam dapat disimpulkan bahwa kegiatan
tahap perizinan dan survei, tim juga sosialisasi dan edukasi semacam ini
melakukan persiapan penyusunan sangat diperlukan dalam rangka
materi yang akan diberikan, penyusunan membuka pemikiran dan pemahaman
jadwal dalam setiap sesi pemberian yang lebih luas, membangun mindset,
materi, dan pembagian tugas saat acara dan menumbuhkan kesadaran bagi ibu
dilaksanakan. Selanjutnya, setelah tahap yang memiliki balita tentang pentingnya
40
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
asupan gizi yang seimbang untuk balita gizi dan gizi seimbang; empat (4) pilar
dan pentingnya melakukan pemantauan gizi seimbang; pentingnya memberikan
penimbangan berat badan balita. gizi yang seimbang untuk balita dan
Kegiatan sosialisasi dan edukasi manfaat gizi yang seimbang untuk
kesehatan ini menjadi semakin strategis balita; dampak dari gizi yang tidak
dan penting dilanjutkan bahkan seimbang untuk balita; tanda-tanda apa
diperluas sasaran lokasi dan pesertanya saja yang menjadi ciri-ciri balita dengan
mengingat setiap balita menghadapi status gizi yang baik; pentingnya
resiko terjadinya stunting. melakukan penimbangan berat badan
Perkembangan permasalahan balita di posyandu, dan pentingnya
tersebut salah satunya terlihat dari melakukan pemantauan penimbangan
tingginya persentase balita ditimbang berat badan balita melalui Kartu
yang tidak naik berat badannya (T) Menuju Sehat (KMS) yang terdapat
yaitu sebesar 6,94% dengan jumlah 146 dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak
balita ditimbang yang tidak naik berat (KIA).
badannya (T) di Kelurahan Ciputat dan
157 balita ditimbang yang tidak naik HASIL DAN PEMBAHASAN
berat badannya (T) di Kelurahan Pengabdian kepada masyarakat
Cipayung. yang telah dilakukan oleh tim dosen
Di sisi lain, berdasarkan respon dan mahasiswa sebagai wujud dari
peserta yang tercermin dari antusias pelaksanaan intervensi atas prioritas
peserta dalam menyampaikan masalah berupa tingginya persentase
pertanyaan-pertanyaan pada sesi dialog balita ditimbang yang tidak naik berat
atau tanya jawab, baik pertanyaan- badannya (T) yaitu sebesar 6,94%
pertanyaan umum terkait kesehatan, melalui upaya sosialisasi/edukasi
maupun yang secara khusus terkait tentang pentingnya asupan gizi yang
dengan asupan gizi yang seimbang seimbang untuk balita dan pentingnya
untuk balita dan pemantauan melakukan pemantauan penimbangan
penimbangan berat badan balita. Materi berat badan balita bagi ibu yang
kegiatan dalam pengabdian kepada memiliki balita telah dilaksanakan
masyarakat ini terdiri dari pengertian dengan baik dan lancar di Wilayah
41
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
Kerja Puskesmas Ciputat di Posyandu pengetahuan ibu yang pada akhirnya
Salak, Kelurahan Cipayung diharapkan dapat menumbuhkan
Kecamatan Ciputat Kota Tangerang kesadaran bagi ibu tentang manfaat
Selatan. Hasil kegiatan sosialisasi dari gizi seimbang untuk balita serta
tentang pentingnya asupan gizi yang pentingnya melakukan pemantauan
seimbang untuk balita dan pentingnya penimbangan berat badan balita.
melakukan pemantauan penimbangan Pencapaian dari hasil kegiatan
berat badan balita bagi ibu yang didukung pula dengan hasil evaluasi
memiliki balita yang telah dilakukan pre test dan post test yang dilakukan
menunjukkan terjadi peningkatan pada saat kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam hal ini, sebelum kegiatan mindset baru peserta dalam hal ini ibu
sosialisasi berlangsung cukup banyak yang memiliki balita terkait pengetahuan
peserta yang masih kurang atau belum tentang pentingnya asupan gizi yang
mengerti tentang gizi seimbang; seimbang untuk balita dan pentingnya
pentingnya asupan gizi yang seimbang pemantauan penimbangan berat badan
untuk balita; dan pentingnya melakukan balita. Selain itu, melalui kegiatan ini
pemantauan penimbangan berat badan diharapkan juga dapat berfungsi sebagai
balita di posyandu. Harapan dari media pemetaan masalah tentang
dilaksanakannya kegiatan pengabdian pemahaman mengenai asupan gizi yang
kepada masyarakat ini adalah dapat seimbang untuk balita dan pemantauan
membangun kesadaran dan membentuk penimbangan berat badan balita.
42
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
KESIMPULAN DAN SARAN datang sebagai upaya membantu
Kesimpulan menurunkan persentase balita ditimbang
Kesimpulan dari kegiatan pengabdian yang tidak naik berat badannya (T).
kepada masyarakat ini adalah sebelum
kegiatan sosialisasi berlangsung cukup UCAPAN TERIMA KASIH
banyak peserta yang masih kurang atau Tim pelaksana pengabdian kepada
belum mengerti tentang gizi seimbang; masyarakat mengucapkan terima kasih
pentingnya asupan gizi yang seimbang kepada Dinas Kesehatan Kota
untuk balita; dan pentingnya melakukan Tangerang Selatan, Puskesmas Ciputat,
pemantauan penimbangan berat badan Kader Posyandu, Ketua RT 05, dan
balita di posyandu. Ketua RW 05 yang telah memberikan
izin, kesempatan, dan dukungan serta
Saran membantu dalam pelaksanaan
Hasil kegiatan pengabdian kepada pengabdian kepada masyarakat ini.
masyarakat melalui sosialisasi “Petuk Selain itu, tim pelaksana juga
Balita” ini diharapkan dapat menjadi mengucapkan terima kasih kepada
tambahan informasi bagi ibu yang seluruh pihak terkait yang tidak dapat
memiliki balita sehingga dapat disebutkan satu persatu yang telah
meningkatkan pengetahuannya serta membantu dalam pelaksanaan
diharapkan pula para ibu yang memiliki pengabdian kepada masyarakat ini.
balita dapat mengikuti kegiatan serupa
berupa sosialisasi atau edukasi kesehatan
terutama yang berkaitan dengan DAFTAR PUSTAKA
pentingnya asupan gizi yang seimbang Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
untuk balita dan pentingnya melakukan
2001.
pemantauan penimbangan berat badan
Departemen Kesehatan RI. Profil
balita.
Kesehatan Indonesia 2001 Menuju
Aparat desa dibantu tenaga kesehatan Indonesia Sehat 2010. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI. 2001.
dari puskesmas agar terus melakukan
kegiatan-kegiatan serupa secara
berkesinambungan di masa yang akan
43
Tri Okta Ratnaningtyas, et al
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1, No.1, November 2020, Hal. 37-44
Muctadi, D. Gizi untuk Bayi: Asi, Susu Supariasa, et. al. Penilaian Status Gizi.
Formula, dan Makanan Tambahan. Jakarta: EGC. 2012
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.2002.
44