Wina Lova Riza
ASOSIASI ANTARA ATTACHMENT STYLES DALAM HUBUNGAN ROMANTIS
PADA RELATIONSHIP SATISFACTION (KEPUASAAN DALAM SUATU
HUBUNGAN)
Wina Lova Riza
Email:
[email protected] Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Abstract. This study aims to investigate the association between perceptions of childhood
experiences with parents, attachment styles (avoidant, anxious/ambivalent, and security) in
romantic relationships, and relationship satisfaction (satisfaction in relationships) with a
sample of lecturers and employees of UBP in Karawang who have married or having a romantic
relationship. The method used in this study is a regression method with the aim to find out the
extent of the influence of one independent variable with the dependent variable. In other words,
researchers intend to see the effect of variable attachment styles with relationship satisfaction.
The research instrument used was to use two questionnaires with a Likert scale, namely the
Experiences in Close Relationships-Revised (ECR-R) questionnaire and the relationship
assessment scale. From the results of the study using multivariate correlation analysis with the
SPSS 24 program, a significant value of 0.009 was obtained with a probability (p) of 0,000;
because p <0.05, it indicates a significant relationship with a positive direction between
attachment styles and relationship satisfaction. In addition, the following are the results of
grouping the results of respondents' attachment style. From a total of 88 respondents, 50 of
them (57%) have a fearful attachment style, 17 people (19%) have a dismissing attachment
style, 11 people (13%) have a preocupied attachment style, and 10 (11%) have type of secure
attachment style.
Keywords: Attachment Styles, Relationship Satisfication, Romantic Relationship
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki asosiasi antara persepsi pengalaman masa
kanak-kanak dengan orang tua, attachment styles (avoidant, anxious/ambivalent, dan security)
dalam hubungan romantis, dan relationship satisfacation (kepuasaan dalam hubungan) dengan
sampel dosen dan karyawan UBP Karawang yang telah menikah atau sedang menjalani
hubungan romantis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi dengan
tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh satu variabel indenpenden dengan variabel
dependen. Dengan kata lain, peneliti bermaksud untuk melihat pengaruh variabel attachment
styles dengan relationship satisfaction. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan
menggunakan dua kuesioner dengan skala likert, yaitu kuesioner Experiences in Close
Relationships-Revised (ECR-R) dan relationship assessment scale. Dari hasil penelitian dengan
menggunakan analsis korelasi multivariat dengan program SPSS 24 diperoleh nilai signifikan
sebesar 0,009 dengan probabilitas (p) 0,000; karena p < 0,05, maka menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan dengan arah positif antara attachment styles dengan relationship
satisfaction. Sebagai tambahan, berikut dipaparkan hasil pengelompokkan hasil attachment
style responden. Dari total 88 preponden, 50 orang diantaranya (57%) memiliki tipe fearful
attachment style, 17 orang (19%) memiliki tipe dismissing attachment style, 11 orang (13%)
memiliki tipe preocupied attachment style, dan 10 orang (11%) memiliki tipe secure attachment
style.
Kata Kunci: Attachment Styles, Relationship Satisfication, Romantic Relationship.
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 31
Wina Lova Riza
Pengantar (menghindar). Anak yang memiliki
Pengalaman di masa-masa awal anxious/ambivalent attachment
kehidupan berdampak pada perkembangan dikarakterisasikan dengan ketidakpastian
hubungan di masa-masa selanjutnya berhubungan dengan cinta yang diberikan
terutama masa dewasa. Hubungan antara oleh pengasuhnya, sedangkan anak dengan
anak dan orang tua atau pengasuhnya di avoidant attachment cenderung tidak
masa kanak-kanak terus memberikan mencari kontak terhadap pengasuhnya dan
dampak yang berkelanjutan hingga masa mengandalkan dirinya sendiri. Main dan
dewasa. Attachment (kelekatan) adalah Solomon (1990) menggabungkan kategori
ikatan emosional positif yang berkembang keempat, yaitu disorganized attachment,
antara anak dan individu tertentu (caregiver dimana anak memperlihatkan perilaku-
atau pengasuh utama), merupakan bagian perilaku kontradiksi terhadap pengasuhnya.
penting dalam perkembangan sosial yang Penelitian Ainsworth dan Bowlby
terjadi selama masa bayi (Feldman, 2012). di tahun 1978 telah menemukan bahwa
Menurut teori attachment kualitas dari gaya attachment seseorang mempengaruhi
interaksi awal anak dengan pengasuh aspek-aspek hubungan romantis di masa
utamanya memberikan dampak pada fungsi dewasa seperti kepuasan dalam hubungan,
psikologis dan interpersonal anak selama kepercayaan, keintiman, dan self disclosure
hidupnya. Teori ini berdasarkan premis (Bilings, 2015). Dihubungkan dengan gaya
bahwa attachment security (kelekatan yang attachment yang didapatkan pada masa
aman) berkembang ketika pengasuhnya kanak-kanak, orang dewasa yang memiliki
memberikan kasih sayang, konsisten, dan attachment avoidant dicirikan dengan
bertanggung jawab dalam pengasuhan memiliki ketakutan akan kedekatan dan
awal. Sementara mereka yang menerima kurang memiliki kepercayaan terhadap
perlakukan kasar dan tidak konsisten orang lain. Mereka mempercayai bahwa
selama pengasuhan awal akan orang tidak akan merespon kebutuhan
mengembangkan insecure attachment mereka dan sejalan dengan itu memiliki
(kelekatan yang tidak aman) (Ainsworth, pandangan negatif terhadap orang lain.
1978). Sementara mereka yang memiliki
Dalam penelitian oleh Ainsworth attachment anxiety dicirikan dengan orang
(1978) ditemukan bahwa terdapat tiga gaya yang memiliki hubungan intim yang sangat
attachment pada bayi, yaitu secure (aman), intens, selalu mencari kontak dan keintiman
anxious/ambivalent, dan avoidant dengan orang lain, dan disibukkan apakah
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 31
Wina Lova Riza
orang lain dapat ada untuk dirinya dan Cartney & Dearing, 2002). Kelekatan
memiliki pandangan negatif terhadap diri merupakan suatu ikatan emosional yang
sendiri. Orang dewasa yang securely kuat yang dikembangkan anak melalui
attached rendah dalam attachment interaksinya dengan orang yang
avoidance dan anxiety, dan menunjukkan mempunyai arti khusus dalam
tingkat yang lebih tinggi dalam kehidupannya, biasanya orang tua.
penyesuaian pada hubungan mereka, Bowlby (dalam Haditono dkk,1994)
sehingga menunjukkan kepercayaan, menyatakan bahwa hubungan ini akan
persahabatan, dan emosi-emosi yang bertahan cukup lama dalam rentang
positif. kehidupan manusia yang diawali dengan
Dari penjelasan di atas jelas bahwa kelekatan anak pada ibu atau figur lain
gaya attachment seseorang dapat pengganti ibu. Pengertian ini sejalan
mempengaruhi persepsi seseorang terutama dengan apa yang dikemukakan Ainsworth
dalam kedekatan dan hubungan romantis mengenai kelekatan. Tidak semua
dengan pasangannya. Dengan didasari hubungan yang bersifat emosional atau
attachment seseorang yang didapatkan di afektif dapat disebut kelekatan. Adapun ciri
masa kanak-kanak maka dapat diprediksi afektif yang menunjukkan kelekatan
bagaimana kepuasan seseorang dengan adalah: hubungan bertahan cukup lama,
pasangannya. Untuk itu penelitian ini ikatan tetap ada walaupun figur lekat tidak
bertujuan untuk mencari kolerasi antara tampak dalam jangkauan mata anak,
persepsi pengalaman masa kanak-kanak bahkan jika figur digantikan oleh orang lain
terhadap orang tua atau pengasuh mereka, dan kelekatan dengan figure lekat akan
attachment styles dalam hubungan menimbulkan rasa aman (Ainsworth dalam
romantis, dan relationsip satisfacation Adiyanti, 1985).
(kepuasan dalam suatu hubungan). Mary Ainsworth (1978) mengamati
Landasan Teori lebih jauh tentang berbagai sikap seorang
Attachment Styles ibu terhadap anaknya berkaitan dengan
Istilah Kelekatan (attachment) terbentuknya attachment. Menurutnya,
untuk pertama kalinya dikemukakan oleh anak yang protes atau menyatakan ketidak
seorang psikolog dari Inggris pada tahun senangan terhadap keterpisahan
1958 bernama John Bowlby. Kemudian (diturunkan dari gendongan atau pelukan)
formulasi yang lebih lengkap dikemukakan dan mendapatkan kembali ketentraman
oleh Mary Ainsworth pada tahun 1969 (Mc dengan hadirnya orang yang
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 32
Wina Lova Riza
meninggalkannya akan membuat anak romantis (Bartholomew & Horowitz, 1991;
merasa aman. Namun sekitar dua per-tiga Hazan & Shaver, 2004; Shaver, Hazan, &
anak tidak menunjukkan pola semacam ini. Bradshaw, 1988; dalam Hudson, 2014).
Pola ini disebut insecure attachment, yang Lebih lanjut lagi, penelitian mengusulkan
mengakibatkan mereka mengalami bahwa attachment styles seseorang
hambatan dalam eksplorasi di kemudian mempengaruhi persepsi mereka dan
hari. Tiga pola insecure attachment yang pengalaman mereka dalam hubungan
diamati Ainsworth, adalah sebagai berikut: romantis, baik dalam tingkat global dan
a. Insecure Avoidant dalam konteks hubungan romantis yang
Anak protes pada keterpisahan spesifik (Cozzarelli, Hoekstra, & Bylsma,
sesaat/diturunkan dari gendongan 2000; Grau & Doll, 2003; Hazan & Shaver,
dan ketika ada orang yang 1987; dalam Hudson, 2014). Contohnya
memberi perhatian datang atau Grau dan Doll (2003) menemukan bahwa
memeluknya, anak tersebut akan individu yang insecure berkemungkinan
mendekat dengan sikap yang untuk memendam keyakinan negatif dan
gelisah, gugup, dan takut. kebencian terhadap pasangannya.
b. Insecure-Ambivalent Temuan-temuan lain dari penelitian
Pada saat anak protes, anak tidak menemukan bahwa partisipan yang
dapat ditentramkan kecuali orang memiliki (Hazan, C. & Shaver, P.R., 1987;
yang memberi perhatian kembali Vorria, P., Vairami, M., Gialaouzidis, M.,
dan anak akan membenamkan diri Kotroni, E., Koutra, G., Markou, N., Marti,
dalam pangkuan atau melekat erat E. and Pantoleon, I., 2007):
(seakan tidak ingin lepas lagi). a. Securely attached dalam hubungan
c. Insecure-Disorganized romantisnya cenderung
Sikap anak seperti pola yang menggambarkan orang tua mereka lebih
pertama dan yang kedua, yang positif, begitu juga hubungan satu sama
sulit ditentukan untuk masuk lain diantara orang tua mereka yang
kedalam kedua pola tersebut. hangat. Secara khusus, partisipan yang
Dalam beberapa dekade belakangan secure cenderung menggambarkan
ini, teori attachment telah diperluas dari hubungan masa kanak-kanak mereka
interaksi antara anak dengan pengasuh dengan orang tua yang responsif,
utamanya menjadi bagaimana orang menunjukkan kasih sayang, peduli, dan
dewasa berfungsi dalam hubungan
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 33
Wina Lova Riza
memiliki penerimaan yang besar saat menjalin hubungan berfungsi sebagai
terhadap anak. pembentukan ekspektasi apa aspek-aspek
b. Insecurely attached dalam hubungan yang diinginkan oleh individu, ini berarti
romantisnya cenderung bahwa pengalaman awal dalam sebuah
menggambarkan orang tua mereka hubungan romantis penting dalam
terutama saat hubungan mereka pada kepuasaan dalam hubungan dikemudian
masa kanak-kanak dengan orang tua hari. Alexander (2008) menyatakan bahwa
yang dingin dan adanya penolakan. ketika standar-standar yang dipegang oleh
Mereka juga menggambarkan bahwa individu tidak terpenuhi, akan
orang tua mereka tidak konsisten dan menyebabkan stress, dilusi, dan
tidak adil. kekecewaan.
Penemuan yang serupa yang juga Secure attchment style telah
menggunakan kuesioner self-report yang dihubungkan dengan kepuasan dalam suatu
sama, ditemukan bahwa individu yang hubungan (relationship satisfacation).
securely attached memiliki tendensi untuk Relationship satisfacation secara positif
melaporkan persepsi yang positif di masa berkorelasi dengan secure attachment dan
awal terhadap hubungan pada keluarga. berkorelasi negatif dengan insecure
Sebaliknya, pada individu yang anxious- attachment (Jones & Cunningham, 1996),
ambivalent ditemukan bahwa mendapatkan yang juga dapat diekspresikan sebagai
dukungan yang tidak konsisten dari orang avoidant atau anxious ambivalent
tua. Sementara individu yang avoidant attachment. Murray, Holmes, Griffin,
cenderung melaporkan bahwa mereka Bellavia & Rose, (2001) menyatakan
dipisahkan oleh ibu mereka ketika masa bahwa mengalami rasa aman dari cinta dan
kanak-kanak dan memiliki komitmen oleh pasangan menghilangkan
ketidakpercayaan terhadap orang lain persepsi dari resiko-resiko yang
(Collins, N.L. and Read, S.J., 1990; Feeney, diasosiasikan dengan saling
J.A. and Noller, P., 1990; Levy, K.N., Blatt, ketergantungan. Individu yang memiliki
S.J. and Shaver, P.R., 1998). secure attachment style secara umum akan
menikmati kualitas hubungan romantis.
Relationship Satisfaction Individu yang insecurely attached
Bolby, yang disampaikan dalam cenderung mengalami lebih hal-hal yang
Campbell, Simpson, Boldry, & Kashy kurang menyenangkan dalam hubungan
(2005) menyatakan bahwa interaksi awal romantis daripada individu-individu yang
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 34
Wina Lova Riza
securely attached. Individu-individu yang sebagai ancaman terhadap stabilitas
mengalami tingkat anxiety yang tinggi terhadap hubungan mereka.
dalam sebuah hubungan melaporkan Kembali lagi berdasarkan penelitian
adanya kurang kepuasan (Keelan, Dion, dari Hazan dan Shaver (1987) telah
and Dion, 1998). Seberapa besar tingkat menemukan bahwa secure attachment
kedekatan atau jarak dalam sebuah secara positif diasosiasikan dengan kualitas
hubungan romantis dapat dipengaruhi oleh hubungan romantis, sementara insecure
attachment styles dan dapat membuat suatu attachment secara negatif diasosiasikan
hubungan menjadi tidak memuaskan baik dengan relationship satisfacation. Studi-
satu maupun kedua belah pihak parties studi menyatakan bahwa secure
(Feeney, 1999). Ketika salah satu pasangan relationship dikarakterisasikan dengan
dalam sebuah hubungan mengalami anxiety komitmen, kepercayaan tingkat tinggi,
karena diabaikan atau kurangnya saling ketergantungan, dan kepuasan.
kenyamanan dengan berdekatan akan Sementara itu, Feeney dan Noller (1990)
membawa orang lain untuk mengalami menemukan bahwa partisipan avoidant
ketidakpuasaan dalam sebuah hubungan attachment cenderung melaporkan bahwa
(Jones & Cunningham, 1996). Insecure mereka tidak pernah merasakan cinta
attachment akan mengarahkan individu daripada partisipan yang secure. Partisipan
mengalami kurangnya rasa suka cita dalam yang secure juga cenderung memiliki
sebuah hubungan romantis. hubungan yang lebih lama daripada
Individu-individu dengan secure partisipan yang anxious dan kecil
attachment menikmati tingkat yang lebih kemungkinan untuk bercerai. Studi terbaru
tinggi dalam relationship satisfacation yang menggunakan pengukuran berbeda
ketika mereka mengalami hubungan juga menyediakan dukungan empiris
romantis karena lebih ramah daripada hubungan antara secure working models of
mereka yang insecurely attached dan attachment dan kemungkinan merasakan
memiliki kurang memiliki hambatan dalam hubungan yang positif (Haydon, K.C.,
menikmati keamanan dan komitmen dari Roisman, G.I., Marks, M.J. and Fraley,
cinta pasangan mereka. Individu-individu R.C., 2011; Holland, A.S. and Roisman,
insecurely attached memiliki kesulitan G.I., 2010).
dalam menikmati hubungan yang romantis
karena mereka disibukkan dengan Attachment Styles (Kelekatan)
peningkatan tingkat konflik yang dirasakan
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 35
Wina Lova Riza
Kelekatan adalah proses natural yang menyukai hubungan dengan keintiman
terbentuk antara seseorang dengan figur yang sangat tinggi serta mereka tidak
lekat dengan tujuan untuk mempertahankan akan mau bergantung secara berlebih
kehidupan dengan memaksimalkan tiga dengan pasangan (Mikulincer & Shaver,
fungsi kelekatan sebagai secure base, safe 2007). Mereka juga memiliki
heaven, dan proximity maintenance (Hazan kemampuan untuk menyelesaikan
& Shaver, 1994). Pengalaman seseorang masalah atau ancaman secara mandiri.
dengan figur lekat selama masa hidupnya
dapat memberikan gambaran kelekatan dari Metode Penelitian
dua dimensi yakni kelekatan menghindar Pendekatan yang digunakan dalam
dan kelekatan cemas. penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,
a. Attchment Styles Anxiety (Kelekatan dimana metode yang digunakan dalam
cemas) penelitian ini adalah metode regresi dengan
Fraley dan Shaver (2000) tujuan untuk mengetahui sejauh mana
mendefinisikan gaya kelekatan romantis pengaruh satu variabel indenpenden dengan
sebagai pola dari berbagai harapan, variabel dependen. Dengan kata lain,
kebutuhan emosional, dan perilaku peneliti bermaksud untuk melihat pengaruh
sosial sebagai hasil dari pengalaman variabel attachment styles dengan
kelekatan masa lalu (dalam konteks ini relationship satisfaction.
yang menjadi figur lekat adalah Teknik sampling yang digunakan
pasangan romantis yaitu suami/istri, atau dalam penelitian ini adalah jenis teknik
pacar). Pada tahap perkembangan non-probability sampling yaitu merupakan
selanjutnya, dimensi kelekatan cemas teknik dimana peneliti tidak mengetahui
menjadi refleksi dari kecemasan besarnya populasi dan tidak dapat
terhadap penolakan dari kasih sayang mendaftarkan siapa saja yang ada
atau kecemasan atau keraguan terhadap didalamnya (Gravetter & Forzano, 2012).
keberadaan pasangan. Peneliti menggunakan teknik non-
b. Attachment Styles Avoidance (Kelakatan probability sampling karena peneliti tidak
Menghindar) mengetahui data pasti jumlah populasi yang
Kelekatan menghindar adalah kelekatan akan peneliti teliti. Populasi penelitian ini
dengan karakteristik menghindari adalah mereka yang berumur 20 hingga 60
keintiman yang berlebihan dan dan tahun yang sudah atau pernah menikah dan
ketergantungan, mereka tidak terlalu sedang atau pernah memiliki pacar. Metode
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 36
Wina Lova Riza
pengambilan sampel yang digunakan dalam probabilitas (p) 0,000; karena p <0.05,
penelitian ini adalah dengan metode maka menunjukkan adanya hubungan yang
snowball sampling, merupakan teknik signifikan dengan arah positif antara
penentuan sampel yang awal mula attachment styles dengan relationship
jumlahnya kecil, kemudian sampel ini satisfaction.
disuruh memilih teman-temannya untuk Bowlby dalam teori attachment
dijadikan sampel. Dan begitu seterusnya, yang dikembangkannya (1969)
sehingga jumlah sampel makin lama makin mengemukakan bahwa ikatan emosional
banyak. Ibaratkan sebuah bola salju yang mendalam terbentuk antara bayi dengan
menggelinding, makin lama semakin besar. satu atau lebih orang dewasa, yang biasanya
Penelitian ini menggunakan dua orang tua atau pengasuhnya. Perkembangan
kuesioner dan masing-masing memiliki dari ikatan emosional ini atau dinamakan
petunjuk dan tujuan yang berbeda-beda. attachment (kelekatan) melibatkan orang
Kuesioner adalah suatu metode untuk tua yang memberikan cinta, pengasuhan,
mendapatkan data, dengan data yang berisi kepercayaan, safety, dan rasa hormat
sejumlah pertanyaan ataupun pernyataan kepada anak-anak mereka, dan secara
secara tertulis yang dibagikan kepada sensitif menanggapi respon pada kebutuhan
subyek yang ingin diketahui (Sutrisno, anak-anak mereka. Kualitas dari hubungan
2000). Kuesioner ini berisi pertanyaan- awal antara orang tua dan anak
pertanyaan yang sudah disediakan pilihan menciptakan kerangka harapan dan
jawabannya. Jawaban kuesioner ini keyakinan yang diinternalisasi terhadap diri
berbentuk skala, dan yang dipakai dalam sendiri dan diri dalam kaitannya dengan
penyusunan kuesioner adalah skala likert. orang lain. Kerangka ini bertahan lama dan
Skala likert digunakan untuk mengukur diperluas ke hubungan romantis (ISDP,
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang 2004; Feeny, 2008; Simpson and Rholes,
atau kelompok orang tentang fenomena 2012). Sehingga, attachment system
sosial (Kothari, 2004). mempengaruhi kognitif, emosional, dan
perilaku dalam hubungan romantis.
Hasil Dan Diskusi Penelitian-penelitian sebelumnya juga telah
Dari hasil penelitian dengan mengemukakan bahwa orang yang
menggunakan analsis korelasi multivariat memiliki attachment yang secure secara
dengan program SPSS 24 diperoleh nilai positif berhubungan dengan relationship
signifikan sebesar 0,009 dengan satisfaction pada hubungan romantis.
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 37
Wina Lova Riza
Sementara attachment styles yang insecure dengan 100% hingga diperoleh
dikaitkan secara negatif dengan persentasi sebesar 43,2%. Artinya
relationship satisfaction. Responden yang bahwa sumbangan efektif yang
memiliki secure attachment mungkin diberikan oleh masing-masing
mencerminkan kemampuan mereka dalam attachment styles secara bersama-sama
menyediakan dan merasakan cinta, dengan relationship satisfaction adalah
perhatian, dan dukungan (Gleeson & 43,2%, sedangkan sisanya sebesar
Fitzgerald, 2014). 56,8% dipengaruhi oleh variabel-
Sebagai tambahan, berikut variabel lain.
dipaparkan hasil pengelompokkan hasil
Kepustakaan
attachment style responden. Dari total 88
preponden, 50 orang diantaranya (57%) Ayenew, E. (2016). The Effect of Adult
memiliki tipe fearful attachment style, 17 Attachment Style on Couples
Relationship Satisfaction. The
orang (19%) memiliki tipe dismissing International Journal of Indian
attachment style, 11 orang (13%) memiliki Psychology,3(2).
Billings, A. (2015). The Roles of
tipe preocupied attachment style, dan 10 Attachment Style and Self-
orang (11%) memiliki tipe secure Disclosure in Relation to
Satisfaction in Dating
attachment style. Relationships. Wisconsin
Lutheran College.
Feldman, R. S. (2013). Essentials Of
Kesimpulan Understanding Psychology,
Dari hasil penelitian maka dapat ditarik Eleventh Edition. New York:
McGraw-Hill Education.
beberapa kesimpulan, yaitu: Gardner, T. (2007). Adult Attachment and
a. Dari hasil penelitian dengan the Link To Relationship
Satisfaction: A Review of the
menggunakan analsis korelasi Literature. Master's thesis, Pacific
multivariat dengan program SPSS 24 University.
Gleeson, G., Fitzgerald, A. (2014).
diperoleh koefisien korelasi sebesar Exploring the Association
0,657 dengan probabilitas (p) 0,000; between Adult Attachment Styles
in Romantic Relationships,
karena p < 0,05, maka menunjukkan Perceptions of Parents from
adanya hubungan yang signifikan Childhood and Relationship
Satisfaction. Journal Health, 6,
dengan arah positif antara attachment 1643-166.
styles dengan relationship satisfaction. Hamond, J. R., Fletcher, G. J. O. (1991).
Attachment Styles and
b. Dari hasil penelitian didapatkan R2 Relationship Satisfication in
sebesar 0,432, hasil ini dikalikan Development of Close
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 38
Wina Lova Riza
Relationship. New Zealand
Journal of Psychology, 20, 56-62.
Hazan, C., & Shaver, P. R. (1987).
Romantic Love Conceptualized
As An Attachment Process.
Journal of Personality and Social
Psychology, 52, 511-524.
Hendrick, S. S. (1988). A generic measure
of relationship satisfaction.
Journal of Marriage
and the Family, 50, 93–98.
Miller, J., & Tedder, B. (2011). The
Discrepancy Between
Expectations and Reality:
Satisfaction in Romantic
Relationships. Hanover College
PSY 401: Advanced Research.
Nathan W. H. R. Chris, F., Claudia, C. B.,
Amanda, M. V. (2014).
Coregulation in Romantic
Partners’ Attachment Styles: A
Longitudinal Investigation.
Personality and Social Psychology
Bulletin, 40(7) 845– 857.
Nelson, S. (2015). Adult Attachment and
Relationship Satisfaction Among
Men Who Experienced Childhood
Abuse. Walden Dissertations and
Doctoral Studies, Walden
University ScholarWorks.
Nessi, R. T., & Margaretha. (2012).
Pengaruh Gaya Kelekatan
Romantis Dewasa (Adult
Romantic Attachment Style)
terhadap Kecenderungan untuk
Melakukan Kekerasan dalam
Pacaran. Jurnal Psikologi
Kepribadian dan Sosial, 1, (02).
Papalia, D. E., Olds, S. W., Feldman, R.
D.(2009). Human
Development.Jakarta: Salemba
Humanika
Psychophedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang 39