Development of Your Professional
Self
Carol Britton Laws, MSW
What is a Professional?
Professionals have a body of knowledge
scope of practice
agreed upon values
path or code
and accountability to our society for our profession and
our professional behavior.
What is Professionalism?
Describes a certain type of behavior in the
workplace
Based on our values and understanding of our
professional roles
Evidenced in our behavior
How is Professionalism Judged?
Against a set of expectations or standards
From our own personal values set and
understanding of what “professionalism”
means
May be situational in nature
Strongly influenced by culture
Professionalism is in
the eye of the
beholder…
Professionalism is Determined By:
Our Image
Our Communication
Our Competence
Our Demeanor
From the Client’s Perspective
Trustworthy
Competent
Empathetic
Respectful
Caring
Qualities and Characteristics of
a Professional Nursing
Competent Courteous
Trustworthy Dependable
Respectful Cooperative
Act with Committed
Integrity
Considerate
Empathetic
Roles in Team Care
ROLE IPCN /ICN PRIMARY MEDICAL CLINICAL RESOURCE CLERICAL
I-III CARE SPECIALIST CARE COORDI- STAFF
NURSING MANAGER NATOR
STAFF
Making follow-up work
for you
Develop process for follow-up
Tailor follow-up to patient and provider needs
Eliminate unnecessary follow-ups
Schedule follow-up.
Monitor for missed follow-up.
Reach out to those not attending follow-ups.
Transpersonal caring relationship (going beyond ego
to higher “spiritual” caring created by
“Caring Moments”)
Moral commitment
Respect/”love” for the persononoring his/her needs,
wishes, routines, and rituals
Caring Consciousness of self as person/a self
PROFESIONAL
Fokus telaahan Respon manusia dalam menghadapi
Masalah INFEKSI baik aktual
maupun potensial
Lingkup garapan Kebutuhan dasar manusia ,
Penyimpangan dan upaya pemenuh-
Annya AKIBAT INFEKSI
Basis intervensi Ketidakmampuan, ketidakmauan,
Ketidaktahuan dalam memenuhi
KDM nya AKIBAT INFEKSI
ILMU & KIAT
ASPEK PENEKANAN IPCN
“ilpeng ttg ketidakpastian & seni ttg kemungkinan”
KEPENTINGAN
Fitur
Kontekstual Kumpulkan TERBAIK PASIEN
data Iptek kep NALAR 6th year
KLINIS students
IPCN berupaya terhadap PENCEGAHAN INFEKSI
Kajian
Pasien/ person
Latar Renpra
Belakang Bio
pasien (fisik+penunjang) DP Implementasi
Kajian Psiko
lingkungan (Komter melaui IPA) aktual Monev
pasien ( flow of care
Sosio DP Pasien
Nursing asessment ( Humanism, culture)
potensi Masukkelola
Nursing discharge
Spiritual
Tidak:tahu,mau,tau penuhi KDM
( keyakinan spiritual, al
keyakinan motivasi )
SC PC fc CC
PENDAPAT KLINIS
AP-2004 PILIHAN PASIEN = proses membuat keputusan baik yg konsisten
ditengah ketidakpastian
APLIKASI EPISTEMOLOGIK
Struktur Ilmu keperawatan
PARADIGMA MANUSIA = bio-psiko-sosiao-spiritual
IPA : BIOMOLEKULER
PARADIGMA MANUSIA MATEMATIKA
= TUBUH+JIWA+Sos
Ilmu keperawatan IPS
I.PENG BUD
ETIKA Caring
IPS
↑TAK PASTI
HUMANIORA ↓TAK PASTI
( pasien: individu
. Dinamis, humanism )
Baik Science
BENAR
cocok & Evidence based
Art
PENDAPAT ETIS Pendapat Klinik
KEPUTUSAN caring
KONDISI AKHIR PASIEN
Two Aspects of Nursing Practice
Science and Arts
ONTOLOGI : ATOM ONTOLOGI : MANUSIA
Science A
Arts
EPISTEMOLOGI : caring K EPISTEMOLOGI : INFOMEDIK
Fokus telaahan : S
Lingkungan pasien
I
• Basis intervensi : O
Dinamika pasien
L
LINGKUP GARAPAN O
• professional oriented : G Humanisme pasien
I
ilmu
Profesionalisme
orintednya :
METODOLOGI IPA : PEROLEHAN INFO,
MAKSIMALISASI PENGUASAAN
kiat/nursing art
METODOLOGI BUDAYA : PEMAHAMAN
PENGHARGAAN MANUSIAWI/ADAB
ALAM/SESAMA MANUSIA
METODOLOGI IPS : EMANSIPASI
DIPERLUKAN FAKTOR PENDORONG
(a)leadership,
(b)evidence-based practice,
(c)teamwork,
(d)communication,
(e)a learning culture,
(f)a patient-centered culture
IKLIM DAN PROSES PEMBELAJARAN
19
TIGA RANAH KOMPETENSI KEPERAWATAN
PENGEMBANGAN
ASUHAN PROFESIONAL
1.PemberianAsuhanKe 1. Pengembangan
perawatan Profesi
2. Kepemimpinan Dan 2. Peningkatan Kualitas
ManajemenAsuhan
3. Pendidkkan
keperawatan
Berkelanjutan
PRAKTIK
KEPERAWATAN
1. Praktik
Professional
2. Praktik Etis dan
Peka Budaya
3. Praktek Legal
• Perawat • Perawat
Vokasi Profesi
20 9/11/2019
JENIS PERAWAT :
PERAWAT PROFESI
NERS
NERS SPESIALIS
PERAWAT VOKASI
21
5 DOMAINS OF THE ASEAN NURSING COMMON CORE
COMPETENCIES AS FOLLOWS:
1.Ethics and legal 2. Professional
practice nursing practice
3. Leadership and 4. Education and
management Research
5. Professional,
personal and
quality
development
PRAKTIK PERAWAT
PRAKTIK :
PRAKTIK BERDAYA
BAIK
PROFESSIONAL SAING TINGGI
BENAR
BAIK :
NORMA ETIK
KODE ETIK PERAWAT
BENAR :
1. SESUAI DG Per UU an LEGAL
2. Sesuai dg IPTEK Kperawatan/Standar Profesi
yang UPDATE Disiplin
KREDENSIAL-PRAKTIK PERAWAT
KREDENSIAL ASUHAN
PRAKTIK
KEPERAWATAN
Organisasi Profesi
UU No 18tahun2002
UUnomor36tahun2014
UU nomor38 tahun 2014
ORGANISASI PROFESI
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
UU No. 18 tahun 2002 tentang Sistem Penelitian
Nasional dan Penapisan IPTEK
Organisasi profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam
suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan
teknologi, atau suatu bidang kegiatan profesi, yang dijamin
oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan
etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan
perundang-undangan (pasal 1)
Untuk menjamin tanggung jawab dan akuntabilitas
profesionalisme, organisasi profesi wajib menentukan
standar, persyaratan, dan sertifikasi keahlian, serta kode
etik profesi
ORGANISASI PROFESI
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
UU No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Wadah untuk berhimpun tenaga Kesehatan yang
seprofesi
Nakes harus membentuk OP sbg wadah untuk
meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan
dan keterampilan, martabat, dan etika profesi Nakes
Untuk mengembangkan cabang disiplin ilmu dan standar
pendidikan tenaga Kesehatan, setiap organisasi profesi
dapat membentuk kolegium
ORGANISASI PROFESI
PERAWAT (PPNI)
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
Wadah yang menghimpun Perawat secara Nasional dan
berbadan hukum sesuai dengan Peraturan perundang-undang
yang berlaku
OP PERAWAT BERTUJUAN
Meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan
dan keterampilan, martabat dan etika profesi perawat
Mempersatukan dan memberdayakan perawat dalam
rangka menunjang pembangunan nasional
ORGANISASI PROFESI PERAWAT
(PPNI)
UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
OP PERAWAT BERFUNGSI
PEMERSATU PENGEMBANG
PEMBINA PENGAWAS
KEPERAWATA
N
DI INDINESIA
FUNGSI ORGANISASI PROFESI
(UMUM)
PENINGKATAN DAN PENGAWALAN
AKNTABILITAS PROFESI
KOMPONEN
Masyarak
UTAMA YANG
Individup
DILAYANI ORGANISASI PROFESI
atumum erawat
Profesike
perawata
n
• Mekanismeaksikolektif
• Menentukan&mensosialisasikanKodeEtik&StandarPrakt • Pendidikankeperawatanberkelanjutan,legislasikeperawatan
ik
Arah kebijakan
Disayangianggota
Dicintaipemerintah
Diseganiprofesilain
Care delivery Leadership
Profesional practice model
Clinical indicator Competency and
Patient throughput behaviour
Staffing and Recruitmen/retntion
Collaborative practice schedulling
Profesionalleaership Shared leadership
Role/responsibility Critical thingking Financial and adat
Communication Outcome driven care mgt
Medical management Quality care Performance
Auxillary departemen
Materal management
managenet improvement
Anvironmental svc Role/responsibility Leadership
Loundry technology development
Patient excess
Succsession
planning
patient
Culture
Service excelence
Professional growth Recruitment &
Work/life balance
&development retention
Accounttabbility
Orientation 1. Cmpensation
Partnership
Coaching education 2. Recognition
Efficiency
Clinical expetise 3. Academic
Respect
Clinical leader afiliation
Felxibility
4. Exit interview
Adaptation to chang
process
WHAT IS THEIR ROLE?
Interventions for improving patient safety:
• Advocacy: Apply a “framework for prevention”
that draws on national patient safety goals
• Education: Collaborate with key groups to
develop science-based HAI prevention education
and core competency modules for direct care
providers.
• Facility design for safety: Provide input into
national and state-wide consensus standards
development related to infection control and facility
design and construction.
Cont’..Role of ICP …..
• Data tools: Evaluate and assist with application of
emerging information technology tools,,e.g., computerized
provider order entry (CPOE) to optimize use of
immunization assessment and antibiotics.
• Compliance: Explore the efficacy and practical
application of improved adherence with optimal patient
safety performance indicators
• Infectious and Noninfectious complications of care:
Disseminate successful strategies for building patient
safety teams within facilities designed for prevention.
• Staffing research: Assist in the understanding of the
correlation between staffing effectiveness and occurrence of
HAIs.
WHO?
An infection prevention and control nurse(IPCN) is a
professional nurse with specialized training and expertise in
infection prevention and control.
The IPCN works with all hospital departments to prevent
health care-associated infections.
They also educate health care staff on infection prevention
and control, conduct surveillance and provide expert
consultation as needed.
Confident (Percaya diri) and Credible (Dapat
Dipercaya)
Helpful (Suka Menolong)
Approachable (Mudah Ditemui)
Responsible (Bertanggungjawab) and Reliable
(Tahan Uji)
Mature (Dewasa)
Innovative (Mencari Hal Baru)
Neutral (Tidak Memihak)
Always “ Go” (Selalu maju)
Infection Prevention and Control Nurse
(IPCN)
Kriteria :
1. Perawat dengan pendidikan min S1 Kesehatan dengan latar
belakang pendidikan keperawatan dan sertifikasi PPI.
2. Memiliki komitmen dibidang pencegahan pengendalian infeksi.
3. Memiliki pengalaman sebagai Kepala Ruangan atau setara.
4. Memiliki kemampuan kepemimpinan, inovatif dan percaya diri.
5. Bekerja purna waktu.
4
PERAN IPCN
B. 14 PERAN
HIPPII (Wardanela)
HIPPII (Wardanela)
PENJAGAAN KUALITAS
(Kredensialing)
Lulus Pendidikan
IJAZAH
RE-REGISTRASI
Re-
lisensi AKREDIT
SERTIFIKA REGISTR LISENSI ASI
SI ASI
SERKOM SIPP
STR
SERPROF
1. Kegiatan praktik professional
No. Item Bentuk SKP
1. Pengalaman kerja Surat keterangan 1 tahun =
mengelola pasien atasan yang 1 SKP
berwenang
2. Pengalaman sebagai dosen Surat keterangan 1 tahun =
pembimbing klinik sebagai pembimbing 1 SKP
klinik
3. Pengalaman sebagai Surat keterangan 1 tahun =
pengelola pelayanan atasan yang 1 SKP
keperawatan berwenang
4. Pengalaman sebagai Surat Keterangan 1 tahun =
praktisi mandiri Kepala Puskesmas 1 SKP
keperawatan atau Kepala Dinas
Kesehatan
2. Kegiatan ilmiah
Workshop,lok
Seminar akarya,semilo
ka
sertifikat
yang
dikeluarka Pelatihan
n SKP dari
PPNI
JENIS DAN KUALIFIKASI PERAWAT IPCN
PENDIDIKAN ICN III
BERKELANJUTAN • Ners dengan
ICN II pengalaman kerja ≥
(SERTIFIKASI) 22 tahun
ICN I • D-III Keperawatan • mempunyai sertifikat
dengan PK IV serta
D-III Keperawatan pengalaman kerja sertifikasi teknikal II
PK II dengan pengalaman ≥ 19 tahun
kerja ≥ 10 tahun • Ners dengan
D-III Keperawatan Ners dengan pengalaman kerja
PK I dengan pengalaman pengalaman kerja ≥ 13 tahun
kerja ≥ 4 tahun ≥ 7 tahun • mempunyai
D-III Keperawatan Ners dengan
Pra PK atau Ners
mempunyai sertifikat sertifikat PK III
pengalaman kerja ≥ PK II dan sertifikasi dan sertifikasi
D-III pengalaman kerja ≥ 1 3 tahun teknikal II
teknikal
Keperawatan tahun mempunyai sertifikat
atau Ners mempunyai sertifikat PK I
pengalaman kerja pra klinik.
0 tahun
mempunyai
sertifikat BHD
• D-III : 0-1 thn • D-III : 3-6 thn • D-III : 6-9 thn • D-III : 9-12 thn • D-III : hingga • Hingga masa
• Ners : 0-1 thn • Ners : 2-4 thn • Ners : 4-7 thn • Ners : 6-9 thn pensiun pensiun
• Ners : 9-12 thn
Skema Jenjang Karir IPCN Baru
Skema Jenjang Karir
IPCN