SNI 5006-2:2018
Standar Nasional Indonesia
Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Copy standar ini dibuat untuk: Perumusan SNI
Penanggung Jawab Badan Standardisasi Nasional
Media bibit tanaman hutan
)
2
2
Z
a
s
3
5
3
z
a
5
5
5
3
3
o@BSN 2018
Hak cipt dilindungi undsng-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyek sebagian atau
seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apspun seria dilarang mendisinibesikan
‘dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa iin tertulls dari BSM
‘SN
‘Email:
[email protected]
‘ewwiban.go-id
Diterbitkan di Jakarta
(puojseny jeesyp/epUrIS uepeG -qemop BunBéuRUy
ING UeshuiNie.g xMiUn YeNq{p yu) Je puEs Ado.
UOISey /SBeipRPUeIS LEpEG eid\> ¥PE
SNI 5006-2:2018
Daftar isi
Daftar isi Ss i
Prana Sessa gt i ii
Ruang lingkup.
Acuan normatif
Istilah dan definis!
1
1
1
Klasifikasi media bibit berdasar bahan utama .. 3
Persyaratan umum media bibit 4
Bahan pembenah 4
Persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit tanaman hutan 4
Pengujian sifat fisik dan kimia media bibit 5
6
7
8
SONH Ke wm
Penandaan
Lampiran A
Bibliografi
‘Tabel 1 - Persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit pada tanah mineral dan gambut_._.5
‘Tabel 2 - Intensitas pengambilan contah primer media bibit untuk setiap perlode pembuatan
media 5
‘Gambar 1 - Beberapa alat pongambil contoh tanah (stick trier, sieeve type trier, spiral trier)_.7
‘Gambar 2 - Beberapa alat pengambil contoh media bibit. singin menaunalian alat
pengambilan contoh pupuk’ 4
BSN 2018 1
gener BunB6ueuag
INS wesnunacg :yMIUN jeNg/p |u| JepuPe Ado joUCIseN IsesIpIEpUERs UBpE eidin HOH
F
5
2
5
zg
:
2
:
3SNI5006-2:2018
Prakata
Standar Nasional Indonesia (SNI) Media bibit tanaman hutan ini merupakan revisi dari SNI
07-5006,2-1999 Mutu media bibit (gambut, sabut kelapa, ampas singkong dan ampas tebu)
Tujuan revisi standar ini adalah untuk menyempurnakan penetapan standar media bibit
tanamen hutan serta memenuhi tuntutan terhadap penggunaan media bibit tanaman hutan
bermutu dan kebutuhan standar mutu media bibit tanaman hutan
Perubahan yang terjadi dalam standar ini meliputi:
a. wang lingkup,
b. istlah dan definis,
c. Klasifikasi (semula klasifikasi berdasar mutu media bibit diganti menjadi berdasar bahan
media utama),
d. persyaratan mutu diganti menjadi persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit
Standar inl disusun oleh Komite Teknis 65-01 Pengelolaan Hutan yang telah dibahas pada
rapat teknis dan disepakati dalam rapat konsensus di Jakarta pada tanggal 02 Desember 2016
Hadir pada rapat tersebut keterwakilan dari produsen, konsumen, pakar dan regulator.
Standar ini telah melalui proses jajak pendapat pada tanggal 06 April 2017 sampai tanggal
05 Juni 2017 dengan hasil akhir SNI.
Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen standar ini dapat
berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab untuk
pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada
@ BSN 2018 ii
Joucrse y (ses/p1epuejg uepeg emer BunbBuauag
INS UeSnumueg :yniun peng|p jut spurs tdo%
OSE N ISESPIRPURIG URPEG Bid YEH
‘SNi 5006-2:2018
Media bibit tanaman hutan
1 Ruang lingkup
Standar ini menetapkan klasifkasi, persyaratan fisik dan kimia serta pengujian media bibit
tanaman hutan.
Standar ini digunakan bagi produsen dan pengguna media bibit untuk mengoptimalkan
pertumbuhan bibit tanaman hutan
2 Acuan normatif
Untuk acuan tidak bertanggal, digunakan edisi terakhir atau revisinya
SNI01-5006 7. Tanaman kehutanan—Bagian 7-Jatiah dan definist yang berhubungan dengan
perbenihan dan pembibitan tanaman kehutanan:
‘SNI 03-6787, Metode pengujian pH tanah dengan alat pH meter.
3. Istilah dan definisi
Untuk tujuan penggunaan dokumen ini, istilah dan definisi yang ada dalam SNI 01-5006 7.
serta istilah dan definisi berikut ini berlaku.
a
arang sekam padi
rang yang dibuat dari bahan dasar sekam padi atau kulit gabah
32
bahan pembenah
bahan-bahan sintetis daniatau slami, organik danvatau mineral berbentuk padat den/atau cair
yang mampu mamperbaiki sifat fisik, kimia dan/atau biologi tanah
33
dolomit
bahan pembenah tanah yang mengandung hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), berasal
dari batuan dolomit yang ditambang dan dapat mengubah sifat keasaman tanah
34
kapur pertanian
bahan pembenah tanah balk alamiah atau suatu produk yang mengandung senyawa utama
kalsium (Ca) dan dapat mengubah sifat keasaman tanah
35
tanah masam
tanah yang memiliki nilai pH kurang darl 5.5
@ BSN 2018 tdane
euopoy /sesipuepurig Uepeg emer BunBGueueg
INS UesWung :yNUN WeNg|p [Ul JepUuERS Ado jOUAISEN ISesIpIEpURR UEpeT) ec eHSNI5006-2:2018
46
behan utama .
bahan berupa tanah mineral dan/atau gambut atau bahan organik lainnya yang menempat!
proporsi terbesar yang akan dicampur dengan bahan pembenah
39
tanah mineral
tanah yang berasal dari pelapukan batuan mineral
3.8
tanah gombut
tanah organik yang berasal dari timbunan tumbuhan dalam keadaan basah yang berlebinan,
bersifat tidak mampat dan telah mengalami perombaken sebagian atau keseluruhan
33
gambut yang telah diproses
bongkahan gamibut dalam keadaan lembab yang dihancurkan dan disaring
3.10
bahan organik
bahan yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan dan mahluk hidup lainaya, yang belum
mengalami pelapukan maupun yang sudah mengalami pelapukan
311
serbuk gergaji
bahan organik berupa serbuk yang dihasiikan dari limbah penggergajian kayu
3.42
serbuk sabut kelapa
behan organik berupa serbuk yang berasal dati sabut kelapa yang telah dihancutkan dan
disating
313
pupuk organik
pupuk yang berasal dari bahan organik yang telah melalul proses rekayasa, berbentuk padat
atau cait, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba
3.44
kompos
pupuk yang berasal dari bahan organik berbentuk padat yang telah mengalami pelapukan
3.15
bibit tanaman hutan
tumbuhan muda jenis tanaman hutan hasil perbanyakan dan/atau pengembangbiakan secara
generatif (benih, cabutan) maupun vegetatif (stek, cangkok, okulasi, kulturjaringan) yang siap
tanam di lapangan
3.46
kesuburan medi
lingkat kecukupan hara di dalam madia yang mampu mendukung pertumbuhan bibit secara
optimal
BSN 2018 2oane
seh |SESEPIEPURE UepR Pd! YEH
ING Uesnunieg >ymiun ieNqip ju) Ie puES Ado >
‘SHI 5006-2:2018
tingkat kekuatan partikel media_untuk mengikat bersema satu sama lain yang menunjukkan
seberapa kompak kelompok partikel media dapat menahan dampak pukulan air hujan dan
benturan
3.18
media bibit
bahan yang digunakan untuk pertumbuhan bibit tanaman hutan
2.19
pengujian media
analisis sifat kimia dan fisik media yang dilakukan dilaborstorlum berdasarkan metode standar
3.20
pH media
ukuran relatif keasamaan stau kebasaan suatu media dinyatakan dalam skala logaritma
321
porositas total
‘volume dari bagian media yang tidak diisi partikel pedat dalam kondisi media jenuh air,
dinyatakan dalam persen
322
contoh primer
sebagian media bibit yang diperoleh dari setiap periade pembuatan media dalam satu
pengambilan
3.23
contoh komposit
campuran semua contoh primer
4.24
contoh kerja
agian dari conteh komposit yang akan diuji
4 Klasifikasi media bibit berdasar bahan utama
4.1 Media bibit dengan bahan utama tanah mineral
Media ini ditujukan untuk jenis-jenis tanaman hutan yang secara alami tumbuh pada tanah
mineral
4.2 Media bibit dengan bahan utema gambut
Media ini ditujukan untuk jenis-jenis tanaman hutan yang secara alami tumbuh pada tanah
gambut
43° Media bibit dengan bahan utama bahan lainnya
Media ini ditujukan untuk lokasi-lokasi yang memifiki potens! bahan media selain tanah mineral
dan gambut (antara lain serbuk sabut kelapa),
@BSN 2018 Soars
jeuosoN |sesip/epUELS UepeE ‘qemur BUNBEUCURg
ING uesnne.d !ynIUN JeNg|p uy) Je PUES kdog [eUOISeN /Ses|PIEpUEES URPEg McD AEHSNI5006.2:2018
5 Persyaraten umum media bibit
Megia bibit tanaman hutan harus
~ terdiri dari bahan utara dan bahan-bahan pembensh,
tidak mengandung hama, penyakit dan recun bagi tanaman,
- komposisi media harus tercampur merata,
= bahan media bibit mudah diperoleh dalam jumlah besar_
5.1. Media bibit dengan bahan utama tanah mineral
Media bibit dengan bahan wtama tanah mineral harus:
- mempunyal kandungan bahan organik dan mengandung nutrisi yang siap diserap oleh
bibit,
- _ bersifat porus dengan keteguhan yang cukup,
- pH sesuai dengan kondisi lahan tanamnya
5.2 Media bibit dengan bahan utama gambut
Media bibit dengan bahan utama gambul yang telah diproses harus.
= mempunyai kandungan bahan organik dan mengandung nutrisi yang siap diserap oleh
bibit,
= mempunyai keteguhan media yang cukup dan pH yang sesuai dengen kondisi lahan
tanamnya
5.3 Media bibit dengan bahan utama lainnya
Media bibit dengan bahan utama lainnya yang sudah diproses harus:
~ mampunys! kendungan beban organk dan mengendung ust yang sap dlserap oleh
iit,
- mempunyai keteguhan media yang cukup dan pH yang sesuai dengan kondisi lahan
tanamnya.
= memenuhi stander mutu media gambut jika akan ditanam di tanah gambut, atau
memenuhi standar mutu media tanah mineral jika akan ditanam di tanah mineral,
6 Bahan pembenah
a. Bahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan nutrisi tanah dapat berupa
kompos dan/atau pupuk cair organik yang tidak mengandung logam berat,
b. Bahan untuk meningkatkan porositas media entare Iain. pasir/serbuk sebut kelapal arang
sekam padi’serbuk gergaji
Bahan untuk meningkatkan keteguhan media. untuk bahan utama gambut antara iain
dapat berupa tanah mineral:
Bahan untuk meningkatkan pH tanah pada tanah masam dapat berupa dolomit dan/atau
Kapur pertanian,
7 Persyaraten sifat fisik dan kimia media bibit tanaman hutan
Persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit tanaman hutan sesuai Tabel 1
BSN 2018 saan
IASON ISPSPpIEPURIG UePeA eIdID HOH
Jpuo[se jy /sesipsopuerg uspog :qeacr BunBBuouDg
°
a
=
a
INS wesmuUMed :ynaUN yeNqIp ju)
‘SNI 5006-2:2018
Tabel 1 - Persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit pada tanah mineral dan gambut
No | Parameter Standar mutu
Metode analisis | Satuan
Tanah mineral
1 | Kandungan Kjeldaht % 0.21-0.75 0,21-0.75
Nitrogen
2 | Kandungan | Olsen ppm 11-20 5
Fosior (P20s)
tersedia }
3 | Kandungan | Bray ppm z 8-15
Foster (P205)
lersedia. }
4 |Kandungan | Amoniumasetat | me/100g | 0.41.0
Kalium (K) pH7
yang dapat
_| dipertukarkan
5 | pH (HO) SNI 03-6787 eI 66-75 45-55
media utama +
pencampuran
6 | Porositas total_| Metode PF Selvol 52,25-57.75 | $2.25 - 57,75
C organik Walkey & Black % 2201 >1200 |
Pengujian sifat fisik dan kimia media bibit
8.1 Pengambilan contoh uji
f
eo
Untuk bahan pengujian, digunakan contoh primer yang jumishnya disesuaikan jumiah
volume atau wadah (Tabet 2)
bahan diambil dari tiga bagian. yaitu bagian ates, tengah dan
Bahan dalam jumlah besar, pengambilan contoh diambil dari berbagai posisi secara acak
yang dapat mewakill media secara keseluruhan.
Semua contoh primer digabung menjadi contoh komposit
Pengujian sifat fisik dan kimia media bibit menggunakan minimal 3 cantoh karja yang
berasal dari contoh komposit.
Tabel 2 - Intensitas pengambilan contoh primer media bibit untuk setiap periode
pembuatan media
Volume media h mi
som 10 contoh primer
2am 15 contoh primer
‘BSN 7018 saan
2
S
2
8
3
>
&
2
=
5
=
2
2
2
5
=
z
5
=
ING uesmuunse.g SymIUN yeNqIP ful PUES Ado->SNI5006-2:2018
82 Cara uji
& Pengujian media bibit dilkukan secara laboratoris dengan mengirimkan contoh ke
laboratorium pengujian yang sudah terakreditas!
b. Untuk parameter yang sudah tersedia alat pengukur di lapangan, pengukuran dapat
langsung dilakukan di tempat, misalnya pH
8.3 Hasiluji
Hasil uji harus memenuhi persyaratan sifat fisik dan kimia media bibit tanaman hutan sesuai
Tabel 1
9 Penandaan
Medis yang diuji diberikan tands pads kemasannya, yang berisi keterangan tentang
a) Media utama;
b) Bahan pembenah
c) Merek perusahaan:
d) Nomor SNI
9) Tanggal uf
f) Hasil uji media
BSN 2018 aang
RUSBEN ISeS|pIPpUBIS UEpEg qemor BuNBBueUEG
°
3
INS UesMUuved :yniUN FeNQp ju) Je:
‘SNI 5006-2:2018
Lampiran A
((nformati)
Bentuk alat pengambilan contoh uji media bibit
a - (SSeS
a]
="
Gambar 1 - Beberapa alat pengambil contoh tanah (stick trier, sleeve type trier, spiral
trier)
Gambar 2 - Beberapa alat pengambil contoh media bibit dengan menggunakan alat
pengambilan contoh pupuk
BSN 2018 Tdan&
[BUOISEN seSppuPPUEIS UePER qemor BuNBBUCUEG
INS UesAWhJeg :3yNIUN JeNg|p [ul JepUeB Ade > jeUOISE RY Sesipie pues LepeRSNI5006-2:2018
i)
2
GB)
[4]
&
fl
7
fe
§
Bibliografi
SNI 19-7030-2004, Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik
Durahim dan Hendromono. 2001. Kemungkinan penggunaan timbah organic sabut kelapa
sawit dan sekam padi sebagal campuran top soil untuk media pertumbuhan bibit mahon!
Buletin Penelitian Hasil Hutan No 628 Pusiltbang Hasil Hutan. Bogor
Hendromono, 1998. Penggunaan media organic dan tanah mineral terhadap mutu bibit
Pierygots sista Roxb. Buletin Penelitian Hasil Hutan No 617 Puslitbang Hesil Huten
Bogor
Kumiaty R, B. Budiman dan M Suartana. 2006. Pengaruh media dan naungan terhadap
mutu bibit. Laporan Hasil Penelitian (LHP). Balai Penelitian Teknologi Perbenihan. Bogor
Las, I dam D. Setyorini. 2010. Kondis! lahan, teknologi, arah dan pengembangan pupuk
majemuk NPK dan pupuk organlk. Dafam Prosiding Seminar Nasional Peranan Pupuk
NPK dan Organik dalam meningkatkan produks! dan swasembada beras berkelanjutan
Bogor 24 Februari 2010, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Hal 47
Peraturan Menteri Pertanian No 70/Permentan/SR 140/10/2011 tentang Pupuk Organi
Pupuk Hayati dan Pembenah tanah
Pusat Penelitian Tanah. 1983. Term of Reference (TOR). Survei kapabilitas tanah. Proyek
Penelitaian Pertanian menunjang transmigrasi (P3MT). Kerjasama Pusat Penelitian
Tanah dan Departemen Transmigrasi
Roidah, 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah.
Subowo, G. 2010, Stratag! Efisiensi penggunaan bahan organik untuk kesuburan dan
produktivitas tanah melalui pemberdayaan sumberdaya hayali tanah. Jumal penelitian
lahan, Vol 4(1) 13-25
[10] Surtinah 2013. Pengujian kandungan unsur hara dalam kompos yang berasal dari
serasah tanaman jagung manis (Zea mays saccharats).
@BSN 2018 @aans
|uojsen sesiprepurig Leped \qemer Bundbubuag
INS WesnWuMeg yniuM yeNqEp jus AepUERS Ado:
PU GSE Ny /SPs pie pUEIS LepRg Bio HEH
Informasi pendukung terkait perumus standar
[1] KomtekiSubKomtek perumus SNI
Komite Teknis 65-01, Pengelolaan Hutan
[2] Susunan keanggotaan Komtek/SubKomtek perumus SNI
Ketua
Wakil Ketua
Sekrotaris
Anggota
Ir. Noer Adi Wardojo M Se
Yeri Permata Sart, S.Hut, MT. M. Se
Dra, Nadimatun Baroroh, M.Hum.
Suci Respatl, § Hut, M.Si,
Shelly Novi Handarini Pretamaningtyas, S.Sos, M.Si
Ir. Wesman Endom, M.Sc.
Dr. Yayuk Siswiyanti, M.Si
Dr, Dede J. Sudrajat’ MT.
Ori, Teddy Rusolono, MS;
Ir. Fatrah Dikusumah,
Ir Muhammad Ikhsan, M.Si
Ir Yulianto, M'Si-
10, Novia Widyaningtyas, S Hut M.Sc.
11. Dr. Alan Purbavlyatna,
12. Ir Akhmad
Oana mee
[3] Konseptor rancangan SNI
Or. Ir. Yulianti Bramasio;
Dede J. Sudrajat, MT.
Kurniawati P Putri, S Hut,
Dr. Drs Agus Astho Pramono, M Si;
Nurul Iftitah, S Hut, M_Si;
Endang Suryaman B.ScF_ SP;
Dra Nadjmatun Baroroh, M Hum:
2
3
4.
e ir HM. Zanzibar, MM;
7.
8.
5
Shelly Navi Handarini Pratamaningtyas, $.Sos., M.Si
[4] Sekretariat Pengelola Komite Teknis Perumusan SNI
Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan
Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kemanterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
1g wwpeg qemop BunBBurveg
osipie punig Uopeg PIdio HEH
uy wepurys Ado jeuaseN
INS ubsnlume. gy synun yenay