319-Article Text-883-1-10-20190531
319-Article Text-883-1-10-20190531
e-ISSN 2579-860X
p-ISSN 2614-1221
Doi: https://doi.org/10.24036/jep/vol3-iss1/319
ABSTRACT
This study aims to reveal the effect of using guided inquiry based experiment worksheet on re-
action rate topic on students’ learning outcome. This research is a quasi-experimental research, using
randomized Posttest Only Control Group Design. The research sample consisted of two classes,
namely the experiment class and control class obtained through cluster sampling technique. The
population were students of class XI MIA SMAN 4 Padang as much as 6 classes, the academic year
2015/2016. Sample were class XI MIA 1 (experimental group) and class XI MIA 3 (control group).
Learning outcome ware collected by tests at the end of the study. Data analysis showed that the exper-
iments class learning with guided inquiry based experiment worksheet got learning outcome with av-
erage value of 86.27. Meanwhile learning outcomes of student in control class who learned without
guided inquiry based experiment worksheet was 74.40. Both of Normality and Homogenous’s results
showed that the distribution of the two experimental classes were normal and homogeneous. After the
t-test on the real level of 0.05 was found that tcount is greater than ttable. It’s means that research
hypothesis (H1) is accepted, so that it can be concluded that the results of student learning using stu-
dent worksheet guided inquiry-based reaction rate is significantly higher than the student worksheet
without a reaction rate-based guided inquiry.
pengetahuan akan mempunyai makna jika dicari haman mereka tentang konsep laju reaksi Model
dan diselidiki secara mandiri oleh siswa dapat berupa diagram, grafik, data hasil eksper-
(Hartono, 2013). imen, persamaan, metodologi, beberapa prosa,
Dalam pelaksanaan praktikum diperlukan simulasi komputer dan demonstrasi (Hanson,
suatu penuntun yang dapat membimbing siswa 2006). Pada tahap ini siswa memiliki kesem
dalam kegiatan pratikum supaya lebih terarah. patan untuk melakukan pengamatan, merancang
Salah satunya adalah penuntun praktikum dalam eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa
bentuk LKS eksperimen berbasis inkuiri ter- data atau informasi, mengusulkan, menanyakan
bimbing. Penelitian yang telah dilakukan oleh dan menguji hipotesis (Hanson, 2005). Setiap
Kholifudin dan Yasin (2012) menyatakan model konsep dieksplorasi dengan satu atau lebih mod-
inkuiri terbimbing melalui eksperimen memberi el atau data hasil percobaan yang telah
kan keleluasaan pada siswa untuk melakukan dilakukan oleh siswa dan dipandu dengan per-
percobaan sendiri dengan bimbingan guru se- tanyaan kunci (critical thinking question). Per-
hingga siswa mempunyai keinginan yang lebih tanyaan kunci adalah pertanyaan yang
besar untuk menemukan konsep. Proses membimbing siswa menganalisis model dan
pembelajaran dengan menggunakan model menemukan konsep sendiri. Pertanyaan kunci
inkuiri terbimbing dapat mengembangkan dan disusun dari yang sederhana hingga yang sulit.
meningkatkan keterampilan proses sains dan Sehingga di akhir pertanyaan kunci siswa akan
hasil belajar siswa (Saputra dkk, 2012). dapat menemukan konsep.
LKS eksperimen berbasis inkuiri terbim Pada tahap eksplorasi siswa secara efek-
bing dilengkapi materi ajar yang berisi orientasi tif dipandu dan didorong untuk mengeskplorasi
(menghubungkan pengetahuan baru dengan model, kemudian menarik kesimpulan dan
pengetahuan sebelumnya) dan pertanyaan kunci membuat prediksi. Setelah siswa terlibat dalam
(critical thinking questions) yang menuntun tahap pembentukan konsep, informasi tambahan
siswa untuk menemukan konsep yang sedang dan nama konsep dapat diperkenalkan. Tahap
dipelajari. Model inkuiri terbimbing melibatkan eksplorasi dan pembentukan konsep bersama-
siswa secara langsung dalam proses pembe sama membantu siswa untuk mengembangkan
lajaran melalui penyelidikan dari permasalahan dan memahami konsep yang dipelajari.
yang diberikan guru, kemudian siswa menentu Tahap aplikasi merupakan tahapan
kan proses dan solusi dari permasalahan tersebut pemberian latihan dan soal. Latihan memberi
hingga akhirnya siswa dapat menemukan konsep kesempatan kepada siswa untuk membangun
sendiri dan dapat membuat kesimpulan. Pembe kepercayaan diri dalam situasi sederhana dan
lajaran menggunakan model inkuiri terbimbing konteks yang dikenal. Disisi lain, soal membu-
terdiri dari 5 tahap yaitu orientasi, eksplorasi, tuhkan siswa untuk menganalisis situasi yang
penemuan konsep atau pembentukan konsep, kompleks, untuk mentransfer pengetahuan baru
aplikasi dan penutup (Hanson, 2005). pada konteks yang tidak dikenal, untuk mensin-
Orientasi merupakan tahap mempersiap tesisnya dengan pengetahuan lain, dan untuk
kan siswa untuk belajar. Pada tahap ini guru menggunakannya dalam cara-cara baru dan ber-
dapat memberikan motivasi untuk menciptakan beda (Hanson, 2006).
minat dan rasa ingin tahu siswa. Untuk Pada tahap penutup siswa dapat membuat
membangun pengetahuan baru, siswa harus kesimpulan dan memahami konsep yang dipela-
menghubungkan materi yang akan dipelajari jari serta menghubungkan antara satu konsep
dengan pengetahuan awal sebelum mempelajari dengan konsep yang lainnya. Penilaian dapat
materi laju reaksi (prior knowledge), sehingga diperoleh dengan melaporkan hasilnya kepada
proses pembelajaran akan terasa lebih bermakna rekan-rekan dan guru. Pada penggunaan LKS
karena adanya ketertarikan dan kayakinan berbasis inkuiri terbimbing ini guru merupakan
mengenai pentingnya topik laju reaksi (Hanson, fasilitator dalam penyelidikan yang mendorong
2005). Pengetahuan awal merupakan penge- siswa mengungkapkan atau menjawab pertan-
tahuan yang telah ada sebelum pelaksanaan tu- yaan-pertanyaan juga membimbing siswa untuk
gas belajar tertentu, tersedia atau dapat dipanggil penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan siswa akan
kembali atau direkonstruksi dan relevan untuk dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk
pencapaian tujuan pembelajaran. diselesaikan baik melalui diskusi kelompok
Pada tahap eksplorasi siswa diberikan maupun secara individual agar mampu me-
sebuah model untuk mengembangkan pema- nyelesaikan masalah dan menarik suatu kes-
jawab pertanyaan kunci. Dengan demikian pem- bahwa dalam belajar aktif, siswa akan
belajaran menjadi lebih efektif. Hal tersebut mengupayakan sesuatu, dia mencari jawaban
sesuai dengan pendapat Hanson (2005), yang atas sebuah pertanyaan, memerlukan informasi
mengemukakan bahwa “pembelajaran menjadi untuk memecahkan masalah, atau menyelidiki
lebih efektif ketika siswa saling bekerja sama cara untuk melakukan pekerjaan (Silberman,
dengan banyak berdiskusi baik didalam ke- 2006). Keterlibatan siswa secara aktif ini akan
lompok maupun antar kelompok”. berdampak baik pada hasil belajar siswa, afektif
Siswa dengan menggunakan LKS ek- siswa dan psikomotor siswa.
sperimen berbasis inkuiri terbimbing, belajar LKS eksperimen berbasis inkuiri ter-
sambil melakukan sendiri dalam menemukan bimbing memberikan bimbingan melalui model,
konsep yang dipelajari, siswa akan memperoleh pertanyaan kunci, latihan dan pemecahan masa-
pengalaman lebih bermakna dan melekat dalam lah. Hal ini membuat kelas ekperimen memiliki
pikiran mereka (Andromeda dkk, 2016). Dengan beberapa kelebihan dari kelas kontrol yaitu se-
kuatnya informasi yang melekat pada memori bagai berikut; 1) Membuat siswa kelas eksperi-
siswa, akan berdampak pula terhadap perolehan men lebih aktif dari kelas kontrol, sebab peserta
hasil belajar siswa. Disamping itu, siswa dapat didik dituntut untuk menyelesaikan masalah
belajar memecahkan masalah secara obyektif, sendiri dengan bantuan pertanyaan kunci, 2)
kritis, terbuka dan kerja sama. Hal ini akan Memiliki kemapuan berpikir kristis dan analistis
memberikan pengaruh terhadap sikap ilmiah, siswa yang lebih baik dari kelas control, 3)
keterampilan serta hasil belajar siswa (Dewi Memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi
dkk, 2013) dari kelas kontrol.
Pada kelas eksperimen, ketika siswa
mengerjakan latihan dan menyampaikan hasil KESIMPULAN
diskusi (saat konfirmasi dari guru), siswa terlihat Berdasarkan hasil penelitian dan analisis
antusias dalam mengemukakan kesimpulan ke- data yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa
lompoknya. Hal tersebut sesuai dengan terdapat penggaruh penggunaan LKS ekspe
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh rimen laju reaksi berbasis inkuiri terbimbing
Bilgin dan Myers disimpulkan bahwa siswa terhadap hasil belajar siswa. Diperoleh hasil
yang belajar dengan menggunakan model pem- belajar kelas eksperimen (menggunakan LKS
belajaran inkuiri terbimbing lebih mudah eksperimen berbasis inkuiri terbimbing) lebih
mengerti dan memahami konsep pelajaran serta tinggi dengan rata-rata 86,27 dibandingkan
meningkatkan efektivitas interaksi, membangun dengan kelas kontrol (LKS yang biasa diguna
tim, pembelajaran dan minat melalui kerja ke- kan sekolah) dengan rata-rata 74,40.
lompok yang sangat terstruktur Bilgin (2009)
serta Myers dan Richard (2012) yang menyim-
pulkan bahwa siswa yang belajar dengan DAFTAR PUSTAKA
menggunakan model pembelajaran inkuiri ter-
bimbing lebih mudah mengerti dan memahami Andromeda, A., Bahrizal, B., & Ardina, Z.
konsep pelajaran serta meningkatkan efektivitas 2016. Efektifitas Kegiatan Praktikum Terin-
interaksi, membangun tim, pembelajaran dan
tegrasi dalam Pembelajaran pada Materi
minat melalui kerja kelompok yang sangat ter-
struktur. Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMA/MA.
Tingginya hasil belajar siswa pada kelas EKSAKTA, 1, 45-51.
eksperimen secara signifikan dibandingkan hasil Andromeda, A., Yerimadesi, Y., & Iwefriani, I.
belajar siswa pada kelas kontrol juga terlihat 2017. Pengembangan Lembaran Kerja
pada kompetensi afektif dan psikomotor. Hal ini Siswa (LKS) Eksperimen Berbasis Guided-
disebabkan karena penggunaan LKS eksperimen Inquiry Materi Laju Reaksi Untuk Siswa
berbasis inkuiri terbimbing dalam proses pem- SMA/MA. JURNAL EKSAKTA PENDIDI-
belajaran, memberi peluang kepada siswa untuk KAN (JEP), 1(1), 47-54. doi:10.24036/
berpartisipasi lebih aktif dalam proses belajar jep/vol1-iss1/47
dibandingkan kelas kontrol. Dalam pembelaja- Bilgin, Ibrahim. 2009. The Effects of Guided
ran, siswa aktif dalam melakukan pengamatan, Inqury Instruction Incorporating, a Coopera-
mengolah data dan menjawab pertanyaan- tive Learning Approach on University Stu-
pertanyaan kunci. Silberman (2006) menyatakan
dents’Achievement of Acid and Bases Con- Straumanis, Andrei. 2010. Process Oriented
cepts and Attitude Toward Guided Inqury Guided Inquiry Learning. A Practical
Instruction. SRE, 4 (10): 1038-1046. Guide For Instruktor, Organic Chemistry:
Dewi, N. L., Dantes, N., & Sadia, I. W. 2013. Guided Inquiry, Second Edition. USA:
Pengaruh model pembelajaran inkuiri ter- Brool/Cole.
bimbing terhadap sikap ilmiah dan hasil Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung: Tar-
belajar IPA. PENDASI: Jurnal Pendidikan sito
Dasar Indonesia, 3(1). Sugiyono. 2012. Metode Penelitian (Pendekatan
Gay, R L, dkk. 2000. Educational Research: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung:
Competencies for Analysis and Applica- Alfabeta.
tions. New Jersey: Pearson Winarsunu. Tulus. 2009. Statistik dalam
Hanson, D. 2005. Designing Process-Oriented Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Ma-
Guided-Inquiry Activities. New York: Pasi- lang: UMM Press.
fic Crest.
Hartono, Rudi. 2013. Ragam Model
Mengajar yang Mudah Diterima Murid.
Jogja karta: DIVA Press.
Iryani, I., Mawardi, M., & Andromeda, A. 2016.
Pengaruh Penggunaan Lks Berbasis Inkuiri
Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa
Untuk Materi Koloid Kelas Xi Sman 1 Ba-
tusangkar. EKSAKTA, 1, 82-89.
Kholifudin, M.Yasin. 2012. Pembelajaran Fisika
dengan Inkuiri Terbimbing melalui Metode
Eksperimen dan Demonstrasi Ditinjau dari
Gaya Belajar Siswa. Laporan Penelitian.
Prosiding Pertemua Ilmiah XXVI HFI
Jateng & DIY.
Myers, Trina and Richard, Monypenny. 2012.
Overcoming The Glassy-Eyed Nod: An Ap-
plication of Process-Oriented Guided In-
quiry Learning Techniques In Information
Technology. Journal of Learning Design,
5(1).
Saputra, Alanindra, Widoretno, Sri dan Santosa,
Slamet. 2012. Peningkatan Keterampilan
Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa me-
lalui Penerapan Strategi Guided Inquiry di
SMP Negeri 5 Surakarta Kelas VIII F Tahun
Pelajaran 2011/ 2012. BIO-PEDAGOGI , 1
(1). pp. 36-45. ISSN 2252-6897
Saputra, A. 2012. Peningkatan Keterampilan
Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa me-
lalui Penerapan Strategi Guided Inquiry di
SMP Negeri 5 Surakarta Kelas VIII F Tahun
Pelajaran 2011/ 2012. Jurnal Oktober 2012,
1, No.1, Hal 36-45. Surakarta.
Silberman, Mel. 2006. Active Learning 101
Cara Belajar Siswa Aktif. Penerjemah: Rai-
sul Muttaqien. Bandung: Nusa media