0% found this document useful (0 votes)
275 views11 pages

Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan Proses

This document summarizes a study that analyzes the effect of raw material quality and production processes on product quality at PT. Menjangan Sakti. The study found that raw material quality and production processes simultaneously have a significant effect on product quality. Specifically, maintaining raw material quality in terms of storage temperature according to type and following production regulations improved product quality. Both raw material quality and production processes were found to have a positive effect on product quality.

Uploaded by

039 Trio Sukmono
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
275 views11 pages

Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan Proses

This document summarizes a study that analyzes the effect of raw material quality and production processes on product quality at PT. Menjangan Sakti. The study found that raw material quality and production processes simultaneously have a significant effect on product quality. Specifically, maintaining raw material quality in terms of storage temperature according to type and following production regulations improved product quality. Both raw material quality and production processes were found to have a positive effect on product quality.

Uploaded by

039 Trio Sukmono
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 11

Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana

http://dx.doi.org/10.35137/jmbk.v9i1.518 Diovita Hilary dan Iman Wibowo


Tanggal Upload: 12 April 2021

p-ISSN: 2338 – 4794


e-ISSN: 2579-7476
Vol.9. No. 1 Januari-April 2021

PENGARUH KUALITAS BAHAN BAKU DAN PROSES PRODUKSI


TERHADAP KUALITAS PRODUK PT. MENJANGAN SAKTI
Diovita Hilary 1)
1)
Mahasiswa Program Studi Manajemen FE UNKRIS
Imam Wibowo 2)
2) Dosen Program Studi Manajemen FE UNKRIS
Alamat: Kampus UNKRIS, Jatiwaringin Jakarta Timur
Email : [email protected]

Abstract: This study aims to analyze the effect of the quality of raw materials on product quality
at PT. Menjangan Sakti, the influence of the production process on product quality at PT.
Menjangan Sakti and the quality of raw materials and production processes simultaneously on
product quality at PT. Menjangan Sakti. The number of samples in this study were 88
respondents. The analysis technique uses simple regression analysis and multiple regression.
The results showed that the quality of raw materials and the production process simultaneously
had a significant effect on product quality, because the quality of raw materials was maintained
in terms of room temperature according to the type of raw materials stored and the production
process where workers worked according to applicable regulations. The quality of raw
materials has a positive effect on product quality. This shows that the quality of raw materials
that are maintained in terms of room temperature according to the type of raw material stored
can improve product quality. The production process has a positive effect on product quality.
This shows that the workforce working according to the applicable regulations can
significantly improve product quality.

Keywords: Quality of raw materials, production process, product quality

PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan bisnis yang atau barang cacat dapat ditekan sekecil
semakin ketat mendorong perusahaan mungkin (zero waste). Sehingga dengann
harus dapat menjalankan strategi menghasilkan produk yang berkualitas,
bisnisnya yang tepat agar mampu bertahan perusahaan akan mendapatkan predikat
dalam menghadapi persaingan yang yang baik di mata konsumen. Bahkan
terjadi. Setiap strategi harus mampu tidak menutup kemungkinan produk akan
mendukung perusahaan berkompetisi di cepat berekspansi ke pasar global.
dalam industrinya. Oleh karena itu, Kualitas produk menurut Assauri (2012)
perusahaan harus memberikan perhatian “merupakan faktor yang terdapat dalam
penuh terhadap kualitas produk yang suatu barang atau hasil yang
dihasilkan agar perusahaan mampu menyebabkan barang tersebut sesuai
memenangkan atau paling tidak bertahan dengan tujuan untuk apa barang itu
di dalam kompetisi tersebut. Dengan dimaksudkan atau dibutuhkan”.
menghasilkan produk yang berkualitas, Selanjutnya menurut Heizer dan Render
berarti perusahaan mampu melakukan (2011) “kualitas produk merupakan
kegiatan produksi dengan efektif dan keseluruhan fitur dan karakteristik produk
efisien. Produk yang dihasilkan sesuai atau layanan yang dikenakan pada
dengannkebutuhan dan harapan kemampuannya untuk memenuhi
konsumen sehingga jumlah produk defect kebutuhan yang tampak jelas maupun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

tersembunyi”. Secara sederhana kualitas perusahaan tersebut. Karena proses


produk yang ditetapkan oleh perusahaan produksi merupakan metode atau cara
merupakan suatu keadaan yang terbaik, bagaimana kegiatan penambahan manfaat
yang berguna untuk memenuhi kebutuhan atau penciptaan manfaat tersebut
dan keinginan konsumen. Kepuasan dilaksanakan. Menurut Irhami (2014)
konsumen merupakan salah satu tujuan “proses produksi merupakan sesuatu yang
dari perusahaan dalam memproduksi dihasilkan oleh suatu perusahaan baik
suatu produk atau barang. bentuk barang (goods) maupun jasa
Dalam meningkatkan kualitas (service) dalam suatu periode waktu yang
produk, perusahaan akan lebih selanjutnya dihitung sebagai nilai tambah
memperhatikan faktor-faktor yang bagi perusahaan”. Sedangkan menurut
mempengaruhinya. Menurut Garvin Assauri (2012) proses produksi
(1983) ”terdapat beberapa faktor yang “merupakan cara, metode, dan teknik
mempengaruhi kualitas produk seperti, untuk menciptakan atau menambah
Performances (kinerja), Features (fitur), kegunaan suatu barang atau jasa dengan
Reliability (kepercayaan suatu produk), menggunakan sumber-sumber (tenaga
Durability (daya tahan), Aesthetics kerja, mesin, bahan-bahan, dana) yang
(estetika)”. Selain itu, terdapat faktor ada”. Dengan selalu tersedianya bahan
penting di dalamnya seperti kualitas bahan baku yang berkualitas dan proses produksi
baku dan proses produksi yang juga yang lancar maka diharapkan perusahaan
mempengaruhi kualitas produk. dapat menghasilkan produk yang
Ketersediaan bahan baku sangat penting berkualitas sesuai dengan kebutuhan atau
dalam proses produksi. Menurut Assauri permintaan konsumen.
(2012) “kualitas merupakan faktor-faktor Teori-teori diatas didukung dengan
yang terdapat dalam suatu barang atau penelitian yang dilakukan oleh Satar dan
hasil yang menyebabkan barang atau hasil Israndi (2019) menghasilkan
tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa penelitiannya yaitu kualitas bahan baku
baranggatau hasil itu dimaksudkan”. memberikan pengaruh yang positif dan
Selanjutnya menurut Assauri (2012) signifikan terhadap kualitas produk pada
“tentang bahan baku merupakan semua perusahaan manufaktur. Dengan demikian
bahan yang digunakan dalam perusahaan kualitas bahan baku memberikan
manufaktur, kecuali untuk bahan yang kontribusi positif yang dapat menentukan
secara fisik dikombinasikan dengan kualitas pada perusahaan tersebut, artinya
produk yang diproduksi oleh perusahaan semakin baik kualitas bahan baku maka
manufaktur ini”. Keberhasilan perusahaan akan semakin baik kualitas produk
tergantung dalam pengadaan bahan baku, demikian pula sebaliknya. Selanjutnya
upaya untuk mencari dan memilih dengan penelitian yang dilakukan oleh
teliti bahan baku yang akan digunakan Noerpratomo (2018) menghasilkan
dalam proses produksi. Sehingga penelitiannya yaitu terdapat pengaruh
pemilihan bahan baku yang berkualitas proses produksi terhadap kualitas produk
akan berpengaruh pula dengan kualitas pintu air irigasi pada perusahaan
produk yang dihasilkan. Peningkatan manufaktur, hal ini terlihat dari proses
kualitas bahan baku dan kualitas produk produksi pembuatan pintu irigasi yang
sangat penting untuk memperoleh produk baik akan menghasilkan kualitas produk
yang sesuai dengan standar kualitas yang pintu air irigasi yang baik juga. Dan
diharapkan. Penelitian yang dilakukan oleh Sentosa
Pelaksanaan proses produksi yang dan Trianti (2017) menghasilkan
baik dan lancar sangat berpengaruh penelitiannya yaitu secara parsial dan
terhadap kualitas produk yang dihasilkan simultan kualitas bahan baku dan proses

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

produksi mempunyai pengaruh yang dan proses produksi terhadap kualitas


positif dan signifikan terhadap kualitas produk PT. Menjangan Sakti.
produk. Kunci produk yang berkualitas PT. Menjangan Sakti beralamat kan
pada proses produksi yang terintegrasi di Kawasan Industri Pulogadung, JL. Pulo
dengan variabel kualitas bahan baku dan Ayang, Kav II R-31 Jakarta 13930 –
tenaga kerja. Tenaga kerja yang handal Indonesia. PT. Menjangan Sakti
dan kualitas bahan baku yang terpilih akan menghasilkan produk seperti kosmetik
memperlancar proses produksi yang (bahan dasar), pangan (perasa), pakan
dikawal dengan quality control yang ketat. ternak dan farmasi (bahan aktif). PT.
Hal tersebut pada akhirnya akan Menjangan Sakti selalu berusaha untuk
menghasilkan produk yang berkualitas memenuhi kebutuhan konsumen terutama
tinggi. Dari beberapa hasil penelitian dalam kualitas produk. Perusahaan
terdahulu di atas yang menyerupai, maka beberapa tahun terakhir mengalami
hasil dari penelitian tersebut sangat penurunan penjualan hasil produksi
membantu dan mendukung untuk dimana kualitas produk menjadi sorotan
penelitian pengaruh kualitas bahan baku utama. Hal itu dapat dilihat dari tabel
berikut:
Tabel 1: Kualitas Produk
Tahun Bahan Baku Jumlah Produksi Produk Berkualitas Produk Gagal
2015 190 kg 2318 pcs 2202 pcs 116 pcs (5%)
2016 190 kg 2318 pcs 2214 pcs 104 pcs (4,5%)
2017 190 kg 2318 pcs 2202 pcs 116 pcs (5%)
2018 190 kg 2318 pcs 2156 pcs 162 pcs (7%)
2019 190 kg 2318 pcs 2133 pcs 185 pcs (8%)
Sumber : data primer PT. Menjangan Sakti Tahun 2020.

Dari Tabel 1, dapat kita lihat bahwa, merupakan keseluruhan fitur dan
PT Menjangan Sakti mengalami karakteristik produk atau layanan yang
kegagalan produk yang terus meningkat. dikenakan pada kemampuannya untuk
Hal ini dapat disebabkan oleh penggantian memenuhi kebutuhan yang tampak jelas
bahan baku yang dilakukan oleh maupun tersembunyi. Menurut Goetdch
perusahaan dan kemungkinan ada proses dan Davis (2002), kualitas produk
produksi yang tidak sesuai standar merupakann suatu kondisi dinamis yang
operasional produksi. berhubungan dengan barang, jasa,
Tujuan penelitian ini adalah untuk manusia, produk dan lingkungan yang
mengetahui pengaruh kualitas bahan baku memenuhi atau melebihi harapan.
dan proses produksi terhadap kualitas Menurut Nasution (2005), kualitas produk
produk PT. Menjangan Sakti. merupakan suatu kondisi dinamis yang
berhubungan dengan produk,
LANDASAN TEORI manusia/tenaga kerja, proses dan tugas,
serta lingkungan yang memenuhi atau
Kualitas Produk melebihi harapan konsumen. Menurut
Menurut Assauri (2012) kualitas Prawirosentono (2002), kualitas produk
produk merupakan faktor yang terdapat merupakan keadaan fisik, fungsi dan sifat
dalam suatu barang atau hasil yang suatu produk bersangkutan yang dapat
menyebabkan barang tersebut sesuai memenuhi selera dan kebutuhan
dengan tujuan untuk apa barang itu konsumen dengan memuaskan sesuai nilai
dimaksudkan atau dibutuhkan. Menurut uang yang dikeluarkan.
Heizer dan Render (2011) kualitas produk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

Kualitas produk merupakan salah dimiliki atribut produk tersebut. 4).


satu kunci persaingan diantara pelaku Kelebihan yang dimiliki produk
usaha yang ditawarkan kepada konsumen. (Augmented Product). Yaitu salah satu
Konsumen selalu ingin mendapatkan manfaat dan pelayanan yang dapat
produk yang berkualitas sesuai dengan membedakan produk tersebut dengan
harga yang dibayar, walaupun terdapat pesaing. 5). Potensi masa depan produk
sebagian masyarakat yang berpendapat (Potensial Product). Artinya bagaimana
bahwa, produk yang mahal adalah produk harapan masa depan dengan produk
yang berkualitas. Jika hal itu dapat tersebut apabila terjadi perubahan dan
dilaksanakan oleh perusahaan, maka perkembangan teknologi serta selera
perusahaan tersebut akan tetap konsumen.
memuaskan para konsumen dan dapat Indikator dari kualitas produk
menambah jumlah konsumen. Kualitas menurut Garvin (1983), antara lain: 1).
produk merupakan hal penting yang harus Performances (kinerja) Kinerja
diusahakan oleh setiap perusahaan apabila merupakan karakteristik atau fungsi utama
menginginkan produk yang dihasilkan suatu produk. Dalam memilih suatu
dapat bersaing di pasar. Adanya hubungan produk biasanya konsumen melihat
timbal balik antara perusahaan dengan kinerja suatu produk sebagai faktor utama
konsumen akan memberikan peluang sebelum melakukan pembelian, apakah
untuk mengetahui dan memahami apa produk tersebut mampu memenuhi
yang menjadi kebutuhan dan harapan kebutuhan konsumen atau tidak. 2).
yang ada pada persepsi konsumen. Maka, Features (fitur) merupakan karakteristik
perusahaan penyedia produk dapat produk yang dirancang untuk
memberikan kinerja yang baik untuk menyempurnakan fungsi produk dan
mencapai kepuasan konsumen melalui menambah ketertarikan konsumen
cara memaksimalkan pengalaman yang terhadap suatu produk. Fitur bersifat
menyenangkan dan meminimalisir pilihan bagi konsumen dan tidak
pengalaman yang kurang menyenangkan seluruhnya harus digunakan. Apabila
konsumen dalam mengkonsumsi produk. manfaat utama sudah standar fitur
Manfaat yang diperoleh dengan seringkali ditambahkan agar mejadi nilai
menciptakan kualitas produk antara lain: lebih agar bisa mengungguli produk lain
1). Meingkatkan reputasi perusahaan. 2). dalam pasar yang sama. 3). Reliability
Menurunkan biaya. 3). Meningkatkan (kepercayaan suatu produk) Reliabilitas
pangsa pasar. 4). Dampak internasional. adalah probabilitas bahwa produk akan
5). Adanya tanggung jawab produk. 6). bekerja dengan memuaskan atau tidak
Untuk penampilan produk. 7). dalam periode waktu tertentu. Semakin
Mewujudkan kualitas yang dirasakan kecil kemungkinan terjadinya kerusakan
penting. maka produk tersebut dapat diandalkan.
Lima tingkatan dalam kualitas 4). Durability (daya tahan) merupakan
produk antara lain: 1). Manfaat inti (Core kemampuan produk dalam bertahan dalam
Benefit). Yaitu jasa atau manfaat inti penggunaan jangka waktu tertentu.
sesungguhnya yang dibeli dan diperoleh Semakin lama daya tahan suatu produk
oleh konsumen. 2). Manfaat dasar maka semakin baik pula reputasi produk
tambahan (Basic Product). Tingkat tersebut dimata konsumen. 5). Aesthetics
selanjutnya seorang pemasar harus (estetika) Estetika biasanya berhubungan
mampu merubah manfaat inti menjadi terhadap desain sebuah produk. Namun
produk dasar. 3). Harapan produk tak hanya itu, bau, rasa dan bentuk juga
(Expected Product). Adalah serangkaian termasuk dalam estetika sebuah produk.
kondisi yang diharapkan dan disenangi, Estetika menjadi hal penting karena hal itu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

merupakan interaksi langsung antara seperti Six Sigma, TQM, Kaizen, dan lain-
konsumen dan produk yang lain. Secara umum dapat dikatakan bahwa
dikonsumsinya. kualitas atau mutu adalah karakteristik
dari suatu produk atau jasa yang
Kualitas Bahan Baku ditentukan oleh pemakai atau customer
Menurut Assauri (2012) “kualitas dan diperoleh melalui pengukuran proses
merupakan faktor-faktor yang terdapat serta melalui perbaikan yang
dalam suatu barang atau hasil yang berkelanjutan (Continuous Improvement).
menyebabkan barang atau hasil tersebut Serta merupakan salah satu faktor yang
sesuai dengan tujuan untuk apa barang dipakai oleh konsumen untuk membeli
atau hasil itu dimaksudkan”. Menurut suatu produk, yang mana suatu produk
Syukron dan Kholil (2012) menyebutkan dapat dibandingkan dengan pesaingnya
beberapa definisi kualitas antara lain: 1). berdasarkan kualitasnya.
Kualitas berarti layak digunakan. Ada dua Faktor-faktor yang mempengaruhi
aspek dari definisi ini yaitu quality of kualitas antara lain adalah bahan baku,
design and quality of performance. peralatan, teknologi dan sumber daya
Quality design adalah level dari kualitas, manusia. Perbedaan arti kata antara bahan
yaitu spesifikasi produk yang dibuat baku dan bahan mentah dapat mempunyai
berdasarkan keiinginan dari konsumen, arti sebagai sebuah bahan dasar yang
sedangkan quality of performance adalah berada di berbagai tempat, yang mana
seberapa baik suatu produk dalam bahan tersebut dapat digunakan untuk
memenuhi spesifikasi dari permintaan diolah dengan suatu proses tertentu ke
dengan desainnya. 2). Kualitas adalah dalam bentuk lain yang berbeda wujud
berbanding terbalik dengan variabilitas dari bentuk aslinya.
artinya kualitas produk akan meningkat Indikator kualitas bahan baku
jika variabilitas dalam karakteristik menurut Situmorang (2016) adalah:
penting suatu produk menurun. 1). Penyimpanan merupakan salah satu hal
Menurut Assauri (2012) “bahan penting yang berperan didalam menjaga
baku merupakan semua bahan yang mutu bahan. 2). Penanganan/
digunakan dalam perusahaan manufaktur, pengendalian merupakan suatu seni dan
kecuali untuk bahan yang secara fisik ilmu untuk memindahkan, membungkus
dikombinasikan dengan produk yang dan menyimpan bahan-bahan dalam
diproduksi oleh perusahaan manufaktur segala bentuk. 3). Proses merupakan
ini”. Menurut Handoko (2005) “kualitas kegiatan mengubah barang mentah
merupakan suatu kondisi dari sebuah menjadi barang yang memiliki nilai jual.
barang berdasarkan pada penilaian atas Proses ini harus berjalan sesuai standar
kesesuaiannya dengan standar ukur yang operasional yang berlaku serta melalui
telah ditetapkan”. Menurut Wibowo quality control sebagai tahap akhir yang
(2007) “bahan baku meliputi semua ditetapkan perusahaan.
barang dan bahan yang dimiliki
perusahaan dan digunakan untuk proses Proses Produksi
produksi”. Menurut Irhami (2014) “proses
Kualitas atau mutu adalah tingkat produksi merupakan sesuatu yang
baik buruknya atau taraf atau derajat dihasilkan oleh suatu perusahaan baik
sesuatu. Istilah ini banyak digunakan bentuk barang (goods) maupun jasa
dalam dunia bisnis, rekayasa, dan (service) dalam suatu periode waktu yang
manufaktur dalam kaitannya dengan selanjutnya dihitung sebagai nilai tambah
teknik dan konsep untuk memperbaiki bagi perusahaan”. Menurut Assauri
kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, (2012) “proses produksi merupakan cara,

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

metode, dan teknik untuk menciptakan Produksi terus-menerus, Ini adalah


atau menambah kegunaan suatu barang kegiatan produksi yang melakukan
atau jasa dengan menggunakan sumber- pengolahan berbagai bahan baku secara
sumber (tenaga kerja, mesin, bahan- bertahap hingga menjadi suatu barang
bahan, dana) yang ada”. Menurut Heizer jadi, dimana prosesnya berlangsung
dan Render (2011) “proses produksi secara terus menerus. Misalnya, pabrik
merupakan cara, metode ataupun teknik yang memproduksi kertas, gula, karet, dan
bagaimana produksi itu dilaksanakan serta lain-lain. 4). Produksi berselingan, Ini
kegiatan untuk menambah kegunaan suatu adalah kegiatan produksi yang mengolah
barang dan jasa dengan menggunakan bahan-bahan baku dengan cara
faktor produksi yang ada”. Menurut Yamit menggabungkannya menjadi suatu barang
(2011) “proses produksi merupakan jadi. Misalnya proses pembuatan sepeda
pengubahan (transformasi) dari bahan motor, dimana setiap bagiannya
atau komponen (input) menjadi produk diproduksi secara terpisah (stir, ban,
lain yang mempunyai nilai tinggi atau mesin, knalpot, dan lainnya). Proses
dalam proses terjadi penambahan nilai”. penggabungan bagian-bagian tersebut
Setiap bagian dari organisasi yang menghasilkan sebuah sepeda motor.
mengambil input dan mengolahnya Indikator dari proses produksi
menjadi output yang diharapkan akan menurut Assauri (2012) antara lain: 1).
memiliki nilai tambah bagi organisasi Tenaga kerja, pelaksana pengoperasian
dibandingkan dengan input awalnya dapat suatu system produksi dan operasi yang
disebut sebagai proses produksi. Serta mempunyai keterampilan dan
suatu kegiatan yang menggabungkan kemampuan untuk melaksanakan nyata
berbagai faktor produksi yang ada dalam atau orang mengerjakan kegiatannuntuk
upaya menciptakan suatu produk, baik itu menghasilkan produk, berupa barang atau
barang atau jasa yang memiliki manfaat jasa. 2). Mesin-mesin, adalah suatu
bagi konsumen. Proses produksi disebut peralatan yang digerakan oleh suatu
juga sebagai kegiatan mengolah bahan kekuatan / tenaga yang dipergunakan
baku dan bahan pembantu dengan untuk membantu manusia dalam
memanfaatkan peralatan sehingga mengerjakan produk atau bagian-bagian
menghasilkan suatu produk yang lebih produk. 3). Bahan-bahan, kebutuhan yang
bernilai dari bahan awalnya. dipakai untuk kegiatan produksi menjadi
Dalam pelaksanaannya, proses ini produk setengah jadi atau produk jadi
memerlukan waktu yang berbeda-beda, sehingga menambah kegunaan atau
ada yang singkat, dan ada juga yang fungsi. 4). Dana, hak para pemilik dalam
prosesnya cukup panjang. Berdasarkan suatu perusahaan.
cara pelaksanaannya, proses produksi
dapat dibedakan menjadi empat jenis, METODE PENELITIAN
yaitu: 1). Produksi jangka pendek, Ini
adalah kegiatan produksi yang cepat dan Penelitian ini menggunakan metode
langsung menghasilkan produk (barang/ kuantitatif untuk mengukur pengaruh
jasa) bagi konsumen. Contohnya adalah kualitas bahan baku dan proses produksi
produksi makanan seperti roti bakar, terhadap kualitas produk PT. Menjangan
cakwe, gorengan, dan lain-lain. 2). Sakti.
Produksi jangka panjang, Ini adalah Populasinya adalah karyawan
kegiatan produksi yang membutuhkan bagian produksi dari PT. Menjangan Sakti
waktu yang cukup lama. Misalnya, yang berjumlah 131 orang. Pengukuran
menanam padi, menanam kopi, atau menentukan jumlah sampel dalam
membangun rumah, dan lain-lain. 3). penelitian ini penulis menggunakan rumus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

Isaac dan Michael yaitu sebagai berikut: terjadi pada objek penelitian dengan data
Berdasarkan populasi dengan jumlah yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
populasi 131 orang dengan tingkat Instrumen yang valid berarti alat ukur
kesalahan 10 %, maka diperoleh ukuran yang digunakan untuk mendapatkan data
atau jumlah sampel dalam penelitian ini (mengukur) itu valid. Valid berarti
sebesar 88 (delapan puluh delapan) instrument tersebut dapat digunakan untuk
karyawan bagian produksi. Dengan mengukur apa yang sebenarnya diukur.
jumlah data karyawan PT. Menjangan Jika r > 0,30, maka item instrumen
Sakti diatas, maka dalam penelitian ini dinyatakan valid, dan Jika r < 0,30, maka
menggunakan metode teknik sampel yaitu item instrument dinyatakan tidak valid.
sampel Probability sampling. Metode Berdasarkan dari hasil uji validtas
analisis yang digunakan adalah regresi terlihat bahwa korelasi masing-masing
linear sederhana dan berganda dan indikator dari kualitas bahan baku, proses
sebelum dilakukan analisis data terlebih produksi dan kualitas produk didapatkan
dahulu dilakuan pengujian instrumen data. total skor pernyataan menunjukkan hasil
yang signifikan. Dikatakan signifikan
HASIL PENELITIAN DAN karena apabila r hitung > r tabel dan r >
PEMBAHASAN 0,30, maka item instrumen dinyatakan
valid.
Hasil Penelitian
Uji Reliabilitas
Uji Instrumen Menurut Sugiyono (2018) uji
Pada penelitian ini langkah awal reliabilitas merupakan “instrumen yang
yang dilakukan yaitu dengan melakukan bila digunakan beberapa kali untuk
uji validitas dan uji reliabilitas atas mengukur obyek yang sama, akan
instrumen-instrumen dari pernyataan menghasilkan data yang sama”.
kuesioner yang telah disebarkan ke Reliabilitas dapat dicari dengan
responden secara langsung dan tertutup. menggunakan teknik Croncbach’s alpha.
Dengan dilakukan pengujian data validitas Dari hasil uji reliabilitas terlihat bahwa
dan reliabilitas, maka kualitas penelitian masing-masing variabel menunjukkan
dapat terjaga serta fakta dan keadaan hasil yang signifikan. Data dikatakan
sebenarnya tentang “Pengaruh Kualitas reliabel apabila Jika nilai reliabilitasnya
Bahan Baku dan Proses Produksi lebih besar dari 0.60, maka secara
Terhadap Kualitas Produk di PT. keseluruhan variabel kualitas bahan baku,
Menjangan Sakti”. proses produksi dan kualitas produk
Uji Validitas Data nilainya lebih besar dari 0.60 dan
Uji validitas merupakan derajat dinyatakan reliabel, seperti dalam tabel 2.
ketepatan antara data yang sesungguhnya

Tabel 2: Hasil Uji Reliabilitas Variabel


Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Kualitas Bahan Baku 0.710 Reliabel
Proses Produksi 0.664 Reliabel
Kualitas Produk 0.748 Reliabel
Sumber: Hasil pengolahan data, 2021

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

Analisis Hasil Penelitian

Tabel 3: Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan Proses Produksi


Terhadap Kualitas Produk
Parameter
Variabel R Koefisien
Konstanta Sig. α
Square Regresi
Kualitas Bahan Baku 0,387 0,000
0,460 0,640 0,01
Proses Produksi 0,567 0,000
Pengujian Signifikan
F hitung > F tabel = 36,152 > 3,10
Keterangan: Variabel Kualitas Produk
Sumber: data diolah 2021

Berdasarkan Tabel 3, nilai F hitung Y= 0,640 + 0,387 (X1) + 0,567 (X2)


sebesar 36,152 dan F tabel 3,10, maka Ho
ditolak dan Ha diterima artinya ada Kualitas bahan baku dan proses
pengaruh secara simultan kualitas bahan produksi berpengaruh positif dan
baku dan proses produksi terhadap signifikan terhadap kualitas produk PT.
kualitas produk. Nilai R Square sebesar Menjangan Sakti pada tingkat nyata 99%.
0,460, dapat diartikan terdapat kontribusi Koefisien kualitas bahan baku sebesar
secara simultan kualitas bahan baku dan 0,387, artinya jika ada peningkatan
proses produksi terhadap kualitas produk kualitas bahan baku, maka kualitas produk
PT. Menjangan Sakti sebesar sebesar PT. Menjangan Sakti akan meningkat atau
46,0%, sedangkan sisanya sebesar 54,0% sebaliknya dengan asumsi proses produksi
disumbangkan variabel lain yang tidak tidak berubah. Koefisien proses produksi
diteliti. sebesar 0,567, artinya jika ada perbaikan
proses produksi, maka maka kualitas
Hasil persamaan regresi sebagai produk PT. Menjangan Sakti akan
berikut: meningkat atau sebaliknya, dengan
asumsi kualitas bahan baku tidak berubah.

Tabel 4: Pengaruh Kualitas Bahan Baku Terhadap Kualitas Produk


Parameter
Variabel R Koefisien
Konstanta Sig α
Square Regresi
Kualitas Bahan Baku 0,230 18,359 0,523 0,000 0.01
Pengujian Signifikan
t hitung > t tabel = 5,064 > 1,988
Keterangan: Variabel Kualitas Produk
Sumber: data diolah 2021

Berdasarkan Tabel 4, nilai R Square lain yang tidak diteliti, seperti proses
sebesar 0,230, dapat diartikan konstribusi produksi.
yang diberikan kualitas bahan baku
terhadap kualitas produk PT. Menjangan Hasil persamaan regresi sebagai
Sakti sebesar 23,0%, sedangkan sisanya berikut:
sebesar 77,0% disumbangkan variabel
Y= 18,359 + 0,523 (X1)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

Kualitas bahan baku berpengaruh bahan baku sebesar 0,523, artinya jika ada
positif dan signifikan pada tingkat nyata peningkatan kualitas bahan baku, maka
99% terhadap kualitas produk PT. kualitas produk PT. Menjangan Sakti akan
Menjangan Sakti. Koefisien kualitas meningkat atau sebaliknya.

Tabel 5: Pengaruh Proses Produksi Terhadap Kualitas Produk


Parameter
Variabel R Koefisien
Konstanta Sig α
Square Regresi
Proses Produksi 0,342 12,351 0,669 0,000 0.01
Pengujian Signifikan
t hitung > t tabel = 6,678 > 1,988
Keterangan: Variabel Kualitas Produk
Sumber: data diolah 2021

Berdasarkan Tabel 5, nilai R Square baku terjaga dari segi kebersihan sangat
sebesar 0,342, dapat diartikan konstribusi penting dalam penyimpanan bahan baku,
yang diberikan proses produksi terhadap bahan baku disimpan secara berurutan
kualitas produk PT. Menjangan Sakti sesuai dengan jenisnya, Suhu ruangan
sebesar 34,2%, sedangkan sisanya sebesar disesuaikan dengan jenis bahan baku yang
65,8% disumbangkan variabel lain yang disimpan, bahan baku yang diterima
tidak diteliti, seperti kualitas bahan baku. tergolong efisien, bahan baku yang
diterima telah teruji aman, kapasitas bahan
Hasil persamaan regresi sebagai baku terhitung efektif, bahan baku yang
berikut: diterima sudah terjadwal, penerimaan
Y= 12,351 + 0,669 (X2) bahan baku sesuai dengan SOP yang
berlaku, penyaluran bahan baku lancer.
Proses produksi berpengaruh positif Serta didukung oleh tenaga kerja yang
dan signifikan pada tingkat nyata 99% terampil, bekerja sama dengan tim,
terhadap kualitas produk PT. Menjangan bekerja sesuai aturan yang berlaku, biaya
Sakti. Koefisien proses produksi sebesar mesin rendah dalam pengolahan bahan
0,669, artinya jika ada peningkatan proses baku, mesin baru yang yang digunakan
produksi, maka kualitas produk PT. dalam pengolahan bahan baku, perawatan
Menjangan Sakti akan meningkat atau mesin dilakukan berkala, bahan baku yang
sebaliknya. Nilai t hitung lebih besar dari diolah berkualitas, bahan baku yang
t tabel (6.678 > 1,988), maka Ho tolak, Ha diperoleh cukup murah, mudah dalam
terima, artinya ada pengaruh yang positif memperoleh bahan baku yang dibutuhkan.
dan signifikan proses produksi terhadap Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian
kualitas produk PT. Menjangan Sakti. yang dilakukan oleh Sentosa dan Trianti
(2017) dengan hasil penelitiannya yaitu
Pembahasan secara parsial dan simultan kualitas bahan
baku dan proses produksi mempunyai
Pengaruh Kualitas Bahan Baku dan pengaruh yang positif dan signifikan
Proses Produksi Terhadap Kualitas terhadap kualitas produk. Kunci produk
Produk yang berkualitas pada proses produksi
Berdasarkan hasil penelitian yang terintegrasi dengan variabel kualitas
diperoleh bahwa kualitas bahan baku dan bahan baku. Kualitas bahan baku yang
proses produksi mendorong peningkatan terpilih akan memperlancar proses
kualitas produk, karena kualitas bahan produksi yang dikawal dengan quality

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

control yang ketat. Hal tersebut pada


akhirnya akan menghasilkan produk yang KESIMPULAN DAN SARAN
berkualitas tinggi.
Kesimpulan
Pengaruh Kualitas Bahan Baku Berdasarkan hasil penelitian yang
Terhadap Kualitas Produk telah dilakukan dan telah dibahas dalam
Berdasarkan hasil penelitian pembahasan, maka dapat diambil
diperoleh kualitas bahan baku mendorong kesimpulan yang dapat diuraikan sebagai
peningkatan kualitas produk, karena berikut: 1). Kualitas bahan baku dan
kualitas bahan baku terjaga dari segi proses produksi mendorong peningkatan
penyimpanan dengan memperhatikan kualitas produk. 2). Kualitas bahan baku
kebersihan yang sangat penting, secara mendorong peningkatan kualitas produk.
berurutan sesuai dengan jenisnya, dan 3). Proses produksi mendorong
suhu ruangan disesuaikan dengan jenis peningkatan kualitas produk.
bahan baku yang disimpan dalam
penyimpanan bahan baku. Hal tersebut Saran
sesuai hasil penelitian yang dilakukan 1. Untuk Perusahaan; Dengan adanya
oleh Satar dan Israndi (2019) penelitian ini diharapkan dapat
menghasilkan penelitiannya yaitu kualitas menambah bahan masukan positif
bahan baku memberikan pengaruh yang khususnya untuk manajemen atau
positif dan signifikan terhadap kualitas pimpinan di PT. Menjangan Sakti.
produk. Dengan demikian kualitas bahan Untuk memperoleh atau
baku memberikan kontribusi positif yang mendapatkan hasil produk yang
dapat menentukan kualitas, artinya berkualitas maka perusahaan harus
semakin baik kualitas bahan baku maka memperhatikan kualitas bahan baku
akan semakin baik kualitas produk dari segi spesifikasinya seperti
demikian pula sebaliknya. ukuran, kelembapan dan uji klinis
dari bahan baku yang diterima. Dalam
Pengaruh Proses Produksi Terhadap proses produksi, agar lebih optimal
Kualitas Produk sebaiknya para operator diberi
Berdasarkan hasil penelitian pelatihan dalam pengoperasian mesin
diperoleh proses produksi mendorong – mesin produksi. Serta penjadwal
peningkatan kualitas produk. Hal ini perawatan mesin-mesin dilakukan
terbukti dengan di dukungnya tenaga kerja secara berkala baik mesin baru
yang terampil, dapat bekerja sama dengan maupun mesin lama sehingga dalam
tim, dan bekerja sesuai aturan yang hal biaya perawatan mesin menjadi
berlaku. Hal tersebut sesuai dengan rendah dalam pengolahan bahan
penelitian yang dilakukan oleh baku.
Noerpratomo (2018) dengan hasil 2. Bagi Peneliti Selanjutnya; Sebagai
penelitian terdapat pengaruh proses referensi untuk penelitian
produksi terhadap kualitas produk pintu selanjutnya, ada baiknya variable
air irigasi, hal ini terlihat dari proses bebas bertambah seperti TQM dan
produksi pembuatan pintu irigasi yang ISO 9001. Sehingga dapat
baik akan menghasilkan kualitas produk memberikan tambahan dan masukan
pintu air irigasi yang baik juga. Karena bagaimana cara mengetahui kualitas
proses produksi merupakan salah satu produk dari sebuah produksi dalam
faktor yang sangat menetukan baik perusahaan lebih meningkat sehingga
buruknya kualitas produk yang dihasilkan tujuan yang diharapkan dapat tercapai
oleh perusahaan. dengan baik.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana Diovita Hilary dan Iman Wibowo

DAFTAR PUSTAKA Sentosa, Endri dan Trianti, Emalia. 2017.


Pengaruh Kualitas Bahan Baku,
Assauri, Sofjan. 2012. Manajemen Proses Produksi dan Kualitas
Produksi dan Operasi. Jakarta: Tenaga Kerja Terhadap Kualitas
Lembaga Penerbit Fakultas Produk Pada PT. Delta Surya
Ekonomi Indonesia. Energy di Bekasi. Oikonomia:
Garvin, David, "Managing Quality", Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. 13,
1983. di dalam Nasution, M.N. No. 2 (2017), hal. 62-71.
2001. Manajemen Mutu Terpadu Situmorang, Netty Marlyna. 2016.
(Fotal Quality Management). Pengaruh Bahan Baku, SDM, dan
Jakarta: Ghalia Indonesia Teknologi Terhadap Daya Saing
Goetsch, David L. dan Stanley B. Davis. Perusahaan PT. Aquafarm
2002. Total Quality Management, Nusantara (Industri Pengelolaan
diterjemahkan oleh Benyamin Ikan Nila) Dengan Kualitas Produk
Molan. Total Kualitas Mana:iemen. Sebagai Variabel Intervening.
Jakarta: Penerbit Prenhallindo Jakarta: Universitas Terbuka.
Handoko, T. Hani.2008. Dasar-Dasar Sugiyono. 2018. Metode Penelitian
Manajemen Produksi dan Operasi. Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Yogyakarta: Penerbit BPFE. Bandung: Penerbit Alfabeta CV.
Heizer, Jay and Render, Barry. 2011. Syukron, Amin dan Kholil, Muhammad.
Operations Management 2012. Six Sigma Quality For
(Manajemen Operasi). Jakarta: Business Improvement. Penerbit:
Penerbit Salemba Empat. Graha Ilmu. Jakarta
Irhami, Fahmi. 2014. Manajemen Wibowo, Singgih. 2007. ”Manajemen
Produksi dan Operasi. Jakarta: Produksi ”, Edisi Empat.
Penerbit Alfabeta. Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Nasution. 2005. Manajemen Mutu Yamit, Zulian, 2011. Manajemen
Terpadu: Total Quality Produksi dan Operasi, Edisi
Management. Bogor: Penerbit Pertama. Yogyakarta: Penerbit
Ghalia Indonesia. Ekonisia.
Noerpratomo, A. 2018. Pengaruh
Persediaan Bahan Baku Dan Proses
Produksi Terhadap Kualitas Produk
Di CV. Banyu Biru Connection.
Jurnal Manajemen dan Bisnis
(Almana) Vol.2 No.2 , 20-30.
Prawirosentono, Suyadi. 2002.
Manajemen Operasi, Analisis dan
Studi Kasus. Jakarta: Penerbit Bumi
Aksara.
Satar dan Israndi, Adi. 2019. Pengaruh
Kualitas Bahan Baku Dan Efisiensi
Biaya Produksi Terhadap Kualitas
Produk Pada CV. Granville. Jurnal
Ilmiah Akuntansi, Volume 10,
Nomor 3, Hlm 89-101, September-
Desember 2019. P-ISSN 2086-
4159, E-ISSN 2656-6648. Bandung.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

You might also like