Ultrasonic Examination Procedure ASME
Ultrasonic Examination Procedure ASME
: SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 1 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
This page is a record of all revisions of the procedure and the following revision (s) has (have) been
made to this procedure.
-
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 3 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
1.2 Procedure ini terdiri dari versi Inggris dan 1.2 This procedure consists of English and
Indonesia, jika ada konflik antara keduanya Indonesian versions, shall there is conflict
maka versi Inggris yang dipakai. between these versions the English
version shall govern.
4 Referensi 4 References
4.1 PT. SERTIFIKASI INDUSTRI 4.1 PT. SERTIFIKASI INDUSTRI
INDONESIA Written Practice INDONESIA’s Written Practice
4.2 ASME Code Sect.I, V Article 4, VIII Div. 4.2 ASME Code Sect.I, V Article 4, VIII
1, VIII Div. 2, IX, 2021 Edition Div. 1, VIII Div. 2, IX, 2021 Edition
4.3 ASME / ANSI B31.1, 2020 Edition, Power 4.3 ASME / ANSI B31.1, 2020 Edition,
Piping Power Piping
5 Definisi–Definisi 5 Definitions
5.1 Primary reference response (level): respon dari 5.1 Primary reference response (level): the
ultrasonic dari refector di blok kalibrasi pada ultrasonic response from the basic calibration
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 7 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
jarak sound path tertentu, secara electronic di reflector at the specified sound path distance,
atur sampai persen tertentu dari ketinggian electronically adjusted to a specified
screen. percentage of the full screen height.
5.2 DAC: Distance Amplitude Correction 5.2 DAC: Distance Amplitude Correction
kurva. curve.
5.3 Probe (Probe): sebuah alat electro acoustic 5.3 Search Unit (Probe): an electro acoustic
digunakan untuk meneruskan atau device used to transmit or receive
menerima ultrasonic energy. ultrasonic energy.
5.4 Transducer: sebuah alat electro acoustical 5.4 Transducer: an electro acoustical device
untuk merubah energi listrik ke energi getaran for converting electrical energy into
dan sebaliknya. acoustical energy and vice versa.
Probe atau transducer akan digunakan didalam Probe or transducer will be used in this
prosedur ini dengan pengertian yang sama.
procedure with the same meaning.
5.5 Kalibrasi: hubungan dari respon sistem 5.5 Calibration: correlation of the ultrasonic
ultrasonic dengan kalibrator. system respond(s) with calibration
reflector(s)
5.6 Straight beam: sebuah gelombang getaran 5.6 Straight beam: a vibrating pulse wave
pulsa yang berjalan normal (tegak lurus) train travelling normal to the test surface.
dengan permukaan yang di tes.
5.7 Angle beam: terminologi digunakan untuk 5.7 Angle beam: a term used to describe an
menyatakan sudut datang atau pembiasan angle of incidence or refraction other
selain tegak lurus dengan permukaan yang than normal to the surface of the test
di tes, hanya beam sudut gelombang shear object, only angle beam shear waves shall
yang digunakan dalam prosedur ini. be used in this procedure.
5.8 Manual Ultrasonic Examinations (MUT) : 5.8 Manual Ultrasonic Examinations (MUT):
teknik dari pengujian ultrasonic a technique of ul-trasonic examination
dilaksanakan dengan search unit yang di performed with search units that are
manipulasikan dengan tangan tanpa manipulated by hand without the aid of
bantuan alat apapun untuk system nya. any mechanical guidance system.
10.4.2 Kalibrasi Probe Sudut Dengan Notch, 10.4.2 Angle Beam Calibration With Notches,
Fig 1 C ( T-434.3.1 ) Fig 1 C ( T-434.3.1 )
Probe sudut harus diarahkan ke notch The angle beam shall be directed toward
untuk menghasilkan respon maximum. the notch that yields the maximum
Gain control diatur sedemikian rupa response. The gain control shall be set so
sehingga respon pada 80% ± 5% FSH. Ini that this response is 80% ± 5% of FSH.
disebut sebagai primary reference level. This shall be the primary reference level.
Tanpa merubah setting alat, probe di gerak The search unit shall be manipulated,
– gerakkan, untuk menghasilkan respon without changing instrument settings, to
maximum dari reflector lainnya secara obtain the maximum responses from the
bertahap untuk mendapatkan 3 point curva calibration reflectors at the distance
distance-amplitude correction ( DAC ). inrements necessary to generate a three-
Kalibrasi terpisah harus dilaksanakan point distance-amplitude correction ( DAC )
untuk arah memanjang dan melingkar dari curve. Separate calibration shall be
notch. established for both the axial and
Dan kalibrasi ini harus menghasikan circumferential notches. These calibrations
shall establish both the distance range
keduanya distance range calibration dan
calibration and the distance-amplitude
distance-amplitude correction. correction.
10.4.3 Kalibrasi dengan Side Drilled Holes, 10.4.3 Calibration With Side Drilled Holes,
Fig 1 D ( T-434.3.2 ) Fig 1 D ( T-434.3.2 )
Probe sudut harus diarahkan ke side drilled The angle beam shall be directed toward
hole untuk menghasilkan respon the side drilled hole that yields the
maximum. Gain control diatur sedemikian maximum response. The gain control
rupa sehingga respon pada 80% ± 5% shall be set so that this response is 80% ±
FSH. Ini disebut sebagai primary reference 5% of FSH. This shall be the primary
level. Tanpa merubah setting alat, probe di reference level. The search unit shall the
gerak – gerakkan, untuk menghasilkan be manipulated, without changing
respon maximum dari reflector lainnya instrument settings, to obtain the
secara bertahap untuk mendapatkan 3 T maximum responses from the calibration
curva distance-amplitude correction ( DAC reflectors at the distance inrements
), dimana T adalah tebal dari calibration necessary to generate up to a 3T
block. Kemudian, posisikan probe untuk distance-amplitude correction ( DAC )
mendapatkan respon maximum dari notch curve, wher T is the thickness of the
permukaan dan tandai pulsa tertinggi pada calibration block. Next, position the
screen hal ini untuk pertimbangan jika search unit for maximum response for the
mengevaluasi dari reflector permukaan. surface notch positions and marks the peaks
Kalibrasi terpisah harus dilaksanakan on the screen for consideration when
untuk arah memanjang dan melingkar dari evaluating sruface reflectors. Separate
calibration shall be established for both the
notch.
axial and circumferential scans. These
Dan calibrasi ini harus menghasikan calibrations shall establish both the distance
keduanya distance range calibration dan
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 19 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
distance-amplitude correction range calibration and the distance-amplitude
correction.
10.5 Kalibrasi untuk Weld Metal Overlay 10.5 Calibration For Weld Metal Overlay
Cladding Cladding
10.5.1 Teknik kalibrasi ke satu. 10.5.1 Calibration for Technique One.
Kalibrasi harus menggunakan calibration Calibrations shall be utilizing the
block sepaerti pada Fig. 1E ( T-434.4.1 ). calibration block shown in Fig. 1E ( T-
Probe diposisikan untuk mendapatkan 434.4.1 ). The search unit shall be
respon maximum dari calibration reflector. positioned for maximum response from
Jika side drilled hole yang digunakan the calibration reflector. When side drilled
untuk kalibrasi, permukaan sisi pemisah hole is used for calibration, the plane
dari element probe dual harus diposisikan separating elements of dual element search
paralel dengan as dari hole. Gain control unit shall be positioned paralel to the axis of
the hole. The gain control shall be set so that
diatur sedemikian rupa sehingga respon
this response is 80% ± 5% of FSH. This shall
pada 80% ± 5% FSH. Ini disebut sebagai be the primary reference level.
primary reference level.
10.5.2 Teknik kalibrasi ke dua. 10.5.2 Calibration for Technique Two.
Kalibrasi harus menggunakan calibration Calibrations shall be utilizing the
block seperti pada Fig. 1 H ( T-434.4.3 ). calibration block shown in Fig. 1 H ( T-
Probe diposisikan untuk mendapatkan 434.4.3 ). The search unit shall be
respon maximum yang didapat dari positioned for maximum response of the first
reflector bottom pertama. resolvable indication from the bottom of the
Gain control diatur sedemikian rupa calibration reflector. The gain control shall
be set so that this response is 80% ± 5% of
sehingga respon pada 80% ± 5% FSH. Ini
FSH. This shall be the primary reference
disebut sebagai primary reference level. level.
10.5.3 Alternative Kalibrasi Untuk Teknik ke 10.5.3 Alternative Calibration for Technique
satu. One.
Kalibrasi harus menggunakan calibration Calibrations shall be performed utilizing
block seperti pada Fig. 1 F ( T-434.4.2.1 ) the calibration blocks shown in Fig. 1 F (
or Fig. 1 G ( T-434.4.2.2 ). T-434.4.2.1 ) or Fig. 1 G ( T-434.4.2.2 ).
Kalibrasi harus dilaksanakan seperti The calibration shall be performed as
berikut : follows:
a. Probe diposisikan untuk mendapatkan a. The search unit shall be positioned for
respon maximum adri reflector yang maximum response from the reflector,
memberikan amplitude tertinggi. which gives the highest amplitude.
b. Jika menggunakan calibration block Fig. 1 b. When the calibration block Fig. 1 G ( T-
G ( T-434.4.2.2 ) permukaan sisi pemisah 434.4.2.2 ) is used the plane separating
dari element probe dual harus diposisikan elements of dual element search unit shall be
paralel dengan as dari hole. positioned paralel to the axis of the hole.
c. Gain control diatur sedemikian rupa c. The gain control shall be set so that this
sehingga respon pada 80% ± 5% FSH. Ini response is 80% ± 5% of FSH. This shall
disebut sebagai primary reference level. be the primary reference level. Mark the
Beri tanda peak tertinggi di screen peak on the screen
d. Tanpa merubah setting alat, probe di d. Without changing instrument settings,
posisikan untuk menghasilkan respon position search unit for maximum
maximum dari setiap reflector lainnya dan responses from each of the other
beri tanda semua peak yang didapat pada reflectors and mark their peaks on the
screen. screen.
e. Sambungkan semua tanda – tanda di e. Connect the screen marks for each
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 20 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
screen untuk mendapatkan curva DAC. reflector to provide and DAC curve.
10.6 Kalibrasi untuk Nozzle Zone Fusi dari 10.6 Calibration For Nozzle Side Weld
lasan dan / atau yang berdekatan Fusion Zone And / Or Adjacent Nozzle
dengan material induknya. Parent Metal.
Jumlah dari hole kalibrasi tergantung dari The number of calibration holes used
persyaratan dari pengujian. Jika hanya depends upon the requirements for
zone side fusion saja yang di uji, examination. If only side fusion zone is
diperlukan hanya satu side drilled hole to be examined, then only a single side
pada ketebalan nozzle saja yang perlu drilled hole at the nozzle wall thickness
digunakan. needs to be used.
a. Satu hole. Respon dari satu hole diatur a. Single Hole. The response from the
sedemikian rupa sehingga respon pada single side drilled hole shall be set so that
80% ± 5% FSH. Ini disebut sebagai this response is 80% ± 5% of FSH. This
primary reference level. shall be the primary reference level
b. Multiple Holes. Probe normal harus b. Multiple Holes. The straight beam shall be
diarahkan ke reflector untuk menghasilkan directed toward the calibration reflector that
respon maximum. Gain control diatur yields the maximum response. The gain
sedemikian rupa sehingga respon pada control shall be set so that this response is
80% ± 5% of FSH. This shall be the primary
80% ± 5% FSH. Ini disebut sebagai
reference level.
primary reference level. Tanpa merubah The search unit shall then be manipulated,
setting alat, probe di gerak – gerakkan, without changing instrument settings, to
untuk menghasilkan respon maximum dari obtain the maximum responses from the
posisi hole lainnya untuk mendapatkan other hole position(s) to generate a distance-
curva distance-amplitude correction ( DAC ). amplitude correction ( DAC ) curve.
10.7 Konfirmasi Kalibrasi 10.7 Calibration Confirmation
10.7.1 Sitem Perubahan. 10.7.1 System Changes.
Pengecekan kalibrasi harus di laksanakan, A calibration check shall be performed,
jika ada penggantian system alat when any part of examination system is
pengujian, untuk memverifikasi bahwa changed, to verify that distance range
range jarak dan seting sensitivity , pada points and sensitivity setting , at the
kondisi sebagai berikut: following stage:
- Pengecekan kalibrasi harus dilakukan - Calibration check shall be made on the
pada blok kalibrasi (V1 or V2) untuk calibration block (V1 or V2) verify that
memverifikasi jarak antara poin. distance range points.
- Pengecekan kalibrasi harus dilakukan - Calibration check shall be made on the
pada blok kalibrasi (BCB) untuk calibration block (BCB) to verify the
memverifikasi pengaturan sensitivitas. sensitivity setting.
10.7.2 Pengecekan untuk pemeriksaan berkala 10.7.2 Periodic Examination Check
Pengecekan kalibrasi harus dilakukan pada A calibration check shall be made on at least
satu reflector di dalam blok kalibrasi one of the basic reflector in the basic
dengan kondisi sebagai berikut : calibration block of the following conditions
:
- Setiap akhir dari setiap pengujian atau - At the finish of each examination or
- Pemeriksaan serupa dan berkelanjutan. - Series of similar examination.
- Ketika personel penguji diganti. - When examination personnel are changed.
10.7.3 Konfirmasi Nilai Penerimaan 10.7.3 Confirmation Acceptance Values
Semua indikasi yang direcord sejak All recorded indication since the last
kalibrasi terakhir yang valid atau check valid calibration check shall be re
kalibrasi harus di uji ulang dengan examined with the corrected calibration
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 21 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
kalibrasi yang benar dan nilai pada data and the values shall be changed on their
sheet harus dirubah, jika : data sheet, if :
- Setiap poin pada curva DAC telah berubah - A point on the DAC curve has moved
dari garis kalibrasi jarak lebih besar dari on distance line more than 10% of
10% dari pembacaan jarak atau 5% dari jarak distance reading or 5% of full distance,
penuh (screen), maka diambil yang lebih whichever is greater, correct the
besar, koreksi jarak kalibrasi dan beri catatan
distance range calibration and note the
dari koreksi pada record pengujian
correction in the examination record
- Setting sensitivity telah mengalami - Any sensitivity setting has decreased or
penurunan atau kenaikan lebih dari 20% increased by more than 20% or 2 dB of
atau 2 dB dari amplitudo nya. its amplitude.
11 Pengujian 11 Examination
11.1 Cakupan 11.1 Coverage
Volume harus di uji dengan The volume shall be examined by
menggerakkan probe keseluruh permukaan moving the search unit over the
yang di uji sehingga bisa menscan seluruh examination surface so as to scan the entire
volume pengujian. Setiap jalan/jalur dari examination volume. Each pass the search
probe harus overlaping minimum 10% dari unit shall be overlapping a minimum of 10%
ukuran probe, tegak lurus dengan dimensi of transducer (element), dimension
perpendicular to the direction of the scan.
dari arah scaning.
11.2 Syarat-syarat Scanning 11.2 Scanning Requirements
11.2.1 Kecepatan dari manual scaning harus tidak 11.2.1 The rate of manual scanning shall not
lebih dari 6 in/sec. (150 mm/sec.) exceed 6 in/sec (150 mm/sec).
11.2.2 Scaning harus dilaksanakan dengan 11.2.2 The scanning shall be performed at gain
mengatur gain seting minimum dua kali setting at least two times the primary
dari primary reference level. Evaluasi reference level. Evaluation shall be
harus dilaksanakan dengan mengacu pada performed with respect to the primary
primary reference level. reference level.
Sebagai alternative scanning sensitivity As an alternate, the scanning sensitivity
level harus diset pada 14 dB lebih tinggi level shall be set at 14 dB higher than the
dari reference level. reference level gain setting.
( Tambahan gain ini membuat reference (This additional gain makes the reference
kurva DAC 20% , sehingga indikasi yang a 20% DAC curve, so that indications
melebihi 20% DAC bisa dengan mudah exceeding 20% DAC may be easily
diidentifikasi dan dievaluasi ). identified and evaluated.).
11.2.3 Scaning harus dilaksanakan dari kedua sisi 11.2.3 The scanning shall be performed from
lasan (jika memungkinkan). both sides of the weld (if accessible).
11.3 Scaning dengan Probe Normal 11.3 Straight Beam Scanning
11.3.1 Scaning probe normal harus dilaksanakan 11.3.1 The straight beam scanning shall be
pada volume dari base material dimana performed on the volume of base material
akan dilewati probe sudut untuk through which the angle beams will travel to
mengetahui reflector yang mungkin locate any reflectors that might limit the
membatasi kemampuan probe sudut untuk ability of the angle beam to examine the weld
menguji volume lasan, dan ini tidak volume, and is not to be used for an
acceptance-rejection examination.
digunakan sebagai acceptance criteria.
11.3.2 Lokasi dan area yang ditemukan reflektor 11.3.2 Location and areas of such reflectors
harus direcord dan menjadi bahan found shall be recorded and subject to
pertimbangan Engineering. Engineering evaluation.
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 22 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
11.3.3 Scaning probe normal harus dilaksanakan 11.3.3 The straight beam scanning shall be
pada volume dari base material dimana performed on the volume of base material
cacat mungkin mengakibatkan gangguan di in which the defects may affect the
service yang di refer oleh Code section service referenced by other Code section
lainnya atau persyaratan lainnya. or other requirements.
11.4 Scanning dengan Probe Sudut untuk 11.4 Angle Beam Scanning for Reflectors
Reflektor yang Paralel dengan Lasan. Parallel to the Weld
Probe sudut harus diarahkan ke lasan The angle beam shall be directed at
dengan sudut yang benar kearah axis dari approximate right angle to the weld axis
lasan dari daerah yang memungkinkan. from to directions where possible. The
Probe harus di manipulasi sehingga semua search unit shall be manipulated so that
energi ultrasonic berjalan melalui volume the ultrasonic energy pass-through the
yang diperlukan dari lasan dan base metal required volumes of weld and adjacent
sekitarnya. base metal.
11.5 Scanning dengan Probe Sudut untuk 11.5 Angle Beam Scanning for Reflection
Reflektor yang Melintang dengan Lasan. Oriented Transversal to the Weld.
11.5.1 Probe sudut harus diarahkan sedapat 11.5.1 The angle beam shall be directed
mungkin paralel dengan axis dari lasan. essentially parallel to the weld axis. The
Probe harus di manupulasi sehingga semua search unit shall be manipulated so that
energy ultrasonic berjalan melalui volume the beam angle through the required
yang diperlukan dari lasan dan base metal volumes of weld and adjacent base metal.
sekitarnya.
11.5.2 Probe harus di putar 180 derajat dan 11.5.2 The search unit shall be rotated 180 deg.
pengujian diulangi. and the examination repeated.
11.5.3 Probe sudut bisa digunakan untuk menguji 11.5.3 The angle beam may be used for
base materials, probe harus di arahkan ke examination base materials, the search
segala arah untuk scanning cacat yang arah unit shall be manipulated in any direction
nya ber macam – macam. for scanning the any orientation defects.
12 Pengevaluasian 12 Evaluation
12.1 Indikasi Non-Relevant 12.1 Non-Relevant Indication
Non-Relevant Indication mungkin Non-Relevant Indication may be caused
disebabkan oleh : by :
12.1.1 Cacat metallurgy di heat-effected yang 12.1.1 Metallurgical discontinuities such as
bisa memantulkan setelah fabrikasi. plate segregates in heat-effected zone that
Pengujian dengan probe normal, mungkin become reflective after fabricatiouUnder
bisa tampak seperti indikasi spot atau straight beam examination, this may
garis, appear as spot or line indications.
12.1.2 Pengujian dengan probe sudut, indikasi yang 12.1.2 Under angle beam examination, indication
datangnya dari kondisi permukaan ( seperti that are determined to originate from the
weld root geometry ) atau variasi pada surface conditions ( such as weld root
metallurgy pada ustenitic material ( seperti geometry) or variation in metallurgical
automatic ke manual weld clad interface ). structure in austenitic materials ( such as the
automatic to manual weld clad interface ).
12.1.3 Berikut ini langkah – langkah yang diperlukan 12.1.3 The following steps shall be taken to
untuk mengklasifikasi indikasi dari geometry : classify an indication as geometric :
a. Di interprete area yang diperkirakan a. Interprete the area containing the reflector in
reflector sesuai dengan procedure. accordance with the applicable examination
procedure.
b. Di plot dan verifikasi reflector ordinate. b. Plot and verify the reflector coordinates.
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 23 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
Buat gambar tampak memotong yang Prepare a cross-sectional sketch showing the
menunjukkan posisi dan kondisi reflector position and surface discontinuities
permukaan seperti root dan counterbore. such as root and counterbore.
c. Review gambar fabrikasi dan persiapan c. Review fabrication or weld preparation
bevel las. Pengujian dengan Tehnik ultrasonic drawings. Other ultrasonic techniques or
lain atau pengujian dengan metode nondestructive examination methods may
nondestructive lain mungkin bisa membantu be helpful in determining a reflector’s
menentukan posisi, ukuran dan orientasi. true position, size, and orientation.
12.2 Level Evaluasi. 12.2 Evaluation Level.
12.2.1 Distance Amplitude Technique. 12.2.1 Distance Amplitude Technique.
Semua indikasi lebih besar dari 20 % All indications greater than 20% of
reference level harus di investigasi reference level shall be investigated to
sehingga bisa dievaluasi sesuai dengan the extent that they can be evaluated in
acceptance criteria dar reference Code terms of acceptance criteria of reference
Section. Code Section.
12.2.2 Evaluation Laminar Reflector. 12.2.2 Evaluation of Laminar Reflector.
Reflector yang diketahui dari cacat Reflector evaluted as laminar reflectors in
laminasi pada base material yanf akan base material which interfere with
menghalangi untuk bisa pengujian secara scanning of examination volumes shall
keseluruhan dengan probe sudut require the angle beam examination
diperlukan tehnik laing dalam pengujian technique to be modified such that the
dengan modifikasi sehingga keseluruhan maximum feasible volume is examined,
pengujian bisa dilaksanakan dan di beri and shall be noted in the record of
note pada record pengujian. examination.
15 Dokumentasi 15 Documentation
15.1 Hasil dari pengujian ultrasonic harus di 15.1 Ultrasonic examination results shall be
report dalam Form Ultrasonic Test Report reported on the provided Ultrasonic Test
yang tersedia (terlampir). Report Form (attached).
15.2 Record dari area yang repair harus dicatat 15.2 The record of repair areas shall be noted
seperti hasil dari pengujian ulang setelah as well as the results of the reexamination
repair. of repair areas.
15.3 Semua refeksi dari area yang tidak direpair 15.3 Alll reflectons from uncorrected areas
mempunyai respon melebihi 50% having responses that exceed 50% of
reference level harus direcord. Record reference level shall be recorded. The
harus menunjukan lokasi, respon level, record shall locate each area, the response
dimensi, kedalaman dibawah permukaan, level, the dimensions, the depth below
dan klasifikasi the surface, and the classification.
15.4 Lokasi lasan dan identifikasi harus 15.4 Weld locations and their identification
direcord pada weld map atau di shall be recorded on the a weld map or in
identifikasi plan. an identification plan.
15.5 Jika lasan di identifikasin permanen, low 15.5 If the welds are to be permanently
stress stamps dan /atau vibratooling bisa marked, low stress stamps and/or
digunakan. vibratooling may be used.
15.6 System Reference 15.6 Reference System
15.6.1 Setiap lasan harus dilokasikan dan 15.6.1 Each weld shall be located and identified
diidentifikasi dengan system reference by a system of reference points. The
line. System harus bisa mengidentifikasi system shall permit identification of each
setiap center line dari lasan dan tanda weld center line and designation of
secara regular interval sepanjang lasan, regular interval along the length of weld,
tetapi system yang berbeda bisa digunakan however , a different system may be
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 25 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
asalkan masih memenuhi persyaratan utilized provided it meets the above
diatas. requirements.
15.6.2 Semua pantulan dari area yang tidak 15.6.2 All reflections from uncorrected areas
dikoreksi, mempunyai respon melebihi having responses that exceed 50% of the
50% dari reference level harus direcord reference level shall be recorded on the
dalam form ultrasonic test report, record attached record form, this record shall
ini harus menyebutkan setiap area, respond indicate each area, the response level, the
level, dimensi, dalamnya dari permukaan dimension, the depth below the surface,
dan klasifikasi. and the classification.
15.6.3 Ultrasonic reports harus disimpan dalam 15.6.3 Ultrasonic reports shall be maintained for
periode 3 tahun atau sesuai dengan the period 3 years or as required by Code
persyaratan Code atau yuridiksi lokal yang or local jurisdiction requirement as
berlaku oleh pabrik. applicable by Manufacturer.
16.3 ASME BPV Code Section IX Para QW 16.3 ASME BPV Code Section IX Para QW
191.2: 191.2:
16.3.1 Indikasi dengan karakteristis sebagai retak, 16.3.1 Indications characterized as cracks, lack
kurang fusi atau penetrasi yang tidak of fusion or incomplete penetration are
lengkap tidak dapat di terima terlepas dari unacceptable regardless of the length
panjang nya
16.3.2 Indikasi panjang melebihi 1/8 in (3 mm) 16.3.2 Indications exceeding 1/8 in (3 mm) in
dianggap relevan dan tidak dapat di terima length are considered relevant and are
jika panjangnya melebihi unacceptable when their length exceed
a. 1/8 in ( 3 mm ) untuk t hingga 3/8 in ( 10 mm ) a. 1/8 in ( 3 mm ) for t up to 3/8 in ( 10 mm )
b. 1/3 t untuk t dari 3/8 in hingga 2 ¼ in ( 10 b. 1/3 t for t from 3/8 in to 2 ¼ in ( 10 mm
mm hingga 57 mm ). to 57 mm ).
c. ¾ in ( 19 mm ) untuk t lebih dari 2 ¼ in ( c. ¾ in ( 19 mm ) for t over 2 ¼ in ( 57 mm
57 mm ), ),
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 27 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
dimana t adalah ketebalan las tidak where t is the thickness of the weld
termasuk reinforcement yang di ijinkan. excluding any allowable reinforcement.
Untuk sambungan las butt weld dua item For a butt weld joining two members
dengan memiliki ketebalan yang berbeda having different thicknesses at the weld, t
pada lasan, t adalah ketebalan yang lebih is the thinner of these two thicknesses. If
tipis dari kedua ketebelan. Jika pengelasan a full penetration weld includes a fillet
dengan penetrasi penuh termasuk lasan fillet , weld, the thickness of the throat of the
ketebalan throat dari fillet harus masukan di t.. fillet shall be included in t.
16.4 ASME BPV Code Section I Para PW- 16.4 ASME BPV Code Section I Para PW-
52: 52:
Pengelasan yang di periksa dengan Weld that are shown by Ultrasonic
Ultrasonik dan memiliki diskontinuitas Examination to have discontinuities
menghasil kan indikasi lebih besar dari which produce an indication greater than
20% dari batas refernsi harus di investigasi 20% of the reference level shall be
lagi agar personel pengujian ultrasonik dapat investigated to the extent that the
memeriksa bentuk, identitas dan lokasi dari operator can determine the shape, identity
semua ketidak sempurnaan dan mengevaluasi and location so that they may evaluate
sesuai dengan standar penerimaan di dalam (a) each discontinuity for in accordance with
dan (b) di bawah ini:
(a) and (b) given below :
a. Indikasi dengan karakteristis sebagai retak, a. Indications characterized as cracks, lack
kurang fusi atau penetrasi yang tidak lengkap of fusion or incomplete penetration are
tidak dapat di terima terlepas dari panjang nya. unacceptable regardless of the length
b. Ketidak sempurnaan lainnya tidak dapat di b. Other imperfections are unacceptable if
terima jika indikasi melebihi referensi dan the indications exceed the reference level
memiliki panjang yang melebihi: and have lengths which exceed:
1. 6 mm (1/4 in.) untuk t hingga 19mm (3/4 in.), 1. 6 mm (1/4 in.) for t up to 19 mm (3/4
in.),
2 1/3t untuk t 19 mm (3/4 in.) hingga 57 mm 2 1/3t for t from 19 mm (3/4 in.) to 57 mm
(2¼ in.) inclusive. (2¼ in.) inclusive,
3. 19 mm untuk t lebih dari 57mm (2¼ in) 3. 19 mm (3/4 in.) for t over 57 mm (2¼ in).
dimana t = ketebalan dari las dari yang di where t = the thickness of the weld
periksa. Jika sambungan lasan dua item being examined. If the weld joining two
dengan memiliki ketebalan yang berbeda members having different thicknesses at
pada lasan, t adalah ketebalan yang lebih the weld, t is the thinner of the two
tipis dari kedua ketebelan. thicknesses.
16.5 ASME Code B.31.1 Power Piping Para 16.5 ASME Code B.31.1 Power Piping Para
136.74.6 136.74.6
Pengelasan yang di periksa dengan Ultrasonik Welds that are shown by ultrasonic
dan memiliki diskontinuitas menghasil kan examination to have discontinuities which
indikasi lebih besar dari 20% dari batas produce an indication greater than 20% of the
refernsi harus di investigasi lagi agar personel reference level shall be investigated to the
pengujian ultrasonik dapat memeriksa bentuk, extent the ultrasonic examination personnel
identitas dan lokasi dari semua ketidak can determine their shape, identity and
sempurnaan dan mengevaluasi sesuai dengan location so that they may evaluate each
standar penerimaan di dalam (a) dan (b) di discontinuity for in accordance with ( a) and
bawah ini: ( b) given below:
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 28 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
(a) Indikasi dengan karakteristis sebagai retak, (a) Indications characterized as cracks,
kurang fusi atau penetrasi yang tidak lack of fusion or incomplete
lengkap tidak dapat di terima terlepas dari penetration are unacceptable
panjang nya regardless of the length
(b) Ketidak sempurnaan lainnya tidak dapat di (b) Other imperfections are not acceptable if
terima jika indikasi melebihi amplitude the indications exceed the reference level
referensi dan memiliki panjang yang amplitude and have lengths which
melebihi: exceed:
1) 6 mm (1/4 in.) untuk t hingga 19mm (3/4 1) 6 mm (1/4 in.) for t up to 19mm (3/4 in.),
in.), 2) 1/3t for t 19 mm (3/4 in.) to 57 mm (2¼
2) 1/3t untuk t 19 mm (3/4 in.) hingga 57 mm in.) inclusive.
(2¼ in.) inclusive.
3) 19 mm for t over 57mm
3) 19 mm untuk t lebih dari 57mm
dimana t = ketebalan dari las dari yang di
where t is the thickness of the weld
periksa. Jika sambungan lasan dua item being examined. If the weld joins two
dengan memiliki ketebalan yang berbeda pada members having different thickness at the
lasan, t adalah ketebalan yang lebih tipis dari weld, t is the thinner of the two
kedua ketebelan. thicknesses.
Table 1.
Maximum contour for examinations performed from O. D.
Table 2.
Minimum contour for examinations performed from I.D.
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 34 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
Front Surface
25 mm
Bottom Surface
0 25 50 75 100
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 40 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
1/2 T
1/4 T
Notch
40% FSH
16 % FSH
(20 % DAC)
Joint type : Butt joint T joint Corner joint Plate to plate Pipe tp pipe
Cable
UT INSTRUMENT Couplant EXAMINATION TECHNIQUE
Type & Length
Model Serial No Contact
Straight Angle beam
beam Only shear wave in the tested matrial
SCANNING
Scanning surface Both side of weld One side of weld From A From B From C
Scanning Technique Half to full skip distance Half skip distance Other
Scanning direction of angle beam Swivel Right angle to weld axis Essentially parallel to weld axis
Length of indication 6 dB drop ( 50% from highest amp. ) 14 dB drop ( 20% from highest amp. )
Sizing of indication
Height of indication 6 dB drop ( 50% from highest amp. ) 14 dB drop ( 20% from highest amp. )
CALIBRATION
Search Unit Block ID Data Gain Setting
Hole Refference Reference Scanning Test Range
Angle Serial No. Frequency Size V1 V2 BCB Sulzer Amplitude
reflector Level Level
Indication
Thickness Result Remark
Part/Weld No Sound Amplitude
(mm) Length Depth
Path Level ACC REJ
Notes :
Name :
NDE Level :
Date : Date : Date :
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 44 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
SKETCH
Customer : Drawing No. : Rev. Report No. :
Name :
NDE Level :
Date : Date : Date :
Procedure no. : SII – UT – ASME - 04
Revision no. : 00
PT. SERTIFIKASI INDUSTRI INDONESIA
Date : 17 May, 2023
Page : 45 of 45
ULTRASONIC EXAMINATION PROCEDURE - ASME BPV Code
Table T - 421
Requirements of an Ultrasonic Examination Procedure
Non
Essential
Requirement essential Par. Ref. Qualified range
Variable
Variable
Weld configurations to be examined, including
Butt joint Pipe Φ > 500 mm and
thickness, dimensions and base material product form X 2
plate , 13 ~ 25 mm thk.
(pipe, plate, etc.)
The surfaces from which the examination shall be
X 11.2 Both side of weld
performed
Techniques ( straight beam, angle beam, contact, and/or 1 / 10.3 /
X Contact straight and angle probe
immersion ) 10.4
Angle(s) and mode(s) of wave propagation in the Only shear wave in the material
X 7.2.2
material with angle 45, 60 and 70 degrees.
Freq. : 1~4 Mhz
Search unit type(s) , frequency(ies) and element size(s) / Normal 10 mm dia.,
X 7.2.1 / 7.2.2
shape(s) Angle 45, 60 and 70 deg,
dimension 8x10 mm
Special search units, wedges, shoes, or saddle, when Angle without or with shoe max.
X 7.2.4
used 4mm thk.
Ultrasonic Instrument(s) X 7.1.1 1 ~ 5 Mhz,
Calibration [ calibration block(s) and technique(s)] X 7.4 / 9 V1, V2 and BCB
Base metal, Right angle and
Direction and extent of scanning X 11.2 essentially parallel to the weld axis
( angle probe )
Scanning ( manual vs. automatic ) X 11.2 Manual
Method for discriminating geometric from flaw
X 12 Plot and verify reflector coordinate
indications
Method for sizing indications X 13.1 / 13.2 6 db drop for length
Computer enhance data acquisition , when used X NA NA
Scan overlap ( decrease only ) X 11.1 Minimum 10% of probe size
Personnel performance requirements, when required X 6.1 / 6.2 Refer to Written Practice
SNT-TC-1A, 2006 Edition and
Personnel qualification requirements X 6.1 / 6.2
2011 Edition.
Free from foreign material which
Surface condition ( examination surface, calibration interfere exam/ surface of BCB
X 8.1 / 7.4.2.4
block) shall be representative component
being examined
Couplant : brand name or type X 7.3 CMC, glycerin, light oil
Post examination cleaning technique X 14 Solvent wipe for oil
Automatic alarm and / or recording equipment, when
NA NA
applicable
Records, including minimum calibration data to be
X 15 As stated in Form Report
recorded ( e.g., instrument settings )