LEADERSHIP &
PENGORGANISASIAN
KEPERAWATAN RAWAT INAP
Dr. Ns. I Made Udayana, SST, SH, S.Kep,
M.Kes
Latar Belakang
Mutu dan keselamatan pasien selalu menjadi perhatian
penting di seluruh dunia
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pasien dan
menjamin keselamatan pasien maka RS penguatan
leadership skill di ruang rawat
Memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik
Kepala ruangan/ PJ berperan dalam memastikan asuhan
keperawatan yang diberikan sesuai dengan standar
Askep yang bermutu yaitu memastikan mutu dalam
melakukan asuhan pasien
(IQBAL, SYED-ABDUL, & YU-CHUAN (2015); KARS (2018); Marquis, & Huston, (2015); Miri, Naha, Mansor, Alkali, & Chikaji
(2014)
Pengertian
Manajemen adalah proses untuk
melaksanakan kegiatan melalui
orang lain (Gillies, 1989)
Manajemen adalah ilmu atau seni tentang
bagaimana menggunakan sumber daya
secara efisien, efektif dan rasional untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan (Swanburg, 2000)
Manajemen keperawatan adalah suatu
proses bekerja melalui anggota staf
keperawatan untuk memberikan asuhan,
pengobatan dan bantuan terhadap para
pasien (Gillies, 1989)
PENGUASAAN MANAGEMEN RUANG
RAWAT PENTING DIMILIKI OLEH KEPALA
(Mugianti, 2016) RUANGAN / PJ RUANGAN
Lingkup Managemen
keperawatan yang wajib
dikendalikan di ruangan
Manajemen Pelayanan Keperawatan
Manajemen Asuhan Keperawatan
(Mugianti, 2016)
PERBEDAAN
• Lebih ditekankan pada bagaimana manajer
Manajemen keperawatan mengatur anggota staf
Pelayanan keperawatan dan sumber daya lain untuk
Keperawatan dapat menyelesaikan tugas
Manajemen • Digunakan oleh perawat dalam
Asuhan menyelesaikan masalah pasien, dimana
Keperawatan perawat adalah manajer asuhan keperawatan
Leadership skill
PRINSIP MANAGEMEN DI RUANG
RAWAT
Penggunaan Waktu Pengambilan
Perencanaan
Efektif (Effective keputusan (Decision
(Planning)
utilization of time) making)
Pengelola/Pemimpin Tujuan sosial (social Pengorganisasian
(Manager/leader) goal) (Organizing)
Perubahan
Swansburg & Swansburg (1999),
(Change)
Douglas (1988)
PENDEKATAN LEADERSHIP SKILL
Planning (Perencanaan)
P-Planning
Organizing
(Pengorganisasian)
C- O-
Controlling Organizing
POSAC Staffing (Ketenagaan)
Actuating (Pengarahan)
A-
S-Staffing
Actuating
Controlling
(Pengendalian)
Struktur Organisasi Keperawatan
Dir MEDIK & KEP
Ka Bid Yan Ka Bid Ka Bid Yan
Keperawatan Pelayan Medis Penunjang
KaUPP KaUPP
KaUPP KaUPP KaUPP KaUPP
IRNA B IRNA C
Irna A IRNA D IBS IRD
Struktur Organisasi
Ruangan Perawatan
KaUPP
IRD
Ka. Ruangan Ka. Ruangan Ka. Ruangan Ka. Ruangan Ka Ruangan Ka. Ruangan
MS HCU Kebidanan Triage OK Ratna
Inventaris
PP 1 PP 2 PP 3
Fungsi dalam Pengorganisasaian
Suatu kegiatan pengaturan pada SDM dan sumber daya fisik lain yang
dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan
serta menggapai tujuan perusahaan
Sebagai manajemen yang berhubungan
dengan pembagian TUGAS
Mempermudah manager dalam melakukan
pengawasan dan menentukan orang yang
dibutuhkan dalam melaksanakan TUGAS.
Hal pokok yang diperhatikan dari
pengorganisasian :
• Menentukan arah dan sasaran satuan organisasi
• Menganalisa beban kerja masing – masing satuan
organisasi (ABK)
• Membuat job description (uraian pekerjaan)
• Menentukan kebutuhan pegawai berbasis kompetensi
Job Deskripsi (Uraian Tugas)/ ad
Kewenangan yang diberikan terhadap staf
sesuai dengan level kompetensinya
Latar belakang Penetapan Surat
Kredensialing oleh
Usulan Kewenangan Penugasan Klinik
Pendidikan dan Tim kredensial
Klinis (SPK) sesuai dengan
pelatihan Komite
kewenangan klinis
6 langkah analisis pekerjaan
1. Menetukan penggunaan informasi
2. Mengumpulkan informasi latar belakang
3. Menyeleksi jabatan yang akan dianalsis
4. Mengumpulkan data
5. Meninjau informasi itu dengan pihak lain
yang berkepentingan
6. Menyusun uraian dan spesifikasi pekerjaan
Empat tehnik dasar untuk
mengumpulkan data analisis pekerjaan
• Wawancara
• Pengamatan langsung
• Kuesioner
• Log Book Pegawai
IMPLEMENTASI
LEADERSHIP
SKILL
SHARING PENGELOLAAN TENAGA PERAWAT
CONTOH PERENCANAAN TENAGA : Berdasarkan Rasio dan BOR
EFEKTIF UNTUK MENGELOLA STAF TERUTAMA
IW: 1;2 YANG MASIH KETERBATASAN TENAGA
ICU : 1:1 DISTRIBUSI TENAGA BISA DILAKUKAN SETIAP SAAT
RANAP BIASA : 1;6 BILA BOR < 80 %
PERAWAT BISA DI DISTRIBUSI SESUAI KOMPETENSI
DAN AREA SE JENIS
SHARING
PERENCANAAN PELATIHAN
CONTOH
SHARING
CONTOH
PERENCANAAN MUTASI
PERENCANAAN ROTASI / MUTASI DAN PROMOSI
BERDASARKAN :
1. Adanya Tim Rotasi
2. Berdasrkan pada lama kerja
3. Berdasarkan kompetensi
4. Berdasrkan level PK / Level NS
5. Berdasarkan Kebutuhan unit kerja
6. Adanya layanan baru
7. Berdasarkan performance staf
SALAH SATUNYA :
Promosi EVALUASI CAPAIAN PENERAPAN SLOKA ( STANDAR
PENGELOLAAN PELAYANAN KEPERAWATAN
Fungsi Ka Ruangan dalam Ketenagaan
Berdasarkan PMK 40 no 2017 ,menyatakan fungsi managemen ruangan yaitu
1. Melakukan seleksi perawat baru (sesuai kebijakan RS),
2. Melakukan program orientasi perawat baru,
3. Melakukan program internship bagi perawat baru,
4. Melakukan mapping bagi perawat lama (pada awal penerapan
pengembangan karir).
5. Melakukan assesmen kompetensi (sesuai kebutuhan) dilakukan :
a. Pada akhir magang bagi perawat baru untuk memberi pengakuan
sebagai PK I.
b. Pada perawat sesuai hasil mapping untuk validasi dan pengakuan
terhadap penjenjangan hasil mapping.
c. Assesmen kompetensi juga bisa dipergunakan sebagai seleksi
terhadap perawat baru,
d. Mengelola penugasan kerja bagi setiap perawat setelah memperoleh
“penugasan klinis” sebagai hasil kredensialing sesuai area praktiknya.
Ketenagaan lanjutan……
e. Memantau uraian tugas setiap perawat
sesuai penugasan klinis,
f. Melakukan supervisi klinis melalui
preceptorship dan mentorship,
g. Melakukan penilaian kinerja bagi setiap
perawat,
h. Melakukan monitoring evaluasi terhadap
implementasi jenjang karir perawat di RS
Actuating
Sumber daya manusia menjadi modal utama dalam
terselenggaranya roda organisasi pelayanan kesehatan. Seorang
manajer keperawatan harus dapat mengelola SDM agar dapat
bekerja efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan melalui fungsi penggerakan.
Henry Fayol dalam Siagian (2007) :
actuating menyebut penggerakan sebagai commanding atau directing
George R Terry (1993) :
actuating yaitu sebagai upaya atasan untuk menggerakkan bawahan.
(Mugianti, 2016)
Actuating Lanjutan……
Tujuan
1. Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
2. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai
pekerjaan
4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat
meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf
5. Pengarahan bertujuan membuat organisasi
berkembang lebih dinamis
(Mugianti, 2016)
Actuating lanjutan …….
Unsur-unsur Actuacting
1. Kepemimpinan
2. Motivasi
3. Komunikasi
Contoh IMPLEMENTASI
ACTUATING
Actuating lanjutan…..
Mendukung kegiatan pelatihan mutu dan keselamatan pasien
Melakukan motivasi pada staf untuk selalu melaporkan insiden
keselamatan pasien (KTD, KNC, KPC, KTD, Sentinel event)
karena prinsip mutu dan keselamatan pasien adalah tidak ada
blaming people
Memberikan bimbingan pada staf yang masih belum berperan
secara aktif dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien di
ruangan
KARS (2018); Marquis, & Huston, (2015); (Miri, Naha, Mansor, Alkali, & Chikaji, 2014)
Contoh IMPLEMENTASI
ACTUATING
Actuating lanjutan….
Memberikan penghargaan pada staf yang berperan dan terlibat
secara aktif dalam kegiatan mutu dan keselamatan pasien pada
saat melakukan asuhan keperawatan di ruangan
Mengarahkan kepada staf untuk melakukan pengkajian pasien
baru dalam 1x24 jam
Bekerja sama bersama PPJA, DPJP untuk pasien dengan kondisi
khusus atau dengan LOS yang memanjang
Mendorong adanya kolaborasi antar displin untuk mencari
penyelesaian masalah keselamatan pasien
Melaksanakan keselamatan pasien yang didalamnya ada mengkaji
resiko jatuh, luka tekan, cidera akibat restrain, memberikan
bantuan perawatan diri pada pasien dan meningkatkan
kenyamanan pasien
Contoh IMPLEMENTASI
ACTUATING
Actuating lanjutan
Memberikan edukasi pada seluruh perawat untuk
memberikan kuesioner kepuasan pada pasien
Melakukan edukasi akan hak dan kewajiban pasien
Membuat keputusan tentang peningkatan mutu dan
keselamatan pasien berdasarkan hasil analisis laporan
mutu dan keselamatan pasien diruangan
Mempertahankan dan meningkatkan perubahan
perilaku mutu dan keselamatan pasien yang telah
menunjukkan perbaikan secara berkelanjutan
Controling
Pengertian
Proses terakhir dari manajemen adalah pengendalian atau
pengontrolan.
Fayol (1998)“Pemeriksaan apakah segala sesuatu yang terjadi sesuai
dengan rencana yang telah disepakati, instruksi yang dikeluarkan, serta
prinsip-prinsip yang ditentukan”.
Tujuan
untuk mengidentifikasi kekurangan dan kesalahan agar dapat
dilakukan perbaikan. Pengontrolan penting dilakukan untuk
mengetahui fakta yang ada, sehingga jika muncul isue dapat segera
direspons dengan cepat dengan cara duduk bersama.
CONTOH
IMPLEMENTASI
CONTROLING
Controling lanjutan
Memastikan setiap stafnya melaksanakan indikator mutu dan
keselamatan pasien yang didalamnya ada mengkaji resiko
jatuh, luka tekan, cidera akibat restrain, memberikan bantuan
perawatan diri, dalam melakukan asuhan keperawatan
Memastikan setiap stafnya melaksanakan asuhan
keperawatan berdasarkan pedoman (SPO)
Memastikan seluruh staf melaksanakan 6 sasaran keselamatan
pasien diruangan dalam melakukan asuhan keperawatan
Memastikan seluruh staf menerapkan pelatihan yang telah
diberikan
KARS (2018); Marquis, & Huston, (2015),
PMK No 40 Tahun 2017
CONTOH
IMPLEMENTASI
CONTROLING
Controling lanjutan….
Memastikan bahwa rekam medis pasien sudah lengkap dalam
1x24 jam
Menghitung LOS dan BOR ruangan
Memantau uraian tugas setiap perawat sesuai penugasan klinis
Melakukan penilaian kinerja bagi setiap perawat
Mengevaluasi keefektifan pelatihan yang diberikan
KARS (2018); Marquis, & Huston, (2015),
PMK No 40 Tahun 2017
SHARING SESSION
UPAYA MENGELOLA RUANG RAWAT MELALUI
PENGUTAN KA RUANGAN / PENANGGUNG
JAWAB RUANGAN (PJ )di RSUP PROF NGOERAH
ILUSTRASI IDEALNYA
Penaggung jawab Ruangan/ Ka Ru mempunyai peran yang
sangat penting di dalam melakukan asuhan pasien
Penangggun jawab ruangan berkontribusi dalam pencapaian
indikator pelayanan rumah sakit yang menggambarkan kualitas
mutu pelayanan
Penanggung jawab ruangan/ Ka Ru harus dipersiapkan
sebaik mungkin dan diberikan pembinaan dan pendampingan
secara terus menerus sehingga tercipta pemimpin
keperawatan yang tangguh
Dalam menjalankan tugas seorang penanggung jawab ruangan(
PJ ) / Ka RU harus diberikan bekal pengetahuan dan
keterampilan yang cukup untuk membantu mencapai kualitas
pelayanan.
SITUASI SAAT INI
PJ ruangan belum ada pedoman dan yang bisa dijadikan
acuan dalam menjalankan aktifitasnya sebagai PJ
Belum ada system yang dilakukan agar para PJ
mendapatkan bimbingan dan arahan tentang fungsi mereka
sebagai penanggung jawab ruangan.
Pemahaman PJ tentang pengelolaan ruangan lebih banyak
secara otodidak
Sistem evaluasi yang digunakan bersifat reaktif dan tidak
bersifat proaktif.
Proses evaluasi tidak diawali oleh dengan proses
pendampingan yang optimal
KUALITAS PELAYANAN
DAMPAK
Kebingungan dalam menjalan peran sebagai penanggung
jawab ruangan, kesulitan melakukan evaluasi terhadap kinerja
penanggung jawab ruangan dan muncul konflik antara atasan
dan bawahan.
Program untuk menyiapkan para PJ dan memberikan bekal pengetahuan
dan keterampilan yang spesifik sesuai dengan tempat tugas. Proses
pembekalan yang diberikan harus standar
“Standar Pengelolaan Pelayanan Keperawatan”
Sebagai dasar penerapan managemen bangsal
SLOKA
STANDAR PENGELOLAAN PELAYANAN
KEPERAWATAN . KEBIDANAN ( “SLOKA “ )
TUJUAN STANDAR
Memberikan panduan kepada penanggung jawab (PJ)
ruangan untuk mengelola ruangan perawatan / Unit
dengan berfokus pada kualitas dan keselamatan.
Memberikan panduan tentang kriteria pelayanan
ruangan perawatan dengan kualitas tinggi
Memberikan bahan evaluasi untuk melakukan
pendampingan terhadap penanggung jawab ruangan
perawatan
Memberikan panduan untuk melakukan penilaian
kualitas pengelolaan ruang ruangan perawatan
KONSEP PROGRAM
SOSILASIS PENDAMPINGA EVALUASI
ASI dan N EVALUASI
PENYAMAA Akhir
MONITORING Reguler
N PERSEPSI program 6
DAN SUPERVISI setiap tahun
bulan
PENETAPAN DOMAIN
CONTOH
Administrasi
Asuhan Pendidikan dan
dan Manajemen
Keperawatan Pelatihan
Pelayanan
Domain
Jenjang Karir Penelitian dan
Profesional Inovasi
DIJADIKAN PEDOMAN
DALAM PENGELOLAAN
BANGSAL
CONTOH Domain Standar Tujuan Kriteria
Evaluasi
Asuhan Keperawatan Pengkajian pasien 1 5
Pemberian Asuhan Keperawatan 14 107
Komunikasi dan Dokumentasi 3 23
Verifikasi Tindakan Pre Operasi dan Diagnostik 1 6
Keputusan Rawat Inap dan Pemindahan Pasien 1 5
Emergensi
Serah Terima 2 12
Jumlah 22 158
Administrasi dan Manajemen Perencanaan Ruang Perawatan 1 28
Pelayanan Manajemen Penggelolaan Keselamatan Pasien dan 3 18
Keselamatan Staf
Manajemen Flow pasien 1 8
Lingkungan Pasien dan Staf 6 21
Standar Mutu Pelayanan 3 20
Standar Manajemen Risiko 1 5
Standar Pengelolaan SDM 2 10
Jumlah 17 110
Pendidikan dan Pelatihan
Pelatihan 4 11
Pendidikan 1 2
Jumlah 5 13
Jenjang Karir Profesional Kepemimpinan 4 12
Jenjang Karir 2 11
Jumlah 6 23
Penelitian dan Inovasi Standar Penelitian 1 6
Inovasi 1 3
Jumlah 2 9
5 Domain 20 Standar Umum 52 313
CONTOH
INSTRUMEN PENILAIAN
No Kriteria Evaluasi Bukti dukung Skor Temuan Rekomendasi RTL Target
waktu
10 5 0 NA
1
PENDAMPINGAN dan EVALUASI
No Kriteria Evaluasi Bukti dukung Skor Temuan Rekomenda RTL Target
10 5 0 NA si waktu
1 Semua Perawat/Bidan memahami Wawancara
tentang panduan asuhan
Keperawatan/Kebidanan (PAK).
2 Perawat/bidan menetapkan Dokumentasi
diagnosis Keperawatan/Kebidanan RME
yang merupakan keputusan klinis
perawat/bidan tentang respon
pasien terhadap masalah
kesehatan aktual maupun risiko
yang mengancam jiwa dengan
menggunakan Standar Diagnosis
Keperawatan Indonesia (SDKI).
CONTOH HASIL ASSESMEN
SHARING
CONTOH
LAIN
LATAR BELAKANG
Tujuan
RINCIAN KEGIATAN SUPERVISI KEPERAWAATAN
CONTOH FOCUS SUPERVISI
CONTOH IMP PRIORITAS PELAYANAN KEPERAWATAN
KESESUAIAN DIAGNOSA KEPERAWATAN DENGAN PAK
Contoh
PENERAPAN
Supervisi harian Bidang Yan Kep
Contoh :
TOOLS SUPERVISE BIDANG
KEPERAWATAN
PELAPORAN
UPAYA
TINDAK
LANJUT
PELAPORAN MONEV REGULER(Melibatkan unit kerja yang di Monev)
Contoh :
LAPORAN DATA
SUPERVISE BIDANG
KEPERAWATAN
KPI No Rancangan A1 A2 A3
N D Hasil N D Hasil N D Hasil
output
Tidak adanya Pasien jatuh 1 Asesmen dan re asesmen, protocol 10 20 50,0% 20 32 62,5% 10 14 74,0%
tercatat lengkap dan sesuai di RM
Kejadian decubitus 2 Skrining, Implementasi bundle 2 7 28,6% 8 15 53,3% 4 8 50,0%
pencegahan Dekubitus
< 2.7%
Kejadian Phlebitis 3 Skrining, Implementasi bundle 6 18 33,3% 15 35 42,8% 7 12 58,3%
pencegahan phlebitis
< 1,5
Kejadian ekstravasasi 4 Monitoring bundle upaya 8 12 66,7% 12 20 60,0% 10 15 66,7%
pencegahan kejadian
ektravasasi
Tidak ada ISK pada pasien 5 Skrining, Implementasi bundle 10 14 71,4% 4 8 50,0% 8 11 72,7%
pengguna cateter pncegahan ISK
Note :
Dilakukan secara regular
Menggunakan tools supervise
Area terfocus sesuai ZONA
Dianalisa ,dilaporkan , dirapatkan setiap bulan dengan unit yang
dilakukan supervise untuk menyepakati tindak lanjut
Dilakukan rapat triwulan sebagai evaluasi capaian program kerja
Diberikan rekomendasi dan dilakukan TL terfocus
So What Should I do …?
LEARN
CHANGE
Or
Die ? REFORM
5
0
TERIMA KASIH